LOGINApakah kalian yakin bisa Move on dari masa lalu manis yang membelenggu? Hal apa yang kalian lakukan jika kembali bertemu dengan masa lalu kalian yang kini tampak sangat berbeda dan menjanjikan? Agnesia Agraf, bertemu kembali dengan masa lalunya yang sangat menyebalkan! Pria brengsek namun terkenal sangat tampan itu merupakan salah satu Mantan dari sekian banyak mantan yang dia miliki. Tak hanya berani menggodanya dan mempermainkan dirinya, mantannya itu bahkan berani meminta dirinya tepat di hadapan tunangannya! Hal apa yang harus dia lakukan untuk menjauhi pesona gila dari mantan yang kini tengah menghantuinya? Haruskah dia mengakui bahwa hatinya mulai bergetar namun perasaannya tak dapat meninggalkan tunangannya. Siapa yang harus dia pilih jika hatinya mulai berubah arah?
View MoreBeberapa bulan usai peresmian pernikahan Adrian dan Sia, kehidupan pernikahan mereka berjalan dengan baik dan bahagia. Perut Sia kini sudah membesar, usia kandungannya sudah mencapai waktu cukup untuk melahirkan. Dan pagi ini, Sia terbangun dari tempat tidurnya dengan pinggang dan perut yang terasa begitu sakit, tetapi ia tidak mengatakannya pada siapapun. Sia memilih untuk bangun dan membuat jus kesukaannya sendiri.Sedangkan Adrian, sudah tiga hari ini ia tidak pulang sebab ada pekerjaan di luar kota yang mengharuskan Adrian untuk pergi. Sia pun tidak bisa menahannya, ia tahu betul puluhan orang sangat membutuhkan Adrian, bukan hanya dirinya saja."Nona, sebaiknya Anda duduk saja, biar saya yang melakukannya." Ucap seorang pelayan wanita paruh baya yang menjadi kepala pelayan di villa tersebut.Sia hanya menggeleng sembari tersenyum. "Tidak apa-apa, aku ingin membuatnya sendiri."Dominic datang ke dapur, ia melihat Sia yang sedang asyik memotong buah dan memasukkannya ke dalam mesin
Satu minggu telah berlalu usai kejadian itu. Di sini, di rumah utama keluarga Valora, Tuan Tua Valora telah mendapat laporan tentang kedua orang tua Sia yang tak mau mengakui Sia dan juga menekan Sia demi orang asing yang salah dikenali. Ia tersenyum ketika membaca laporan itu yang menyatakan bahwa Wenart telah memasukkan kedua orang tua Sia ke dalam rumah sakit jiwa.Pria tua itu mendesah dan memberikan tabletnya pada asistennya. "Memang sudah seharusnya mereka tidak usah kembali dan menampakkan diri mereka lagi kalau pada akhirnya hanya akan menyakiti cucu menantuku.""Biarkan saja mereka membusuk di sana, tak boleh ada yang mengeluarkan mereka apapun alasannya. Aku tak mau melihat mereka menyakiti Sia dan mengganggunya lagi." Tambahnya. Asistennya hanya diam saja tidak menjawab."Oh ya, tolong siapkan mobil, aku akan berkunjung ke villa cucuku. Dan sebelumnya, apakah kau sudah mengurus rencana pernikahan yang kuminta? Desainer pakaiannya?""Sudah semua, Tuan.""Bagus, baiklah ayo
Adrian, Sia, serta Dominic baru saja tiba di villa ujung utara. Dominic memilih untuk membuat kopi panas di tengah cuaca yang begitu dingin malam ini. Namun, ketika ia baru saja duduk untuk menikmati kopi panas yang pahit, tiba-tiba ponselnya bergetar dari dalam saku. Dominic mengambilnya, saat melihat siapa yang menelepon, ia langsung menerimanya tanpa menunggu lama."Bagaimana? Apakah sudah beres?" Tanyanya dengan suara yang dingin.Setelah mendengar jawaban, bibirnya tersenyum tipis, lalu ia mematikan panggilan setelahnya. Di dalam benda pipih itu, ia segera mencari nama Adrian dan meneleponnya. Walaupun mereka di tempat yang sama, tetapi ia tak berani mengganggu Adrian yang baru saja masuk ke kamarnya.Sedangkan Adrian baru saja menutup pintu kamar saat Dominic menelepon. "Ada apa?" Adrian bertanya dengan malas."Acacia telah ditangani secara sempurna, Tuan."Mata Adrian seketika melirik ke arah Sia yang sudah terbaring nyenyak di tempat tidurnya. Senyumnya tiba-tiba mengembang, r
Tuan Tua Agraf hanya berdecih mendengar rengekan Acacia yang memaksa orang tuanya untuk membantunya dan membelanya. Tetua itu kini mulai muak. Ia tertawa pelan, semua orang langsung menoleh ke arahnya, begitu juga Acacia."Kau ini, sangat tidak tahu malu sekali. Meminta sesuatu pada cucuku untuk orang luar sepertinya. Seharusnya bukan itu kesan pertama yang kau berikan pada putrimu." Tuan Tua Agraf berujar dengan kesal."Ayah, tolong jangan seperti itu. Acacia itu bukan orang luar, dia adalah putriku, cucu Ayah juga." Nampaknya ayah Sia masih belum mengerti dan terus membela Acacia."Kau ini, benar-benar buta. Apakah kau tidak merasakan ikatan batin dengan gadis tadi? Terutama kau! Yang mengandung dan melahirkannya. Walaupun kalian terpisah selama puluhan tahun, apakah tak ada rasa aneh di dalam hatimu?" Kini Tuan Tua Agraf bertanya pada ibunya Sia. Sedangkan wanita paruh baya itu hanya menunduk tak menjawab.Sebelumnya, saat melihat Sia tadi, ia merasakan ada perasaan hangat dan fami












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews