登入"Saat itu, aku hendak berkunjung ke rumah. Adikku datang ke istana untuk menjemputku. Namun, di perjalanan kami dihadang oleh para bandit. Mereka menyerang kami, membunuh para pelayan dan prajurit, mereka bahkan hampir–hiks!" Suara Zhang Li Yue tercekat oleh tangisnya.
"Tidak perlu dilanjutkan," kata Li Yue prihatin.
"Tidak, aku akan melanjutkannya," ucap Zhang Li Yue bersikeras.
Setelah diam beberapa saat Zhang Li Yue kembali melanjutkan "Mereka hampir memperkosa kami, kami melawan dan berhasil kabur. Saat itu kami berlarian di dalam hutan tidak tahu arah, yang terpenting kami bisa kabur dari para bandit. Sampai dimana aku hampir terperosok jatuh ke jurang, adikku menyelamatkanku, tapi hal itu membuat kami berdua jatuh."
"Jika–" Kalimat Zhang Li Yue terputus kembali karena tak dapat menahan sedihnya.
"Jika saja dia tidak menyelamatkanku, pasti dia akan tetap hidup." Tangis Zhang Li Yue mulai terdengar lagi.
"Sudahlah, jangan menangis lagi, semuanya sudah terjadi," ucap Li Yue berusaha menenangkan. "Hei, kau belum memberitahuku, mengapa kita memiliki wajah yang serupa?" tambah Li Yue bertanya.
Mendengar pertanyaan yang diajukan oleh Li Yue, Zhang Li Yue pun menghentikan tangisannya. "Kau percaya adanya kehidupan lagi, Li Yue?"
Li Yue terdiam , lalu menatap arwah dari Permaisuri Kekaisaran Feng ini. "Jangan katakan bahwa aku adalah reinkarnasimu?"
"Nyatanya itu adalah kebenaran, Li Yue," jawab Zhang Li Yue singkat, lalu berkata lagi.
"Li Yue, aku mohon bantu aku, balaskan dendam ini," pinta Zhang Li Yue seraya menangkup kedua tangannya menjadi satu.
"Tunggu dulu, kau ingin aku untuk membalaskan dendammu, dengan cara menggantikanmu menjadi Permaisuri?" ucap Li Yue tepat sasaran.
"Ya, hanya ini jalan satu-satunya."
Li Yue menggeleng. "Maaf aku menolak," jawab Li Yue tegas.
"Kumohon, kasihanilah nasibku dan juga adikku, Li Yue," ucap Zhang Li Yue dengan nada putus asa, yang membuat Li Yue sulit mengatakan tidak.
"Kau tahu kan bagaimana kehidupan di istana yang penuh akan kepalsuan? Belum lagi persaingan di istana harem yang penuh dengan kelicikan dari para wanita ular. Itu memuakkan. Aku tidak mau," ujar Li Yue mengeluarkan semua alasannya untuk menolak.
Li Yue bangkit, dan berjalan menjauhi sosok yang merupakan roh Permaisuri Kekaisaran Feng itu.
"Kau harus menggantikanku, Li Yue. Kau tidak akan bisa berkeliaran bebas karena wajah kita sama." Ucapan dari Zhang Li Yue itu membuat Li Yue berhenti melangkah.
"Kau akan diburu dan dibunuh oleh orang-orang Selir Utama Xi. Tapi jika kau ada di istana menggantikanku, dia tidak akan berani membunuhmu secara langsung."
Semua kata-kata Zhang Li Yue benar adanya, ia tidak mungkin bisa berkeliaran dengan bebas, dia akan ditemukan oleh orang suruhan Selir Utama Xi dengan cepat atau lambat.
Dan jika dia berada di istana dia akan mendapat tempat tinggal dan perlindungan sementara waktu, sembari memikirkan cara untuk kembali ke dunianya jika bisa.
Setelah berpikir panjang dengan keputusan yang akan diambilnya, Li Yue pun menyetujui permintaan Zhang Li Yue.
"Baik, aku setuju. Tapi, bagaimana caraku untuk pergi ke istana?" Tanya Li Yue bingung.
"Kau tenang saja, saat penyerangan terjadi aku memerintah Ye Lin, pelayan setiaku kabur dan menungguku di dekat danau, tempat kami beristirahat kemarin, kau harus pergi kesana," jawab Zhang Li Yue senang karena Li Yue setuju dengan permintaannya.
"Baiklah, aku pergi dulu," pamit Li Yue.
"Tunggu!"
Li Yue yang hendak pergi, berhenti karena Zhang Li Yue memanggilnya lagi.
"Apalagi?" tanya Li Yue.
"Bisakah kau membantuku lagi? Sekali lagi saja," pinta Zhang Li Yue penuh harap.
"Apa?" tanya Li Yue.
"Aku hanya ingin agar kau mengubur jasad ku dan adikku."
Mendengar apa permintaan Zhang Li Yue, Li Yue pun menyetujuinya. "Aku bisa mengubur jasadmu, tapi untuk adikmu, aku tidak tahu dimana jasadnya berada," jawab Li Yue pelan.
"Bisakah kau mencarinya? Jasad adikku pasti tidak jauh dari sini," bujuk Zhang Li Yue tak menyerah.
"Baiklah, aku akan mencarinya dan menguburkannya di dekatmu," ucap Li Yue, membuat Zhang Li Yue tersenyum lebar.
"Terima kasih, Li Yue. Kau baik sekali, sekarang aku sudah bisa pergi dengan tenang," kata Zhang Li Yue, tidak lama kemudian, sebuah sinar terang keluar dari arah belakang Zhang Li Yue.
"Aku pergi, sekali lagi terima kasih karena sudah mengabulkan permintaanku."
Zhang Li Yue memberikan senyuman pada Li Yue, dan dibalas dengan sebuah senyum tulus yang tidak pernah diperlihatkannya selama ini, setelah kematian ayah angkatnya.
_o0o_Li Yue terbangun saat matahari sudah condong ke arah barat. Sudah lama dia tidak tidur senyenyak tadi. Saat membuka mata, dia melihat Ye Lin sedang merapikan sebuah baju."Ye Lin, kau sedang apa?"Ye Lin ."Kau sudah bangun Li Yue, aku sedang merapikan baju yang nanti akan kau kenakan""Oh." Li Yue bangkit, lalu duduk di pinggir ranjangnya. Matanya menjelajahi seisi ruangan. Saat dia sampai disini, dia tidak bisa melihat seisi ruangan sesukanya, karena ada"Kau ingin mandi atau makan dulu, Li Yue?"
Saat ini, Li Yue dan Ye Lin telah sampai di istana. Mereka tengah berdiri di depan gerbang istana yang kokoh. Ye Lin dan Li Yue hendak melangkah masuk ke istana, tapi terhenti karena Prajurit yang berjaga di gerbang mencegat mereka."Kalian dilarang masuk," ucap dua prajurit tersebut sambil menyilangkan tombak yang mereka bawa."Lancang sekali kalian mencegat kami, Apa kalian tidak tahu siapa yang kalian cegat, hah!" Ye Lin berang terhadap dua orang prajurit di hadapannya ini. Bagaimana bisa mereka menghadang tuannya yang seorang permaisuri?"Kami diperintahkan untuk melarang orang asing masuk, Nona, jadi pergilah.""Orang asing, kau bilang! Kau tidak tahu bahwa orang yang kau cegat adalah Permaisuri dari Kekaisaran ini""Per
_o0o_"Apa kau masih menyimpan daun yang kupinta, Ye Lin?""Daun yang kau gunakan untuk mengobati lukamu?" tanya Ye Lin memastikan."Iya.""Tentu, aku menyimpannya di dalam kotak bening yang ada di tasmu."Setelah mendengar jawaban Ye Lin, Li Yue langsung membuka tasnya, guna mencari daun untuk salep lukanya."Ye Lin bisa kau tumbukkan aku daun ini lagi?""Tentu.""Kau masih ingat dengan apa yang harus dicampurkan ke dalamnya kan?""Iya, aku tentu mengingatnya, dicampurkan dengan ini kan?" Ye Lin mengangkat salah satu toples kecil yang isinya adalah dedaunan kering yang menjadi campuran obat Li Yue."Kau benar.""Baiklah, kau duduk saja, aku akan menumbuknya untukmu."Li Yue memperhatikan Ye Lin yang sedang asyik dengan kegiatan menumbuknya. Sebentar lagi, ya, lebih tepatnya dua hari lagi dia akan sampai ke tempat di mana Zhang Li Yue hidup dengan kemalangan. Tapi tidak lagi, wanita yang diberi julukan Permais
_o0o_'Menunggu' adalah kegiatan yang paling dibenci Li Yue.Saat ini Li Yue ada di pinggir hutan, dia sedang menunggu Ye lin yang pergi ke pasar membelikannya sebuah pakaian untuk dipakai sementara waktu.Li Yue tidak ingin menjadi pusat perhatian karena pakaiannya yang tidak sesuai dengan zaman ini. Karena itu, semalam dia memerintahkan Ye Lin untuk membelikannya sebuah pakaian.Duduk menyelonjorkan kaki sambil bersandar di salah satu pohon besar, dan menghela nafas kasar, itulah kegiatan yang dilakukan Li Yue ketika menunggu.Derap langkah kaki terdengar, membuat Li Yue waspada. Dengan cepat dia mengeluarkan belati kecil yang diselipkan di pinggang rampingnya. Langkah kaki itu kian mendekat, Li Yue bersikap tenang untuk mengelabui orang yang ada di belakangnya.Sebuah tangan terjulur di belakang, hendak menyentuh bahunya. Dengan cepat Li Yue mencengkeram lalu memelintir tangan itu."Aakkhh!""Siapa ka–
Sesampainya di dalam gua, Li Yue langsung duduk mengistirahatkan tubuhnya, melihat sekeliling.Benar kata Ye Lin, gua ini memang tersembunyi karena pintu masuk gua yang tertutupi oleh rimbunnya dedaunan.Gua ini juga berbeda dari gua- gua yang ada. Kebanyakan gua itu berada di kaki gunung atau bukit, tapi gua ini berada di bawah tanah datar yang dipijak. Jadi saat masuk tadi Li Yue dan Ye Lin harus berhati-hati karena tempat berpijaknya sedikit curam.Sembari menunggu Ye Lin yang sedang mengumpulkan kayu kering untuk membakar ubi, Li Yue memikirkan bagaimana nasibnya kelak jika dia berhasil membalaskan dendam Zhang Li Yue.Apa dia akan kembali ke zamannya atau tetap disini? Seharusnya ia sudah meninggal karena terjatuh kedalam sumur tua, tapi karena doa dari Zhang Li Yue, membuat dia berpindah ke zaman ini, Li Yue pusing memikirkannya."Permaisuri," panggil Ye Lin.Lamunan Li Yue terhenti ketika Ye Lin memanggilnya."Ya?" sambil menengok cepat ke arah Ye Lin"Hamba perhatikan, seharia
Setelah arwah Zhang Li Yue pergi, Li Yue langsung mencari jasad Zhang Xiu Ran, adiknya Zhang Li Yue, dan jasadnya berada tidak jauh dari jasad Zhang Li Yue.Dengan susah payah Li Yue membawa jasad Zhang Xiu Ran dan meletakkannya di dekat Zhang Li Yue, kemudian menggali tanah dan mengubur kedua kakak beradik itu."Semoga kalian tenang disana, aku akan membalas semua ketidakadilan yang kalian dapatkan, aku berjanji," ucap Li Yue setelah memberi penghormatan terakhir, lalu pergi mencari jalan ke danau tempat pelayan Zhang Li Yue menunggu.Tidak mudah mencari jalan keluar di hutan yang lebat ini, terkadang Li Yue bertemu dengan anjing liar, tapi dengan satu tangan dan sebuah belati dia dengan mudah mengalahkannya, beruntung hanya anjing liar yang dia temui, bukan sang raja hutan.Li Yue juga beruntung, selama perjalanan dia menemukan beberapa tanaman herbal yang sulit didapatkan tapi sangat bermanfaat.Li Yue juga menemukan tanaman beracun hemlock, bunganya berwarna putih berukuran kecil,







