Share

Bab 518

Author: Darrel Gilvano
Di dalam hotel, Jimmy berbaring dengan nyaman. Yasmin berdiri di sampingnya sambil meretakkan jari-jari tangannya, sekaligus memutar leher untuk meregangkan tubuh. Gayanya seperti mau bertarung saja.

"Kamu harus pijat yang benar." Jimmy mengingatkan sambil tersenyum.

"Kalau nggak enak, kepalaku juga nggak bakal ingat apa-apa."

"Tenang, aku pasti bikin kamu 'nyaman' setengah mati!" Mata Yasmin berkilat, wajahnya tidak bersahabat.

"Baiklah, coba kulihat kemampuanmu dulu." Jimmy tersenyum santai, s
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Sitopanbadai
iya benar, terlalu sedikit bab lanjutannya dan terlalu lama uploadnya!
goodnovel comment avatar
Jun Rmawan
terlalu sedikit bab lanjutan perharinya, nunggunya lama ...
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 681

    "Cuma mau minum, 'kan? Gampang saja." Jimmy tertawa terbahak-bahak. "Karena kamu murung begini, aku akan temani kamu minum sampai puas."Setelah berkata demikian, Jimmy kembali memberi instruksi kepada Serena, "Kalau sudah nggak ada urusan, pergi bereskan halaman belakang. Kamu lihat saja sendiri, halaman belakangku jadi hancur begitu gara-gara kamu."Sudut bibir Serena berkedut. Dia menatap Jimmy tanpa daya. "Kamu benar-benar nggak sungkan ya."Jimmy mengangkat alis sambil tersenyum. "Nyawamu saja sudah jadi milikku. Memangnya kenapa kalau aku nyuruh kamu melakukan sedikit pekerjaan?"Serena langsung kehabisan kata-kata. Setelah melemparkan tatapan penuh keluhan kepada Jimmy, dia hanya bisa berjalan ke halaman belakang dengan wajah muram.Melihat itu, Jimmy tersenyum puas dalam hati. Lumayan. Kesadaran dirinya cukup tinggi. Dengan begitu, dia tidak perlu menghabiskan terlalu banyak waktu untuk mendidiknya lagi.Yasmin menatap Jimmy dengan pasrah sambil tersenyum pahit. "Bagaimanapun j

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 680

    Nargari marah. Tepatnya, dia menyesal. Seorang genius luar biasa yang seharusnya menjadi milik Keluarga Lugiman, "dibajak" begitu saja oleh Jimmy!Tingkat sejati! Dia saja belum pernah merasakan kekuatan tingkatan itu! Selain itu, cucunya bahkan belum genap berusia 22 tahun!Artinya, sebelum usia 25 tahun, Serena kemungkinan besar bisa mencapai tingkat sejati!Melihat Nargari seperti ayam jago yang siap bertarung, Yasmin merasa lucu sekaligus getir. Pantas saja Jimmy si berengsek bersikeras meminta Serena bekerja untuknya. Ternyata dia sudah melihat potensi mengerikan yang dimiliki Serena.Memikirkan perkataan Jimmy tadi, Yasmin tak kuasa menatap Serena dengan penuh rasa iri. Orang lain mengandalkan ayahnya, sedangkan dia mengandalkan ibunya! Garis keturunan ini benar-benar terlalu mengerikan!Dulu Yasmin merasa dirinya juga bisa dianggap sebagai genius bela diri, tetapi setelah dibandingkan dengan Jimmy dan Serena, tiba-tiba dia merasa dirinya bukan apa-apa.Segala usaha keras yang di

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 679

    Begitu melihat Jimmy, Yunan langsung berdiri dengan sigap. Tatapannya terpaku erat pada Jimmy, penuh rasa kesal dan iri, seolah-olah sedang menyalahkan Jimmy karena pilih kasih."Jangan menatapku seperti itu." Jimmy sudah bisa menebak alasan di balik tatapan Yunan itu. Dia menggeleng sambil tersenyum. "Beberapa hal memang bawaan lahir, nggak bisa ditiru. Kalau mau iri, irilah karena dia punya ibu yang hebat.""Jadi, ini alasan kenapa kamu ingin bertemu ibunya?" Yasmin akhirnya tersadar.Jimmy mengangguk sambil menuruni tangga.Nargari segera melangkah maju dan menarik Jimmy sambil berkata dengan antusias, "Jimmy, sekarang sudah waktunya kamu jelaskan ke kami. Sebenarnya apa yang terjadi dengan garis keturunan gadis ini?""Bukannya sudah kubilang?" Jimmy memasang ekspresi polos. "Itu garis keturunan yang dia warisi dari ibunya.""Aku tahu." Nargari menatapnya dengan kesal. "Maksudku, apa hubungan garis keturunan itu dengan penyakitnya? Sebenarnya apa yang terjadi pada dirinya selama ini

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 678

    Jimmy kembali ke kamar untuk merapikan diri dan berganti pakaian.Karena tidak bisa masuk ke halaman belakang, Nargari hanya bisa duduk di ruang utama dengan wajah penuh kecemasan. Matanya terus tertuju ke koridor yang menghubungkan halaman belakang dengan ruang utama.Dari nada bicara Jimmy tadi, seharusnya cucunya baik-baik saja. Namun, begitu mengingat suara ledakan keras itu, hatinya kembali gelisah. Siapa yang tahu apa sebenarnya yang menyebabkan suara ledakan itu?Bahkan Jimmy, seorang petarung tingkat sejati, sampai berada dalam kondisi seperti itu. Cucunya hanyalah seorang petarung tingkat lima. Mana mungkin bisa lolos tanpa masalah?Makin dipikirkan, Nargari makin gelisah. Dia berdiri, lalu mondar-mandir tanpa henti. Saat Nargari sedang cemas bukan main, beberapa sosok perlahan berjalan masuk melalui koridor.Nargari tak mampu menahan diri lagi dan segera berlari menghampiri mereka. Begitu melihat cucunya yang sudah berganti pakaian, wajah tua Nargari langsung dipenuhi kegembi

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 677

    Yasmin terdiam sejenak, lalu berkata dengan nada kesal, "Kenapa malah tiba-tiba nyeret aku ke dalam pembicaraan ini?""Memang begitu kenyataannya!"Yunan mendengus, lalu mengerucutkan bibirnya. "Sampai sekarang pun, kamu masih belum memahami arti kepercayaan.""Aku ...."Yasmin langsung kehabisan kata-kata. Dengan tidak mau kalah, dia membalas, "Kalau aku nggak percaya sama dia, aku pasti sudah berjaga di halaman belakang sekarang!"Yunan hanya mengerucutkan bibirnya dan tidak berkata apa-apa lagi.Nargari tersenyum sambil melirik keduanya, lalu bertanya kepada Yunan, "Nak, sebenarnya hubunganmu dengan Jimmy itu apa? Sepertinya kamu kenal sekali sama dia.""Apa urusanmu?"Yunan mendengus tidak senang. Dia melompat turun dari ayunan, lalu berbalik masuk ke dalam rumah. Nargari langsung mendapat penolakan mentah-mentah. Wajahnya sedikit berkedut. Melihat ekspresinya, Yasmin tidak bisa menahan senyum."Di perjalanan tadi aku sudah ingatkan Bapak agar jangan mengusiknya, tapi Bapak nggak p

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 676

    Jimmy bekerja dengan sangat efisien.Setelah menyepakati syarat dengan Serena dan Nargari, Jimmy langsung meminta mereka memindahkan peti yang berisi Serena ke halaman belakang vila."Baiklah, kalian bisa pergi sekarang."Jimmy melambaikan tangan kepada ketiganya, lalu berkata kepada Yasmin, "Kalau kamu ada waktu, tolong belikan dia satu set pakaian.""Belikan pakaian?"Yasmin sedikit bingung, lalu menoleh ke arah Yunan. "Kamu punya pakaian cadangan yang ...."Yunan mendengus dingin, lalu berbalik pergi. "Lebih baik kamu sendiri yang pergi."Jimmy tersenyum tak berdaya, lalu menambahkan, "Belikan satu set lengkap, luar dan dalam."Yasmin juga memahami sifat Yunan. Karena itu, dia tidak berkata apa-apa lagi dan segera pergi."Anak muda, aku percaya padamu!" Nargari sempat ragu sejenak sebelum meninggalkan kalimat itu dan beranjak pergi.Serena masih berbaring di dalam peti besi sambil menatap Jimmy dengan senyum tipis. "Dari cara bicaramu, sepertinya sebentar lagi aku akan telanjang bul

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 211

    Melisa mengirim foto itu kepadanya, bukankah memang untuk memancingnya datang?Hanya Laura yang masih polos, mengira Melisa benar-benar mau memperkenalkan "orang penting" kepadanya!Wajah Laura menunjukkan sedikit kebingungan, lalu dia menatap Melisa dan Heston, meminta penjelasan."Ternyata kamu ng

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 115

    Saat Rafael sudah tidak berdaya lagi membela diri dan memohon ampun, Zosh kembali melangkah maju sambil tersenyum."Pak, waktu aku menangkapnya, aku mendengar wanita di sampingnya berkata kalau ayahnya punya hubungan dengan seseorang bernama Broto. Sepertinya Broto itu punya sedikit pengaruh."Ryder

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 82

    Begitu semua orang sadar kembali, kerumunan langsung gempar."Tsk, tsk, sampai bisa bikin Pak Howard dari Grup Horizon keluar sendiri buat menyambutnya. Pamornya benar-benar besar!""Orang sehebat itu malah datang naik skuter listrik, rendah hati banget ya?""Kamu nggak ngerti! Itu namanya percaya d

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 83

    "Begitu lihat orang lain punya koneksi, langsung nggak tahu malu dan nempel habis-habisan!""Aku sudah sering lihat orang nggak tahu malu, tapi baru kali ini lihat yang sememalukan ini!""Balikkan kartu namaku!"Di tengah tawa mengejek, orang-orang berebut mengambil kembali kartu nama mereka. Seolah

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status