LOGINPerkataan Nargari sama saja dengan mengakui bahwa dia memang mengetahui tentang Purbaloka.Hal itu sesuai dengan dugaan Jimmy sebelumnya. Nargari juga merupakan salah satu orang yang berdiri di puncak kekuasaan. Orang-orang seperti mereka pasti mengetahui banyak rahasia.Kalau sampai Nargari pun tidak tahu tentang Purbaloka, Jimmy benar-benar tidak tahu lagi harus bertanya kepada siapa.Menghadapi tatapan terkejut Nargari, Jimmy berusaha menekan kegembiraan di dalam hatinya. Dengan tenang, dia tersenyum tipis. "Aku hanya pernah dengar. Tapi pengetahuanku juga nggak banyak soal Purbaloka.""Dari mana kamu tahu tentang Purbaloka?" Nargari bertanya dengan penuh rasa ingin tahu.Jimmy menjawab, "Kamu pasti tahu kalau aku punya seorang kakek. Sebenarnya orang tua itu bukan kakek kandungku, melainkan guruku sekaligus ayah angkatku. Aku dengar tentang Purbaloka darinya. Soal dari mana dia mengetahui keberadaan Purbaloka, aku juga nggak tahu."Sebelum mendapatkan informasi mengenai Purbaloka,
Kalau mengambil contoh Serena, seandainya dia tidak bertemu Jimmy, dia pasti tidak akan mampu bertahan lebih dari satu bulan lagi.Mendengar perkataan Jimmy, raut wajah Nargari langsung muram. Ucapan Jimmy membuat secercah harapan yang masih tersisa di hatinya menjadi makin tipis.Setelah menenggak dua teguk arak dalam diam, Nargari akhirnya tidak bisa menahan rasa penasarannya. "Sebenarnya, garis keturunan apa yang dimiliki ibu dan anak itu?"Jimmy tidak menyembunyikan apa pun. Dengan nada serius, dia menjawab, "Garis keturunan setengah dewa.""Garis keturunan ... setengah dewa?" Wajah tua Nargari berkedut. Dia menatap Jimmy dengan ekspresi penuh keterkejutan.Setelah terus didesak oleh Nargari, Jimmy pun menceritakan semua yang diketahuinya. Menurut catatan dalam kitab pengobatan kuno yang diperoleh Zainal, garis keturunan yang dimiliki Serena berasal dari putri angkat Kaisar Kuning, Dewi Bara.Dewi Bara juga berubah karena garis keturunan yang terlalu kuat. Tubuhnya pun memancarkan
Nargari sedikit bingung. Padahal dialah yang datang untuk berbincang dengan anak ini. Kenapa sekarang malah anak ini yang lebih dulu ingin mengajaknya bicara?Selain urusan cucu dan menantunya, dia benar-benar tidak terpikir apa lagi yang ingin dibicarakan Jimmy dengannya.Mendengar pertanyaan Nargari, Jimmy diam-diam merasa kagum. Benar saja, makin tua seseorang, makin tajam pula instingnya.Waktu bukan hanya menganugerahkan Nargari kekuatan yang luar biasa, tetapi juga kebijaksanaan yang jauh melampaui orang biasa.Sebenarnya, sebelum ini Jimmy memang tidak berniat membahas soal menantu Nargari. Dia hanya ingin bertanya apakah Nargari mengetahui tempat bernama Purbaloka.Namun, setelah mengetahui kondisi Serena, dia justru menjadi penasaran dengan menantu Nargari itu. Bagaimanapun, garis keturunan Serena adalah garis keturunan setengah dewa yang hanya ada dalam legenda.Sebelumnya dia hanya pernah mendengarnya dari Zainal. Bahkan Zainal sendiri belum pernah melihat orang yang memilik
"Cuma mau minum, 'kan? Gampang saja." Jimmy tertawa terbahak-bahak. "Karena kamu murung begini, aku akan temani kamu minum sampai puas."Setelah berkata demikian, Jimmy kembali memberi instruksi kepada Serena, "Kalau sudah nggak ada urusan, pergi bereskan halaman belakang. Kamu lihat saja sendiri, halaman belakangku jadi hancur begitu gara-gara kamu."Sudut bibir Serena berkedut. Dia menatap Jimmy tanpa daya. "Kamu benar-benar nggak sungkan ya."Jimmy mengangkat alis sambil tersenyum. "Nyawamu saja sudah jadi milikku. Memangnya kenapa kalau aku nyuruh kamu melakukan sedikit pekerjaan?"Serena langsung kehabisan kata-kata. Setelah melemparkan tatapan penuh keluhan kepada Jimmy, dia hanya bisa berjalan ke halaman belakang dengan wajah muram.Melihat itu, Jimmy tersenyum puas dalam hati. Lumayan. Kesadaran dirinya cukup tinggi. Dengan begitu, dia tidak perlu menghabiskan terlalu banyak waktu untuk mendidiknya lagi.Yasmin menatap Jimmy dengan pasrah sambil tersenyum pahit. "Bagaimanapun j
Nargari marah. Tepatnya, dia menyesal. Seorang genius luar biasa yang seharusnya menjadi milik Keluarga Lugiman, "dibajak" begitu saja oleh Jimmy!Tingkat sejati! Dia saja belum pernah merasakan kekuatan tingkatan itu! Selain itu, cucunya bahkan belum genap berusia 22 tahun!Artinya, sebelum usia 25 tahun, Serena kemungkinan besar bisa mencapai tingkat sejati!Melihat Nargari seperti ayam jago yang siap bertarung, Yasmin merasa lucu sekaligus getir. Pantas saja Jimmy si berengsek bersikeras meminta Serena bekerja untuknya. Ternyata dia sudah melihat potensi mengerikan yang dimiliki Serena.Memikirkan perkataan Jimmy tadi, Yasmin tak kuasa menatap Serena dengan penuh rasa iri. Orang lain mengandalkan ayahnya, sedangkan dia mengandalkan ibunya! Garis keturunan ini benar-benar terlalu mengerikan!Dulu Yasmin merasa dirinya juga bisa dianggap sebagai genius bela diri, tetapi setelah dibandingkan dengan Jimmy dan Serena, tiba-tiba dia merasa dirinya bukan apa-apa.Segala usaha keras yang di
Begitu melihat Jimmy, Yunan langsung berdiri dengan sigap. Tatapannya terpaku erat pada Jimmy, penuh rasa kesal dan iri, seolah-olah sedang menyalahkan Jimmy karena pilih kasih."Jangan menatapku seperti itu." Jimmy sudah bisa menebak alasan di balik tatapan Yunan itu. Dia menggeleng sambil tersenyum. "Beberapa hal memang bawaan lahir, nggak bisa ditiru. Kalau mau iri, irilah karena dia punya ibu yang hebat.""Jadi, ini alasan kenapa kamu ingin bertemu ibunya?" Yasmin akhirnya tersadar.Jimmy mengangguk sambil menuruni tangga.Nargari segera melangkah maju dan menarik Jimmy sambil berkata dengan antusias, "Jimmy, sekarang sudah waktunya kamu jelaskan ke kami. Sebenarnya apa yang terjadi dengan garis keturunan gadis ini?""Bukannya sudah kubilang?" Jimmy memasang ekspresi polos. "Itu garis keturunan yang dia warisi dari ibunya.""Aku tahu." Nargari menatapnya dengan kesal. "Maksudku, apa hubungan garis keturunan itu dengan penyakitnya? Sebenarnya apa yang terjadi pada dirinya selama ini
Melisa mengirim foto itu kepadanya, bukankah memang untuk memancingnya datang?Hanya Laura yang masih polos, mengira Melisa benar-benar mau memperkenalkan "orang penting" kepadanya!Wajah Laura menunjukkan sedikit kebingungan, lalu dia menatap Melisa dan Heston, meminta penjelasan."Ternyata kamu ng
Saat Rafael sudah tidak berdaya lagi membela diri dan memohon ampun, Zosh kembali melangkah maju sambil tersenyum."Pak, waktu aku menangkapnya, aku mendengar wanita di sampingnya berkata kalau ayahnya punya hubungan dengan seseorang bernama Broto. Sepertinya Broto itu punya sedikit pengaruh."Ryder
Begitu semua orang sadar kembali, kerumunan langsung gempar."Tsk, tsk, sampai bisa bikin Pak Howard dari Grup Horizon keluar sendiri buat menyambutnya. Pamornya benar-benar besar!""Orang sehebat itu malah datang naik skuter listrik, rendah hati banget ya?""Kamu nggak ngerti! Itu namanya percaya d
"Begitu lihat orang lain punya koneksi, langsung nggak tahu malu dan nempel habis-habisan!""Aku sudah sering lihat orang nggak tahu malu, tapi baru kali ini lihat yang sememalukan ini!""Balikkan kartu namaku!"Di tengah tawa mengejek, orang-orang berebut mengambil kembali kartu nama mereka. Seolah







