Share

BAB 38 — Teng

Author: Noobunagi
last update publish date: 2026-06-08 13:03:53

Obat pertama selesai di minggu ketiga bulan kedua.

Bukan selesai dalam arti sembuh — selesai dalam arti satu siklus pengobatan pertama tuntas, dan tabib bisa mulai menilai apakah ada perubahan yang cukup signifikan untuk dilanjutkan ke siklus kedua.

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kebangkitan Rank Terendah   BAB 44 — Catatan Damar Wangi

    Malam setelah kembali dari titik itu, Rengganis tidak langsung bicara.Menyalakan tungku. Membuat teh. Duduk di lantai dengan cara yang sama seperti selalu — tapi ada sesuatu yang berbeda di cara dia duduk malam ini. Lebih berat. Lebih seperti seseorang yang sedang memutuskan sesuatu yang sudah lama ditunda.Arka menunggu."Catatan Damar Wangi," kata Rengganis akhirnya. "Aku tidak bilang aku tidak tahu di mana — aku bilang kita perlu mencarinya.""Bedanya?"

  • Kebangkitan Rank Terendah   BAB 43 — Titik

    Mereka berangkat keesokan paginya sebelum langit terang.Bukan karena perlu terburu-buru, tapi karena Rengganis bilang bahwa di Rimba yang sedang berubah, subuh adalah waktu paling stabil. Bayu bergerak paling dapat diprediksi di antara gelap dan terang, sebelum sesuatu yang lebih besar mulai aktif."Seberapa jauh?" tanya Arka saat mereka berjalan keluar."Enam jam kalau jalur biasa. Lima kalau lewat jalur yang aku tahu.""Lebih cepat, tapi tidak nyaman. Akar lebih tinggi, pohon lebih rapat, dan ada bagian yang harus dilalui di bawah air setinggi lutut.""Jalur itu," kata Arka.Rengganis hanya berjalan....Dua jam pertama terasa lebih mudah daripada perjalanan ke Akar Wangi.Bukan karena medannya berbeda, tapi karena Arka sudah tahu cara membaca Rimba. Cara memilih langkah, membiarkan niat terbaca, dan berada di tempat ini tanpa melawannya.Yang berubah adalah Rimba itu sendiri.Makhluk-makhluk yang biasan

  • Kebangkitan Rank Terendah   BAB 42 — Kembali ke Rimba

    Perjalanan kedua ke Rimba Dayak Batin terasa berbeda dari yang pertama.Bukan karena jalannya berubah. Jalan besar yang sama, jalan tanah yang sama, desa kecil yang sama di perbatasan. Tapi ada sesuatu yang berbeda di cara Arka berjalan di dalamnya — lebih sedikit memperhatikan hal-hal yang dulu perlu dia perhatikan, lebih banyak ruang di kepalanya untuk memperhatikan hal-hal yang baru.Seperti perbedaan antara pertama kali masuk ruangan gelap dan kali kedua — gelap yang sama, tapi mata yang sudah tahu cara mulai membacanya....Di warung per

  • Kebangkitan Rank Terendah   BAB 41 — Bulan Ketiga

    Bulan ketiga pengobatan Prawira dimulai dengan kabar yang tidak Arka antisipasi.Tabib itu datang sendiri ke rumah — tidak menunggu jadwal kunjungan rutin. Duduk di ruang tamu dengan wajah yang tidak menunjukkan kabar buruk tapi juga tidak menunjukkan kabar baik. Hanya wajah seseorang yang punya sesuatu untuk disampaikan dan ingin menyampaikannya dengan benar.Arka, ibunya, dan Prawira duduk di hadapannya.Sari diusir ke kamar — dengan protes yang cukup keras untuk terdengar dari dua pintu."Siklus kedua," kata tabib itu, "meresp

  • Kebangkitan Rank Terendah   BAB 40 — Balasan

  • Kebangkitan Rank Terendah   BAB 39 — Surat Kedua

    Surat kedua dari Rengganis datang di akhir bulan kedua.Arka membacanya di teras pagi itu, sebelum sarapan, dengan kopi yang belum habis di tangannya."Rimba berubah lebih cepat dari yang aku perkirakan. Bukan di tepi — di bagian dalam. Senggelong yang biasanya tinggal di sana sudah tidak ada. Bajang Akar di sungai kecil sudah pergi sejak dua minggu lalu. Makhluk yang sudah jadi bagian Rimba selama ratusan tahun tidak pergi tanpa alasan.Bayu di bagian dalam mulai tidak stabil — bergerak dengan pola yang tidak pernah aku lihat sebelumnya.

  • Kebangkitan Rank Terendah   BAB 37 — Pekerjaan yang Berbeda

    Surat dari Rengganis datang di awal bulan kedua.Pendek seperti selalu. Tapi kali ini isinya berbeda dari yang sebelumnya

  • Kebangkitan Rank Terendah   BAB 32 — Empat Hari

    Subuh hari pertama, Rengganis membangunkan Arka sebelum langit terang.Hanya berdiri di dekat tikarnya sampai Arka terbangun sendiri, entah karena kehadirannya atau karena Rimba punya cara sendiri untuk membangunkan orang."Bangun," katanya. Sudah ada dua cangkir teh di mej

  • Kebangkitan Rank Terendah   BAB 29 — Perpisahan

    Seminggu itu terasa lebih pendek dari yang Arka rencanakan.Bukan karena banyak yang harus disiapkan secara fisik, tas kecil, b

  • Kebangkitan Rank Terendah   BAB 21 — Orang yang Berdiri

    Pagi setelah evaluasi besar, Arka bangun lebih awal dari biasanya.Bukan karena tidak bisa tidur. Justru sebaliknya dia tidur lebih nyenyak dari yang dia ingat dalam berbulan-bulan. Tapi ada sesuatu yang menariknya bangun sebelum langit sepenuhnya terang, semacam rasa bahwa hari ini bukan hari yang

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status