LOGINAlesha merasa perempuan paling beruntung bisa menikah dengan anak Kyai, calon suami idaman. Padahal dia adalah santri paling barbar dan nakal, bertolak belakang dengan citra Fatih. Beruntung karena memiliki orang dalam, alias Bapaknya teman baik sang Kyai. Namun setelah menikah Alesha baru mengetahui sifat asli Fatih. Jauh berbeda bagaikan kutub utara dan samudra atlantis, tidak masuk dalam akal sama sekali. Lebih parah dari sifatnya. Lantaran terlanjur nikah dan malu harus cerai karena terlalu sombong bisa memiliki Fatih, dia berusaha untuk mengubah suaminya. Apalagi setelah disogok oleh sang ayah mertua dengan motor impiannya. "Ayo, Cha, kamu pasti bisa. Ini semua demi motor Harley Davi… ekhem, maksudnya, segitu aja dah nyerah." Apakah usaha Alesha berhasil atau harus menyerah ketika mengetahui Fatih memiliki kekasih lain.
View More“Bella, dengerin aku. Sejak awal aku membiarkan kamu tinggal di sini karena kamu sudah menyelamatkan aku. Sekarang aku tidak bisa menerima kamu di sini lagi.”“Kamu yang bilang aku bisa tinggal di sini sampai kamu selesai kuliah.”“Iya, saat itu aku memang bilang seperti itu. Namun sekarang kondisinya sudah berubah. Aku sudah menikah.”“Jadi karena perempuan itu kamu ngusir aku. Dia pasti menjelek-jelekan aku selama aku nggak bersama kamu.”“Siapa yang jelek-jelekin kamu. Dasarnya aja kamu sudah jelek.”“Kamu sudah berani sama aku.”“Bella, cukup!” tegur Fatih sebelum mereka memulai masalah baru.“Kamu lebih membela dia dari aku?”“Sudah sewajarnya. Alesha adalah istriku. Apa aku salah membela dia?’“Fatih, kenapa kamu berubah seperti ini. Ini bukan Fatih yang kukenal.”Bella melembutkan suara. Bukan saatnya dia menaikkan ego. Fatih tidak bisa dipaksa dengan kekerasan.“Bukan aku yang berubah Bella, tapi aku sudah kembali kepada aku yang dulu. Fatih sebelum kita bertemu.”“Terus aku b
“Assalamualaikum Gus Fatih, Alesha,” sapa Arafah dan Zainab.Arafah dan Zainab sontak melihat ke arah yang memanggil nama mereka. Mereka masih bisa melihat gerak gerik Alesha di dalam mobil. Tanpa dipanggil dua kali mereka mendekat.“Waalaikumsalam,” sahut Alesha dan Fatih berbarengan. “Bang Fatih, aku mau ngomong sama mereka sebentar ya. Sebelum kita pergi. Kumohon. Nanti kami jarang ketemu,” mohon Alesha.“Iya, jangan lama-lama.”Fatih tidak mungkin setega itu. Apa salahnya jika hanya sebentar. Asal nanti mereka tidak bertemu dengan yang lain saja. Kapan bisa sampai jika setiap ketemu orang berhenti.Alesha melepas kembali sabuk pengaman. Lalu keluar dari mobil menghampiri kedua temannya. Biar lebih enak ngomong daripada dia duduk d mobil dan kedua temannya berdiri diluar.“Kamu mau ke mana sama Gus Fatih?” tanya Arafah melirik sekilas ke arah dalam mobil.“Kami mau berangkat ke kota.”“Ke kota lagi? Baru kamu kemarin kamu tiba,” ujar Zainab. “Iya, soalnya kemarin ada sedikit mas
*** Mereka semua duduk di ruang tamu. Posisinya seperti kemarin. Bedanya, kali ini ada Alesha yang duduk antara kedua orang tuanya yang berhadapan dengan Nyai dan Kyai. Sedangkan Fatih dan Muzammil duduk berhadapan. “Kita langsung saja. Tidak perlu basa basi,” ujar Ustadz Ahmad buka suara. “Kami juga setuju,” sahut Nyai. “Fatih, ayo katakan keputusan kalian,” suruh Ustadz Ahmad. “Sebelumnya saya benar-benar minta maaf kepada semuanya. Terutama kepada Alesha.” Semua mengangguk memaafkan kesalahan Fatih. Terutama Alesha yang mengangguk paling semangat. Sampai ditepuk paha oleh sang ibu. Peringatan jika mereka sedang serius. Bukan bercanda. “Saya sudah berpikir ulang dan juga berkompromi dengan Alesha. Pernikahan kami adalah pernikahan perjodohan, sehingga kami belum mengenal satu sama lain dengan baik. Oleh karena itu, selama saya kuliah di kota selama satu lagi, kami berdua berencana untuk memulai kehidupan baru. Memulai semua dari awal.” “Syukurlah jika itu keputusan kalian.
“Bagaimana Nak Fatih?” “Sudah mendingan Bu.” Fatih menggerakkan kaki yang sudah diurut Ibu mertua. Sekarang kondisi kaki tidak sesakit tadi. Sudah berkurang meski belum bisa digunakan untuk jalan normal. “Pinggangnya bagaimana? Apa mau Ibu urut juga nggak?” tarar Yasmin. “Nggak usah Bu. Pinggang nggak seberapa sakit,” bohong Fatih. Urut kaki masih bisa dimaklumi. Tapi jika urut pinggang sedikit kurang sopan, agak privasi. Mana ada Alesha yang masih ngintip yang nempel di tembok. “Lebih baik Fatih malam ini tidur di kamar aku aja,” ujat Muzammil kasihan melihat sahabat. Baru malam pertama menginap di sini Fatih sudah sakit pinggang. Kaki dibikin terkilir. Seperti firasat Fatih sangat kuat. Dia sudah memohon untuk tidur di kamarnya. “Lah, nggak bisa gitu. Fatih kan suami aku. Bukan suami Abang,” protes Alesha melepaskan tembok dan menghadap sang abang. “Kamu mau apain suami kamu lagi. Tahu kini, tadi Abang biarkan Fatih tidur di kamar Abang sejak kamu nyanyi nggak jelas di dal
"Detik ini kamu ceraikan adikku!" perintah Muzammil dengan wajah datar menatap Fatih. Alesha dan Fatih sama-sama terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Muzammil. Namun beda dengan Bella. Bella yang masih memegang lengan Fatih tersenyum licik di balik wajah yang mengkhawatirkan Fatih. Rencananya b
"Assalamualaikum," sapa Alesha menghampiri mereka semua. "Waalaikumsalam Ustadzah Alesha." "Waalaikumsalam Kakak kecil." "Anak-anak kalian masuk duluan ya. Ustadzah mau bicara dengan Om-om ini," suruh Alesha lembut. "Yah, Ustazah!" seru mereka kecewa. "Sebentar lagi sudah waktunya masuk. Kal
"Baiklah, aku tidak akan memutuskan kamu," putus Fatih. "Bang Fatih," protes Alesha. Bella tersenyum menang dalam hati. Fatih masih mempertahankannya. "Aku juga tidak pergi ke klub. Itu keputusan aku. Alesha, aku tidak bisa memutuskan Bella begitu saja. Dia sudah sangat membantu aku saat aku sed
"Fatih, kamu mau ke mana?" tanya Bella yang menyadari Fatih hendak pergi. Daritadi dia menemani Fatih menonton tidak jelas. Kenapa sekarang tiba-tiba ditinggal sendiri. "Aku mau jemput Alesha sebentar," sahut Fatih sambil berdiri. "Ngapain kamu jemput dia. Kan tempatnya dekat." "Aku udah janji j
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.