Home / Romansa / Lagi, Pak Dosen / Bab 36 Janjian Pada Weekend

Share

Bab 36 Janjian Pada Weekend

Author: Manila Z
last update publish date: 2026-01-13 00:17:57

Gea tengah menunggu jawaban dari Stefano tentang orang yang mengirim pesan misterius itu padanya. Entah kenapa dia merasa kalau Stefano tahu sesuatu, makanya dia menyuruh untuk mengabadikan pesan itu.

"Hanya dugaan sementara saja, belum ada bukti nyata. Tetapi ini pasti merajuk pada orang itu," ujar Stefano.

"Siapa?" tanya Gea curiga.

"Untuk saat ini, sebaiknya kamu tidak usah tahu," kata Stefano.

Gea mencebikan bibirnya karena merasa kecewa, terlebih ketika Stefano tidak mau menceritakan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Lagi, Pak Dosen   Bab 70 Mengkhawatirkan Gea

    Stefano dan Fadlan datang ke sebuah tempat yang memang diyakini kalau ini adalah tempat persembunyian Ratih dan Nadia. Stefano melihat rumah yang nampak kecil dan tidak yakin kalau dua orang itu mau tinggal di tempat kecil seperti ini. "Kamu yakin Fadlan, kalau ini adalah tempat tinggal mereka?" tanya Stefano nampak ragu. "Anak buahku yang bilang sendiri kalau ini adalah tempatnya, tidak usah diragukan lagi kalau tentang ini," kata Fadlan. Mereka berdua akhirnya memutuskan untuk masuk ke dalam, memeriksa sekitaran sana, tetapi sayang sekali, mereka tidak menemukan orang dan hanya barang-barangnya saja. "Barang-barangnya masih ada di sini, mereka tetapi tidak ada," ujar Stefano setelah memastikan sendiri. "Sepertinya mereka berdua memang sekarang sedang ada di tempat lain. Apa mungkin di tempat penculikan Nadia," kata Fadlan. "Maksud kamu, mereka mempunyai tempat terpisah begitu?" "Ada kemungkinan sih iya. Untuk saat ini timku sedang melacak keberadaan Gea, tetapi memang kebetu

  • Lagi, Pak Dosen   Bab 69 Menemukan Jawaban

    "Bu Ratih."Gea terkejut ketika melihat orang yang kini ada dihadapannya adalah Ratih. Ibu tiri Stefano yang ternyata adalah ibunya Nadia. Bagaimana mungkin dia tidak mengetahui tentang hal ini. Ratih menoleh kearah Gea karena namanya dipanggil. Lalu dia tersenyum dengan licik ketika melihat Gea dalam keadaan diikat. "Hai, Gea.""Bu Ratih, lepaskan!" teriak Gea. "Jangan mimpi, aku sengaja menyuruh Nadia membawa kamu ke sini untuk memancing Stefano datang," kata Ratih. "Kalian? Apa yang sebenarnya kalian rencanakan?" tanya Gea dengan kebingungan. Nadia langsung tertawa dan mencekal dagu Gea dengan sedikit keras. "Tentu saja ingin memberikan pelajaran pada Stefano. Membuat dia memberikan hartanya kembali padaku," kata Nadia sambil tertawa seperti orang gila. Gea bahkan tidak mengerti ketika mendengar hal ini. "Jadi kalian berdua melakukan ini karena menginginkan harta Stefano!""Tentu saja."Ratih menjawab dengan nada yang sedikit bangga. Sebelum akhirnya ponsel Nadia yang tiba-ti

  • Lagi, Pak Dosen   Bab 68 Mencari Keberadaan Gea

    Andin menoleh kearah Fadlan dengan pandangan yang sedikit khawatir. Takut terjadi sesuatu dengan laki-laki itu sekarang. "Kak Stefano kenapa menghubungi?" tanya Andin. "Dia mengatakan kalau Gea diculik oleh adik tiri kamu. Aku yakin kalau pasti ini adalah suruhan Ratih.""Wanita licik itu pasti menggunakan Gea untuk mengendalikan Kak Stefano," dengus Andin dengan nada tidak suka. "Iya, sepertinya memang begitu," jawab Fadlan. "Apa yang akan Nak Fadlan lakukan selanjutnya?" tanya Hendra. "Aku pamit dulu, aku akan menghubungi temanku yang jago dalam bidang IT untuk menemukan keberadaan mereka, tidak usah khawatir karena semuanya baik-baik saja setelah ini.""Baiklah, semuanya akan baik-baik saja."Dia merasa lega karena semua yang dia lakukan sudah jadi lebih baik. Terlebih dia tahu kalau ini adalah jalan yang dia pilih."Kamu hati-hati," kata Andin. Fadlan hanya mengangguk dan tersenyum tipis, sebelum akhirnya dia kembali berdiri dan memutuskan untuk pergi dari rumah ini. Dia ak

  • Lagi, Pak Dosen   Bab 67 Gea Diculik

    Stefano berdiri di dekat jendela ruang tamu sambil sesekali melirik jam tangan di pergelangan tangannya. Langit sore perlahan berubah menjadi jingga, menandakan hari hampir berakhir. Namun, hingga saat itu Gea belum juga pulang ke rumah.Biasanya wanita itu akan mengabari jika ada kegiatan tambahan di kampus atau sekadar memberi pesan singkat bahwa dirinya terlambat. Akan tetapi, kali ini tidak ada satu pun kabar yang masuk.Perasaan tidak nyaman mulai merayapi hati Stefano.Dengan cepat ia meraih ponselnya dan menghubungi nomor Gea. Nada sambung terdengar beberapa detik sebelum akhirnya terputus."Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif."Stefano mengembuskan napas panjang. Rahangnya mengeras menahan kegelisahan yang semakin menjadi-jadi."Kenapa nomornya tidak aktif?" gumamnya kesal.Ia mencoba menelepon sekali lagi, berharap hasilnya berbeda. Namun suara operator yang sama kembali terdengar. Kini pikirannya mulai dipenuhi berbagai kemungkinan buruk yang tidak ingin ia bayangkan.St

  • Lagi, Pak Dosen   Bab 66 Gea Bertemu Nadia

    Gea baru saja menghubungi temannya, dia tidak menyangka kalau keadaan Nadia tengah dalam bahaya. Dia harus menolong wanita itu, dia yakin kalau memang ini ada hubungannya dengan keluarga wanita itu. "Tunggu, Gea," cegah Raya yang merasa khawatir karena Nadia meminta Gea untuk datang sendiri tanpa ditemani oleh dirinya. "Kenapa Raya?" tanya Gea yang kini menoleh pada wanita itu. Raya nampak ragu ketika hendak akan mengatakan semuanya. Tetapi dia diam sejenak. "Aku khawatir kalau kamu ke sana sendirian. Kita tidak tahu situasi yang tengah dialami oleh Nadia seperti apa."Gea meyakinkan temannya. "Kamu dengar sendiri bukan tadi? Nadia meminta hanya aku yang datang. Kamu tidak usah khawatir, aku baik-baik saja."Raya tahu kalau Gea mempunyai sifat yang sedikit keras kepala, dia tidak bisa meyakinkan dirinya sendiri. Bahkan dia tidak yakin kalau semuanya akan jadi seperti ini. "Jika terjadi sesuatu dengan kamu, jangan lupa hubungi aku," saran Raya. Gea hanya mengangguk sambil tersenyu

  • Lagi, Pak Dosen   Bab 65 Rencana Orang Licik

    Gea sudah mulai masuk ke kampusnya kembali, dia kali ini bersama dengan Raya yang kebetulan membawa rujak. Kebetulan Gea tiba-tiba rindu apa yang dibuat ibunya Raya. "Ini pesanan kamu," kata Raya. "Maaf yah merepotkan jadinya," kata Gea. Raya menggelengkan kepalanya, "justru aku senang membawakan ini untuk sahabat terbaikku," puji Raya sambil memeluk Gea. "Kamu bisa saja, aku juga senang dengan semuanya," jelas Gea. Raya kemudian teringat akan sesuatu. Dia baru saja mendapatkan pesan dari Nadia kalau wanita itu tidak masuk sekarang. "Nadia bilang hari ini dia tidak ke kampus, katanya dia lagi ada masalah keluarga," kata Raya memberitahu Gea. "Masalah keluarga?""Dia sih gak menjelaskan lebih detailnya," jelas Raya. Gea yang mendengar itu pun malah khawatir dengan Nadia. Nomornya juga sedikit sulit untuk dihubungi. Dia ingin mengunjungi rumah Nadia, tetapi wanita itu sedikit tertutup dan misterius. Bahkan dia sebagai sahabatnya pun tidak tahu. "Hei, kamu malah melamun, Gea. M

  • Lagi, Pak Dosen   Bab 4 Dunia Sempit Sekali

    "Itu sangat memalukan!"Gea sudah berada di sebuah kafe dan dia tengah menyusun gelas dengan benar. Dia terus saja memikirkan dosen barunya itu. Bisa-bisanya tadi dia malah asal masuk ke dalam mobil orang dan ternyata adalah mobil dosennya sendiri. "Memalukan. Kenapa malah masuk mobil dia pula?"G

  • Lagi, Pak Dosen   Bab 3 Ruangan Panas Dingin

    Gea di depan pintu ruangan pribadi milik Stefano. Ada rasa perasaan gelisah ketika dia handak akan masuk ke dalam ruangan tersebut. Akhirnya dia memutuskan untuk mengetuk pintu dengan pelan. Tok tok tok..."Masuk."Mendengar suara maskulin itu membuat Gea sedikit ragu, sampai akhirnya dia memberan

  • Lagi, Pak Dosen   Bab 2 Pria Itu.....

    Gea sudah mulai melupakan kejadian yang terjadi padanya. Dia tidak tahu pria asing yang tidur dengan dirinya semalam. Gea duduk di kursi kampusnya, berusaha terlihat tenang di antara mahasiswa lain. Tapi pikirannya terus berputar. Ia menatap kosong halaman catatan yang belum disentuh sama sekali.“

  • Lagi, Pak Dosen   Bab 1 Malam Yang Panas

    Dentuman musik memenuhi ruangan, lampu-lampu neon berkilau di antara orang-orang yang menari di bar hotel malam itu. Gea Andriana tersenyum kecil sambil memegang gelas koktailnya. Malam ini seharusnya menyenangkan. Teman-teman satu jurusannya merayakan kelulusan beberapa senior, dan Gea berniat mel

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status