MasukPutri Cantik, Zhu Linglong yang terlahir nyaris mati karena ramalan pengorbanan Alam Langit. Kaisar Istana Perak Biru, Cang Jue menculiknya menyelamatkannya dari tragedi peleburan api. Benua Tianxu menghukum Kaisar Cang Jue atas pembangkangan yang dilakukan. Setelah mengalami peperangan inti Meridian Jiwa rusak. Zhu Linglong dan Cang Jue berpetualang untuk memperbaiki inti Meridian Jiwa dan menemukan fakta tidak terduga. Ketika cinta sudah terbentuk, Langit hanya memilih satu Dewa Binatang untuk hidup. Lantas apa yang terjadi? Apa yang dipilih oleh Cang Jue? Apakah Zhu Linglong akan memadamkan es untuk apinya? Atau Cang Jue yang akan melebur es nya untuk menyurut cintanya yang penuh dengan api?
Lihat lebih banyak"Tenangkan dirimu Zhu Linglong." Kalimat yang keluar dari Zhu Que, bahkan lebih tenang daripada kata 'tenang' itu sendiri. Emosi Zhu Linglong semula, bak diguyur oleh salju. Suara Zhu Que merendahkan egonya secara singkat. Gadis itu menambah langkah lagi, maju. Kali ini memandang penuh saksama terhadap Zhu Que. "Bagaimana aku bisa tenang, Zhu Que? Kau memintaku untuk mundur dari hal yang sedang mulai kuperjuangkan," tanggap Zhu Linglong. Matanya melemparkan tatap ketulusan. "Bagaimana jika akan ada resiko pembongkaran identitas bahkan sebelum kau sempat membuka siasat ramalan palsu, Zhu Linglong?" tanya Zhu Que. Dewa Kecil berwujud Phoenix Merah Api itu kini mulai memberikan rasa nyaman dalam nada bicaranya. Seolah, memahami akan dilema yang didera hati tubuh pemiliknya. "Aku sudah melakukan penyamaran seperti ini." Zhu Linglong memutar tubuhnya sendiri. Sampai hanfu yang dikenakannya mengembang saat gerakan berputarnya cepat menyerok angin. "Lihatlah," kata Zhu Lin
"Ada kesalahan besar yang telah terjadi di sini Zhu Linglong. Baik kau dan Cang Jue telah melanggarnya. Aku mesti bicara dengan gamblang padamu. Untuk itu, biarkan aku berdua denganmu, jangan ada Cang Jue atau pun orang lain," balas Zhu Que. Suara Dewa Kecil itu semakin menghanyutkan. Selain gelisah, juga tampak dingin. Tidak seperti saat biasanya burung Phoenix itu berbicara dengan Zhu Linglong seperti biasanya. "Sungguh? Kau benar benar butuh waktu hanya berdua saja?" "Ya. Sampaikan kepada Cang Jue. Ini terkait hal penting akan nyawamu juga. Anak itu pasti mau menurut." Sekarang juga, Zhu Linglong tak lagi bisa bersandiwara. Meskipun harus memecah rasa tenang di hati Cang Jue, tetapi hal ini tampaknya cukup genting. Apalagi, petunjuk datang dari Zhu Que yang akhirnya bangun setelah sekian lama. "Cang Jue," panggil Zhu Linglong, lagi-lagi gadis itu menghentikan langkah. Di tengah ramainya orang-orang berlalu lalang di jalanan kota ini. "Kenapa, Zhu Linglong?" Cang Jue mengu
Xiao Yuan memperhatikan kedua orang dewasa itu bergantian. Ada akal yang terpendam di dalam hatinya. "Memang, sebuah fakta harus diceritakan kepada dua pendekar ini," batinnya berbicara. "Pertunjukan Musim Festival Tahunan akan dihelat sekitar tiga hari lagi, Xiao Que. Biasanya para bandit sewaan kerajaan Barat akan menghabiskan waktu di rumah bordil. Setelahnya, mereka akan datang ke kediaman ini. Dengan tujuan merampas gulungan yang sama seperti yang kalian incar," jelas Xiao Yuan, matanya serius. Bagian sisi tajam milik Cang Jue kontan terpancing. Laki-laki itu mendalamkan arah pandang matanya. Tertuju pusat pada Xiao Yuan. "Jadi, apa mereka membawa informasi atau sedikit petunjuk?" "Bisa saja. Bagaimanapun, mereka itu orang pelarian yang dipenjara namun dibebaskan hanya untuk menyerang kami. Keluarga Kerajaan mengatur seolah mereka tak punya andil, padahal para bandit itu adalah suruhan mereka." Perawakan Xiao Yuan terasa semakin tegang. Anak kecil itu tampak lebih tua daripa
"Apa yang coba sedang kau bicarakan Xiao Yuan?" Zhu Linglong berdiri dari duduknya. Memberikan perhatian yang lebih penuh untuk melihat presensi Xiao Yuan sendiri. Xiao Yuan memandang Zhu Linglong. Dia menatap wanita yang mirip dengan kakaknya itu sangat saksama. Lamat-lamat tanpa sekalipun nyaris gak berkedip. "Setiap pendekar yang datang selalu mengincar gulungan itu, Nona Xiao Long," ucapnya, jujur. Mengutarakan pengalaman selama dia menampung banyak pendekar di pekarangan biliknya ini. "Apa benda itu memang sangat dicari oleh para pendekar ketika mereka datang kemari?" tanya Cang Jue, ikut berdiri di sebelah Zhu Linglong. Xiao Yuan mengangguk. "Tetua mungkin tidak terlalu peka. Tapi, aku selalu bisa membaca gelagat orang." Pikiran Cang Jue bersuara, "anak ini... intuisinya tinggi. Apakah, dia memang sudah melatih teknik intuisi? Tapi, dia baru sekecil ini?" "Tapi kalian berdua tenang saja. Itu bukan hal jahat di kediaman ini. Nanti, selagi kalian membantu, aku akan membiarkan
Xue Lianya memandang Cang Jue. Memindai wajah laki-laki di sebelah Zhu Linglong yang begitu sangat setia memapah tubuh Zhu Linglong. Seolah laki-laki itu benar-benar seperti kekasih yang sangat setia khusus hanya untuk pribadi Zhu Linglong. Xue Lianya tersenyum pada Cang Jue. Langkahnya berpindah
Raut wajah cantik dari Xue Lianya yang berubah lebih serius, langsung membuat mata Zhu Linglong fokus. Tubuhnya berupaya untuk menegak sempurna. Dia sadar, otaknya sudah bergemuruh. Merasakan perasaan campur aduk. Antara takut ataupun gugup. Semuanya bersatu padu. Cang Jue di sebelahnya sadar d
Tidak ada yang tahu bagaimana sekarang nasib kedua manusia itu. Mereka menghilang tanpa jejak. Tak tersentuh oleh energi apapun. Benar-benar lenyap dari depan gerbang Gurun Es. Bahkan, saat ini, Bai Chen dan Xuan Ming baru saja tiba. Tepat, di lokasi semula saat Cang Jue dan Zhu Linglong masih ada
Zhu Linglong menatap Cang Jue di sebelahnya. Jarak mereka cukup ada, sekitar setengah meter. Zhu Linglong mencoba untuk merapatkan jarak yang tercipta. "Cang Jue... itu suara siapa?" tanya gadis itu, terdengar cukup pelan dan lembut. Cang Jue membalas tatapan Zhu Linglong, menatap gadis itu seriu






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasanLebih banyak