Home / Male Adult / Marlon Menantu Terhebat / BAB 109: DIKURUNG DALAM KAMAR 

Share

BAB 109: DIKURUNG DALAM KAMAR 

last update publish date: 2026-07-18 10:21:15

“Kok, pulang cepat, Rin?” sambut Kemala, saat Erinka tiba di rumah setelah makan siang dengan Meygi di Megah Mall.

“I-iya, Mah, aku ada masalah di kantor,” jawab Erinka dengan lesu di tengah keputusasaannya setelah mendapat kabar dari Walfred kalau dia belum bisa menghubungi Mayjen Handoko yang diharapkan jadi penyelamat Marlon.

Kening Kemala langsung berkerut mendengar ucapan Erinka, matanya pun menyipit menatap ke arah putrinya itu, “Coba cerita ke Mama, ada masalah apa sebenarnya, Rin?” teg
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 114: Dilema di Balik Dinding Blok S

    Si gendut yang menyaksikan semua yang terjadi pada Marlon merasa berempati, lalu ia mengajak Marlon untuk segera masuk ke dalam penjara karena kerja mereka telah selesai.Saat makan siang Marlon merasa tidak berselera untuk makan atas insiden yang baru saja dialaminya. Ia memberikan semua makanannya pada si gendut, tentu saja lelaki bertubuh tambun dan berkepala botak itu merasa senang bukan main karena ia benar-benar sedang lapar yang teramat sangat seluruh tenaganya terkuras untuk digunakan bekerja. Tidak lupa, Marlon menagih janjinya untuk meminjam ponsel si gendut, ia harus menghubungi Erinka yang awalnya hanya ingin memastikan kabarnya, kini ia ingin meminta penjelasan atas semua yang tadi diucapkan oleh ibu mertuanya. “Benarkah Erinka berkeinginan meninggalkanku?” batin Marlon resah.Setelah menengok kiri dan kanan, si gendut pun memberikan ponselnya pada Marlon di bawah meja, lalu berjalan bergegas menuju toilet umum di kawasan ruang makan penjara blok S. Lantaran, semua para

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 113: ANCAMAN IBU MERTUA 

    “Katakan saja Pak Inspektur, tidak perlu sungkan,” pinta Kemala saat melihat keragu-raguan pada diri Inspektur Zakie.“Baiklah Bu, sebenarnya saya ingin mengatakan... kalau saya itu sangat tertarik pada Erinka, seperti yang saya bilang tadi, selain cantik dia juga baik hati orangnya. Bagi saya Erinka itu paket komplit yang diidam-idamkan setiap lelaki,” ungkap Inspektur Zakie tidak bisa lagi menyembunyikan keinginannya. Kemala pun tampak tersenyum lebar mendengar curahan hati Inspektur Zakie yang tak henti memuji Erinka.“Memangnya Pak Inspektur masih single?” tanya Kemala coba memastikan.“Saya dalam proses perceraian dengan istri saya karena dia ketahuan selingkuh dengan orang lain. Makanya dari sekarang saya sudah mencari-cari seorang wanita untuk pendamping baru untuk dijadikan istri,” jelas Inspektur Zakie. “Terus terang, Bu... saat pertama bertemu Erinka saya langsung suka pada pandangan pertama,” tambah Zakie untuk meyakinkan Kemala dengan mengarang-ngarang cerita“Oh begitu ya

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 112: BERTEMU CALON MENANTU IDAMANA

    Pagi-pagi Marlon terbangun dari tidur ketika mendengar suara sirine petugas dibunyikan. Saat tersadar ia baru ingat kalau hari ini seluruh penghuni Blok S diharuskan melakukan kegiatan rutin bulanan, membersihkan lingkungan sekitar rutan. Tidak lama setelah Marlon mencuci muka dan mengenakan seragam tahanannya, seorang sipir datang membukakan pintu selnya.“Ayo cepat keluar!” teriak lelaki itu sambil mengangkat pentungan di tangan kanannya. Marlon bergegas menuruti keinginan petugas itu, lalu bergabung bersama tahanan lain untuk keluar bangunan melalui pintu samping. Di halaman penjara Blok S semua napi sudah berkumpul, jumlahnya kita hanya sekitar lima belas orang, sebagian dari mereka telah dibebaskan karena mendapat remisi dari Inspektur Zakie.“Tugas kalian hari ini membersihkan halaman depan dan juga bagian samping gedung. Pastikan rumput-rumput liar kalian babat sependek mungkin dan sampah-sampah kalian kumpulkan pada satu titik, lalu kalian bakar,” ucap seorang sipir memberi

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 111: SANG NENEK SAKIT

    Keesokan pagi, Kemala mengetuk-ngetuk pintu kamar Erinka, ia tidak ingin menunggu waktu lama untuk menjalankan rencana besarnya, hari ini juga semuanya akan dimulai. “Ada apa, Mah?” tanya Erinka saat membukakan pintu kamar untuk mamanya.“Nek Dewi sakit keras, Nak... kita harus pergi ke rumah nenekmu pagi ini juga,” ucap Kemala memberitahu putrinya dengan ekspresi cemas yang sangat meyakinkan.“Ya ampun... Nenek sakit apa, Mah?” tegas Erinka mendadak jadi khawatir.“Semalam nenekmu pingsan, darah tingginya tiba-tiba kambuh,” jelas Kemala. “Ayo kamu siap-siap... setelah sarapan kita langsung berangkat, papamu juga akan ikut,” tambahnya membuat Erinka terlihat mulai panik. Setelah Erinka bergegas masuk kembali ke dalam kamarnya, Kemala yang masih berdiri di depan pintu tersenyum seorang diri, ia merasa senang Erinka mempercayai ucapannya.Setelah sarapan, sesuai rencana Kemala sekeluarga pergi keluar kota. Selama perjalanan, Erinka yang duduk di kursi belakang, memilih lebih banyak be

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 110: RENCANA BESAR MAMA 

    Saat Kemala dan Zizi masih asyik membicarakan cara agar Erinka bisa melupakan Marlon, tiba-tiba Sugalih pulang dari kantor.“Tumben jam segini suamimu sudah pulang, Mala?” tanya Zizi saat melihat Sugalih memarkirkan mobilnya di garasi.“Iya juga ya..., jangan-jangan dia juga sedang ada masalah di kantornya,” ucap Kemala mulai berpikir hal yang serupa dialami Erinka.“Kalau begitu aku pulang dulu ya, Mala... jangan lupa ideku tadi dipakai. Aku yakin itu yang terbaik yang harus kamu lakukan untuk masa depan anakmu,” ujar Zizi sambil bangkit dari duduknya lalu pergi keluar dari rumah Kemala. Kemala pun mengucapkan terima kasih pada Zizi.Saat Sugalih datang menghampiri, Kemala melihat wajah suaminya tampak murung dan tak bersemangat. Tidak jauh beda dengan yang ditunjukan oleh Erinka saat pulang kerja tadi.“Papa pulang lebih awal karena ada masalah di kantor, Pah?” tanya Kemala menyambut suaminya dengan pertanyaan. Sugalih terus nyelonong masuk ke dalam rumah.“Erinka sudah pulang?” ali

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 109: DIKURUNG DALAM KAMAR 

    “Kok, pulang cepat, Rin?” sambut Kemala, saat Erinka tiba di rumah setelah makan siang dengan Meygi di Megah Mall. “I-iya, Mah, aku ada masalah di kantor,” jawab Erinka dengan lesu di tengah keputusasaannya setelah mendapat kabar dari Walfred kalau dia belum bisa menghubungi Mayjen Handoko yang diharapkan jadi penyelamat Marlon.Kening Kemala langsung berkerut mendengar ucapan Erinka, matanya pun menyipit menatap ke arah putrinya itu, “Coba cerita ke Mama, ada masalah apa sebenarnya, Rin?” tegasnya.Erinka tak langsung menjawab pertanyaan mamanya, ia hanya mengembuskan napas lalu menghempaskan tubuhnya di atas sofa. “Apa ada hubungannya dengan Marlon, Rin?” kejar Kemala merasa sangat penasaran.“Iya, Mah,” jawab Erinka sambil mengangguk. “Kakek tidak mau menolongku memberikan pengacara membebaskan Marlon,” tambah Erinka.Segaris senyum terukir di wajah Kemala yang tirus, ia malah merasa bahagia di tengah penderitaan putrinya yang bersedih terpisah dengan suaminya.“Anggaplah semua i

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 3 : DISEREMPET LAMBORGHINI

    Setelah Marlon memandu mobil Avanza berwarna hitam itu di jalan raya, Erinka bisa merasakan kalau hari ini Marlon sangat berbeda. Rupanya dia piawai memandu mobil, cara menyetirnya halus dan tenang, membuat penumpang merasa nyaman. Erinka menyimpulkan, kalau suaminya itu mempunyai sisi lain pada di

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 6: MENCARI KEBERADAAN MARLON 

    Siapa saja yang mendengar nama Meygi, pasti akan membayangkan seorang wanita cantik tapi memiliki hati yang kejam. Dalam kalangan pebisnis kelas atas, namanya sangat ditakuti karena dia tidak akan segan-segan menghabisi siapa saja yang bermasalah dengan dirinya.Seperti halnya para pebisnis lainnya

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 5: WANITA MISTERIUS 

    Erinka masih diliputi dengan cemas atas kejadian di jalan raya akhirnya sampai juga ke hotel bintang lima tempat reuni ditemani Marlon. “Ayo, kita turun...” ucap Erinka saat Marlon sudah mematikan mesin mobil di parkiran basement hotel.“Tunggu dulu, Beb...” ucap Marlon sambil menahan lengan kanan

  • Marlon Menantu Terhebat   BAB 4: MENCARI IDENTITAS MARLON

    “Orang-orang brengsek! Bukannya menolong malah ‘misuh-misuh’ engga jelas!” ucap Tony yang hanya bisa melihat Hendrik terjebak di dalam mobil.“Tolong aku, Bro... kakiku kejepit, sakit sekali nih rasanya...” ujar Hendrik memanggil Tony yang sedang duduk di luar mobil yang posisinya dalam keadaan ter

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status