Share

Bab 74

Author: LV Edelweiss
last update publish date: 2026-04-25 17:25:43
Anya menarik napas dalam dan kembali membuangnya dengan perlahan. Sementara Bintang, tampak masih menatap lekat-lekat ke arah dirinya.

“Maafkan saya, Anya,” ucap Bintang tulus.

Kalimat itu kembali terucap dari mulut Sang Mayor dan entah sudah kali yang ke berapa ia mengucapkan kata maaf sejak menjadi suami Anya. Yang jelas, dirinya memang bukan tipikal laki-laki yang suka menunda-nunda untuk menyelesaikan sebuah masalah.

Anya masih bergeming.

“Maafkan saya, Anya. Tadi saya terbawa emos
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Mengejar Cinta Mayor Bintang    Bab 108

    “Aaahh … akhirnya,” seru Bintang bahagia. Ia sudah berbaring di atas ranjang tempat tidurnya. Anya hanya melirik dan tersenyum sembari terus merapikan barang-barang bawaan mereka selama di rumah sakit. “Anya …,” panggil Bintang tiba-tiba. “Hm, iya, Om. Ada apa?” sahut Anya tanpa menoleh. “Saya kangen,” ucap Sang Mayor jujur. Gerakan tangan Anya spontan berhenti dan membeku sejenak. Ia lalu menoleh perlahan dan menatap Bintang dengan senyum jengahnya. Tanpa kata-kata Bintang pun menepuk kasur dua kali, kode agar Anya mendekat dan duduk di sampingnya. Mengerti, Anya pun langsung bangkit dan melangkah mendekati suaminya itu. “Kok kangen sih, Om. Aku kan selalu ada di dekat Om. Nggak pernah ninggalin Om Bintang.”Dengan gerakan tegas tapi tidak kasar, Bintang pun menarik Anya merapat ke tubuhnya hingga wajah mereka nyaris tak berjarak. “Saya kangen belaian istri saya, Anya. Selama di rumah sakit, saya tidak bisa menyentuhmu, peluk kamu … cium kamu,” jawab Bintang jujur. Pipi Anya

  • Mengejar Cinta Mayor Bintang    Bab 107

    Setelah dirawat beberapa hari di rumah sakit, akhirnya Bintang diizinkan pulang. Kepulangan Sang Mayor disambut dengan pengamanan yang jauh lebih ketat dari biasanya. Meski Bintang bersikeras bahwa dirinya sudah pulih total dan bisa berjalan sendiri, Langit dan Kapten Bima tetap siaga mendampingi di sisi kanan dan kirinya sejak keluar dari pintu lobi rumah sakit Kasih Ibu.​Anya berjalan di sebelah Bintang, membawa tas berisi sisa perlengkapan selama rawat inap. Sorot matanya tak lagi sekeruh beberapa hari lalu, namun gurat waspada kini jelas tercetak di wajah ayunya.Rahasia besar yang pecah malam itu mengubah kepercayaan Anya sepenuhnya. Setiap sudut koridor rumah sakit dan setiap pasang mata berseragam loreng kini terasa seperti ancaman yang mengerikan. “Kenapa harus dikawal sebanyak ini, Bim?” bisik Bintang pada Bima.“Ini sesuai proses, Mayor. Sudah, kamu ikuti saja,” jawab Bima dengan nada yang sama berisiknya. “Iya, tapi ini bisa memancing atensi semua orang. Kamu lihat tuh,

  • Mengejar Cinta Mayor Bintang    Bab 106

    Bintang tidak segera menjawab. Ia justru mengunci ponselnya, membiarkan layarnya meredup, lalu meletakkannya kembali di atas nakas dengan gerakan yang sangat hati-hati. Ia menatap Anne dengan sorot mata penuh penghormatan, sekaligus kepedihan yang mendalam.​Di sebelahnya, Rahayu tampak terperanjat, menatap Bintang dan Anne secara bergantian dengan napas yang tertahan. “Jeng ... kamu ... kamu kenal dengan perwira di foto ini?” tanya Rahayu dengan suara yang bergetar.​Anne tidak langsung menjawab pertanyaan Rahayu. Matanya masih lurus menuntut jawaban dari Bintang. Tubuhnya semakin bergetar hebat dalam dekapan Anya yang kini ikut menangis dalam diam.“Saya … saya menemukan potongan berita ini di antara berkas-berkas lama mendiang Papa, Bun,” jawab Bintang akhirnya, suaranya terdengar begitu berat memenuhi sudut kamar VVIP yang senyap. “Sepertinya Papa menyimpan berkas penyelidikan internal yang sengaja dihentikan secara paksa oleh atasan mereka puluhan tahun lalu.”​Bintang menjeda ka

  • Mengejar Cinta Mayor Bintang    Bab 105

    Sebenarnya Bintang masih tetap ingin merahasiakan masalah ini dari keluarganya, tapi sepertinya tidak akan mungkin. Terlebih dari Anne. Ya, Anne adalah saksi kunci dari kasus yang tengah Bintang selidiki. Satu-satunya orang yang ada bersama Arjuna kala itu. Jadi, menyembunyikan kebenaran ini dari dua keluarga yang takdirnya saling bertaut adalah hal yang mustahil. Rahayu, ibunya, adalah janda dari seorang perwira yang karirnya terang benderang. Sementara Anne, ibu mertuanya, adalah istri dari seorang Arjuna Abrisam—pria yang selama puluhan tahun dianggap menghilang dan tidak diketahui keberadaannya hingga sampai saat ini. Bintang melirik sekilas ke arah Anne yang duduk tenang di dekat Anya bersama Andini. Wanita paruh baya itu tampak anggun dengan gurat wajah teduh yang menyimpan sejuta ketabahan, namun juga luka lama yang belum sepenuhnya mengering. “Bintang ... kamu dengar Mama, kan? Kok malah melamun sih?” tegur Rahayu, membuyarkan pergolakan batin yang berkecamuk di kepala Sa

  • Mengejar Cinta Mayor Bintang    Bab 104

    Bintang menangkup kedua belah pipi Anya dengan kedua telapak tangannya yang hangat, memaksa istrinya untuk menatap lurus ke dalam sepasang netra elangnya, mencoba menyalurkan ketegasan dan ketenangan seorang prajurit langsung ke dalam jiwa Anya yang sedang rapuh. “Anya, tatap saya. Dengarkan saya baik-baik,” ucap Bintang dengan suara baritonnya yang dalam, bergetar penuh penekanan namun sarat akan kelembutan. “Semua akan baik-baik saja.” ​Anya sesenggukan, mata bulatnya yang berair menatap Bintang dengan pandangan memohon yang teramat sangat. “Om, please ... stop, Om. Mereka punya pangkat, mereka punya kekuasaan. Kita bisa apa? Kita nggak punya apa-apa.” “Saya punya kamu, Anya,” sahut Bintang cepat. Anya semakin manangis mendengarnya. Kepalanya ia tunjukkan dalam-dalam, tak kuasa melihat wajah laki-laki yang sangat ia cintai. “Dua puluh tahun yang lalu, ayahmu terpaksa mengalah dan memilih mundur karena dia berjuang sendirian demi menyelamatkan kamu dan ibumu," tutur Bintang,

  • Mengejar Cinta Mayor Bintang    Bab 103

    Bintang kembali menghela napas berat. Ia sudah menduga, jika Anya pasti tidak akan percaya dengan kenyataan yang ia temukan. Dan mungkin, semua orang juga tidak akan percaya. Namun entah mengapa, feeling-nya mengatakan jika pria yang ada dalam surat kabar tersebut adalah ayah mertuanya, Arjuna Abrisam.“Anya, dengarkan saya ….” Bintang menegakkan posisi duduknya agar bisa lebih jelas melihat wajah Anya. “Saya tahu, kamu pasti tidak akan percaya dengan apa yang saya sampaikan. Tapi saya yakin, feeling saya tidak akan salah. Wajahmu, senyummu, itu sangat mirip dengan laki-laki yang pernah bertemu dengan saya dua puluh tahun yang lalu. Dia sangat mirip dengan kamu, Anya.”Anya menoleh dan menatap Bintang dengan mata yang basah. “Maksud Om ... Om pernah ketemu langsung sama Ayah?” tanyanya dengan suara serak yang nyaris hilang.Bintang mengangguk pelan. Tatapannya menerawang jauh, melintasi sekat waktu, saat dirinya masih menjadi seorang remaja laki-laki berseragam SMA.“Waktu saya masih

  • Mengejar Cinta Mayor Bintang    Bab 77

    “Om Bintang ....!” pekik Anya seraya berlari ke arah Bintang. Bintang yang sedang melihat layar ponselnya terlonjak dan jantungnya berdegup kencang. “Ada apa Anya?!” tanyanya panik. Anya berdiri dengan wajah berseri. Terus melihat kepada suaminya dengan tatapan tak terputus. “Om, mie gorengnya

  • Mengejar Cinta Mayor Bintang    Bab 76

    “Bunda ....” Anya berteriak kepada Anne tatkala panggilan videonya sudah tersambung dengan ibunya. “Tidak perlu teriak, Bunda belum pekak. Ada apa menelepon Bunda?” tanya Anne dari seberang sana. “Ajari aku dong Bun, aku mau bikin mie goreng buat Om Bintang. Mie goreng buatan Bunda kan enak ban

  • Mengejar Cinta Mayor Bintang    Bab 75

    “Berdiri tegak di sana,” perintah Bintang kepada Anya. “Heuh?” Anya bingung mendengarnya. Bagaimana tidak, baru saja mereka tiba di pantai, tapi Bintang sudah menyuruhnya berdiri dengan sikap siap sempurna. “Mau ngapain sih Om? Mau foto aku?” tebaknya. Bukannya menjawab pertanyaan Anya, Bintang

  • Mengejar Cinta Mayor Bintang    Bab 71

    “Ya sudah, saya balik ke kantor dulu.” Satria berlalu meninggalkan Bulan begitu saja. Seolah dokter spesialis bedah itu bukanlah wanita yang ditunggunya sejak tadi, jadi tidak perlu bertemu lama-lama. Bulan hanya bisa pasrah ditinggal begitu saja. Karena pada dasarnya, seperti itulah karakter asl

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status