MasukHidupku sebagai Leonora Hayes akhirnya dimulai. Kota kecil yang menjadi tujuanku berada sangat jauh dari wilayah kekuasaan De Luca. Mereka tidak akan menemukanku disini, terutama ketika aku menggunakan identitas baru.
Papan nama yang baru saja kulewati membuatku mau tak mau tersenyum. Welcome to Ashbrook. Sebuah kota kecil yang nyaris tidak terdaftar dalam peta. Jalan utamanya hanya beberapa blok, dan untuk mencapai kota ini, aku harus berkendara memalui hutan selama tiga jam. Rumah-rumahnya pun masih sangat jarang, dengan warna pastel yang pudar. Sangat berbeda dengan New York yang penuh hiruk pikuk. Aku akhirnya menghela napas lega. Meskipun rumah yang kutempati jauh dari apa yang biasanya kumiliki sebagai penerus Moretti, aku merasa lebih bebas disini. Tanpa Vittorio dan tanpa Ayah yang menjualku padanya. Tanpa terasa tiga hari telah berlalu sejak aku sampai. Orang-orang di kota ini sangat ramah. Mereka terkadang memberikanku makanan sebagai tanda selamat datang dan dengan baik hari memberi tahuku dimana aku bisa membeli makanan dan toko mana yang mungkin membutuhkan tenagaku jika aku mulai bekerja. “Morning, Nora!” Mulanya aku tidak menjawab, tetapi ketika ingat bahwa namaku bukan lagi Anne, aku menoleh. Mrs. Henderson, pemilik rumah yang kusewa, melambaikan tangan. Dia membawa sekeranjang bahan makanan yang dia ambil dari kebunnya yang berada beberapa meter dari rumahku. “Morning, Mrs. Henderson.” “Kau sudah sarapan?” kata Mrs. Henderson. “Belum,” jawabku. “Aku belum memutuskan apakah aku akan pergi ke Sam’s dinner atau memasak sendiri.” Mrs. Henderson menghampiriku. Dia tertawa dan memberikanku beberapa kentang dan sayur segar yang baru dia panen. Aku tertegun. “Oh, tidak. Aku tidak bisa menerimanya.” “Terima saja, Nora.” Dia mengangkat keranjangnya bangga. “Aku memiliki banyak sekali. Kau bahkan bisa datang ke rumah untuk mendapat lebih banyak.” Ketika aku masih bimbang, dia mendorong sayur dan kentang itu ke tanganku. “Di kota ini, semua orang saling membantu.” Dadaku menghangat. Untuk orang yang tinggal di kota yang sangat cepat dan cenderung individualis, kebaikan ini adalah sesuatu seperti angin segar, terutama ketika mereka tidak menginginkan sesuatu sebagai imbalannya. “Terima kasih.” Mrs. Henderson menepuk lenganku lembut. “Kau gadis yang baik, Nora. Aku tidak tahu alasan kau pindah dari New York, ke kota kecil ini, tetapi Ashbrook akan menyukaimu.” Semoga saja. “Sekali lagi, terima kasih, Mrs. Henderson.” Setelah Mrs. Henderson pergi, aku membuat makanan sederhana untukku sendiri. Beberapa hari terakhir, aku menguyusuri kota dan mengingat beberapa tempat yang ingin kukunjungi. Toko buku kecil yang tutup setiap senin. Koleksinya mungkin tidak sebanyak di New York, tetapi cukup lengkap dan pemilik toko bersedia untuk mencarikan buku yang kumau. Rasanya begitu bebas, ketika semua hal yang kuinginkan berada disini. Bahkan tanpa adanya beban. Tidak ada hutang ataupun pernikahan. Yang paling penting adalah tidak ada Vittorio de Luca. Ketika aku sedang sibuk membersihkan gudang, hujan ternyata turun. Satu-satunya hal yang kurang dari kota ini adalah hawa dinginnya yang menusuk ketika hujan turun. Aku segera menyalakan penghangat, tetapi berhenti ketika ponsel murah yang kubeli tiba-tiba bergetar. Nomor tidak dikenal. Jantungku mencelos. Tanganku gemetar. Aku tidak yakin apakah aku harus mengangkatnya. Bagaimana jika itu adalah Vittorio? Setelah meneguk ludah kasar, aku dengan ragu-ragu mengangkat, “H—hallo?” “Anne!” pekik suara itu. “Mia?” Rasa lega segera menyelimutiku, tetapi perasaan itu segera menghilang ketika Mia berteriak panik, “Anne, dengarkan aku baik-baik, kau harus pergi!” Aku mengernyit. “Kenapa?” Suara Mia segera berubah menjadi jeritan panik. “Vittorio, dia tahu kau ada di Ashbrook. Jangan bawa apapun, keluar dari sana sekarang juga!” Tubuhku gemetar. Bagaimana mungkin? Tempat ini tidak ada di dalam peta, dan hanya dalam waktu tiga hari? Bagaimana bisa? Tidak ada yang tahu lokasiku selain Mia. Aku menggunakan identitas baru. Aku tidak pernah menggunakan kartu lamaku, juga membuang ponselku. Bagaimana bisa dia menemukanku secepat ini? Tidak. Aku tidak memiliki waktu untuk bertanya-tanya bagaimana dia menemukanku. Aku segera berlari ke pintu depan. Tapi kemana? Kemana aku harus lari? Aku tidak bisa melibatkan penduduk kota kecil yang baik hati ini. “Bersembunyilah di hutan, aku akan segera kesana.” “Mia, aku—“ Napasku tercekat ketika membuka pintu. Di sana, seseorang telah berdiri di depan pintu dan tersenyum padaku. Senyum itu begitu dingin dan mengerikan seorang sang iblis sedang menjemputku. “Knock knock, Miss Leonora Hayes.” Napasku memburu. “Tidak. Kurasa aku harus memanggilmu, Miss Anne Moretti.” Dunia seakan berhenti berputar. Mata abu-abu gelap yang terasa seperti bagai itu menatapku, tetapi tidak ada amarah disana. Hanya geli, seolah pelarianku selama tiga hari ini hanyalah hiburan untuknya. “Cat got your tongue, Angelo Mio?” Ponselku terjatuh. Suara teriakan Mia yang memanggil namaku terasa begitu jauh. Perlahan aku mundur satu langkah, kemudian dua. Namun, dia menganggapnya sebagai izin untuk masuk. “Tidak. Bagaimana?” tanyaku tergagap. Vittorio tersenyum sabar. “Apa kamu pikir aku akan membiarkan calon istriku liburan tanpa penjaga?” “Li—buran?” Dia menyebut ini liburan, seolah semua usahaku untuk kabur hanyalah permainan untuknya. “Tentu saja. Ini adalah ide yang sangat cemerlang untuk menghabiskan waktu di kota yang indah ini untuk menenangkan hati. Aku tahu kamu sangat gugup dengan pernikahan kita.” “Jangan mendekat!” pekikku. Aku segera berbalik dan berlari menuju pintu belakang. Ini tidak mungkin terjadi. Jadi, dia tahu keberadaanku sejak awal dan hanya membiarkanku melakukan yang kusuka? Tidak. Aku baru saja mencapai halaman berlakang, ketika langkah kaki yang berat itu sudah ada di belakangku dan tangan yang besar menyambar pinggangku. Dia menarikku ke belakang, sehingga punggungku bersentuhan dengan dadanya. Dengan sekuat tenaga, aku melawan. Aku menendangnya, menggeliat, berusaha untuk menyikutnya, tetapi dia bergeming, seolah perlawananku tidak ada gunanya. Vittorio berbisik di telingaku dengan lembut, seperti iblis yang berusaha menjerumuskan. “Tenanglah, Angelo Mio.” “Lepaskan aku!” “Liburanmu sudah selesai.” Aku kembali meronta, “Vittorio!” Akhirnya, senyum itu melebar dan pelukannya mengerat. Ketika mata kami bertemu, ada kebahagiaan di miliknya yang seperti badai. “Kau akhirnya memanggil namaku, Anne.” Jantungku berdebar kencang. Mengapa dia terlihat sangat bahagia hanya karena aku memanggil namanya? Dengan perlahan, aku berhenti melawan ketika menyadari bahwa perlawananku sia-sia. Aku tak bisa melepaskan diri dari pelukan Vittorio. “Kenapa aku?” bisikku. Vittorio menyisipkan rambut ke belakang telingaku. “Karena itu kau, Angelo Mio.” Jawaban tidak jelas itu membuatku kehilangan kata-kata. “Pergi ke neraka!” “Hm. Aku membawa neraka pada lawanku, tetapi sepertinya aku akan memikirkannya selama kau ada di sana bersamaku.” “Orang gila!” desisku. Vittorio tertawa kecil. Dia memutarku, sehingga kami sekarang berhadapan. Tangannya masih melingkar di pinggangku. “Sudah kubilang kan. Kau bebas untuk mencoba melarikan diri kemana pun yang kau mau, tetapi,” dia menunduk padaku dan berbisik tepat di telingaku, “Aku akan selalu berhasil menangkapmu.Anne tidak mengatakan sepatah kata pun sepanjang perjalanan, dan dengan keras kepala menatap ke arah jalanan seolah itu akan menyelamatkannya dari penikahan ini. Sayangnya, pernikahan ini akan terjadi tidak peduli dia menginginkannya atau tidak. Mobil kami berbelok, dan Anne memekik, ketika dia terlempar mendekat padaku. Tangan kami bersentuhan, tetapi dia segera menjauh. Aku tersenyum tipis. Manis. Dia masih jumpy seperti kucing yang ketakutan. Aku justru menyukainya.“Apa yang sangat menarik dengan melihat jalanan?”“Lebih baik daripada melihat wajahmu,” ketusnya kesal. “Ini pertama kalinya seseorang berkata pohon lebih menarik dari wajahku.” Aku mengusap rahang. “Kau tahu, jika kau memang sangat suka melihat ke luar, hm … bagaimana jika kita bulan madu ke pulau tropis? Itu akan menjadi tempat yang sangat menyenangkan untuk didatangi.”Kali ini dia menoleh dan menatapku tajam. “Memang siapa yang mau bulan madu denganmu?”“Hm.” Aku mengangguk pelan. Namun, suaraku tajam dan tidak
Hidupku sebagai Leonora Hayes akhirnya dimulai. Kota kecil yang menjadi tujuanku berada sangat jauh dari wilayah kekuasaan De Luca. Mereka tidak akan menemukanku disini, terutama ketika aku menggunakan identitas baru. Papan nama yang baru saja kulewati membuatku mau tak mau tersenyum. Welcome to Ashbrook. Sebuah kota kecil yang nyaris tidak terdaftar dalam peta. Jalan utamanya hanya beberapa blok, dan untuk mencapai kota ini, aku harus berkendara memalui hutan selama tiga jam. Rumah-rumahnya pun masih sangat jarang, dengan warna pastel yang pudar. Sangat berbeda dengan New York yang penuh hiruk pikuk.Aku akhirnya menghela napas lega.Meskipun rumah yang kutempati jauh dari apa yang biasanya kumiliki sebagai penerus Moretti, aku merasa lebih bebas disini. Tanpa Vittorio dan tanpa Ayah yang menjualku padanya. Tanpa terasa tiga hari telah berlalu sejak aku sampai. Orang-orang di kota ini sangat ramah. Mereka terkadang memberikanku makanan sebagai tanda selamat datang dan dengan baik h
Mimpi buruk itu terus menghantuiku. Mata gelap Vittorio De Luca. Suaranya yang lembut, tetapi mengerikan seperti lantunan godaan seorang iblis, ketika dia berbisik bahwa dia akan menikahiku. Sentuhannya yang lembut dan dingin membuatku merasa seperti dililit oleh seekor ular.Setiap kali memejamkan mata, kengerian itu muncul. Mimpi buruk itu datang, dan aku akan terbangun dengan terengah-engah. Setiap kali aku mencoba tidur, Vittorio akan muncul seperti iblis yang telah menunggu di alam mimpi. Namun, lebih buruk lagi, Iblis itu juga menungguku di dunia nyata.Dan senyum itu. Aku tidak bisa menghilangkannya dari bayanganku.Iblis. Ugh. Aku harus menikahi iblis itu.Ini membuatku gila.Sejak semalam, kediaman keluarga Moretti terasa kosong. Banyak penjaga yang diganti, entah ini ada hubungannya dengan Vittorio atau tidak tetapi ada banyak orang asing disini. Apakah dia mengirim penjaga kesini untuk memastikan aku tidak kabur?Tentu saja.Dia akan melakukannya. Orang itu kan gila.Aku
Aku selalu mendapatkan apa yang kuinginkan. Cepat atau lambat. Aku tidak keberatan untuk memburunya selama bertahun-tahun, selama dia tidak akan bisa melarikan diri dariku. Pada akhinya, Anne Moretti telah terjebak dalam jaring yang kupasang dengan sangat hati-hati. Anne Moretti. Mangsaku. Milikku,“Don!” Benito Romano membuka pintu ruanganku dan menatapku penuh arti. “Kudengar kau akan menikahi gadis itu seminggu lagi?”Benito adalah tangan kananku. Saudara yang tidak berbagi darah denganku. Ketika Ayah membelinya untuk penjadi penjagaku ketika usia kami masih tiga belas tahun, dia ditugaskan untuk menjadi perisai daging untukku. Namun, Benito tumbuh menjadi sesuatu yang lebih dekat denganku daripada sekadar senjata. Dia adalah saudara yang tak pernah kumiliki.Hal itu juga membuatnya menjadi satu-satunya orang yang bisa berbicara terus terang padaku, ketika semua orang takut padaku. Aku meletakkan gelas wine yang kupegang ke meja. Benitu menyilangkan tangan dan menunggu. “Ya,” k
Rasa ngeri menyusup ke benakku ketika Ayah memintaku pulang lebih awal. Apalagi ketika kali terakhir Ayah melakukannya, itu hanya untuk mengabarkan padaku bahwa Ibu meninggal. Tidak pernah ada hal yang baik ketika Ayah memintaku kembali. Mataku menatap pada layar ponsel yang berkedip. Pesan dari Ayah terus muncul.[Anne, kau harus kembali malam ini.][Ada yang harus kita bicarakan.][Jangan macam-macam!]Ini aneh. Ayah tidak pernah bersikap menuntut seperti ini kecuali sesuatu yang buruk sedang terjadi. Biasanya dia akan membiarkanku begitu saja, bahkan lupa bahwa aku masih hidup di luar sana. Jika Ayah memintaku kembali, maka dapat dipastikan bahwa dia menginginkan sesuatu dariku. Apa ini ada hubungannya dengan menurunnya Moretti Corporation? Ini tidak ada hubungannya denganku. Ayah sudah mengatakannya secara gamblang bahwa dia takkan memberikan Moretti Corporation padaku karena aku adalah seorang wanita. Namun, sayang untuknya, Moretti Croporation berada di ambang kehancuran di







