Share

64. Lima Ronde

Penulis: DF Handayani
last update Tanggal publikasi: 2026-07-15 11:40:27

Pagi Setelahnya

Alih-alih hanya ingin melepas penat sejenak di Spiti, nyatanya mereka menghabiskan semalam penuh bersama hingga fajar menyingsing.

Langit kembali cerah setelah hujan deras yang semalaman mengguyur tanpa henti. Cuaca memaksa mereka tetap tinggal di dalam villa sederhana yang terasa begitu hangat dan nyaman, seolah dunia luar sengaja memberi ruang bagi keduanya untuk menikmati waktu tanpa gangguan.

Tak ada lagi yang mereka pedulikan. Termasuk orang-orang di Pulau Milos yang sejak
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Menjadi Budak Cinta Boss Mafia   112. Aku Milikmu

    Catriona mengerang sakit ketika Dominic sudah berhasil melesak sempurna ke dalam inti tubuhnya. Jari-jari Catriona mencengkram kuat lengan Dominic, dan keningnya menunduk lemas di atas pundak kokoh milik suaminya itu.Ini adalah pengalaman barunya dengan gaya seperti ini. Ia merasakan sensasi yang berbeda, sangat aneh. Ia merasa miliknya begitu penuh sesak dan sedikit nyeri."Now, it's your turn to lead, Honey!" bisik Dominic tepat di telinga Catriona.Hangatnya napas Dominic terasa menenangkan. Keduanya belum bergerak sama sekali, masih saling terdiam dalam kehangatan yang tercipta di bawah sana."Perih ..." lirih Catriona merasakan miliknya tergores di bawah sana. Entah sudah keberapa kali mereka melakukan penyatuan. Namun, Catriona tetap merasakan sensasi nyeri ketika milik Dominic menerobosnya."Relaks, Honey! Calm down. Kamu akan merasa sakit jika tegang seperti ini." ucap Dominic. Kedua tangan Dominic meraih pundak Catriona dan memundurkan tubuhnya pelan."Tatap aku Honey!" tita

  • Menjadi Budak Cinta Boss Mafia   111. Membuat Tanda Kepemilikan

    Catriona sudah memiliki rencana akan meninggalkan kenangan yang harus diingat Dayana selamanya, sebelum pergi meninggalkan kastil. Catriona akan menunjukkan pada Dayana jika Diiminic hanya mencintai dirinya, dan posisinya sebagai istri tak bisa digeser siapa pun.Tidak ada celah bagi orang ketiga di hubungan mereka. Dan siapa pun yang mencoba mengusik hubungannya, maka ia akan terhempas dengan sendirinya.Nampak seringai samar di wajah Catriona yang terbaca oleh Dominic. Ia bisa menebak apa yang saat ini sedang direncanakan oleh Catriona.Dominic tidak akan melarang Catriona untuk melakukan apa pun. Ia justru penasaran skenario apa yang sudah disusun di dalam kepala istrinya itu. Dominic hanya akan menyaksikan, bagaimana cara istrinya bekerja."Dominic!" lirih Catriona."Ya Honey!" jawab Dominic lembut."Lihat, apa di atas dinding itu!" seru Catriona sambil menunjuk ke arah atas.Reflek Dominic mendongakkan kepalanya ke atas, ke arah tangan Catriona menujuk.CUPDominic sedikit terkej

  • Menjadi Budak Cinta Boss Mafia   110. Siapa Dayana?

    BRAKDengan kasar Catriona melemparkan tasnya sembarangan ke atas meja. Ia menghempaskan tubuhnya ke sofa dengan keras."Siapa wanita itu?" sungut Catriona. Wajahnya menekuk, mata indahnya tertutup oleh kobaran api cemburu. Ia menatap nyalang ke arah Dominic. Menunjukkan kemarahan, kekesalan, juga kekecewaannya.Tangannya dilipat ke depan dada, napasnya naik turun tidak beraturan. Baru saja, ia merasa sangat dicintai oleh Dominic. Menjadi satu-satunya wanita yang beruntung bisa menempati hati Dominic dan berada di sisinya.Namun, sekarang ia justru mendapati wanita lain berada di dalam kastil suaminya. Wanita yang dengan sangat akrab menyebut nama Dominic dengan panggilan berbeda.Dominic duduk di meja berhadapan dengan Catriona. Ia menatap wajah istrinya yang merah padam karena terbakar rasa cemburu. Dominic hanya tersenyum melihat kecantikan wajah istrinya ketika cemburu seperti ini.Semakin mempesona, dan membuatnya sangat bahagia. Rasa cemburu Catriona adalah hadiah terindah bagin

  • Menjadi Budak Cinta Boss Mafia   109. Catriona vs Dayana

    Baru beberapa langkah meninggalkan ruang senjata, Mark datang menghampiri dengan langkah tergesa. Dari raut wajahnya, Dominic tahu laporan yang dibawanya bukan perkara sepele."Tuan," panggil Mark sambil menundukkan kepala.Dominic menghentikan langkahnya. Catriona ikut menoleh ke arah Mark."Ada apa?"Mark mengangkat wajahnya. "Nyonya Jenny sudah diizinkan pulang dari rumah sakit. Beliau sekarang berada di kastil."Raut wajah Dominic seketika kembali datar."Aku tidak peduli."Jawaban dingin itu membuat Mark terdiam. Ia sudah menduga respons tersebut.Namun, Catriona justru menoleh tajam ke arah suaminya."Dominic." Nada suaranya lembut, tetapi penuh penegasan. "Waktu tidak pernah bisa diputar kembali."Dominic memandang istrinya tanpa menyela."Selagi masih ada kesempatan, temuilah ibumu." Catriona menggenggam tangan Dominic lebih erat. "Bagaimanapun juga, beliau adalah wanita yang telah melahirkan dan membesarkanmu."Tatapan Dominic melembut.Di dunia ini, mungkin hanya Catriona ya

  • Menjadi Budak Cinta Boss Mafia   108. Black Jack dan Crush Landmark

    Buket bunga camelia putih terbaring rapi di atas sebuah pusara. Kelopaknya yang bersih seolah menjadi lambang ketulusan cinta yang tak pernah pudar oleh waktu.Di atas batu nisan marmer hitam itu terukir sebuah nama. Camelia Barcklay.Seorang wanita yang telah lama meninggalkan dunia, tetapi kenangannya masih hidup di hati orang-orang yang mencintainya.Jenny berdiri mematung di hadapan makam itu. Tatapannya tak pernah lepas dari foto Camelia yang tersenyum lembut. Senyum yang dulu begitu akrab, kini hanya tinggal kenangan.Di sampingnya, Jackson ikut berdiri dalam diam.Sudah menjadi kebiasaan mereka berdua datang setiap tahun untuk mengunjungi makam wanita yang pernah menjadi sahabat sekaligus penyelamat hidup mereka.Air mata Jenny akhirnya jatuh."Maafkan aku, Camelia..." lirihnya dengan suara bergetar. "Aku gagal menjaga putrimu. Aku... telah mengingkari janjiku padamu."Tubuh Jenny perlahan melemas hingga berlutut di depan pusara. Tangis yang selama ini ia pendam akhirnya pecah

  • Menjadi Budak Cinta Boss Mafia   107. Teknologi Rahasia Black Jack

    Decapan bibir Dominic dan Catriona saling bertaut, memecah keheningan ruangan kedap suara. Sesekali keduanya melepaskan ciuman itu hanya untuk saling melempar senyum, sebelum kembali menikmati kehangatan yang sama. Seolah dunia hanya menyisakan mereka berdua.Kedua tangan Catriona melingkar erat di leher Dominic. Ia menggantungkan tubuhnya sepenuhnya pada pria itu, sementara Dominic mengangkat tubuh istrinya dengan mudah, membawanya seperti anak koala yang enggan melepaskan pelukan.Tanpa memutus keintiman mereka, Dominic mendudukkan Catriona di atas meja laboratorium. Barulah keduanya mengakhiri ciuman itu. Tatapan mereka bertemu. Hangat, dalam, dan penuh rasa memiliki."Siapa pria tadi, Dominic?" tanya Catriona penasaran. Bayangan lelaki paruh baya yang sempat memergokinya bersama Mark masih terlintas di benaknya."Profesor Salvador," jawab Dominic singkat.Catriona mengangguk pelan. Ia tidak mengenal nama itu, tetapi memilih tidak memperpanjang pembahasan. Perhatiannya justru tertu

  • Menjadi Budak Cinta Boss Mafia   3. Bayar Dengan Tubuhmu

    “Kau sangat keren!” puji Emely penuh kagum, matanya berbinar saat melihat Catriona melangkah keluar dari privat room dengan aura dingin namun memesona, bangga dan tanpa rasa bersalah. Catriona hanya menyunggingkan senyum tipis, senyum yang tak pernah benar-benar hangat, tapi justru memancarkan el

  • Menjadi Budak Cinta Boss Mafia   2. Malam Reuni Yang Liar

    Hanya ada satu orang. Satu-satunya teman yang pernah menyebutnya "kucing arogan" hanyalah Dominic, si lelaki cupu yang dulu kerap menjadi korban bully di sekolah.“Tidak mungkin…” gumam Catriona pelan. Masih tak percaya. Bagaimana mungkin Dominic, lelaki cupu yang dulu tak berani menatap mata siapa

  • Menjadi Budak Cinta Boss Mafia   1. Padat, Tapi Sayang Palsu!

    Anda yakin akan menghabiskan malam di sini, Tuan?" tanya seorang pria tegap dari balik kursi kemudi. Nada suaranya sopan, namun jelas menyiratkan kegelisahan."Hm," jawab lelaki di belakangnya dengan suara berat dan dalam. Sebuah smirk angkuh menyungging di sudut bibirnya. Dingin. Tajam. Membekukan

  • Menjadi Budak Cinta Boss Mafia   7. Seratus Milyar Untuk Servis Pembuka

    “Aku menyukai keputusanmu, Caty!” seru Dominic puas, suaranya dalam, penuh kemenangan. Akhirnya, ia berhasil mendapatkan apa yang diinginkannya.Perlahan, senjata di tangannya diturunkan, tak lagi mengancam dagu Catriona. Tapi cengkeraman di pinggang gadis itu justru mengencang, mengunci tubuh ramp

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status