LOGIN21++Suxuan menjalin hubungan terlarang dengan Zuxiao, dia hanya ingin uang. Ya, dunianya hanya untuk uang. Suxuan merasa uang lebih penting daripada apapun di dalam hidupnya. Akan tetapi pria yang memberikan uang dan menggunakan tubuhnya ternyata adalah ayah dari Wuhan, pacarnya. Semuanya menjadi semakin rumit ketika Wuhan memutuskan untuk meresmikan hubungan antara mereka berdua!
View More"Akh!"
"Apa kamu puas?" "Zuxiao, awh, kamu memiliki selera yang aneh!" "Berhentilah memekik, atau aku tidak akan berhenti sampai dua jam lagi!" Zuxiao mendorong sangat keras dan Suxuan merasa hampir sekarat dibuatnya. "Zuxiao, kamu gila, oh!" "Suxuan, bukankah kamu sangat menikmatinya?" Zuxiao menyentuh rahang Suxuan dari belakang. Tubuh Suxuan kembali meregang dan mencapai batasnya. Tubuh mulus Suxuan pun terkulai di atas kasur. Zuxiao menatapnya dengan wajah puas lalu meremas buah dadanya dari belakang. "Sayang, kamu memang yang terbaik!" Bokong Suxuan dicubitnya dengan mesra dan penuh nafsu. Zuxiao sudah tidak muda lagi, pria ini memiliki selera aneh dalam bercinta. Dia membayar Suxuan dengan uang yang tidak sedikit hanya untuk menjadi pelayan tetap nya di ranjang. Mereka berdua bertemu di dalam klub malam di mana Suxuan mengambil pekerjaan paruh waktu. Awalnya Suxuan tidak benar-benar ingin menjadi pemuas nafsu pria paruh baya itu tapi dia terlanjur menerima sejumlah uang banyak darinya dan menyetujui kontrak kerja sebagai pasangannya di ranjang selama satu tahun. *** Kampus Tianan. Suxuan berjalan di jalan setapak menuju ke dalam gedung. Jauh di belakangnya Wuhan pria yang mengambil jurusan arkeologi bersama dua rekannya sedang bercanda. Mereka tiba-tiba berteriak dan tertawa, sebuah benda milik Wuhan dibawa kabur oleh rekannya. "Hei, kembalikan, itu punyaku! Hei, jangan bercanda!" "Ambil saja, ayo kejar aku!" Anfu berlari sambil tertawa dan sengaja berjalan di depan Suxuan. Dia melihat gadis dengan paras cantik meski penampilannya sederhana. Suxuan memang sangat cantik dan tubuhnya juga tinggi dengan buah dada montok serta pinggang yang sangat ramping. Wuhan mengejar dan secara tidak sengaja menabrak Suxuan hingga wanita itu jatuh menimpanya di atas jalan setapak. Dadanya yang montok membentur dada Wuhan. Wuhan merasa sangat hangat dan buah dada wanita itu terasa lembut, kenyal dan membuatnya terus terpaku dalam pandangannya. Kaos Suxuan memang memiliki belahan dada rendah dan membuat buah kenyal itu tampak seksi ketika dalam posisi seperti sekarang. Pinggangnya yang ramping digenggam Wuhan. Wuhan merasa darahnya mendidih dan jantungnya menjadi berdebar-debar. Untuk pertama kalinya dia memeluk wanita yang begitu cantik dengan tubuh yang sangat seksi. Wajah Wuhan memerah dan benda di dalam celananya mulai berdenyut-denyut. "Nona, apa kamu baik-baik saja? Aku tidak sengaja menabrak mu, maafkan aku!" Suxuan tahu ada yang tidak beres, dia langsung bangun dan melihat celana Wuhan. Bukannya marah, Suxuan malah tertawa lalu mengurung kepala Wuhan dengan kedua lengannya. "Kamu memiliki selera yang tinggi, kamu tidak akan bisa mengatasinya!" Usai berkata demikian, Suxuan sengaja menekan sisi bawah tubuhnya di atas tubuh Wuhan dan membuat Wuhan tidak pernah bisa melupakan momen itu untuk selamanya! "Akh, No-nona, akh!" "Pria jantan, kamu tidak akan pernah bisa tidur nyenyak setelah hari ini." Godanya sambil memberikan gigitan di telinga Wuhan kemudian bangun dan pergi. "Gadis yang sangat nakal, dia juga sangat cantik, tubuhnya.... sangat seksi sekali!" Pujinya. *** Beberapa hari ke depan mereka lebih banyak berinteraksi. Di perpustakaan Wuhan juga mengikutinya. Di samping rak buku yang begitu sunyi, Wuhan berdiri di sisinya dan membantunya membawakan banyak buku yang diinginkan Suxuan. "Apa kamu akan membaca semua ini?" "Ah? itu, aku hanya ingin menjadikannya bantal untuk tidur!" Balasnya sambil terkekeh menatap Wuhan yang kini tidak tahu cara mengekspresikan diri di depannya. Lalu pada detik berikutnya keduanya tertawa keras bersama. "Hahahaha!" Pukulan rotan di meja tiba-tiba mengejutkan mereka berdua. "Kalian! Apa masih tidak tahu peraturan di sini? Kalau tidak bisa menjaga nada suara, keluar saja!" Wuhan menggenggam tangan Suxuan dan membawanya berlari ke halaman belakang kampus. Di sana ada taman yang luas dan sepi. Keduanya duduk di atas rumput. Suxuan masih tertawa karena kejadian barusan. Wajah dan ekspresinya terlihat sangat cantik sekali. Wuhan tidak bisa memalingkan wajahnya dan hanya terpaku menatapnya seperti melihat bidadari dari surga. Dia berharap suatu hari nanti Suxuan akan membalas perasaannya dan dia hanya ingin memiliki Suxuan di masa depan. "Hei? Halo? Wuhan?" Suxuan mencubit pipinya dan Wuhan baru tersadar dari lamunan panjangnya. "Kamu sangat cantik sekali...." "Em, benarkah? Jangan bercanda itu tidak lucu," "Sungguh! Aku tidak berbohong!" Mendengar pernyataan itu Suxuan langsung rebah di pangkuan Wuhan lalu mengulurkan tangannya dan mulai menyentuh bibir tipisnya, batang hidungnya dan pipinya lalu berhenti menyentuh. Suxuan melihat telinga Wuhan memerah, dia langsung menarik kemejanya hingga pria itu membungkuk dan mencium bibirnya. "Um!" Mereka saling melumat bibir satu sama lain dan napas Wuhan mulai terdengar memburu, keringat di tubuhnya mulai mengucur deras. Dalam satu menit tubuh Suxuan ditindih olehnya dan pagutan Wuhan turun di leher Suxuan. "Ah, Wuhan...." "Aku menginginkanmu, hemh, aku suka denganmu, Suxuan." Bisiknya. Suxuan meremas bahu Wuhan dan menikmati momen itu. Tangan Wuhan turun ke pinggang rampingnya, lalu pindah ke dalam roknya. Suxuan membuka kakinya sedikit. Wuhan terlihat sangat terburu-buru. "Ah, aku sangat menginginkanmu, Suxuan...." Suxuan tersenyum sambil memejamkan matanya, dia hanya merasa geli. Dan aksi itu sudah berakhir dalam beberapa menit. "Suxuan, aku mencintaimu!" "Apa kamu puas denganku? Wuhan kamu benar-benar melakukannya denganku, bagaimana jika kamu malah menikah dengan wanita lain?" Tanyanya seraya menatap kedua matanya. "Ya, aku sangat puas denganmu, aku tidak ingin wanita lain. Aku akan setia padamu!" Suxuan membuka kakinya lebih lebar dan berbisik di telinga Wuhan. "Lakukan sekali lagi!" "Kamu sangat cantik Suxuan, aku sangat mencintaimu!" Sampai petang mereka baru berhenti. Suxuan meminta Wuhan untuk mengantarkannya pulang. Wuhan mengemudikan mobilnya dengan perlahan sambil menoleh ke samping untuk melihat wajah Suxuan yang cantik. "Antarkan aku pulang, ada toko kelontong di perempatan tidak jauh dari kampus, turunkan aku di sana, oke? "Kenapa tidak sampai di rumah?" Suxuan selama ini tinggal di rumah neneknya dan jika sampai neneknya melihat dia membawa seorang pria pulang ke rumah pasti dia akan khawatir padanya. "Tidak, sudah dekat lagi pula hanya beberapa ratus meter saja! Aku bisa jalan kaki!" Ujarnya memaksa sambil memeluk lengan Wuhan di sampingnya. "Baiklah, aku akan menurutimu, lain kali aku akan mengantarmu sampai di rumah dan kamu tidak boleh menolakku!" Ujarnya sambil mencubit hidungnya. Mobil Wuhan berhenti di pinggir jalan tepat di samping toko kelontong. Suxuan segera turun lalu melambaikan tangan padanya. "Ya, tentu, dah!"“Melewatinya? Melihat bagaimana akhirnya? Dari pelukanmu lalu berpindah lagi ke pelukan putramu? Kamu sungguh ingin melihatku hancur....” gumam Suxuan seraya meremas tepi ranjang. Pada pagi hari, sebelum berangkat ke perusahaan Wuhan mampir ke rumah sakit untuk melihat kondisi Suxuan. Saat dia tiba di kamar pasien, dia melihat Suxuan duduk bersandar dengan nyaman di atas ranjang. “Aku membawakanmu bubur, bibi pelayan yang membuatnya untukmu,” ujarnya seraya membuka tutup termos dan menuangkannya ke dalam mangkuk. Wuhan berniat menyuapinya. Suxuan awalnya ingin membuka bibirnya karena tidak ingin mengecewakan Wuhan, tapi ketika dia melihat ada yang aneh dengan bubur tersebut dia langsung menepis sendok di depannya. Bubur tersebut menguap ketika menyentuh lantai dan meninggalkan noda hitam di permukaan porselen. Suxuan sama sekali tidak terkejut, hanya saja ketika dia mencium aromanya yang tidak biasa membuat Suxuan berpikir mungkin
“Papa, aku terlalu senang karena Kakak Wuhan bersedia datang ke sini, aku tidak percaya melihatnya benar-benar datang, jadi aku-”“Sudahlah! Kalian juga sudah dewasa, tapi ada beberapa hal yang ingin aku tanyakan padamu, Wuhan,” ujarnya pada mereka berdua, tatapan mata Songlan tertuju ke arah Wuhan yang kini masih berdiri di pintu rumahnya.Wuhan tidak menunjukkan reaksi selain tatapan mata dingin dan penuh kebencian terhadap Resty, dia pikir Resty terlalu cemburu dan ingin mencelakai Suxuan.“Sebelum Dosen Song bertanya, bolehkah aku memastikan sesuatu?” tanyanya dengan tatapan mata serius.“Ya,” Songlan memicingkan matanya, dia tampak waspada karena pikirnya itu adalah masalah perselingkuhannya dengan mahasiswi di kampus.“Kemarin, apakah Resty di rumah?”“Ya dia di rumah, bukannya kalian magang di perusahaan yang sama? Kamu tahu putriku tidak suka keluyuran. Beberapa minggu yang lalu dia pergi ke kafe dan dia bilang ingin meminjam buku penting darimu, buka
Ketika Wuhan kebingungan, sementara Zuxiao hanya bisa diam meski dalam hatinya merasa tidak tenang. Wuhan tiba-tiba menerima pesan dari Suxuan. Suxuan bilang dia telah mengalami kecelakaan kecil dan sekarang masih berada di rumah sakit.Wuhan berdiri dari kursinya dan segera bicara dengan Zuxiao. “Pa, aku mendapatkan kabar dari Suxuan. Dia mengalami kecelakaan dan sekarang ada di rumah sakit, aku akan pergi ke sana!” ujarnya dengan terburu-buru. Wuhan memakai jaketnya dan pergi ke alamat rumah sakit yang dikirimkan Suxuan padanya. Ketika ia tiba di sana, Wuhan melihat wajah Suxuan dibalut perban, kaki dan lengannya juga dibalut dengan perban.Wuhan pikir mobil yang ditumpangi Suxuan rusak parah jadi Suxuan harus dibalut dengan perban sebanyak ini. “Su-suxuan! Apa yang terjadi padamu? Kenapa lukamu sebanyak ini? Apakah kondisimu sempat kritis?” tanyanya dengan gugup dan cemas.“Aku tidak apa-apa, kamu tenanglah, Wuhan tanda tanganilah persetujuan operasi, a
“Zuxiao, kamu tahu jelas masalah perjalananku ke luar negeri kali ini juga bukan karena uang.”Zuxiao mencium punggungnya lalu menyelipkan tangannya ke dalam bawah roknya dan menyelipkannya lagi ke dalam g-string tipis di bagian selangkangan Suxuan, sementara tangan satunya juga tidak bisa tinggal diam. Zuxiao meremat buah dadanya dan memelintir putingnya sambil mengelus kasar lubang sempitnya. “Aah, aah, ahh, Suxuan, ah, sayangku, aah,” desahnya seraya menempelkan bagian bawah tubuhnya di belakang bokong Suxuan. “Batangku tidak bisa jauh-jauh darimu, kamu tahu betul masalahku!” ujarnya seraya menepikan g-stringnya ke samping, Zuxiao mengangkat roknya ke atas dan mulai mendorong batangnya ke dalam lubangnya. Suxuan masih menatap cermin, tubuhnya tampak setengah telanjang dan kini tengah disetubuhi dari belakang. Kedua buah dadanya dikeluarkan dari gaun dan mantelnya menjadi tidak berguna. Bagian pinggangnya ke bawah tampak telanjang dengan g-string yang sudah ditepikan
"Akh!" "Apa kamu puas?" "Zuxiao, awh, kamu memiliki selera yang aneh!" "Berhentilah memekik, atau aku tidak akan berhenti sampai dua jam lagi!" Zuxiao mendorong sangat keras dan Suxuan merasa hampir sekarat dibuatnya. "Zuxiao, kamu gila, oh!" "Suxuan, bukankah kamu sangat menikmatinya?" Zuxia
Setelah makan malam selesai, Suxuan diantarkan oleh Wuhan menuju ke kamar di lantai atas. Di lantai dua hanya ada kamar tamu, sementara semua orang tinggal di lantai bawah. "Suxuan, aku sangat menginginkanmu, aku tidak sabar kita resmi menikah, sayang!"Pintu dibiarkan terbuka. Tubuh Wuhan menempe
Seorang wanita sedang berjoget di bawah alunan suara musik."Suxuan, apa kamu ada rencana malam ini?""Entahlah, aku hanya ingin menikmati malam ini!"Pria asing bertubuh tinggi menyentuh pinggangnya dari belakang."Aku akan membayarmu malam ini!"Suxuan segera menepisnya dan menjauh sambil tertawa
Sudah jelas apa yang akan terjadi selanjutnya, mereka berdua masuk ke dalam kamar dan ketika Suxuan melepaskan gaunnya Wuhan sudah tidak sabar dan ingin bercinta dengannya. Wuhan memeluk tubuh Suxuan yang telanjang dari belakang, lalu membuatnya menungging dengan satu kaki di atas meja rias. Wuha


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.