Home / Fantasi / My Blind Mate / 54. rasa yang kembali

Share

54. rasa yang kembali

Author: Shaveera
last update publish date: 2026-06-09 10:34:24

Sisilia terpaku, pendengarannya masih sehat. Otaknya berkelana pada masa silam saat awal berjumpa dengan Harlan. Bukan dia pungkiri bahwa aroma Harlan masih kuat menancap di otaknya.

Sesaat lama Sisilia terdiam, hidungnya bergerak mengembang dan mengempis dengan kedua tangan mengepal kuat mereka kain blouse yang dikenakannya.

"Sisilia, apakah kamu tidak ingat malam-malam panjang yang kita lalui hingga semua terbuka?" Harlan menjeda kalimatnya untuk melihat apa yang terjadi pada sang mantan. "
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • My Blind Mate   97. Waktu berburu

    Semua mata memandang pada Rhena, lalu mereka berganti saling pandang. Tetua masih bungkam menunggu jawaban anggota yang ada. "Baik, mungkin dengan begini kita bisa menentukan kelayakan seorang alpha.""Baik. Tentukan waktunya sekalian, karena aku juga harus kembali ke Alpha Stuward," kata Rhena dengan nada datar. Semua anggota menatap pada sang Tetua dengan gerakan yang sama. Mereka mengangguk. "Kita tunggu purnama depan, saat itu kekuatan kalian akan berada di puncak. Bagaimana?"Warior saling pandang, lalu mereka secara serempak menatap pada omega. "Apakah kalian akan ikut penentuan ini?" "Apakah kami bisa?""Semua bisa asal kalian miliki kemampuan untuk menjadi seorang pemimpin seperti syarat dalam pack kita sebelumnya," jawab Tetua. "Tunggu, apa kalian lupa?"Seketika mereka yang ada di sana menjadi terdiam dengan pandangan terfokus pada tetua. "Jadi saat kita berburu itu awal dari penentuan alpha baru, apakah seperti itu, Tetua?" tanya seorang omega. Tetua seketika tertawa

  • My Blind Mate   96. Kabar Rhena

    Tetua pack Stigma masih terus berbincang dengan para anggota pack yang tersisa sepuluh saja. Mereka berkumpul membentuk lingkaran dengan saling menjabat tangan untuk menguatkan niat. Di antara mereka masih ada dua warior, satu gamma, enam omega dan tetua. Mereka membuat perjanjian untuk sementara menunggu kabar dari putri alpha--Rhena. Mereka sembunyi di goa-goa yang sulit tercium oleh para anak buah raja Lycan. Meskipun menunggu kabar dari Rhena, ada beberapa omega ingin bebas. "Jika kalian inginkan kebebasan, silakan saja. Saya sebagai tetua hanya bisa menyerahkan keputusan itu," kata tetua. "Aku ingin membangun pack kecil sendiri tentunya Anda masih menjadi tetuanya, Tuan Acrilick.""Iya benar, aku juga setuju dengan ide Gamma Aiden," kata salah satu warior. Tetua menatap Gamma Aiden yang terlihat lebih dewasa dan mumpuni dalam memimpin anggota pack yang tersisa. "Aku masih belum menguasai masa perubahan dengan baik, Tetua. Di usiaku yang sekian masih bingung untuk melakukan

  • My Blind Mate   95. Pack Stigma

    Usai perkelahian yang menguras tenaga tubuh Alpha Female Sniders seketika terkulai lamas tanpa daya. Tubuh indahnya luruh ke tanah, untung masih bisa ditangkap oleh Raja Lycan Edward. Pria itu segera membawa tubuh kekasihnya berlari ke tempat yang lebih stabil. Di bawah pohon rindang, tubuh Alpha Female Sniders di dudukan bersandar pada akar besar yang muncul ke permukaan tanah. "Apakah selelah ini hingga sulit bernapas?" tanya Raja Lycan Edward. "Aku juga tidak mengerti mengapa dan ada apa dengan tubuhku, Edward," jawab Alpha Female Sniders "Kapan terakhir siklus menstruasi kamu, Sisilia?"Alpha Female hanya menatap pasangan keduanya dengan dahi berkerut, dia tidak mengerti apa hubungan antara siklus menstruasinya dengan kondisi tubuh. "Beberapa hari silam kita sering bercinta, mungkinkah saat ini kamu sedang hamil, Sisilia?""Tidak mungkin, aku hanya kelelahan. Tunggu sebentar saja sudah lebih baik," jawab Alpha Female tegas. Raja Lycan mengulum senyum, dia pun bangkit dari du

  • My Blind Mate   94. Malam Hangat

    Ujung kaki bangku kayu yang diinjak oleh Rhena patah membuat tubuhnya limbung. Dengan kecepatan geraknya, Alpha Harlan berlari meraih tubuh Rhena hingga dia tidak sampai jatuh mencium tanah. Kedua mata saling terkunci untuk beberapa saat membuat jantung Rhena berdetak lebih cepat dari biasanya. Dia segera memberontak agar terlepas dari pelukan alpha. "Terima kasih, Alpha."Tanpa banyak bicara, kedua lengan alpha bergerak meraih tubuh Rhena dan di gendong ala bridal. Kemudian tubuh itu dibawa lari menuju ke packhoues pribadi. Melihat sikap alpha yang mulai manis pada Rhena membuat para pekerja menatap heran. "Apakah ini bisa dikatakan sebagai kehangatan alpha?""Mungkin alpha kita lebih serius lagi memperbaiki hubungannya dengan Nona Rhena."Semua pekerja berharap apa yang terlihat akan segera terjadi hingga pack mereka memiliki Luna yang begitu cantik dan elegan. Sementara alpha membawa tubuh Rhena hingga masuk ke ruang pribadinya dan mendudukkan pada sofa single. "Tunggu di sin

  • My Blind Mate   93. Malam Nikmat Rhena

    Bulan belum sempurna menampakkan wujudnya, tetapi gairah Alpha Harlan mulai naik. Dia sudah tidak sanggup lagi untuk menahan gairahnya yang sudah lama tidak tersalur. Kesibukan dalam mengejar kembali cinta sang mantan ternyata telah menguras gairahnya hingga saat melihat paha mulus Rhena hasratnya terbakar. Rhena yang merasakan adanya hasrat pasangan hanya mengulum senyum, dia tidak ingin melanjutkan aksinya lagi. Kali ini dia harus mendapatkan kepastian akan posisinya di pack alpha tersebut. "Bagaimana Alpha?"Alpha Harlan Stuward masih diam, pandangannya tidak lepas pada pangkal paha Rhena yang mulai memancing hasratnya. Saat ini Rhena memakai gaun terusan hanya menutupi alat kelaminnya. Sekali tarik gaun itu maka semua aset tubuhnya bisa dinikmati oleh sang alpha. Harlan semakin tidak bisa fokus pada pekerjaannya. Meskipun beberapa file belum selesai dia periksa, akhirnya Alpha itu menyerah dengan hasratnya. Dia berdiri dari kursi kerjanya dan melangkah mengikis jaraknya dengan

  • My Blind Mate   92. Penthahouse Alpha Harlan

    Setelah berhasil melarikan diri, Alpha Harlan membawa tubuh Rhena ke packhouse miliknya. Kehadiran Rhena membawa angin segar bagi pack tersebut. Namun, tidak bagi Rhena. Wanita muda itu masih merasakan ketidaknyamanannya dengan setiap penghuni pack. Sudah tiga hari Rhena berada di pack spectra. Selama itu dia belum berani muncul di permukaan seluruh anggota pack. Rhena hanya berdiri di sisi jendela menghadap pada halaman packhouse. Di saja semua kegiatan pack terlihat dengan jelas termasuk bagaimana cara alpha memberi arahan pada anggotanya dalam keseharian. Rhena tidak mengerti mengapa saat ini perlakuan alpha berubah dari sebelumnya, apakah dia sudah bisa melupakan sosok Sisilia yang selama ini menghantui hubungan keduanya. Rhena memindai seluruh kondisi pack tersebut hingga kedua matanya berhenti di perkebunan anggur di sisi yang cukup jauh dari tempatnya berdiri. Deretan pohon anggur begitu teduh dengan buah yang bergelantungan mendekati matang. "Rupanya bisnis anggur sudah m

  • My Blind Mate   47. datang ke kastil hitam

    Tubuh Sisilia bersinar keemasan. Tubuhnya menyatu dengan serigala kesayangan. Sinar mata yang biasanya kosong kini mulai mengeluarkan sinar. "Berhati-hatilah, Alpha Sisilia. Kami masih butuh Anda!" Ester berkata sambil menepuk punggung kokoh serigala perak tersebut. Sang serigala melolong panjang

  • My Blind Mate   44. pergulatan atau pergumulan

    Sisilia melayangkan telapak tangannya pada pipi Edward. Bunyi yang keras saat kedua kulit saling bertemu membuat pria itu ternganga tidak percaya dengan sikap wanita buta itu. "Kau berani bertingkah, Buta?""Bukankah sejak awal Tuan tahu bahwa saya Buta. Mengapa masih saja mengejar?"Edward segera

  • My Blind Mate   40. tertangkap

    Harlan mengagumi keindahan dan kemolekan tubuh Sisilia hingga dia tidak menyadari bahwa ada beberapa serigala lapar sedang mengelilinginya. Indera penciuman Harian mulai menghirup bau lupi lapar, maka dia pun berbalik badan. "Hai, ada apa dengan kalian? Aku hanya melihat sekilas."Beberapa serigal

  • My Blind Mate   38. Menunda

    Sang Elder menatap langit yang semakin gelap. Jika semalam di wilayah timur hutan Jungkla terdapat ritual angkat alpha baru, kini di wilayah seberang sungai wilayah Pack Harlan mengadakan ritual resmi marking. Sang Elder tersenyum kemudian dia mulai membaca mantra khusus menyambut datangnya anggot

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status