Mag-log inUsai perkelahian yang menguras tenaga tubuh Alpha Female Sniders seketika terkulai lamas tanpa daya. Tubuh indahnya luruh ke tanah, untung masih bisa ditangkap oleh Raja Lycan Edward. Pria itu segera membawa tubuh kekasihnya berlari ke tempat yang lebih stabil. Di bawah pohon rindang, tubuh Alpha Female Sniders di dudukan bersandar pada akar besar yang muncul ke permukaan tanah. "Apakah selelah ini hingga sulit bernapas?" tanya Raja Lycan Edward. "Aku juga tidak mengerti mengapa dan ada apa dengan tubuhku, Edward," jawab Alpha Female Sniders "Kapan terakhir siklus menstruasi kamu, Sisilia?"Alpha Female hanya menatap pasangan keduanya dengan dahi berkerut, dia tidak mengerti apa hubungan antara siklus menstruasinya dengan kondisi tubuh. "Beberapa hari silam kita sering bercinta, mungkinkah saat ini kamu sedang hamil, Sisilia?""Tidak mungkin, aku hanya kelelahan. Tunggu sebentar saja sudah lebih baik," jawab Alpha Female tegas. Raja Lycan mengulum senyum, dia pun bangkit dari du
Ujung kaki bangku kayu yang diinjak oleh Rhena patah membuat tubuhnya limbung. Dengan kecepatan geraknya, Alpha Harlan berlari meraih tubuh Rhena hingga dia tidak sampai jatuh mencium tanah. Kedua mata saling terkunci untuk beberapa saat membuat jantung Rhena berdetak lebih cepat dari biasanya. Dia segera memberontak agar terlepas dari pelukan alpha. "Terima kasih, Alpha."Tanpa banyak bicara, kedua lengan alpha bergerak meraih tubuh Rhena dan di gendong ala bridal. Kemudian tubuh itu dibawa lari menuju ke packhoues pribadi. Melihat sikap alpha yang mulai manis pada Rhena membuat para pekerja menatap heran. "Apakah ini bisa dikatakan sebagai kehangatan alpha?""Mungkin alpha kita lebih serius lagi memperbaiki hubungannya dengan Nona Rhena."Semua pekerja berharap apa yang terlihat akan segera terjadi hingga pack mereka memiliki Luna yang begitu cantik dan elegan. Sementara alpha membawa tubuh Rhena hingga masuk ke ruang pribadinya dan mendudukkan pada sofa single. "Tunggu di sin
Bulan belum sempurna menampakkan wujudnya, tetapi gairah Alpha Harlan mulai naik. Dia sudah tidak sanggup lagi untuk menahan gairahnya yang sudah lama tidak tersalur. Kesibukan dalam mengejar kembali cinta sang mantan ternyata telah menguras gairahnya hingga saat melihat paha mulus Rhena hasratnya terbakar. Rhena yang merasakan adanya hasrat pasangan hanya mengulum senyum, dia tidak ingin melanjutkan aksinya lagi. Kali ini dia harus mendapatkan kepastian akan posisinya di pack alpha tersebut. "Bagaimana Alpha?"Alpha Harlan Stuward masih diam, pandangannya tidak lepas pada pangkal paha Rhena yang mulai memancing hasratnya. Saat ini Rhena memakai gaun terusan hanya menutupi alat kelaminnya. Sekali tarik gaun itu maka semua aset tubuhnya bisa dinikmati oleh sang alpha. Harlan semakin tidak bisa fokus pada pekerjaannya. Meskipun beberapa file belum selesai dia periksa, akhirnya Alpha itu menyerah dengan hasratnya. Dia berdiri dari kursi kerjanya dan melangkah mengikis jaraknya dengan
Setelah berhasil melarikan diri, Alpha Harlan membawa tubuh Rhena ke packhouse miliknya. Kehadiran Rhena membawa angin segar bagi pack tersebut. Namun, tidak bagi Rhena. Wanita muda itu masih merasakan ketidaknyamanannya dengan setiap penghuni pack. Sudah tiga hari Rhena berada di pack spectra. Selama itu dia belum berani muncul di permukaan seluruh anggota pack. Rhena hanya berdiri di sisi jendela menghadap pada halaman packhouse. Di saja semua kegiatan pack terlihat dengan jelas termasuk bagaimana cara alpha memberi arahan pada anggotanya dalam keseharian. Rhena tidak mengerti mengapa saat ini perlakuan alpha berubah dari sebelumnya, apakah dia sudah bisa melupakan sosok Sisilia yang selama ini menghantui hubungan keduanya. Rhena memindai seluruh kondisi pack tersebut hingga kedua matanya berhenti di perkebunan anggur di sisi yang cukup jauh dari tempatnya berdiri. Deretan pohon anggur begitu teduh dengan buah yang bergelantungan mendekati matang. "Rupanya bisnis anggur sudah m
Cakar alpha female berhasil membuat luka baru pada tubuh Alpha Harlan Stuward. Luka ini cukup dalam hingga membuat tubuh sang alpha stigma pack itu terhuyung. "Harlan!" Rhena berteriak lantang, tubuhnya yang lemah merangkak mendekat pada tubuh pasangannya. Sementara melihat ada kesempatan tipis, Luna Cery bergerak cepat. Tangannya meraih sebuah pisau belati yang terselip di antara sepatu boot dan kain celana miliknya. 'Aku akan membunuhmu, Sisilia. Dasar jalang sialan!' umpat Luna Cery dalam hati. Wanita itu memberi kode pada putrinya untuk bersiap melarikan diri. Namun, Rhena masih tetap menggelengkan kepala. "Sebaiknya kita menyingkir dulu, The. Kita susun lagi kekuatan guna merebut kembali pack milik ayahmu ini!" bisik Alpha Harlan. "Aku tidak mau, Alpha. Aku masih inginkan berjuang bersama mereka."Alpha female terus bergerak membantai seluruh anggota pack tanpa memedulikan keberadaan Luna Cery. Dengan ganas dan gerak cepat, alpha female terus melayangkan cakarnya. Hanya se
Sementara di sudut yang lain, Aloha Baron bergerak luar biasa melawan Raja Lycan yang sedang mengamuk melihat pasangannya teraniaya oleh kawanan serigala Stigma. Pria bertubuh kekar dan berotot itu terus menyerang tanpa ampun pada Alpha Baron. Bahkan sang alpha begitu kesulitan menghindar dari setiap hempasan cakar maut Raja Lycan. Tubuh Alpha Baron terlihat banyak luka, tetapi dia masih mampu berdiri tegak dalam mode manusia serigala. Sesekali kepalanya tengadah untuk mendapatkan kekuatan dewi bulan. Hal itu tidak membawa dampak pada Raja Lycan. Dia masih saja mampu bergerak melawan semua serangan yang dilancarkan oleh Alpha Baron. "Apapun yang kau usahakan, kupastikan nyawamu melayang, Alpha Baron!" "Coba saja jika kau mampu, Lycan Tua!" Alpha Baron justru memberi tantangan yang membuat seringaian sinis muncul di wajah Raja Lycan Edward Slovasky. Pria itu mengasah kuku cakarnya dengan menggesekkan satu sama lainnya. Suara derit saat bertemunya kedua cakar menimbulkan kengeria
Mobil porche merah memasuki sebuah kastil tua yang terlihat begitu kokoh. Tanpa terhambat, mobil tersebut langsung masuk ke halaman kastil dan disambut dengan wajah sengit seorang pria paruh baya. "Ada perlu apa hingga seorang Harlan Stuward datang langsung ke gubug reyot?" tanya Baron-ayah Rhena
Beberapa hari yang lalu sebelum semua terjadi, Sisilia merasa bahwa tubuhnya sedang tidak baik. Maka dia pun meminta ijin pada Harlan untuk memanggil dokter untuknya. Dan semua terjadi. Saat itu seakan dunia dalam genggamannya, dia hamil anak Harlan. Meskipun semua berawal dari kekerasan dan ketid
Sudah satu bulan penuh Sisilia berada di mansion milik Harlan. Selama itu pula dia tidak bisa bebas berkeliaran bahkan untuk mengenakan pakaian layak pun tidak pernah. Apa yang dilemparkan Harlan hanya dua kain tipis dan mungil yang mampu untuk menutupi dua aset vitalnya. Akan tetapi meskipun dipe
Harlan terpaku, dia tidak bisa membuka pembicaraan. Wajah Sisilia yang masih polos mampu menghipnotis jiwanya hingga hanya kedua bola matanya yang berputar. "Huft, sungguh auranya begitu memenjarakan jiwaku.""Tuan, apa yang kau inginkan?" tanya Sisilia. "Malam ini kau adalah milikku!"Sisilia men







