مشاركة

Blind Date

مؤلف: Anny Djumadi
last update تاريخ النشر: 2026-06-26 16:25:24

Keesokan paginya, Alena berangkat kerja dengan wajah lesu. Bahkan sejak turun dari kendaraan sampai masuk ke ruang marketing, senyum yang biasanya selalu menghiasi wajahnya sama sekali tidak terlihat.

Tentu saja perubahan itu langsung ditangkap oleh seseorang.

Sisca.

Wanita itu langsung menggeser kursinya mendekat.

"Lena."

"Hm?"

"Ayo senyum."

"Hmm."

"Aku kangen lesung pipimu."

Alena tetap diam.

"Jangan pelit-pelit."

"Hmm."

Sisca mulai gelisah. Biasanya Alena memang gampang tersipu, gampang malu
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق
تعليقات (11)
goodnovel comment avatar
Nurina Widyastutie
ayo smangat thor... gasabar pengen baca lanjutan nya... sukasekali la cerita ini
goodnovel comment avatar
Permata Michelle
jangan lama2 thor
goodnovel comment avatar
xanana
nunggu besok lagi deh
عرض جميع التعليقات

أحدث فصل

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Urusan Penting

    Leon mengernyit."Ibu?"Sekretarisnya mengangguk."Iya, Pak. Beliau terlihat sangat terburu-buru."Belum sempat Leon menjawab, pintu ruangannya kembali terbuka. Mira masuk dengan napas sedikit memburu. Wajahnya yang biasanya tenang kini dipenuhi kecemasan."Ibu."Leon segera berdiri dari kursinya."Ada apa?"Tatapan Mira langsung tertuju pada Leon, lalu bergeser kepada Alena yang berdiri tidak jauh dari Leon. Sesaat ia tampak ragu."Apa... Alena masih di sini?"Alena buru-buru melangkah ke arah pintu."Kalau begitu saya keluar dulu, Bu.""Jangan."Suara Mira menghentikannya."Kamu ikut mendengarkan saja."Alena menoleh bingung."Saya?""Iya."Nada suara Mira terdengar lebih serius daripada biasanya. Perasaan Leon mulai tidak enak."Ibu, sebenarnya terjadi apa?"Mira menarik napas panjang sebelum berkata pelan,"Ibu baru saja dari rumah sakit."Wajah Leon langsung berubah."Rumah sakit?""Iya.""Ada seseorang yang pingsan."Jantung Alena berdetak lebih cepat. Entah kenapa firasat buruk

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Aku Ingin Kamu Yakin

    "Aku belum berkata kalau kamu boleh pergi."Langkah Alena yang sudah hampir mencapai pintu langsung terhenti. Perlahan ia membalikkan badan. Tatapannya bergantian memandang Leon dan Cyntia."Maaf, Pak."Alena kembali berdiri di tempat semula. Sementara itu, Cyntia mengangkat sebelah alis. Senyum tipis masih menghiasi bibirnya, tetapi sorot matanya menunjukkan rasa heran."Leon."Pria itu mengalihkan pandangannya."Ada lagi yang ingin kau bicarakan?"Leon mengangguk singkat."Ada."Ia lalu menoleh kepada Alena."Duduk."Alena tampak ragu."Pak... kalau memang pembahasannya urusan pribadi, saya bisa menunggu di luar.""Tidak perlu."Jawaban Leon terdengar tenang, tetapi tegas."Kau tetap di sini."Alena semakin bingung. Ia akhirnya duduk kembali, meski perasaannya mulai tidak menentu. Di sisi lain, Cyntia memperhatikan semua itu tanpa berkedip."Leon," ucapnya pelan. "Aku rasa akan lebih baik kalau kita bicara berdua."Leon menyandarkan tubuhnya ke kursi."Kenapa harus berdua?"Pertanya

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Akibat Menggoda Bos

    Tatapan mereka masih bertemu. Alena buru-buru mengalihkan pandangan."Pak Leon...""Hm?""Jangan terus melihat saya seperti itu.""Kenapa?""Bikin gugup."Sudut bibir Leon kembali terangkat."Kalau gugup, berarti memang ada yang sedang kamu sembunyikan."Alena mendengus pelan."Tidak ada.""Bohong.""Benar."Leon menggeleng kecil sambil terkekeh."Aku belum pernah melihat orang yang wajahnya semerah ini kalau memang tidak sedang memikirkan sesuatu."Alena memejamkan mata sejenak."Ya Tuhan...""Om ini kenapa sih?""Biasanya pendiam.""Sekarang malah suka menggodaku."Leon kembali bertanya dengan suara lembut."Jadi...""Apa yang sedang kamu pikirkan?"Alena tetap menggeleng."Tidak mau bilang.""Ayo.""Tidak.""Sedikit saja.""Tidak."Melihat Alena yang terus menolak, Leon justru semakin geli. Ia melangkah satu langkah lebih dekat. Jarak di antara mereka kini hanya terpaut beberapa sentimeter."Kalau begitu...""Aku akan menunggu sampai kamu mau cerita."Alena mendongak. Tatapan mata

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Bos Cuma Cari Kesempatan

    Keesokan paginya, suasana kantor Mahardika Group kembali sibuk seperti biasa. Para karyawan berlalu-lalang sambil membawa map dan laptop masing-masing. Beberapa sibuk menyapa rekan kerja, sementara yang lain sudah tenggelam dalam tumpukan pekerjaan sejak pagi.Pintu lift terbuka.Alena melangkah keluar sambil membawa tas kerjanya. Langkahnya masih sedikit pelan karena pergelangan kaki kanannya belum benar-benar pulih."Alena!"Suara ceria itu membuat Alena menoleh. Sisca melambaikan tangan sambil berjalan cepat menghampirinya."Wah, akhirnya datang juga."Alena tersenyum."Pagi, Sis."Sisca bukannya membalas salam, malah langsung menyilangkan kedua tangan di depan dada."Hayo, jujur.""Jujur apa?""Kemarin tugas ke mana sama Pak Leon?"Alena menjawab santai."Ya... kerja.""Kerja?"Sisca menyipitkan mata."Masa kerja menjelang sore?"Alena langsung gelagapan."Itu... karena permintaan clientnya sendiri yang harus didatangi.""Oh ya?"Sisca semakin mendekat."Lalu kenapa pulangnya mala

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Jangan Buat Dia Menunggu

    "Eh..."Bu Rina tiba-tiba menghentikan langkahnya. Alena yang sedang memandangi gantungan kunci beruang di tangannya langsung menoleh."Kenapa, Bu?"Bu Rina mengernyit sambil memandang putrinya dengan heran."Ibu baru sadar.""Tadi dari awal kamu memanggil bosmu..."Bu Rina berhenti sejenak."...Om?"Senyum di wajah Alena langsung membeku. Jantungnya berdegup semakin cepat. Ia benar-benar lupa. Sejak Leon datang mengantarnya pulang, ia sama sekali tidak memanggil pria itu dengan sebutan "Pak Leon".Yang keluar dari mulutnya hanyalah panggilan yang sudah terasa begitu akrab.Om."Ini kesempatan.""Ayo, Alena.""Jangan sembunyi lagi."Alena menarik napas panjang."Bu... sebenarnya Alena..."Belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya, Bu Rina tiba-tiba mengangkat telunjuk."Eh, jangan bilang..."Alena ikut membelalak."Jangan bilang kamu mau jadi baby sugar bosmu itu.""Bu!"Wajah Alena langsung merah padam."Astaga! Bukan!""Awas saja, jangan bikin ibumu jantungan!""Jangan bikin ibumu p

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Om?

    Mobil Leon berhenti perlahan di depan rumah Alena.Meski perjalanan dari klinik tidak terlalu jauh, Leon beberapa kali melirik ke arah kursi penumpang. Alena terlihat berusaha menahan sakit, tetapi sesekali tetap meringis setiap kali mobil melewati jalan yang sedikit bergelombang."Masih sakit?" tanya Leon pelan.Alena langsung menggeleng."Sudah lebih baik, Om."Leon tahu gadis itu sedang berbohong.Sejak dokter mengatakan bahwa pergelangan kaki Alena hanya keseleo ringan, Alena terus berusaha terlihat baik-baik saja. Namun, raut wajahnya tidak bisa menyembunyikan rasa nyeri yang masih ia rasakan.Mobil akhirnya benar-benar berhenti. Leon segera mematikan mesin, lalu turun lebih dulu. Ia memutar langkah menuju sisi penumpang dan membuka pintu."Ayo."Alena tersenyum kecil."Aku bisa turun sendiri."Leon hanya mengangguk, memberi ruang agar Alena mencoba berdiri. Namun, baru satu kaki menginjak tanah, Alena kembali meringis."Akh..."Refleks tubuhnya sedikit oleng. Untung Leon sigap m

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Bertemu Kembali

    Lima tahun kemudian, Alena berdiri di depan cermin kamar sambil menatap pantulan dirinya dalam diam yang cukup lama. Wanita di depannya bukan lagi gadis kecil yang pernah nekat mengajak pria asing menikah demi dua mangkuk bakso dan segelas es teh. Wajahnya kini lebih dewasa, dengan garis rahang yang

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Om Ganteng Mau Nikah

    Sudah seminggu. Dan Leon tidak muncul lagi. Awalnya Alena masih berpikir pria itu hanya sibuk bekerja seperti biasa, mungkin lembur, mungkin ada meeting penting, karena bukankah orang kaya memang selalu sibuk. Namun setelah beberapa hari berlalu dan mobil hitam Leon tak pernah lagi terlihat masuk k

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Gadis Aneh

    Sejak hari itu, Alena punya kebiasaan baru: mengintip rumah Leon. Setiap sore sepulang sekolah, gadis itu akan duduk di teras rumah neneknya sambil pura-pura mengerjakan PR. Buku tulis terbuka di pangkuannya, pena sesekali bergerak, tetapi matanya lebih sering melirik rumah besar di sebelah komplek

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Demi Bakso, Ajak Nikah

    “Berani nggak?” Alena yang sedang meniup es teh plastiknya langsung menoleh bingung ke arah teman-temannya. “Berani apa?” Tiga anak perempuan di sampingnya langsung cekikikan sambil menunjuk ke arah seberang jalan. Di depan minimarket, sebuah mobil hitam mewah baru saja berhenti. Seorang pria

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status