Share

Sumber Informasi

Author: Anny Djumadi
last update publish date: 2026-06-23 16:55:20

Leon mulai menyadari satu kenyataan pahit. Ibunya tidak bercanda. Sama sekali tidak bercanda.

Awalnya ia masih berpikir Mira hanya akan bertahan satu atau dua jam di perusahaan. Bertanya beberapa hal, lalu pulang. Namun ternyata ia terlalu naif.

Karena dua jam kemudian...

Mira masih ada.

Tiga jam kemudian...

Masih ada.

Bahkan menjelang makan siang...

Wanita itu masih berkeliaran di lantai direktur dengan semangat yang sama seperti pagi tadi. Leon yang baru keluar dari ruang rapat langsung memi
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (5)
goodnovel comment avatar
Dedi Mul yadi
ide mu Bu Mira top lah, padahal yg di tanya calon menantu
goodnovel comment avatar
Linawa Sumie
duh si emak
goodnovel comment avatar
Anny Djumadi
siap kak terimakasih ......
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Belum Menyerah

    Mira berdiri dari sofa."Aku pulang dulu."Leon ikut berdiri."Biar aku antar sampai bawah, Bu.""Enggak usah."Mira menggeleng pelan sambil tersenyum."Kamu masih banyak pekerjaan."Leon tetap mengantar ibunya hingga ke depan pintu ruangannya."Kalau sudah sampai rumah, kabari aku.""Iya."Mira menepuk pelan lengan putranya."Kamu juga jangan terlalu sibuk."Leon hanya mengangguk sambil memperhatikan ibunya berjalan menuju lift. Begitu pintu lift tertutup, Leon baru kembali masuk ke ruangannya.---Sementara itu...Mira tidak langsung menuju parkiran. Entah mengapa, langkahnya justru berhenti di koridor yang menghadap ke area kerja para karyawan.Tatapannya perlahan menyapu ruangan. Tak butuh waktu lama hingga akhirnya ia menemukan sosok yang dicarinya.Alena.Gadis itu sedang duduk di mejanya. Sesekali tertawa bersama Sisca sambil kembali menyelesaikan pekerjaannya. Tidak ada sikap dibuat-buat. Tidak pula berusaha menarik perhatian siapa pun.Senyumnya terlihat begitu tulus. Mira me

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Aku Memilih Alena

    Alena baru saja duduk di kursinya. Belum sempat menyalakan komputer... Sisca sudah menyeret kursinya hingga nyaris menempel."Nah...""Akhirnya calon menantu balik juga."Alena langsung menoleh."Hah?"Sisca menyeringai lebar."Gimana?""Wawancara calon mertua lancar?"Alena hampir saja menjatuhkan map yang baru diletakkannya di atas meja."Kamu ngomong apa, sih?""Lho, jangan pura-pura.""Tadi yang datang itu, kan, ibunya bos kita.""Terus beliau ngajak kamu masuk ke ruang Pak Leon.""Kalau bukan calon mertua, terus siapa?"Alena menepuk dahinya pelan."Ya ampun, Sisca.""Kamu kebanyakan nonton drama."Sisca mengangkat kedua bahunya."Terus?""Ditanya apa saja?"Alena terdiam beberapa detik."Ya... ditanya soal kerja."Sisca langsung mendecak."Cuma itu?""Iya.""Bohong.""Beneran."Sisca menyipitkan matanya."Kalau cuma ditanya soal kerja...""...kenapa pipimu merah begitu?"Refleks, Alena menyentuh kedua pipinya."Merah, ya?""Banget.""Malah dari tadi enggak hilang."Alena hanya b

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Sebelum Semua Ini Dimulai

    Leon terdiam. Tatapan Mira masih mengarah ke arah Leon, menunggu jawaban putranya."Nah, kan?" ujar Mira sambil menghela napas. "Kamu sendiri masih bingung menjawab pertanyaan Ibu."Leon menggeleng pelan."Aku enggak bingung, Bu.""Lalu?""Pertanyaan Ibu terlalu mendadak.""Aku cuma sedang berpikir bagaimana menjelaskannya supaya Ibu mengerti."Mira menyandarkan tubuhnya ke sofa."Kalau begitu Ibu ganti pertanyaannya."Leon mengangguk."Ibu bingung.""Alena baru bekerja di Mahardika Group beberapa bulan.""Ibu juga baru tahu kamu menyukainya belum lama ini.""Bagaimana mungkin dalam waktu sesingkat itu kalian sudah saling jatuh cinta?"Leon hanya tersenyum tipis. Namun sebelum sempat menjawab, Mira kembali melanjutkan."Justru itulah yang membuat Ibu semakin tidak mengerti.""Dulu...""Kamu hidup bertahun-tahun bersama Cyntia.""Kalian menikah.""Tinggal serumah.""Tapi entah kenapa...""Ibu tidak pernah melihat tatapan seperti yang barusan kamu tunjukkan saat membicarakan Alena."Le

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Benarkah Alena Mencintaimu?

    Mira terdiam. Ia tidak menjawab pertanyaan Leon. Ia sama sekali tidak menyangka Leon akan kembali secepat ini. Padahal, masih banyak hal yang ingin ia tanyakan kepada gadis itu.Mau tidak mau, percakapan mereka pun harus tertunda."Bu?"Leon mengernyit heran."Kok Ibu di sini?"Alena yang sejak tadi sudah tegang spontan berdiri dari duduknya. Wajahnya berubah semakin gugup."T-Tante cuma... cuma tanya bagaimana aku bekerja di sini," ucapnya terburu-buru, seolah khawatir Leon salah paham.Leon mengangkat sebelah alisnya."Aku bahkan belum bertanya apa-apa."Alena baru menyadari ucapannya barusan."Aduh..."Ia menggigit bibir bawahnya pelan. Bukannya menjelaskan... ia malah terdengar seperti sedang menutupi sesuatu.Melihat kepanikan Alena, Mira hampir saja terkekeh. Gadis itu benar-benar mudah gugup. Bahkan sebelum ditanya apa pun, wajahnya sudah memerah dan jawabannya berantakan."Sudah, Alena," ucap Mira lembut."Kamu lanjutkan saja pekerjaanmu.""I-Iya, Tante."Alena mengangguk cepa

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Percakapan yang Tertunda

    Alena baru saja kembali ke mejanya ketika Sisca langsung menyenggol lengannya pelan."Itu siapa?"Alena mengikuti arah pandangan Sisca."Mas Dimas."Sisca langsung menoleh cepat."Hah? Jadi dia?""Iya."Sisca menyipitkan mata."Jadi... kamu suka enggak sama dia?"Alena menggeleng kecil."Kan sudah kubilang.""Aku memilih dikenalkan sama Mas Dimas waktu itu karena dia kakak kelasku.""Biar lebih gampang kalau nanti harus bekerja sama.""Jadi... enggak suka?"Alena tersenyum tipis."Suka."Mata Sisca langsung membulat."Hah?""Sebatas teman."Sisca mengembuskan napas lega sambil menepuk dadanya."Nah... gitu dong.""Kalau enggak, nanti bos kita yang galau."Alena langsung menatapnya curiga."Sejak kapan kamu mikirin bos kita, Sis?""Lho, kita kan pegawainya.""Kalau bos lagi senang, suasana kantor ikut enak.""Kalau bos lagi galau..."Sisca menggeleng dramatis."Bisa-bisa satu lantai kena imbasnya."Alena tertawa geli."Ada-ada saja kamu."Sisca kemudian melirik ke arah pintu lobi, mema

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Bukan Suatu Kebetulan

    Setelah pembicaraannya dengan Mira berakhir, wanita paruh baya itu memutuskan akan datang ke Mahardika Group keesokan harinya. Ia ingin melihat sendiri bagaimana Alena bersikap di lingkungan kerjanya.Sudut bibir Cyntia terangkat tipis saat mendengar keputusan itu. Inilah kesempatan yang ia tunggu. Cyntia berniat memanfaatkannya sebaik mungkin. Namun, ia tidak berniat ikut menemani Mira.Justru lebih baik jika Tante Mira melihat semuanya dengan mata kepala sendiri.Kalau memang Alena seperti yang selama ini ia duga, bukankah Tante Mira akan menyimpulkan semuanya sendiri?Namun...Kalau sedikit didorong...Hasilnya tentu akan jauh lebih meyakinkan.Tanpa membuang waktu, Keesokkan paginya Cyntia yang sudah bersiap segera menghidupkan mesin mobilnya. Beberapa puluh menit kemudian, mobil itu berhenti di depan sebuah rumah yang sudah sangat dikenalnya."Bibi!"Seorang wanita paruh baya keluar dari dapur sambil tersenyum lebar."Cyntia! Kebetulan sekali. Masuk, Nak."Aroma mentega dan vanil

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Bertemu Kembali

    Lima tahun kemudian, Alena berdiri di depan cermin kamar sambil menatap pantulan dirinya dalam diam yang cukup lama. Wanita di depannya bukan lagi gadis kecil yang pernah nekat mengajak pria asing menikah demi dua mangkuk bakso dan segelas es teh. Wajahnya kini lebih dewasa, dengan garis rahang yang

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Om Ganteng Mau Nikah

    Sudah seminggu. Dan Leon tidak muncul lagi. Awalnya Alena masih berpikir pria itu hanya sibuk bekerja seperti biasa, mungkin lembur, mungkin ada meeting penting, karena bukankah orang kaya memang selalu sibuk. Namun setelah beberapa hari berlalu dan mobil hitam Leon tak pernah lagi terlihat masuk k

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Gadis Aneh

    Sejak hari itu, Alena punya kebiasaan baru: mengintip rumah Leon. Setiap sore sepulang sekolah, gadis itu akan duduk di teras rumah neneknya sambil pura-pura mengerjakan PR. Buku tulis terbuka di pangkuannya, pena sesekali bergerak, tetapi matanya lebih sering melirik rumah besar di sebelah komplek

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Demi Bakso, Ajak Nikah

    “Berani nggak?” Alena yang sedang meniup es teh plastiknya langsung menoleh bingung ke arah teman-temannya. “Berani apa?” Tiga anak perempuan di sampingnya langsung cekikikan sambil menunjuk ke arah seberang jalan. Di depan minimarket, sebuah mobil hitam mewah baru saja berhenti. Seorang pria

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status