ВойтиPernikahan Kenzo dan Kanza disiarkan di beberapa media sosial. Banyak orang yang terkejut tapi mereka ikut bahagia karena selama ini banyak sekali yang mengenal Kenzo karena Marvel. Dan tak ada yang bermasalah dengan Kenzo tentunya. Melihat Kanza, istri Kenzo yang juga cantik banyak sekali yang memberikan respon positif. Pernikahan sederhana yang di adakan di rumah baru Marvel dan Lucia tapi di siarkan langsung di beberapa media khusus. "Akhirnya, kalian sah menikah. Dan ini hadiah untuk kalian berdua." Pasangan pengantin itu saling tatap bingung, tapi mereka tetap membuka hadiah yang di berikan Marvel kepada mereka. "Ini apa?" Marvel mendengus kesal karena Kenzo malah bertanya ketika sudah melihat barang yang di berikan Marvel kepadanya. "Kau jadi bodoh sepertinya. Sudah tahu itu kunci, kenapa malah bertanya lagi? Apa semenjak jadi seorang suami, otakmu sudah kau gadaikan?" omel Marvel panjang lebar. Kenzo menggaruk kepalanya yang tak gatal, dia lalu meringis saa
Asisten Tomo menghajar Denisa sampai perempuan itu terkapar tak berdaya. Bahkan bekas percintaan mereka menguar di dalam kamar Denisa. Asisten Tomo yang sudah puas dengan apa yang dia lakukan pada Denisa meninggalkan Denisa begitu saja di dalam kamar itu. Lalu dia mengambil sesuatu yang sejak tadi dia incar. Stempel peralihan harta milik Tomo yang tersisa. Setelah dia mendapatkan apa yang dia mau, lalu dia pergi dari kamar itu. Tak lama dua orang pengawal yang di perintahkan untuk membuang Denisa masuk ke dalam kamar. Mata mereka membola sempurna ketika melihat tubuh Denisa masih belum mengenakan apapun saat ini. "Beri dia obat ini, jadi dia tak akan sadar dengan apa yang dia lakukan bersama kita nantinya." Salah satu pengawal itu mendekati Denisa lalu membuka paksa mulut Denisa dan memberikan obat yang mereka bawa pada Denisa. Awalnya Denisa yang mulak tersadar berniat memberontak tapi ternyata dia tak punya tenaga yang cukup. Akhirnya setelah obat itu masuk ke dalam tubuhny
Marvel menyerang Lucia tanpa henti, dia tak membiarkan istrinya bernapas dengan benar. Mengunci pintu ruangan nya agar tak ada orang lain yang masuk tiba tiba kesana dan mengganggunya. Lucia mendesah menikmati semua yang dilakukan Marvel kepadanya. "Marvel...... Ahhhh ......" Marvel semakin menggila ketika mendengar suara Lucia yang memanggil namanya. Tangan Marvel meraba setiap jengkal tubuh Lucia. Membuat sang wanita terus menggeliat gelisah. Jari jarinya juga bergerak liar mengobrak abrik milik istrinya yang semakin lembab dan basah. Marvel yang memang sudah tak bisa menahan dirinya lebih lama lagi, akhirnya dia membuat Lucia memekik tertahan. Bergerak cepat dan semakin membuat tubuh Lucia bergerak semakin liar. Hari itu, Marvel menyalurkan semuanya tanpa henti. Apa yang dikatakan Marvel yang hanya sekali itu cuma angin lalu. Karena pada kenyataannya Marvel membuat Lucia kewalahan dengan hal yang dia minta. "Marvel .. aku lelah ...." Hampir dua jam lebih
Lilia di seret pergi oleh para petugas keamanan itu, dia terus berteriak meminta ampun tapi tak ada yamg menggubrisnya. Lucia menghembuskan napas panjang setelah tak melihat lagi Lilia dan orang orang berseragam itu. Marvel juga sudah menyuruh karyawannya kembali bekerja. "Sayang, kau tak apa apa?" tanya Marvel. Lucia menggeleng sambil tersenyum. "Aku baik baik saja, tapi terkadang heran karena masih banyak orang orang yang berbuat gila seperti itu." "Biarkan saja mereka. Mau bagaimana juga aku tak tertarik dengan mereka." jawab Marvel santai. Lalu dia mengajak Lucia masuk ke dalam ruangannya. Dia meminta Lucia menunggunya dengan duduk santai sementara Marvel segera mengurusi pekerjaan nya karena Kenzo tak sedang bersamanya. Meskipun dia sedikit keteteran tapi itu tak jadi masalah untuknya. Lucia fokus dengan ponselnya yang ternyata dia sedang menyiapkan pesta pernikahan Kanza juga Kenzo yang akan dia adakan di rumah baru mereka. Semua detail acara yang akan di
Mendadak suasana hening karena tak ada yang tahu apa maksud wanita itu. Sekali pun Marvel juga tak kenal dengan nya. "Marvel, apa kau lupa dengan ku? Kau pernah bertemu dengan ku ketika kita sama sama ada di club malam. Kau mabuk dan aku yang menolong mu. Kau janji akan menikahi ku!" Marvel berkedip lucu karena semenjak menikah dengan Lucia, dia tak pernah menginjakkan kakinya di club malam manapun. Punya pikiran kesana pun tidak. Lebih baik dia pesta dengan istri dan orang orang nya di mini bar dirumahnya. "Kau gila, kau mabuk. Mana pernah aku pergi ke club malam. Kalau masih mimpi bangun dulu." Lilia, wanita yang sedang berusaha mendapatkan Marvel mengepalkan kedua tangannya marah. Dia tak terima karena Marvel tak mengakuinya. "Kau benar benar lupa? Kau jahat Marvel!" teriak Lilia. Para karyawan Marvel hanya melihat Lilia dengan wajah jengah nya. Pasalnya tak cuma Lilia saja yang sering mengakui seperti itu. Mengakui hamil dan juga dekat dengan Marvel, tapi semua paham
Tomo mengamuk, tapi dia tak bisa melakukan apapun karena anak buah Marvel sudah menahannya. Tak lama, beberapa petugas kepolisian membawanya. Berita penangkapan Tomi sengaja disiarkan dimana mana. Dan Marvel sengaja melakukan itu karena ingin membuat Denisa kebingungan. Jika Tomo sudah di tangkap tak akan ada lagi yang memback up nya. "Jadi sekarang kau ingin melakukan apa sayang?" tanya Marvel pada Lucia. "Marvel, apa jika Kenzo dan Kanza langsung menikah itu akan merepotkan? Maksud ku tanpa ada nya pertunangan, itu terlalu menunggu lama di saat kondisinya seperti ini." Marvel terlihat berpikir tapi kemudian dia mengangguk sebagai jawaban jika dia paham dengan apa yang diinginkan oleh Lucia. "Tak apa sayang, itu lebih bagus. Kanza masih ada di rumah sakit tapi kita bisa menyuruh orang untuk mengurus semua dokumen pernikahan mereka. Lebih cepat lebih baik, dan masalah Denisa itu lebih gampang kita tangani." Lucia tersenyum, lalu dia memeluk Marvel sebagai tanda terima ka
Kanza yang saat ini fokus membantu pelayan untuk masak tak sadar jika dirinya sedang dibicarakan Marvel juga Lucia. "Ayo ganti baju dulu." Lucia menarik tangan Marvel untuk dibawanya naik ke kamarnya. "Mom, kami ganti pakaian dulu. Tak nyaman makan pakai baju begini." Hanabi mengangguk
Marvel ke ruang kerjanya setelah menyelesaikan makan malam bersama keluarganya. Sedangkan orang tuanya memilih kembali ke rumah mereka. Marvel meminta laporan pada Kenzo tentang kejadian di mall tadi. Dia ingin memastikan jika wanita yang memaki Lucia mendapatkan hukuman yang pantas. Marvel se
Tanpa mengatakan apapun lagi, Lucia berlari keluar dengan cepat. Sementara Marvel terus menatap punggung istrinya itu sampai menghilang di balik pintu. Marvel pun dengan cepat mengambil pakaian miliknya sampai terdengar ponselnya berbunyi. Dia melihat nama Kenzo yang sedang menghubunginya.
Marvel membawa Lucia naik ke lantai atas dan masuk ke kamarnya. Dia meletakkan Lucia di pinggir ranjang sementara Marvel mengambil kotak obat. Lucia menggigit bibir bawahnya karena tiba tiba merasa tak nyaman di kamar itu. Tubuhnya sedikit tersentak ketika tiba tiba Marvel meraih tangannya. "







