Share

24

Author: Eselitaa
last update publish date: 2026-06-03 19:16:27

Tiago melangkah lebih dekat ke sisi ranjang, bayangannya yang besar seolah mengintimidasi isi ruangan. Ketegangan di wajah pria paruh baya itu belum surut, justru semakin pekat.

Ia menatap Eryx dengan pandangan menyelidik, menuntut penjelasan yang masuk akal dari putra tunggalnya.

"Eryx, dengarkan Ayah," kata Tiago, suaranya merendah namun penuh penekanan. "Ayah tidak asal bicara. Selama kamu tidak sadarkan diri, Ayah sudah mencari tahu. Ayah mendengar banyak hal soal Gahensa dari teman-tem
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pengawal Palsu Tuan Muda   93

    Ketegangan di dalam ruang interogasi mencapai titik didih. Eryx masih menatap detektif lokal itu dengan pandangan membunuh, sementara Aeri berdiri kaku di sampingnya, bersiap menghadapi skenario terburuk. Namun, sebelum perdebatan tentang penahanan itu berlanjut, suara langkah kaki yang berat dan teratur terdengar dari koridor luar, memecah keheningan malam di kantor kepolisian tersebut.BRAK!Pintu ruang interogasi terbuka lebar. Alih-alih Kaeragha yang datang memenuhi panggilan, yang datang malah Tiago Leander dan Selena. Kehadiran dua petinggi distrik itu seketika mengubah atmosfer ruangan menjadi sangat intimidatif. Di belakang mereka, belasan pengawal elit berbaju hitam langsung memblokir pintu, membuat para petugas kepolisian sipil di dalam ruangan mundur teratur karena ketakutan.Tiago melangkah maju dengan keangkuhan mutlak seorang kepala keluarga. Mata tuanya yang tajam langsung mengunci sosok sang detektif lokal. Tanpa basa-basi, Tiago meminta detektif itu untuk berhenti mem

  • Pengawal Palsu Tuan Muda   92

    Ruang interogasi di kantor detektif lokal itu terasa pengap dan dingin. Cahaya lampu neon di langit-langit berkedip pelan, memantulkan bayangan buram pada kaca satu arah yang memisahkan mereka dari ruang pemantau. Eryx duduk dengan santai di kursi besi, melipat kedua tangannya di depan dada seolah dia sedang berada di ruang kerjanya sendiri, bukan di bawah tekanan interogasi kepolisian pusat. Di belakangnya, Aeri berdiri tegak sebagai pengawal, menyembunyikan badai emosi yang berkecamuk di dalam dadanya.Sang detektif aneh melemparkan berkas foto tempat kejadian perkara ke atas meja kayu. "Jadi, Tuan Muda Eryx, mari kita mulai dari malam itu. Felix jatuh dari balkon penthouse pribadi Anda. Apa yang Anda lakukan bersamanya malam itu?"Ketika diwawancarai soal Felix, Eryx tidak mengungkapkan kebenaran apa pun. Ekspresi wajahnya begitu datar, hampir menyerupai topeng porselen yang sempurna. Dia selalu menjawab tidak tahu. Setiap pertanyaan taktis yang dilayangkan oleh detektif itu diment

  • Pengawal Palsu Tuan Muda   91

    Keputusan Tiago Leander setelah insiden penggeledahan penthouse sangat mutlak. Dinasti Leander tidak boleh terseret lebih dalam ke dalam pusaran hukum sipil, terutama tepat di ambang pelantikan akbar. Pihak kepolisian pusat dan detektif lokal yang menangani kasus Felix telah melayangkan surat panggilan resmi kepada Eryx Leander untuk dimintai keterangan sebagai saksi kunci sekaligus pemilik lokasi kejadian. Namun, Tiago bergerak lebih cepat. Di ruang keluarga utama, dengan wajah yang menggelap oleh amarah, Tiago memerintahkan Eryx untuk menolak panggilan tersebut secara sepihak. Tidak hanya itu, demi meredam gejolak publik dan menjauhkan putranya dari jangkauan kementerian, Tiago memerintahkan Eryx untuk segera pergi bersembunyi ke sebuah pulau pribadi terpencil di wilayah selatan sebelum fajar menyingsing. Eryx, yang menyadari bahwa posisi takhtanya sedang dipertaruhkan, tidak membantah. Dia pun bergegas melakukannya. Dengan dikawal oleh tim internal, Eryx bersiap menuju dermaga he

  • Pengawal Palsu Tuan Muda   90

    Kalimat terakhir Eryx mengalir begitu mulus, begitu tenang, hingga hampir terdengar seperti kebenaran mutlak. "Batasan tegas atau tidak, tempatmu sekarang sedang digeledah, Eryx!" potong Regan kasar, mencoba memanfaatkan situasi. "Jika detektif itu menemukan sesuatu yang bisa mencoreng nama Leander tepat sebelum pelantikan, kau harus bertanggung jawab!" "Cari tahu siapa detektif lokal itu!" Tiago menyela dengan suara berat, mengabaikan perdebatan Regan dan Eryx. Beliau menatap bawahannya melalui sambungan telepon yang masih menyala. "Gunakan faksi militer untuk menekan kepolisian pusat. Jangan biarkan satu pun berkas dari penthouse itu keluar ke publik!" Selena mendekati meja Tiago, wajahnya tampak mengeras. "Paman, jika kasus ini sampai naik ke tingkat kementerian karena tekanan massa, kita tidak bisa hanya menggunakan kekerasan. Faksi sipilku harus turun tangan untuk meredam media sebelum saham kota anjlok." Di tengah keributan adu argumen dan kepanikan para petinggi Leande

  • Pengawal Palsu Tuan Muda   89

    Suasana di dalam ruang kerja pribadi Tiago Leander seketika berubah menjadi medan laga yang sesungguhnya. Ketegangan memuncak hingga ke titik tertinggi saat para tetua marga menolak mentah-mentah pembelaan emosional Eryx. Bagi mereka, dinasti Leander tidak bisa dipimpin oleh amarah yang meledak-ledak tanpa kalkulasi yang matang. Salah satu tetua paling senior, dengan rambut memutih dan tatapan sebuas burung kenari, mengetukkan tongkat kayunya ke lantai marmer dengan keras. "Cukup! Kita tidak bisa menyerahkan stempel emas hanya berdasarkan siapa yang paling pandai menggertak. Jika kau ingin membuktikan ketangguhanmu, Eryx, lakukan dengan cara Leander yang sesungguhnya." Tetua itu kemudian melirik ke arah Regan yang sejak tadi berdiri tenang di sudut ruangan dengan senyuman penuh kemenangan yang tertahan. "Kalian berdua, Eryx dan Regan, akan diuji di depan Dewan Tetua sekarang juga," perintah sang tetua dengan lantang. "Kalian harus bertarung memaparkan berbagai macam kebijakan untuk

  • Pengawal Palsu Tuan Muda   88

    Perjalanan menuju Kediaman Utama Leander pagi itu terasa seperti prosesi menuju tiang gantungan. Di dalam limusin hitam yang dikirim langsung oleh Tiago, Eryx duduk bersandar sembari memejamkan mata. Wajahnya yang pucat tampak kontras dengan setelan jas hitam formal yang kini menggantikan kemeja pasiennya. Di sampingnya, Aeri duduk dengan postur tegap sempurna, pandangannya terpaku pada jalanan distrik pusat yang mulai ramai, sementara tangannya yang bersarung tangan kulit mendekap erat sepucuk senjata di balik mantel pengawalnya. Di kursi depan, Calixto yang ikut sebagai pengawal sekunder sesekali melirik melalui spion. Ada ketegangan tak kasat mata yang merayap di antara mereka bertiga. Aeri tahu, melangkah masuk ke kediaman utama dalam kondisi Eryx yang baru saja membantai pasukan akademi sama saja dengan menyerahkan diri ke kandang singa. Namun, ini juga merupakan satu-satunya kesempatan emas untuk membuka jalan bagi sang detektif aneh. Ketika gerbang besi raksasa berukir lamb

  • Pengawal Palsu Tuan Muda   01

    Jasad Felix berbaring di ruang perawatan dengan pakaian formal yang terlalu rapi. Aeri Roseanne berdiri di ambang pintu, tidak bergerak, tidak menangis. Matanya—mata yang indah dengan irisan mata yang tajam—tetap terbuka mengamati wajah kakaknya yang sudah berubah menjadi sesuatu yang tidak lagi

  • Pengawal Palsu Tuan Muda   53

    "Kak Gahensa, kenapa kamu buru-buru sekali? Aku masih hidup sekarang. Artinya adalah, aku masih bisa bertarung," bisik Eryx di depan wajah Aeri. Aeri menahan nafas dengan kedua mata terbelalak. Lagi-lagi dia gegabah. Namun jika tidak didorong, bagaimana dia akan segera mengetahui dibalik kematia

  • Pengawal Palsu Tuan Muda   48

    Kaeragha tidak terkejut dengan serangan balik verbal dari Eryx. Pria paruh baya itu justru menaikkan sebelah alisnya, membiarkan senyum sinisnya melebar. Di bawah remang lampu ambulans dan kilatan lampu merah-biru dari mobil patroli, ketegangan di antara kedua pria dari silsilah Leander ini tera

  • Pengawal Palsu Tuan Muda   02

    Enam bulan kemudian, Aeri masuk ke akademi keamanan elite dengan nama palsu dan identitas palsu yaitu Gahensa Xan. Selama enam bulan itu, dia berlatih sangat keras. Ketika kakaknya libur bekerja, dia biasanya cerita soal pekerjaannya termasuk bagaimana caranya menjadi seorang pengawal terlatih. Dan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status