Share

Bab 47

Author: Stary Dream
last update publish date: 2026-05-26 20:34:40

Fiona menyilangkan tangannya di atas dada. Tak mau menyambut uluran tangan Nindi yang berpamitan. Melihatnya saja Fiona sungkan! Apalagi anaknya itu malah menangis seperti hendak memekakkan telinga Fiona.

Alhasil rumah yang tenang jadi banyak gangguan. Itu semua karena Nindi dan putrinya.

Seperti biasa, Aluna mengantar suaminya sampai ke mobil. Mencium tangannya dan memberikan kotak bekal.

"Aku kerja dulu."

Aluna mengangguk dan berpapasan dengan Nindi.

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 151

    Acara syukuran bubar karena kericuhan yang terjadi. Langit segera membuat laporan ke kantor polisi. Mantan istrinya itu akan terjerat kasus penganiayaan.Lengkap sudah! Kali ini dia sudah tak bisa mengelak lagi. Terlebih ada bukti cctv yang mendukung.Adelina menjaga si kembar di warung makan. Sementara, Aluna dan Aamir membawa Arkan ke rumah sakit.Di IGD, Arkan langsung diberikan tindakan. Lengannya yang terluka sudah dibersihkan."Ini harus dijahit. Ada lukanya yang dalam." Ujar dokter jaga pria itu.Aluna menggangguk setuju. "Iya, dokter. Jahit saja.""Sakit nggak kira-kira, dok?" Tanya Arkan."Sakit. Namanya juga ditusuk jarum. Tapi akan saya berikan obat bius."Dokter tersebut meminta perawat untuk menyiapkan alat jahit luka. Yang terkejut sekarang Aamir, perawat yang muncul ternyata wanita yang sangat dikenalnya. Sinar."Sinar!" Tegur Aluna lega. "Ternyata kamu kerja.."Sinar menghela na

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 150

    Adelina tak hanya memukul wanita berambut pirang itu. Tapi juga rambutnya yang penuh cat itu juga ditarik hingga membuat Ria menjerit.Siapa suruh menghina Adelina? Wanita ini anak Farah. Salah satu nyonya cerewet di dunia. Jelas Adelina menjadi tangguh seperti ibunya.Langit dan Aamir sampai kewalahan melepaskan mereka karena Adelina yang tak mau melepaskan tangannya."Mas, bawa anak-anak ke ruang kerja Langit." Perintah Aluna pada mantan suaminya."Dimana?""Itu." Aluna menunjuk sebuah ruangan yang tertutup.Arkan mengangguk dan membawa dua anaknya ke ruangan yang dimaksud. Sedangkan, Aluna pergi ke depan untuk melerai perkelahian dua macan wanita."Lepaskan Adel!" Ujar Aluna. Ia membantu Ria melepaskan cengkraman tangan Adelina dari rambutnya."Ah, sial!" Umpat Ria setelah lepas dari Adelina. "Wanita brengsek! Apa kamu pikir aku takut padaku?""Apa? Masih mau lagi?" Tantang Adelina tanpa takut.

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 149

    "Si-Sinar.. Tunggu!"Aamir mencoba menghadang Sinar dengan tubuhnya. Tapi Sinar tak perduli. Ia tetap melajukan motornya dan berlalu dari hadapan pria itu. Melihat itu, Aluna menjadi curiga. Rasanya pertemuan mereka terakhir terjadi di rumah sewa Aluna. Ketika si kembar saat itu tepat berusia tiga tahun. Sinar sangat senang ketika melihat Aamir kala itu. Dia bahkan rela menunggu Aamir yang berjanji akan berkunjung kembali.Tapi.. kenapa Aluna merasa seperti ada benang tak kasat mata yang terbentang antara hubungan Aamir dan Sinar? Keduanya terlihat canggung. Apalagi Sinar yang menjaga jarak. Wanita itu seperti menghindari Aamir. Apa mungkin pria yang dikagumi Sinar adalah Aamir? Ya, bisa jadi.Pas sekali ketika Sinar keluar ada sebuah mobil yang masuk. Seorang ayah dan dua anak kembar turun dari mobil dengan tersenyum cerah."Sayang!" Seru Aluna tersenyum lebar. "Kok cepet banget mainnya?"Abi dan Ditha berlari memeluk ibunya.

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 148

    Setelah peresmian, sekarang dilanjutkan dengan acara makan siang bersama. Sepasang kekasih ini tak mau berpisah. Mereka bahkan duduk berdampingan dengan Langit yang sangat perhatian. Di hadapan mereka ada Aluna dan Aamir yang memperhatikan. Aamir sampai terperangah melihat perlakuan Langit pada adik kesayangannya. Pantas saja jika Adelina bisa takluk. Ternyata Langit bisa bersikap manis juga. "Hey, mau kemana??!" Tegur Langit setelah melihat adik wanitanya berjalan menjauh. "Mau ke belakang." Jawab Sinar tak mau membalas pandangan. Di tangannya terdapat sebuah piring berisi makanan. "Ke belakang??" Dahi Langit sampai mengkerut. "Ngapain makan di dapur. Orang pada ngumpul semua disini!" Sinar menggeleng. Saat dia ingin membuka suara lagi Aluna ikut bersuara. "Makan disini saja, Sinar. Sama kami." Aluna menepuk kursi sebelahnya. "Ayo, Sinar. Kita juga belum berken

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 147

    "Gimana, Aluna? Apa kamu izinkan aku membawa mereka?" Tanya Arkan penuh harap. Aluna mengangguk. "Boleh, mas. Aku bantu mereka berganti pakaian dulu." "Biar aku aja yang menggantinya, kamu bersiap saja." Aluna masuk ke kamar si kembar dan membawakan baju ganti. Oleh karena ingin diajak bermain, si kembar pun menjadi antusias. Mereka dibantu oleh sang ayah untuk bersiap. "Oke! Sudah ready! Ayo kita pergi!" Ajak Arkan. "Denger kata ibu, ya. Jangan nakal. Jangan lari-lari." Ucap Aluna mengingatkan. "Oke, bu!" Jawab mereka serempak. Arkan meraih tangan putra putrinya. "Kamu mau barengan sama aku? Sekalian aku anter ke warung makan." Aluna menggeleng. "Aku bisa pergi sendiri, mas." "Mumpung searah, Aluna." Ah, Aluna tak pernah bisa kuat membalas tatapan mata memelas itu. Akhirnya d

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 146

    "Itu, kan?"Aluna memastikan penglihatannya. Mobil yang ada di depan rumah sewa itu adalah mobil mantan suaminya. Tapi tak mungkin Arkan tiba-tiba muncul, kan? Pria itu sedang di Sulawesi.Apa mungkin Fiona? Oh.. itu tidak mungkin lagi. Wanita itu tak bisa membawa mobil sendiri.Dengan rasa penasaran, Aluna masuk ke dalam rumahnya. Terdengar suara tertawa dari anak-anaknya yang sedang bermain. Serta suara pria itu.. suara maskulin dan berat dari seorang pria yang sangat di hapalnya.Oh.. hati Aluna tiba-tiba bergerumuh.. keringat dingin menjalar ke seluruh jemari tangannya.. rasa gugup ini sangat luar biasa.Aluna melangkahkan kakinya masuk ke dalam pintu yang sejak tadi terbuka. Saat melihat siapa yang ada disana, wanita ini terkesiap.Pria itu benar Arkan!"Ibu pulang!" Teriak Abi kegirangan.Anak ini berlari menuju pelukan ibunya. Aluna merunduk dan membalas pelukan Abi. Tapi mata itu tak lepas mena

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 19

    Keahlian Fiona adalah menyindir menantunya. Hal kesukaannya adalah menindas Aluna. Tak heran jika dia berani menghina menantunya sendiri di depan banyak orang.Adel yang merasa situasi menjadi canggung lantas mencairkan suasana kembali dengan mengajaknya makan siang bersama.Set

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 17

    Bermacam-macam perhiasan terhampar di depan mata Aluna. Bukan sekedar bualan belaka, Arkan benar-benar mengajak istrinya ke toko perhiasan pagi ini.Namun saat sampai disana, nyali Aluna menciut. Ia langsung memundurkan diri."Kayaknya nggak usah beli perhiasan, mas." Ujar Aluna

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 13

    "Memang susah ya kalau punya menantu dari kampung! Udah tahu suaminya sibuk kerja tapi masih aja di ganggu!" Fiona mendelik tak suka pada menantunya.Mendengar itu, Aluna yang tadi tertunduk berani mengangkat wajah."Sakit lambung mas Arkan tadi kumat, ma. Jadi aku berikan obat

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 11

    "Mas.."Pintu diketuk dengan pelan dan penuh kehati-hatian. Suara itu terdengar samar hingga Arkan harus melesatkan pendengarannya. Setelah yakin jika memang ada istrinya yang berdiri di depan pintu, barulah ia menegur."Masuklah." Ucap Arkan. Pria ini sibuk di ruang kerja sambil bermain di depan l

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status