分享

PPS | Manja

作者: Karl Valerie
last update publish date: 2026-05-19 15:31:07

Seno dan Rindu benar-benar pergi bersama ke bengkel ketika jarum jam menunjukkan pukul 7 pagi. Hanum sempat bertanya kenapa mereka pergi sepagi itu. Pasalnya bengkel milik Seno selalu buka pukul 9 pagi. Dan dengan tenang Seno menjawab jika mereka hendak mengecek persediaan bahan dan alat di gudang.

Melihat tidak ada gerak-gerik yang aneh antara Seno dan Rindu, Hanum terlihat langsung percaya. Wanita itu tidak sekalipun menaruh curiga pada keduanya. Sehingga dia membiarkan mereka pergi begitu sa
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Pesona Paman Seno   PPS | Tanda Merah

    Tubuh Rindu terasa remuk karena permainan panas yang baru saja selesai beberapa menit lalu bersama Seno. Sekarang sang paman tampak tertidur pulas di dalam pelukannya yang hangat. Gurat kelelahan tergambar jelas di wajahnya yang tampan. Sepertinya semalam pria itu kurang istirahat, tebak Rindu.Tangan mungil Rindu terulur mengusap surai gelap Seno dengan lembut. Gadis itu dapat melihat beberapa ruas rambut sang paman yang mulai memutih. Seakan menyadarkan pada dirinya jika usia sang paman sudah tidak muda lagi.Jarak usia dirinya dengan Seno lebih dari 20 tahun. Pria itu sudah cukup tua untuknya yang masih berada di awal 20-an. Tapi hal itu bukan menjadi penghalang bagi cupid untuk melontarkan panah asmaranya. Nyatanya perbedaan usia tak jadi masalah bagi Seno dan juga Rindu."Kenapa aku justru jatuh cinta pada lelaki ini?" gumam Rindu menatap lembut wajah tampan Seno di dalam lelapnya.Rindu tidak pernah menduga jika dirinya akan berakhir seperti ini. Berawal dari rencana balas denda

  • Pesona Paman Seno   PPS | Tak Cukup Sekali [+]

    Seno semakin gelap mata begitu mendengar ucapan Rindu. Tenggorokannya serasa dicekik yang membuat suaranya tercekat. Ucapan gadis di bawah kungkungannya itu benar-benar mampu membuat pikirannya buntu.Tanpa berkata-kata lagi, Seno kini mulai memposisikan wajahnya di depan pintu surgawi Rindu. Jakunnya tampak naik turun ketika melihat betapa indahnya milik sang gadis yang merah merekah.Rindu menggigit ujung jarinya menekan rasa malu yang hadir ketika mendapati posisi dirinya yang begitu terbuka. Kedua pahanya menekuk dengan kaki mengangkang lebar. Mempertontonkan bagian intimnya pada sang paman."Paman.." lirih Rindu resah.Seno mendongak dengan mata menggelap. Sudut bibirnya membentuk seringai mesum yang berhasil membuat milik Rindu makin berkedut.Tak ingin menyia-nyiakan waktu lebih lama, Seno mulai menyurukkan wajahnya ke depan. Menghirup dalam-dalam aroma memabukkan yang menguar dari inti Rindu. Sebelum kemudian menjulurkan lidahnya membelai labia gadis itu."Ouchhh.." Rindu meng

  • Pesona Paman Seno   PPS | Melebur Bersama [+]

    Rindu menatap Seno dengan pandangan sayu. Gejolak di dalam dirinya kian menguat, seiring dengan sentuhan-sentuhan lembut yang gencar Seno layangkan padanya. Membuat dirinya menjadi semakin tidak berdaya karena rangsangan tersebut.Di atasnya kini, Seno masih menatapnya dengan seringai nakal. Kobaran api di dalam tatapannya membuat Rindu ikut terbakar. Dia ingin Seno mempermainkannya. Menyentuhnya sampai ke titik terdalamnya. Lalu melebur bersama dalam gairah yang menyenangkan ini."Sentuh Rindu, Paman. Hancurkan Rindu dengan milik Paman Seno yang perkasa." suara Rindu tercekat ketika mengatakan kalimat nakal tersebut.Senyum di bibir Seno semakin melebar. Tatapannya berubah hitam pekat dengan dada bergemuruh hebat. Ucapan Rindu barusan benar-benar berimbas kuat pada dirinya."Tentu, Sayang. Paman akan hancurkan lubang kecilmu ini dengan milik Paman." Seno mendesis sembari menekan bagian tembam yang ada di antara kedua kaki Rindu dengan ibu jarinya.Rindu tak dapat menahan lenguhannya

  • Pesona Paman Seno   PPS | Melepas Rindu [+]

    BlushKedua pipi Rindu seketika memerah begitu mendengar ucapan Seno barusan. Dia pikir 'makan' yang pria itu maksud adalah makan pada umumnya. Tapi ternyata..Melihat Rindu yang terdiam dengan wajah semerah tomat membuat Seno tergelak. Dicubitnya dengan gemas ujung hidung Rindu yang membuat gadis itu mengaduh."Sakit, Paman. Paman kenapa suka sekali mencubit hidung Rindu." keluh gadis itu mengelus hidungnya yang merah.Bukannya merasa bersalah, Seno justru terkekeh tanpa beban."Bagaimana lagi? Kamu terlalu menggemaskan, Sayang." Seno terkekeh geli.Rindu tampak memberengut dengan bibir mengerucut. Membuat tingkahnya semakin lucu saja di mata Seno."Itu kenapa bibirnya begitu? Kode minta Paman cium, ya?" goda Seno yang masih belum puas mengganggu Rindu.Rindu yang mendengarnya jadi salah tingkah sendiri. Ingin pura-pura kesal, pria di depannya ini terus saja menoel pipinya. Membuat Rindu mau tak mau akhirnya berbalik menyerang Seno dengan mencubit pinggangnya."Aduh. Sakit, Sayang. C

  • Pesona Paman Seno   PPS | Kamar Rindu

    Sepiring nasi dan lauk yang Rindu ambil untuk dirinya dan Seno telah habis tanpa sisa. Gadis itu hendak membawa piring kotor itu ke dapur. Tapi dengan cepat Seno menahan pergerakannya."Mau kemana?" tanya Seno seperti enggan ditinggal.Rindu tersenyum tipis melihat raut wajah Seno saat ini. Persis seperti seorang anak laki-laki yang tengah merajuk."Rindu mau meletakkan piring ini ke dapur, Paman." jawab gadis itu dengan suara lembutnya.Seno tampak memajukan bibirnya memberengut. Pria itu tidak ingin jauh dari Rindu. Walau hanya beberapa menit saja."Rindu tidak akan lama. Setelah mencuci piring sebentar, Rindu akan kembali lagi menemani Paman di sini." timpal Rindu yang akhirnya disetujui oleh Seno.Pria itu dengan berat hati melepaskan lilitan tangannya dari pinggang Rindu. Dan menatap kepergian gadis itu dengan tatapan yang sulit diartikan."Entah kenapa aku tidak bisa jauh darinya barang sedetik saja." gumam Seno dengan semburat tipis menghiasi kedua pipinya.Di sisi lain, dengan

  • Pesona Paman Seno   PPS | Saling Cinta

    Rindu mendongak begitu mendengar pertanyaan dari Seno. Gadis itu terdiam, dengan manik sendu.Seno menatap balik Rindu dengan pandangan dalam. Diusapnya pipi gadis itu dengan lembut dan penuh perasaan. Membuat Rindu refleks terpejam meresapi sentuhan yang ada di sisi wajahnya."Awalnya Paman merasa ragu dengan apa yang Paman rasakan akhir-akhir ini. Bagaimanapun Paman sudah beristri dan tidak sepantasnya memiliki perasaan ini pada wanita lain." kata Seno masih dengan tangan yang membelai wajah Rindu."Paman sempat ingin memutuskan hubungan ini karena Paman tidak ingin menyakiti Hanum semakin dalam." lanjut Seno yang membuat Rindu menegang. Tiba-tiba saja dia merasa takut jika sampai hal itu terjadi.Seno tersenyum getir, menyadari akan kesalahannya yang fatal. Dia sudah menghancurkan rumah tangganya dengan bermain api bersama Rindu. Tapi dia juga tidak ingin melepaskan gadis itu begitu saja. Rindu telah membuatnya nyaman dengan segala perhatian yang dia berikan."Tapi seiring berjalan

  • Pesona Paman Seno   PPS | Tidak Pulang

    Seno mengelap keringat yang membasahi pelipisnya dengan punggung tangan. Rasanya benar-benar melelahkan karena sejak tadi dia tidak berhenti bergerak kesana kemari.Siang ini bengkel miliknya begitu ramai. Banyak dari para pelanggan setianya yang datang untuk memperbaiki kendaraannya. Sehingga Seno

  • Pesona Paman Seno   PPS | Terjatuh

    Seno mendekap Rindu dengan begitu erat sesaat setelah permainan mereka selesai. Wajah pria itu tampak berseri karena baru saja mendapatkan servis dari sang keponakan."Terimakasih, Sayang. Paman senang sekali karena kamu mau memberikan harta berharga kamu untuk Paman." kata Seno mengecup puncak kep

  • Pesona Paman Seno   PPS | Pertama Kalinya #2 [+]

    Tubuh Rindu tersentak-sentak seiring dengan gerakan jari Seno yang ada di dalam dirinya. Kedua tangan mungilnya mencengkram tepian sofa dengan bibir yang tak berhenti mendesah.Di depannya kini, Seno tengah bersimpuh sembari memainkan jarinya di dalam lubang miliknya. Menari-nari dengan begitu liha

  • Pesona Paman Seno   PPS | Mesra Bersama Paman [+]

    Entah sejak kapan posisi Rindu telah berbaring di atas ranjang. Dengan Seno yang mengungkung tubuh mungilnya menggunakan kedua lengan kekarnya. Bibir pria itu tak henti mengecupi wajah Rindu. Membuat gadis itu terkikik geli karena gesekan kumis tipis pria itu. Belaian tangan Seno yang singgah di w

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status