مشاركة

BAB 8: TUDUHAN

مؤلف: Kak Upe
last update تاريخ النشر: 2026-06-26 01:17:58

Janda Permaisuri membuka pintu.

Di dalam, Ning Yuan sedang membantu Kaisar mengenakan jubah naga. Kedua tangannya merapikan lipatan sutra hitam di bahu sang penguasa, wajahnya tenang. Jubah itu pas di tubuh Kaisar, sulaman naga emas berkilau di bawah cahaya lilin.

Janda Permaisuri mengamati putranya—diam, patuh

استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Pria Simpananku Ternyata Kaisar   BAB 22: SAHABAT BARU

    Ning Yuan membuka mata. Dan Kaisar sudah tidak ada di sampingnya. Ning Yuan menatap sekeliling, mencari sosok yang semalam menjaganya. Sayangnya, yang terlihat malah Putri Liang Yue dan Pangeran Ketiga Long Weijun yang duduk di dekat jendela."Kau mencarinya?" tanya Pangeran Ketiga, seolah sudah tahu hubungan tidak biasa antara Ning Yuan dan Kaisar."Kaisar sedang ada urusan. Ada pertemuan darurat dengan para menteri." jelasnya.Ning Yuan mengangguk, berusaha menyembunyikan rasa kecewanya.Liang Yue berjalan mendekat, membawa semangkuk obat herbal. Wajahnya masih pucat, tapi matanya sudah lebih cerah."Kak Yuan," panggilnya dengan suara lembut, "maafkan aku. Karena membelaku, kau jadi kena masalah. Seharusnya kau biarkan saja Kak Liang Lin membuliku. Aku sudah biasa."Ning Yuan menatapnya. "Aku baik-baik saja, Putri. Bagaimana denganmu?"Liang Yue tersenyum. Sebuah senyum yang terlihat sangat tulus. "Aku baik-baik saja. Walaupun aku gempal, aku ini perenang handal. Kemarin itu karena a

  • Pria Simpananku Ternyata Kaisar   BAB 21: TIDURLAH.. ATAU KAU INGIN KITA ...?

    Ning Yuan membuka mata. Dan yang pertama kali dia lihat adalah wajah tampan di hadapannya—Kaisar Long Weitian. Yups! Kaisar tidur di sebelahnya. Bukan di kursi, bukan di sofa. Tapi di ranjang yang sama, di sampingnya.Ning Yuan membeku sesaat. Lalu senyum tipis terukir di bibirnya, hampir seperti tawa kecil."Sungguh nekat." ucapnya pelan.Dia mengamati wajah Kaisar yang tidur dengan tenang. Alisnya tegas. Hidungnya mancung dan bibirnya tipis. Bibir tipis ini, biasanya selalu membentuk senyum menggoda bila berdua dengannya. Di bawah sinar rembulan yang merayap masuk, wajah itu tampak hampir lembut.Tanpa sadar, tangan Ning Yuan bergerak, menyentuh pipi Kaisar, merasakan hangat kulitnya. Lalu jarinya berpindah ke alis, ke hidung, dan berhenti di bibir Kaisar."Kau sungguh nekat," Gumamnya lagi. "Bagaimana jika ada orang yang melihatmu di ranjangku?""Apa kau selalu mengkhawatirku??"Ning Yuan tersentak. Matanya membelalak saat melihat mata Kaisar terbuka—terang, sadar, tidak menunjukka

  • Pria Simpananku Ternyata Kaisar   BAB 20: KAU HARUS BERADA DI DEKATKU

    Ning Yuan tiba di paviliun Janda Permaisuri sore itu. Sendirian. Qinglan sudah dia suruh ke rumah keluarga Shen untuk mengabarkan bahwa dia tidak akan pulang sampai jubah Kaisar selesai.Dia melangkah masuk dengan anggun, berpakaian sederhana tapi rapi. Di dalam, para nyonya bangsawan sudah banyak hadir, duduk melingkar di atas bantal sutra berwarna-warni. Aroma teh melati dan kue-kue manis memenuhi ruangan."Dimana Yang Mulia?" Batin Ning Yuan sebab dia tidak melihat Janda Permaisuri di mana-mana.Yang terlihat justru Putri Liang Lin yang duduk di kursi utama, tersenyum manis kepada para tamu. Di sampingnya, Ning Yuan melihat seorang gadis gemuk dengan wajah penuh jerawat duduk dengan malu-malu, matanya menunduk, tangannya menggenggam erat ujung bajunya."Siapa gadis ini?" Tanya Ning Yuan dalam hati.Ning Yuan terus berjalan mendekat kemudian menunduk hormat. "Hormat hamba Putri Liang Lin, hamba datang atas undangan Janda Permaisuri."Liang Lin tersenyum, seolah tamu terakhir yang dia

  • Pria Simpananku Ternyata Kaisar   BAB 19: ULAR YANG TERUS MEMPROVOKASI

    Shen Ziyuan melangkah masuk ke kediaman keluarga Shen dengan bau tak sedap. Seluruh tubuhnya mengeluarkan aroma kandang babi yang menyengat. Para pelayan yang melihatnya langsung menutup hidung, berusaha tidak menunjukkan rasa jijik.Nyonya Besar yang sedang minum teh di ruang utama langsung terkejut. "Ziyuan?! Apa yang terjadi padamu?!"Shen Ziyuan tidak menjawab. Wajahnya merah padam karena amarah dan malu.Ning Xue'er yang mendengar keributan segera berlari keluar. Begitu mencium bau dari suaminya, dia hampir muntah. Tapi dia menahan diri, berpura-pura peduli."Kak Ziyuan!" serunya dengan suara cemas. "Kenapa kau begini?"Shen Ziyuan mengepalkan tinjunya. "Entahlah!!"Nyonya Besar mengernyit. "Entahlah? Apa maksudmu dengan entahlah? Bukankah kau datang bersama Ning Yuan agar kecipratan pekerjaan dari Kaisar? Mengapa kau jadi bu kandang babi begini?""Aku bau kandang babi, karena aku bekerja di kandang babi, Bu!" Shen Ziyuan berteriak frustasi. "Kaisar menugaskanku membersihkan koto

  • Pria Simpananku Ternyata Kaisar   BAB 18: DIA KAH CALON RATU?

    Dengan mood yang kurang baik, Ning Yuan mulai mengambil ukuran jubah di tubuh Kaisar. Jemarinya bergerak di atas kulit sang penguasa; menyentuh bahu, dada, pinggang. Setiap sentuhan terasa seperti api kecil yang menjalar di aliran darah sang titisan Naga. Ning Yuan berusaha profesional, tap bohong jika ia tidak mengakui bahwa jari-jarinya tetap gemetar.Kaisar berdiri diam, menahan napas. Setiap kali jari Ning Yuan menyentuh kulitnya, dia ingin meraih wanita itu dan menciumnya. Tapi dia tahan. Dia membiarkan Ning Yuan menyelesaikan tugasnya."Sudah selesai," kata Ning Yuan akhirnya, suaranya datar. Dia membereskan perkakasnya dengan cepat. "Hamba akan mulai memperbaiki ukuran jubah yang kemarin agar Yang Mulia bisa mengenakannya." Ia membungkuk, hendak pamit pulang."Tunggu," Kaisar memanggil. "Kau tidak boleh pulang. Kau akan mengerjakan jubah itu di sini. Di istana."Ning Yuan menoleh. "Mengerjakan disini? Tapi ini butuh waktu Yang Mulia. Paling tidak dua hari.""Kalau begitu, sela

  • Pria Simpananku Ternyata Kaisar   BAB 17: CEMBURU

    Setelah Shen Ziyuan pergi, gazebo menjadi sunyi.Ning Yuan berdiri di tempatnya, tidak bergerak. Matanya menunduk, tapi pikirannya berputar cepat. Rasa sakit yang tadi menusuk dadanya masih terasa."Aku jatuh cinta padanya sejak sepuluh tahun lalu."Kata-kata Kaisar terus terngiang.Bodoh kau, Ning Yuan. Di mata Kaisar, kau tidak lebih dari wanita penghangat ranjangnya.Kaisar mengamatinya diam-diam. Matanya menyipit melihat ekspresi Ning Yuan yang dingin, tertutup, menjaga jarak.Ada apa dengan wanita ini? Kenapa dia tiba-tiba berbeda?"Kau diam sekali," ucap Kaisar pelan. "Apa kau tidak senang berada di sini?"Ning Yuan mengangkat kepalanya, wajahnya datar. "Hamba senang, Yang Mulia.""Kau berbohong.""Tidak, Yang Mulia. Hamba hanya..." dia berhenti, mencari kata, "...tidak nyaman."Kaisar tersenyum tipis. Tidak nyaman. Benar! Dia pasti tidak nyaman karena aku memaksanya menerima titah ini.Dia tidak tahu bahwa Ning Yuan berbohong. Dia mengira Ning Yuan tidak nyaman karena cara lici

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status