Share

BAB 29

Penulis: Rosela2505
last update Tanggal publikasi: 2026-07-29 18:20:27

Pesan yang Tertinggal

Suara Jacob masih terngiang di dalam kepalaku bahkan setelah penglihatan itu berakhir.

Aku berdiri terpaku di tengah gurun dengan napas yang terasa lebih berat dari biasanya, sementara Fragmen Api Purba di tanganku perlahan meredup hingga kembali menjadi kristal merah keemasan yang tampak biasa. Namun aku tahu apa yang baru saja kulihat bukanlah ilusi.

Jacob benar-benar meninggalkan jejak dirinya di dalam fragmen itu.

"Arjon."

Suara Sera membuyarkan lamunanku.

Aku menoleh
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • REINKARNASI PENGENDALI WAKTU TERAKHIR   BAB 29

    Pesan yang TertinggalSuara Jacob masih terngiang di dalam kepalaku bahkan setelah penglihatan itu berakhir.Aku berdiri terpaku di tengah gurun dengan napas yang terasa lebih berat dari biasanya, sementara Fragmen Api Purba di tanganku perlahan meredup hingga kembali menjadi kristal merah keemasan yang tampak biasa. Namun aku tahu apa yang baru saja kulihat bukanlah ilusi.Jacob benar-benar meninggalkan jejak dirinya di dalam fragmen itu."Arjon."Suara Sera membuyarkan lamunanku.Aku menoleh dan mendapati ketiga rekanku sedang menatap dengan ekspresi yang hampir sama.Khawatir, penasaran, dan sedikit terkejut."Apa yang kau lihat?" tanyanya.Aku menarik napas panjang sebelum menceritakan semuanya.Mulai dari dataran hitam yang asing, para Penguasa Waktu yang menyerangnya secara bersamaan, hingga pertarungan yang bahkan sekarang masih sulit kupercaya pernah terjadi.Semakin jauh aku bercerita, semakin berubah pula ekspresi mereka.Damar yang biasanya selalu santai kini terlihat seri

  • REINKARNASI PENGENDALI WAKTU TERAKHIR   BAB 28

    Ingatan yang hilangPerjalanan meninggalkan Kawah Merah berlangsung lebih tenang dibandingkan saat kami datang, tetapi pikiranku justru semakin ramai oleh berbagai pertanyaan yang belum menemukan jawaban. Pertemuan dengan Naga Api telah membuka banyak rahasia yang selama ini tersembunyi, namun setiap jawaban yang kami dapatkan justru melahirkan misteri baru yang lebih besar.Nama Lembah Langit Retak terus berputar di dalam kepalaku sepanjang perjalanan. Jika Jacob benar-benar meninggalkan sesuatu di sana, maka tempat itu kemungkinan besar akan menjadi tujuan berikutnya. Meski belum mengetahui apa yang menunggu di ujung perjalanan tersebut, aku mulai merasa bahwa seluruh jalan yang kutempuh sejak tiba di Bonua Toru perlahan mengarah ke satu titik yang sama.Gurun Abu membentang tanpa akhir di hadapan kami. Angin panas membawa debu merah yang sesekali berputar membentuk pusaran kecil di kejauhan, sementara matahari perlahan bergerak menuruni langit yang pucat. Damar menghabiskan sebagia

  • REINKARNASI PENGENDALI WAKTU TERAKHIR   BAB 27

    Aku masih memandangi Fragmen Api Purba yang berada di telapak tanganku ketika keheningan kembali memenuhi gua. Cahaya merah keemasan yang terpancar dari permukaannya bergerak perlahan seperti bara yang bernapas, memantulkan kilau hangat ke dinding-dinding batu di sekitar kami. Semakin lama kuperhatikan, semakin kuat perasaanku bahwa benda ini berbeda dari batu inti maupun artefak lain yang pernah kutemui selama berada di Bonua Toru. Di tengah keheningan itu, sebuah pertanyaan akhirnya muncul di benakku."Apa Jacob pernah memiliki Fragmen Api Purba ini?"Tatapan Naga Api turun ke kristal yang masih kugenggam sebelum ia menggeleng perlahan."Tidak."Jawaban itu membuatku sedikit terkejut karena hampir semua petunjuk yang kami temukan selama ini selalu berhubungan langsung dengan Jacob. Aku sempat mengira fragmen tersebut pernah menjadi bagian dari kekuatannya.Sera tampaknya memiliki pemikiran yang sama."Kalau begitu bagaimana dia mengetahui keberadaan benda ini?""Nah, itulah yang m

  • REINKARNASI PENGENDALI WAKTU TERAKHIR   BAB 26

    Warisan sang nagaFragmen Api Purba masih memancarkan cahaya merah keemasan yang hangat di telapak tanganku ketika keheningan kembali memenuhi gua. Pantulan sinarnya menari di dinding batu yang menghitam oleh panas magma, sementara Naga Api tetap memandang kami dengan tenang dari tempat peristirahatannya. Meski tubuh raksasanya tidak bergerak, keberadaannya saja sudah cukup untuk membuat siapa pun menyadari bahwa kami sedang berdiri di hadapan salah satu makhluk tertua yang masih hidup di Bonua Toru.Perhatianku belum sepenuhnya lepas dari kristal itu ketika suara berat Naga Api kembali menggema di seluruh ruangan."Kau ingin mengetahui lebih banyak tentang Jacob."Aku mengangguk tanpa ragu. Rasanya mustahil untuk tidak penasaran karena sejak pertama kali menginjakkan kaki di dunia ini, hampir setiap petunjuk yang kami temukan selalu mengarah pada nama yang sama.Tatapan Naga Api perlahan beralih ke lautan magma yang mengalir di bawah tebing batu sebelum ia mulai berbicara lagi."Asal

  • REINKARNASI PENGENDALI WAKTU TERAKHIR   BAB 25

    Naga Api tidak segera melanjutkan ucapannya setelah menyebut namaku. Mata raksasanya yang sebesar gerbang kota terus menatap ke arahku tanpa berkedip, seolah sedang memastikan bahwa orang yang berdiri di hadapannya benar-benar sosok yang selama ini ditunggunya. Sementara itu, aku hanya bisa berdiri diam berusaha mencerna apa yang baru saja terjadi karena rasanya sulit dipercaya bahwa makhluk kuno yang belum pernah kutemui itu mengetahui namaku."Kau mengenalku?" tanyaku akhirnya.Meski pikiranku dipenuhi berbagai kemungkinan yang membingungkan, suaraku terdengar jauh lebih tenang daripada yang kurasakan sebenarnya.Naga Api mengembuskan napas perlahan hingga udara panas menyapu seluruh gua sebelum menjawab bahwa ia telah mengenalku jauh sebelum aku dilahirkan. Alih-alih memberiku penjelasan, jawaban itu justru menambah daftar pertanyaan yang terus menumpuk di kepalaku.Damar, Sera, bahkan Lira terlihat sama terkejutnya, tetapi tidak seorang pun berusaha menyela karena kami semua memah

  • REINKARNASI PENGENDALI WAKTU TERAKHIR   BAB 24

    # Nama yang DilupakanSuara Naga Api masih bergema di seluruh penjuru gua ketika keheningan perlahan mengambil alih suasana. Tidak ada seorang pun yang berani bergerak ataupun mengucapkan sepatah kata setelah makhluk raksasa itu menyebut namaku dengan begitu jelas, seolah kami memang pernah saling mengenal sebelumnya.Aku berdiri terpaku di tempat sambil menatap sepasang mata emas yang menyala dari balik kegelapan. Cahaya merah yang berasal dari aliran magma di dasar gua memantulkan kilau pada sisik-sisik raksasa yang menutupi tubuhnya, membuat sosok itu terlihat seperti gunung hidup yang sedang beristirahat. Namun yang membuatku sulit mengalihkan pandangan bukanlah ukuran tubuhnya ataupun tekanan mengerikan yang terpancar dari keberadaannya, melainkan kenyataan bahwa ia mengetahui siapa diriku.Setelah berhasil mengendalikan keterkejutanku, aku akhirnya membuka suara."Apa kau baru saja menyebut namaku?"Naga Api tidak langsung menjawab. Ia hanya menatapku cukup lama, seolah sedang

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status