分享

Hadapi Kelemahanmu

作者: Dara Karinda
last update publish date: 2026-02-24 22:51:12
Badan Rawi meringkuk ketakutan. Tubuhnya bergetar hebat. Dia menutupi wajahnya dengan kedua tangan. Dia masih mendengar geraman dan desingan melingkupi dirinya. Anjing dan kumpulan lebah itu terus saja maju menyerang.

“Putri, bantu aku,” bisiknya parau.

Tidak ada jawaban. Hanya desau angin yang dia rasakan. Angin itu semakin membuat suasana semakin mencekam. Traumanya semakin bertambah.

Nafas panas anjing itu semakin dekat dengan telinga Rawi. Geramannya yang menakutkan membuat kuduk berdiri.
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Rawi, Sang Jejaka Super   Rawi Pamit

    Suasana hingar bingar terlihat di aula kampus Universitas Manunggal. Enam orang berjejer dengan tas punggung berukuran raksasa berada di dekat kaki-kaki mereka. Selain itu, tas kecil mereka terselempang manis di pundak.Beberapa koper terbaring pasrah di sekitar mereka. Banyak mahasiswa memberi selamat, dan berjabat tangan dengan mereka. Beberapa dari teman mahasiswa juga memberi pesan juga meminta oleh-oleh saat mereka pulang.Rawi melihat ke segala arah untuk melihat apakah Kak Brama sudah datang atau belum. Hiruk pikuk membuatnya kadang-kadang kehilangan fokus untuk mencari Kak Brama.Bermenit-menit kemudian, Dia melihat Kak Brama berlari panik ke arah mereka.Dia terengah-engah ketika sampai, dan berusaha mengatur nafas sebelum berbicara denga

  • Rawi, Sang Jejaka Super   H-1

    Keesokan harinya …Semua sudah berkumpul di tempat yang ditentukan. Dahayu sempat terlambat beberapa detik. Pram, Damian, dan Haris datang bersamaan sambil membawa perbekalan.“Kalian bawa apa itu?” teriak Kak Brama.“Cemilan, Bram,” jawab mereka sambil cengar-cengir.Kak Brama yang mendengar itu hanya bisa geleng-geleng kepala. Pram, Damian, dan Haris segera meletakkan makanan yang dibawanya ke tempat yang aman.“Ayo! Semuanya berkumpul di sumber suara!”Kak Brama memberi instruksi.Rawi, Kinanthi, Dahayu, Pram, Damian, dan Haris segera berlari mendekat ke arah Kak Brama.“Kalian sudah membawa yang kemarin

  • Rawi, Sang Jejaka Super   Persiapan Dimulai

    Pesan dari Kak Brama.{Sebentar, Kinan. Ada pesan dari Kak Brama. Kita lanjutkan lagi nanti]Rawi membuka pesan dari Kak Brama.{Rawi, apa benar berita yang aku dapat?}{Berita apa, Kak?}{Katanya kamu mau mengundurkan diri dari program pertukaran mahasiswa}Rawi mengambil jeda untuk mengetik balasan pada Kak Brama. Dia merasa harus memberikan jawaban yang bijaksana sehingga Kak Brama tidak salah paham.{Sebenarnya iya, Kak}Kak Brama kini yang lama memberi pesan balasan. Rawi memandang gawainya sampai hampir bosan, tapi balasan itu tak kunjung datang. Dia sampai merebahka

  • Rawi, Sang Jejaka Super   Bantuan Teman Baik

    Rawi terhenyak. Rawi masih menatap gawainya sambil membaca kembali pesan-pesan yang ada di grup. Dia tidak menyangka akan secepat itu dikeluarkan dari grup. Walaupun juga dia sadar, dia tidak ada kepentingan di grup tersebut. “Sudahlah. Mungkin mereka sudah memahami keadaanku saat ini. Biarkan saja mereka fokus untuk menyiapkan untuk keperluan pelatihan dan pemberangkatan.”Rawi kembali meletakkan gawainya, dan kembali merebahkan diri di atas kasur. Dia merasa lega karena teman-teman bisa menerima situasi dirinya yang memang berbeda dengan mereka. Dia berdehem. Tenggorokannya terasa kering. Dia bangkit dan berjalan menuju ruang tengah untuk mengambil segelas air minum. Dia menuangkan air dan meminumnya perlahan. Bu Krisan keluar juga dari kamarnya. Matanya terlihat lelah. Dia terlihat sedikit terkejut melihat Rawi ada di sana sedang memegang gelas. Hampir saja Rawi tersedak karena kaget. “Bu.” Bu Krisan duduk di kursi yang ada. “Maafkan kami, Rawi. Kami tidak bisa mewujudkan kei

  • Rawi, Sang Jejaka Super   Grup PPM

    [Lho! Kok mendadak batal begitu saja, Rawi. Harus ada penjelasan untuk hal ini!}{Ya, aku ada alasan tersendiri untuk hal ini. Maaf, memang semua serba mendadak jadi mungkin tidak ada keterangan tambahan}{Tidak bisa, Rawi. Kamu tidak bisa memutuskan sendiri. Kasihan teman-teman yang lain.}{Masih ada kamu, Kinan. Semua pasti teratasi}{Pokoknya keputusan ini belum final ya}{Maaf, dan terima kasih}Rawi masih membalas pesan Kinanthi beberapa kali sebelum dia mengacuhkannya. Matanya tertutup tapi pikirannya mengembara mencari jalan keluar terbaik untuk kondisinya saat ini.Walaupun hatinya tetap tidak rela melepaskan program yang

  • Rawi, Sang Jejaka Super   Respon Pak Bagaskara dan Bu Krisan

    Rawi menutup mata sebentar, kemudian membuka matanya kembali. Ketika dia membuka mata, dia sudah berada di kamarnya sendiri. Sebuah kamar temapt dia biasanya melepas penat selama kuliah. Tempat tenyaman baginya.Bu Krisan dan Pak Bagaskara segera menuju kamarnya. Entah mengapa mereka melakukan hal itu.“Rawi!” teriak Bu Krisan memastikan keberadaan anaknya.“Ibu! Bapak!”“Kok tiba-tiba sekali pulang ke rumah. Ada apa? Kamu sehat, kan?” Bu Krisan kembali melihat Rawi dengan seksama.Rawi tersenyum.“Aku sehat, Bu.”“Lalu ada apa? tidak biasanya kamu pulang dengan cara yang tidak biasa ini.” Pak Bagaskara mu

  • Rawi, Sang Jejaka Super   Komplotan Pak Salam

    Pram, Damian, Haris berlari dengan pakaian yang masih basah kuyup menuju tempat mereka bertemu dengan Pak Salam. Tangan mereka masing-masing menggenggam sebuah batu kecil.Sebenarnya mereka juga tidak tahu apa tuj

  • Rawi, Sang Jejaka Super   Dahayu oh Dahayu

    Hari ini dimulai dengan rutinitas pagi. Tanpa di komando, Rawi bersiap untuk lari pagi dan latihan fisik lainnya. Setelah mengisi energi dan sekedar membersihkan badan, Rawi memulai untuk berlatih pernafasan kembali. Di dalam benaknya masih muncul tanda tanya tentang apa yang terjadi kemarin. “Su

  • Rawi, Sang Jejaka Super   Pertanda Kedua

    Malam ini sesudah makan malam, Pak Bagaskara langsung menuju kamarnya. Kata hatinya mengatakan demikian. Segera dia menutup pintu rapat-rapat. Bu Krisan paham akan tindakan suaminya itu. Ketika waktunya Rawi melihat punggung bapaknya berlalu. Tanpa kata, dia segera masuk ke kamar. Rana hanya mema

  • Rawi, Sang Jejaka Super   Pembelaan Bapak dan Ibu

    “Kalian ini punya anak aneh tetap saja tidak peduli.” Tiba-tiba Mak Kerti berseru kepada Pak Bagaskara dan Bu Krisan yang sedang berada di halaman depan.Pak Bagaskara sedang menyemprot tanaman, sedang

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status