Home / Romansa / Resep Cinta Miri / Bab 7. Pesan dari Baskara

Share

Bab 7. Pesan dari Baskara

Author: Mozze Satrio
last update Petsa ng paglalathala: 2026-06-17 16:05:38

“Sebenarnya Seno minta Mama supaya nggak cerita ke kamu, tapi kamu tahu Mama paling nggak bisa main rahasia-rahasiaan.”

“Mendingan aku nggak tahu, Ma! Kalau begini, aku kan jadi ngerasa canggung kalau ketemu dia di acara itu.”

Ia pernah melihat wajah Seno dari foto yang ibunya tunjukkan. Sebagai pria paruh baya, Miri harus mengakui ia adalah pria

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Resep Cinta Miri   Bab 28. Arman Mempertanyakan Namira

    “Ngapain, Man? Belum balik?” tanya Wisnu dari balik dinding kubikel Arman.“Bentar lagi. Mau ngirim file dulu. Wisnu, gue boleh tanya sesuatu ” ucap Arman singkat.Arman Arkani mengetukkan jari pada sebuah kartu berukuran 9 x 6 sentimeter di tengah meja. Lembar berwarna navy blue itu mencetak nama pemiliknya dengan jelas:Namira ApsariSekretaris Direksi Terrahaus Property.Barisan angka lain ditulis manual dengan pena, sengaja dicantumkan di bawah nomor telepon profesional. Kata-kata ‘CALL ME’ yang mengikutinya menambah kebingungan dalam benak Arman.“Apaan?”“Namira … jomblo ya

  • Resep Cinta Miri   Bab 27. Call Me

    Arman memandang pantulan dirinya diri cermin. Ia menggunakan toilet sebagai alasan untuk kabur sementara dari diskusi di meja.Pria itu membuang napas panjang. Kepalanya coba meramu hubungan yang terjadi di antara orang sekitarnya. Jadi Seno menjalin hubungan dengan Sara, ibu Miri. Dan Baskara adalah calon suami Miri. “Astaga, kenapa dunia sempit banget, ya?” gumam Arman, menertawakan situasinya sendiri.Berkat Wisnu, kini Arkate akan segera menjalin kerja sama dengan Terrahaus, salah satau perusahaan properti terbesar di Indonesia. Menilai diskusi mereka hari ini, perjanjian kerja sama sudah tampak di pelupuk mata.Arman sadar ia tak boleh mengacaukan transaksi ini. Di masa depan, ia dan Baskara akan lebih sering berinteraksi. Jika ia ingin menjaga reputasi Arkate, Arman harus berbaik-baik dengannya.‘Jaga hubungan profesional, Man. Ini hanya bisnis,’ pikir Arman.Ia kembali ke meja makan, mendapati perbincangan di antara tiga orang semakin hangat. Arman menyelinap kembali ke kursin

  • Resep Cinta Miri   Bab 26. Makan Siang dengan Klien Istimewa

    “Arman Arkani! BURUAN!” teriak Wisnu dari lorong kantor.“Semoga sukses, ya! Kabarin kalau lampu ijo!” dukung Seno.Arman menggaet tas kerja, laptop, ponsel, dan buku catatannya. Ia memasukkan seluruh gawai dan setengah berlari menyusul Wisnu ke pintu depan.Saat matahari sedang tinggi-tingginya, mobil sedan yang Arman kendarai telah menempati area parkir Alternata, sebuah restoran eksklusif di pinggiran Jakarta. Wisnu yang duduk di kursi penumpang, mengecek waktu yang ditunjukkan jam tangannya.“Oke, kita nggak telat,” ujarnya, setelah mobil berhenti di halaman parkir.“Gue laper. Kalau mereka belum dateng, kita pesan makan duluan, ya,” gumam Arman sambil memegangi perut.

  • Resep Cinta Miri   Bab 25. Arman Mulai Galau

    “Arman.”Belakangan ini, Arman Arkani merasa ia bukan menjadi dirinya sendiri. Setiap kali ia bersama dengan seorang teman wanita, pikirannya tak pernah ada di tempat. Tubuhnya masih bereaksi alami ketika bersanggama dengan lawan main.Namun, seminggu ini kepalanya tak sedetik pun beranjak dari pertemuannya dengan Miri.Miri versi bioskop, bukan pekerja restoran berpenampilan kusut. Arman tak dapat melupakan wujud menawan itu. Dalam balutan gaun putih ketat bermotif bunga, bukan seragam kerja ala chef berwarna putih yang dua nomor kebesaran.“Arman.”‘Bagaimana bisa seseorang berubah menjadi jelita di satu hari dan lusuh di waktu lain?’ tanya Arman dalam hati.Rambut hitam Miri yang biasanya

  • Resep Cinta Miri   Bab 24. Jihan Menjemput Miri Pulang

    “Mir, aku udah sampai–langsung ke atas aja? Oke. Mal, aku ke atas dulu, ya,” ucap Jihan, memutuskan kontak dengan Miri di telepon.“Oke. Aku tunggu di basement aja, ya,” balas Kemal.Jihan turut menyeret Kemal yang menjadi supir untuk menjemput Miri malam ini. Awalnya pria itu menolak, tapi Jihan bilang Miri menangis di telepon. Mereka tak bisa tinggal diam.Tiga puluh menit telah berlalu sejak telepon terakhir Miri. Jujur, mendengar suara sendu Miri di tengah malam cukup mengkhawatirkan. Ia mengira Baskara melakukan hal buruk pada Miri.“Kamu nggak papa, kan, Mir?” tanya Jihan.“Tolong temani aku pulang,” balas Miri.Bagaimana

  • Resep Cinta Miri   Bab 23. Malam yang Panas

    “Peluk aku, Bas,” pinta Miri.Belum juga mereka melangkah jauh ke dalam apartemen Baskara, Miri telah menuntut perhatian lebih. Bukan karena ia haus kehangatan, tapi Miri ingin mendistraksi pikirannya dari ide-ide liar yang tak mau pergi. Keduanya berpelukan di ruang tamu, dalam gelap yang menyembunyikan mereka dari dunia.Dalam pelukan Baskara, ingatannya tentang anting pink muda yang ia temukan di lantai mobil memudar. Lengan Miri memeluk pinggang Baskara lebih erat. Kecupan singkat perlahan meningkat jadi gairah.“Jangan di sini, Miri,” bisik Baskara dengan telinga memerah.“Aku nggak mau pulang hari ini,” sahut Miri.Suara-suara dunia pun teredam. Di antara desahan napas dari bibir yang

  • Resep Cinta Miri   Bab 8. Chef Kemal Beraksi

    “Kalau dia bilang kamu nomor satu, berarti ada nomor dua,” ucap Kemal ketika Miri menunjukkan pesan terakhir yang ditinggalkan Baskara semalam.“Kok kamu ngomong gitu, sih?!” Miri geram.Ia memperlihatkan barisan pesan berantai yang Baskara tinggalkan kemarin. Selepas kata-kata yang menyakitkan, ada

  • Resep Cinta Miri   Bab 6. Berita Baru Bu Sara

    “Makasih makan siangnya, ya, Kemal. Lain kali masak lagi buat Tante, oke?” ucap Bu Sara ketika mengantar Jihan dan Kemal ke pintu.Selepas menikmati hidangan buatan Kemal, Bu Sara sempat bergabung dengan Miri dan teman-temannya. Mereka saling melempar canda di meja makan, berbagi berita terbaru ten

  • Resep Cinta Miri   Bab 5. Ibu Sara Baru Pulang

    “Selamat siang. Wah, kalian udah makan duluan, ya?” sapa sang wanita anggun yang muncul dari pintu depan.“Selamat siang, Tante,” balas Jihan dan Kemal bersamaan.Sara, seorang wanita paruh baya berparas cantik dengan potongan rambut sebahu. Tutur katanya lembut, berbagi pesona yang serupa dengan M

  • Resep Cinta Miri   Bab 4. Makan Siang Keluarga

    “Kamu tahu nggak kalau arrabbiata artinya ‘marah’?” Kemal membeberkan fakta, sambil mengaduk saus kental di dalam panci.Aroma pedas yang membubung bersama uap tipis menggelitik hidung Miri. Matanya terasa panas. Kemal tak mengizinkan Miri meninggalkannya barang sedetik agar ia merekam setiap langk

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status