首頁 / Romansa / Sebelum Tiga Tahun / 119- Oversharing ke Miss

分享

119- Oversharing ke Miss

作者: Sora Carita
last update publish date: 2026-07-30 09:46:05

Terhitung sudah dua malam ini Geza kembali menginap di rumah. Tempo hari pria itu hanya menemui Sansa lalu kembali ke apartemennya.

Hari sabtu ini mereka punya agenda menghadiri Family Market Day di sekolah Sansa. Kehadiran orang tua atau wali sebenarnya tidak wajib berdua—salah satu pun diperbolehkan.

Awalnya Tala berniat membiarkan Geza datang sendiri karena pria itu memang sudah antusias ingin datang. Namun Sansa menolak mentah-mentah.

"Sansa mau Om Eja sama Tata datang berdua."

Alhasil, mer
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節
評論 (4)
goodnovel comment avatar
Adfazha
Eja cm bs blg i'm sorry blm bs blg I Love U ke tata ya Sansa jd bayi peppa lom bs didownload wkwkkkkk oversharing to Miss bkin Miss overthinking
goodnovel comment avatar
jumenah rahma
hahaha masa harus diajarin sama sansa si om eja, nanti tata dipepet lagi versi ugal²an sm adrian ketar ketir
goodnovel comment avatar
El Craft
gemes banget,
查看全部評論

最新章節

  • Sebelum Tiga Tahun   120- Bala Bantuan

    Tala tak ingat berapa lama mereka menonton kartun itu.Yang ia ingat terakhir kali, ia hanya membiarkan bocah dan omnya itu merebah di pangkuannya. Punggungnya bersandar ke sofa, kelopak matanya terasa semakin berat, lalu semuanya gelap sampai suara ramai perlahan mengusik tidurnya.Tala mengernyit pelan sebelum membuka mata. Pandangannya masih buram. Ia berkedip beberapa kali, mencoba menyesuaikan fokus.Begitu penglihatannya mulai jelas...Ada banyak wajah sedang menatapnya.Meja ruang keluarga sudah bergeser ke samping. Di lantai terbentang karpet dengan camilan berserakan. Entah sejak kapan Bastian, Amika, Hanum, Sania, dan Rena sudah duduk lesehan sambil ikut menonton televisi.Dan...Sedang menonton mereka juga."Sore, Tante." Hanum melambaikan tangan sambil menahan tawa."Nyenyak bobonya?"Tala langsung terduduk tegak.Pinggangnya pegal luar biasa. Baru saat itulah ia sadar...Geza masih tidur.Bahkan kini pria itu sudah berbalik menghadap ke perutnya. Kepalanya bersandar di pa

  • Sebelum Tiga Tahun   119- Oversharing ke Miss

    Terhitung sudah dua malam ini Geza kembali menginap di rumah. Tempo hari pria itu hanya menemui Sansa lalu kembali ke apartemennya.Hari sabtu ini mereka punya agenda menghadiri Family Market Day di sekolah Sansa. Kehadiran orang tua atau wali sebenarnya tidak wajib berdua—salah satu pun diperbolehkan.Awalnya Tala berniat membiarkan Geza datang sendiri karena pria itu memang sudah antusias ingin datang. Namun Sansa menolak mentah-mentah."Sansa mau Om Eja sama Tata datang berdua."Alhasil, mereka berangkat bersama.Begitu memasuki area sekolah, suasana sudah dipenuhi tawa anak-anak dan obrolan para orang tua. Halaman sekolah yang biasanya digunakan untuk bermain kini berubah menjadi area penuh pernak pernik—spanduk Family Market Day terbentang di sana. Kanopi putih berjajar rapi, dihias rangkaian balon pastel, bunting berwarna-warni, dan papan nama kecil bertuliskan nama setiap kelas.Di depan setiap stan, beberapa anak sudah mengenakan celemek mungil dengan name tag masing-masing. D

  • Sebelum Tiga Tahun   118- After Menjanda

    Sepulang dari Janitra, Tala langsung meluncur ke apartemen Amika.Satu mug cokelat hangat membersamai sesi curhat mereka, setidaknya malam itu ia berhasil menukar kebiasaan menenggak kopi dengan sesuatu yang lebih ramah untuk lambungnya."Tala, lo gila?"Amika sampai menepuk meja kopi begitu mendengar seluruh cerita Tala. Mulai dari hubungannya dengan Geza yang semakin renggang, sampai bagaimana ia tanpa sadar membocorkan soal pernikahan kontraknya kepada Adrian.Tala menatap Amika datar."Iya. Gue udah gila sejak nerima tawaran FWB sialan itu, tahu nggak?"Amika memutar bola mata gemas."Please deh, Ta. Gue serius."“Gue apalagi.”Amika mendecak ”Maksud gue kenapa lo bisa sekeceplosan itu?””Ya mulut gue lebih cepet dari otak gue dan gue...ya gitu cerita yang sejujurnya.""Kok bisa? Nggak dialihin topiknya?"Tala menggeleng pelan."Refleks, Mik. Dia tuh... masih enak banget diajak ngobrol. Bahkan soal pemecatan itu, dia beneran kasih sudut pandang dari semua sisi."Amika mendecak. "I

  • Sebelum Tiga Tahun   117- Keceplosan

    Tala memiringkan kepala. "Ngejar Kak Sara? Karena Kak Sara karier di sini?"Kalimat itu meluncur begitu saja dari bibir Tala. Baginya, nama Ansara selalu menjadi jawaban paling masuk akal setiap kali Adrian terlihat begitu bersungguh-sungguh terhadap sesuatu.Adrian menggeleng pelan. "Bukan."Senyumnya tipis, nyaris tak terlihat."Sejak malam perpisahan sama anak-anak dulu, hubungan kami emang mulai renggang. Mungkin karena jarak, mungkin juga karena sama-sama sibuk... ya akhirnya selesai gitu aja."Tala masih mengingat malam itu.Saat Adrian memutuskan menerima tawaran kerja di Singapura, Sara menjadi orang yang paling keras menentangnya. Pertengkaran kecil mereka bahkan sempat terjadi di tengah acara makan malam perpisahan. Circle kuliah Adrian masih lengkap malam itu, dan Tala—yang cukup akrab dengan lingkaran itu—juga ikut bergabung.Malam itu pula Tala memilih mengubur perasaannya sendiri. Ia berhenti mengejar Adrian. Berhenti mengagumi pria yang sejak awal kuliah diam-diam memenu

  • Sebelum Tiga Tahun   116- Boleh Pulang?

    Tala segera kembali ke ruangannya.Begitu membuka pintu, aroma makanan langsung menyambutnya. Di atas meja dekat sofa sudah tersusun beberapa makanan jepang lengkap dengan minuman.Kening Tala langsung berkerut. Ia bahkan belum sempat memesan makan siang."Itu siapa yang pesan, San?"Sania menyeringai lebar. "Suami mbak Tala dong. Lengkap. Semua makanan favorit mbak.”Belum sempat ia berkata apa-apa, sosok pria itu muncul di ambang pintu."Kopi saya ada, San?"Pertanyaannya ditujukan pada Sania.Namun matanya sama sekali tidak lepas dari Tala."Aman, Pak. Sesuai pesanan.”"Oke, thanks."Tanpa merasa canggung, Geza melangkah masuk lalu duduk di sofa kecil di depan meja kerja Tala, seolah ruangan itu juga miliknya.Sania memandang keduanya bergantian sebelum menyeringai."Ini vibesnya kayak lagi ada di zona perang gitu gak sih pak?”Geza menoleh.”Perlu saya kunciin gak pak? Janji deh kali ini gak asal nyelonong masuk. Nggak bakal ada drama live streaming lagi." Sania menyeringai lebar.

  • Sebelum Tiga Tahun   115- Rencana Konsorsium

    Tala baru kembali menjelang tengah malam.Setelah membersihkan diri dan memastikan Sansa sudah tertidur pulas, ia turun ke dapur untuk mengambil segelas air. Saat tiba di rumah tadi, ia tidak melihat mobil Geza di garasi, begitu pula sosok pria itu di dalam rumah. Entah sedang ke mana, tetapi ketidakhadirannya justru membuat dada Tala sedikit lebih ringan. Malam ini ia benar-benar tidak sanggup menghadapi Geza lagi.Sejak keluar dari rumah sore tadi, Tala hanya ingin menjauh dari semuanya—dari pertengkaran itu, dari Geza, juga dari isi kepalanya sendiri yang tak berhenti berputar. Karena itulah ia pergi ke satu-satunya tempat yang selalu berhasil membuat kepalanya sedikit lebih tenang. Tempat sembunyinya, yang hanya diketahui Amika.Namun, begitu memasuki area dapur, Tala justru dibuat terkejut saat melihat Geza keluar dari ruang kerja dengan segelas wine di tangan. Refleks ia mempercepat langkah, mengambil gelas, menuangkan air, lalu berniat segera kembali ke kamar tanpa menoleh sedik

  • Sebelum Tiga Tahun   2- Warisan Rumit

    Tala tak sanggup mencerna kalimat itu. Menikah dengan adik kakak iparnya? Sebutannya memang masih keluarga, tapi mereka hanya dua orang asing yang kebetulan terhubung karena sebuah pernikahan kedua kakaknya.“Kamu gila?” Tala mendengus, tawa hambar keluar dari bibirnya yang pucat. “Akal sehat kamu k

  • Sebelum Tiga Tahun   1- Kehilangan yang Tak Terduga

    Tala berdiri memandangi gundukan tanah merah yang masih basah. Rasa sakitnya sama. Sama seperti saat ia kehilangan ibu, lalu nenek, dan terakhir ayahnya. Kehilangan sudah terlalu akrab dalam hidup Tala. Namun kali ini, ia berusaha berdiri lebih tegak—meski sekujur tubuhnya masih gemetar dan kepalan

  • Sebelum Tiga Tahun   11- Celah di Sofa Abu

    Jam sudah menunjukkan pukul satu dini hari saat Tala akhirnya memutuskan turun ke lantai bawah. Dia benar-benar tidak bisa tidur. Bukan karena ini adalah malam pertamanya dengan status sebagai istri Geza.Bukan.Tidak akan ada yang berbeda karena mereka bukan pasangan nyata. Alarm tubuhnya saja yang

  • Sebelum Tiga Tahun   10- Rahasia Besar Lain

    Geza tidak terkejut saat Tala menuntut penjelasan dengan tatapan menghunus. Pria itu memutar tubuh untuk menghadap Tala sepenuhnya."Kita enggak sedang membohongi anak kecil, Tala." jawab Geza rendah, terlampau tenang. "Keluarga saya, kolega bisnis saya dan Arka, sampai pengadilan—ada terlalu banyak

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status