Share

Bab 65 Peran

Penulis: Secret juju
last update Tanggal publikasi: 2026-01-15 15:16:01

Winter dan Greyson sudah duduk di meja makan ketika Maia datang membawa hidangan terakhir. Meja itu penuh, terlalu penuh untuk ukuran sarapan. Beberapa lauk berat tersaji rapi, porsinya berlimpah, seolah sarapan hari ini adalah perayaan kecil.

Winter melirik sekilas, lalu menoleh pada Greyson.

Ia tahu betul kebiasaan suaminya. Greyson tidak pernah sarapan berat. Biasanya hanya roti tawar, telur rebus, dada ayam, atau jus buah. Apalagi saat ini, ia sedang menjaga diet dan massa ototnya. Proses s
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Skandal Panas Tuan Aktor   Bab 128 Biasku, Suamiku

    Winter terbangun perlahan. Kelopak matanya membuka, dan hal pertama yang tertangkap penglihatannya adalah wajah Greyson yang masih terpejam di sisinya.Rambut pria itu berantakan, tidak diatur, jauh dari tampilan kamera. Wajahnya polos, hidungnya tinggi, bibir tipis dengan warna merah alami, dan kulit putih yang terlihat halus di bawah cahaya pagi. Tenang. Nyaris terlalu sempurna untuk disebut nyata.Winter menatapnya lebih lama dari yang ia sadari. Ingatan lama muncul tanpa diminta.Dulu, ketika Greyson masih menjadi bagian dari grup idolnya, berada di masa paling bersinar dalam karir mereka. Lagu-lagu grup itu sering terdengar di mana-mana. Stasiun televisi, festival musik, linimasa media sosial, hingga konser tunggal yang selalu penuh. Winter masih SMP saat itu. Ia tidak benar-benar menjadi penggemar, hanya pendengar pasif yang tahu nama grup itu karena hampir semua teman perempuannya membicarakannya.Grup beranggotakan lima orang, masing-masing dengan visual kuat dan karakter yan

  • Skandal Panas Tuan Aktor   Bab 127 Berdamai

    Terus bersembunyi di balik ketakutan akan rusaknya reputasi ternyata bukan jalan keluar.Greyson akhirnya menyadari, yang seharusnya ia lakukan sejak awal bukan membiarkan orang lain menentukan langkahnya, melainkan menghadapi sendiri setiap konsekuensi dari pilihan hidupnya. Bukan terus mengikuti keputusan yang dibuat demi melindunginya, baik oleh Winter maupun Pak Han.Seperti yang sudah diduga, tidak semua orang menerimanya. Masih ada yang menghujat, masih ada yang mengungkit masa lalu dan menganggap Winter sebagai penyebab berbagai masalah yang pernah menimpanya.Namun jauh lebih banyak orang yang memilih melihat kenyataan apa adanya.Mereka melihat bagaimana Greyson tidak pernah sekalipun menyalahkan Winter. Sebaliknya, ia selalu berdiri di sisi perempuan itu, bahkan ketika semua orang memilih menjauh.Perlahan, opini publik pun berubah.Kini Greyson tidak lagi menyembunyikan Winter. Ia menggandeng tangan perempuan itu di tempat umum tanpa rasa takut. Tidak lagi menundukkan kepal

  • Skandal Panas Tuan Aktor   Bab 126 Aku Bersamamu

    Greyson menyalakan siaran langsung dari ruang kerjanya.Sudah lama ia tidak menyapa penggemarnya secara santai seperti ini. Dalam hitungan menit, jumlah penonton terus bertambah. Kolom komentar bergerak begitu cepat hingga hampir tidak bisa dibaca."Sudah lama ya kita tidak mengobrol seperti ini," sapa Greyson sambil tersenyum. "Terima kasih masih mau meluangkan waktu."Selama beberapa menit, obrolan mereka mengalir ringan. Greyson menjawab pertanyaan tentang film terbarunya, proses syuting, hingga kegiatannya setelah kembali dari masa hiatus.Hingga sebuah komentar menarik perhatiannya."Oppa, apa sekarang sudah punya pasangan?"Disusul komentar lain."Setelah wawancara podcast kemarin, banyak yang yakin Oppa sedang menjalin hubungan.""Kalau memang benar, semoga kali ini dapat perempuan yang baik. Jangan seperti Winter yang dulu cuma memanfaatkan Oppa."Senyum di wajah Greyson perlahan memudar. Ia membaca ulang komentar itu beberapa detik.Kolom komentar masih terus bergerak. Ada ya

  • Skandal Panas Tuan Aktor   Bab 125 Aku Akan Bicara

    Greyson dan Winter berjalan berdampingan setelah turun dari taksi. Tangan mereka saling menggenggam, sementara Greyson menarik koper yang baru saja diturunkan sopir dari bagasi.Keduanya tampil sederhana. Winter mengenakan mantel panjang dengan syal yang menutupi sebagian wajahnya, sedangkan Greyson memakai masker hitam dan jaket tebal. Sejak Greyson berangkat menuju Paris beberapa hari lalu, pergerakannya ternyata sudah dipantau paparazzi. Mereka mengikuti setiap jejaknya hingga akhirnya menemukan siapa orang yang ia datangi di kota itu.Baru beberapa langkah menuju pintu keberangkatan, seorang pria tiba-tiba menghampiri sambil mengarahkan kamera ponselnya ke wajah mereka."Greyson! Jadi benar kau datang ke Paris untuk menemui kekasihmu?"Pria itu bahkan mengangkat layar ponselnya lebih tinggi.Refleks Greyson langsung bergeser setengah langkah ke depan. Satu tangannya meraih bahu Winter, sementara tangan lainnya mengangkat sedikit kerah mantel perempuan itu agar wajahnya semakin te

  • Skandal Panas Tuan Aktor   Bab 124 Luka Terdalam

    Sore itu kawasan tepi Sungai Seine dipenuhi orang-orang yang menikmati akhir pekan. Beberapa duduk di bangku taman, ada yang berjalan santai di sepanjang tepian sungai, sementara kapal-kapal wisata melintas perlahan di atas permukaan air.Greyson dan Winter berjalan berdampingan tanpa tujuan khusus. Sesekali mereka berhenti untuk melihat para pelukis jalanan atau sekadar menikmati suasana kota.Hingga tiba-tiba terdengar suara benda menghantam permukaan air.Byur!"Tolong! Ada yang jatuh!"Beberapa orang spontan berlari ke arah tepian sungai.Winter ikut menoleh. Refleksnya ingin melihat apa yang terjadi. Namun langkah Greyson berhenti. Tubuhnya mendadak kaku. Napasnya terputus-putus.Suara orang-orang di sekitar perlahan menghilang dari pendengarannya, berganti dengan dengungan yang semakin nyaring.Tatapannya terpaku pada riak air di sungai. Bayangan saudara kembarnya itu muncul kembali di kepalanya, seolah sedang berusaha menggapai permukaan sebelum perlahan menghilang ke dalam ai

  • Skandal Panas Tuan Aktor   Bab 123 Dewasa

    Greyson menangkap isyarat Mike dari balik kamera."Kalau pasanganku cemburu atau tidak..." Sudut bibirnya terangkat tipis. "Kurasa itu pertanyaan yang seharusnya ditanyakan langsung kepadanya."Tawa kecil terdengar di dalam studio.Pembawa acara ikut tersenyum. "Berarti benar sudah punya pasangan?"Greyson tidak langsung menjawab. Ia menautkan kedua tangannya di atas meja."Aku hanya ingin mengatakan satu hal.""Sebagai aktor, pekerjaanku adalah membuat penonton percaya pada karakter yang kami perankan. Chemistry yang kalian lihat di layar adalah hasil kerja sama banyak orang, mulai dari lawan main, sutradara, penulis naskah, sampai seluruh kru."Ia menoleh sekilas ke arah Chiara."Chiara sangat profesional. Kami sama-sama berusaha memberikan penampilan terbaik agar cerita ini sampai kepada penonton."Chiara mengangguk sambil tersenyum kecil.Greyson kembali menatap pembawa acara."Begitu kamera berhenti merekam, kami kembali menjadi diri kami masing-masing."Pembawa acara tampak masi

  • Skandal Panas Tuan Aktor   Bab 4 Menikahlah Denganku

    Pagi harinya, Winter terbangun seorang diri di kamar hotel dekat bar yang ia kunjungi semalam. Kepalanya berat, seperti baru dipukul dari dalam. Ia mengerjap beberapa kali, ruangan masih gelap, tirai tertutup rapat. Hanya samar-samar ia ingat Greyson yang membawanya ke sini.Setelah sadar penuh, ia

  • Skandal Panas Tuan Aktor   Bab 3 Rumor

    Bar itu tidak ramai, tapi cukup penuh untuk menenggelamkan suara di kepala Winter yang sejak pagi terus berputar. Lampu temaram membuat wajahnya tampak lebih lelah dari biasanya. Ia mengangkat gelas, menenggak isinya tanpa benar-benar memikirkan rasa. Jika dunia luar ingin menertawakan dan menghak

  • Skandal Panas Tuan Aktor   Bab 2 Pria di Parkiran

    Winter menghembuskan nafas pelan sebelum ia menyalakan mobil. Tangannya sempat berhenti di atas setir, kosong, bingung, marah pada dirinya sendiri, tapi lebih marah pada keadaan. Ia melirik ponselnya, tidak ada kabar dari Zain, kekasihnya. Pria itu sama sekali tidak menghubunginya, jangankan menan

  • Skandal Panas Tuan Aktor   Bab 1 Satu Malam

    “Aduh, kepalaku sakit…” Suara seraknya terdengar asing di telinganya sendiri. Winter bangkit perlahan, ruangan di sekitar tampak berputar sesaat. Ia menekan pelipisnya, merasa aneh saat kepalanya berdenyut hebat.Ini… lebih parah dari mabuk biasa.“Aku minum sebanyak apa semalam?” gumamnya bingung.

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status