Share

Mulai ada Rasa

Aвтор: Rr716
last update publish date: 2026-06-06 18:22:42

Mendengar rentetan pertanyaan dari Devan dan Vani, laki-laki bernama Vano itu malah terkekeh santai tanpa merasa bersalah sedikit pun. Dia mengusap sisa-sisa bedak tebal di lehernya dengan cuek.

"Hehehehe.... iya, kebetulan tadi kan banyak yang keliling ngamen, akhirnya ikutan deh. Tapi pas baru nyampe ke rumah kamu, eh udah dapat uang lima puluh ribu ini dari Om itu. Jadi ya gak usah keliling lagi, udah banyak hasil hari ini mah. Lumayan kan uangnya buat makan kita berdua sore ini," ucap Vano
Продолжить чтение
Scan code to download App
Заблокированная глава

Latest chapter

  • Suamiku, Tuan Mudaku    JAJAN DI SEKOLAH EMRAN

    "Iya karena dari kecil Emran deket banget sama Devan kebetulan Devan anak sahabat saya dan dia sudah seperti anak saya sendiri. Dan nikahnya pun dengan anak perempuan saya Vani." Ucap Mamih nya Edi memberikan mengenai silsilah keluarga sultan tersebut, menjelaskan mengapa si gembul Emran bisa sangat lengket dan menganggap Devan seperti ayahnya sendiri.Ibu-ibu berkerudung kuning yang mendengar jawaban tersebut langsung paham, rasa penasaran mereka akhirnya terbayar tuntas. Sambil melirik ke arah lapangan tempat anak-anak masih asik berlarian, salah satu ibu langsung mengelus perutnya yang mulai berbunyi."Udah yuk sambil nunggu mereka kita buka bekel kita saya udah lapar ini." Ucap ibu itu memberikan usul yang langsung disetujui oleh pasukan liwet penonton lomba.Mamih Eko pun tidak mau kalah. Dengan wajah berbinar ceria, beliau langsung menarik sebuah tas anyaman besar yang dibawa dari rumah tadi."Wah...saya juga ini bawa bekelnya di bawain mang Kardi yuk kita buka bekelnya." Ucap M

  • Suamiku, Tuan Mudaku    KESEKOLAH EMRAN

    Meskipun aroma mie goreng telur setengah matang buatan Daddy Damian begitu menggoda iman, rasa pundung di hati anak bujang itu rupanya masih tersisa sedikit. Vano memalingkan wajahnya ke arah lain dengan bibir yang masih mengerucut maju."Gak gak mau." Ucap Vano bersikeras menolak suapan sang ayah, mencoba mempertahankan harga dirinya yang sempat terluka.Melihat kembarannya masih mogok makan, Vani langsung mengambil tindakan tegas. Dia menatap lurus ke arah sepasang mata Vano dengan raut wajah yang mendadak ikut cemberut."Vano kalau Vano gak mau makan Vani juga gak akan makan." Ucap Vani mengancam, tahu betul kalau Vano paling tidak bisa melihat dirinya kelaparan.Vano langsung panik setengah mati karena takut Vani kesayangannya ikut-ikutan mogok makan dan takut kelaparan lagi seperti masa lalu."Jangan gitu atuh...." Ucap Vano yang langsung bangun dari posisi tidurannya dan tanpa aba-aba dia langsung peluk Vani dengan erat, menumpahkan segala rasa sayang dan protektifnya kepada san

  • Suamiku, Tuan Mudaku    VANO PUNDUNG

    "Om kalau nyiapin makan selalu minta makannya kita nanti malah sedikit om yang lebih banyak." Ucap Emran.Devan seketika menepuk jidatnya sendiri, menatap pasrah ke arah langit-langit langit ruangan dengan helaan napas berat karena lagi-lagi diskakmat oleh seorang balita."Astaga bocah segitunya pisan." Ucap Devan geleng-geleng kepala, tidak menyangka jika ingatan bocah gembul itu begitu tajam.Sebelum perdebatan paman dan keponakan itu memanjang, Pak Damian muncul dari arah dapur dengan langkah lebar. Kedua tangannya dengan cekatan membawa dua piring besar berisi mie pedas yang aromanya langsung menggugah selera, lalu meletakkannya di atas meja bundar dengan tegas."Udah jangan ribut Vano ini punya kamu. Punya Vani yang ini Daddy suapin." Ucap Damian membagi porsi dengan adil.Melihat piring makanannya dipisahkan dari piring Vani, Vano yang duduk di kursi langsung memasang wajah memelas. Dia menatap sang ayah dengan pandangan penuh harap."Vano pengen makan di suapin juga barengan Va

  • Suamiku, Tuan Mudaku    MESUM NYA DEVAN+++

    Mendengar teriakan histeris Devan yang menggelegar dari balik pintu kamar mandi, Mamih Eko langsung meletakkan gelas tehnya dengan cepat. Dengan langkah terburu-buru, wanita paruh baya itu langsung membuka pintu kamar mandi tersebut, menatap menantu Devan dengan dahi berkerut dalam."Ada apa lagi kata mamih juga sama mamih kamu ini." Ucap Mamih Eko mengomeli Devan yang tampak berdiri kaku di samping wastafel dengan wajah yang sudah pucat pasi mengalahkan wajah orang sakit.Devan langsung menoleh, matanya berkaca-kaca menunjuk ke arah lubang pembuangan air dan pakaian bawah Vani dengan ekspresi wajah yang dipenuhi kepanikan luar biasa seolah sedang melihat bencana besar."Mamih.... Huuuuuaaaa......lihat darahnya banyak kenapa gak abis-abis kasihan." Ucap Devan merengek heboh hampir menangis, merasa ngeri sekaligus iba melihat cairan merah pekat yang terus mengalir keluar dari tubuh istri kecilnya tanpa bisa dia bendung.Mamih Eko seketika menepuk jidatnya keras-keras, merasa tidak habi

  • Suamiku, Tuan Mudaku    DARAH HAID

    "Tenang Voni baik-baik saja kalau haid ya gini sakit itu normal ada yang bisa nahan rasa sakit itu ada yang gak yang pasti Voni baik-baik ajah gak kenapa-kenapa." Ucap dokter memberikan penjelasan medis yang sangat menyejukkan hati, menegaskan bahwa kondisi Vani sama sekali tidak membahayakan nyawanya.Namun, rasa penasaran dan kecemasan Devan rupanya belum sepenuhnya sirna. Pria itu menunjuk layar kalender di ponselnya dengan dahi berkerut, menuntut penjelasan lebih lanjut atas ketidaksesuaian tanggal yang ada di otaknya."Tapi kenapa harusnya haid tanggal 20 ini tanggal segini udah haid?" Tanya Devan penuh selidiki, merasa heran mengapa siklus bulanan istrinya bisa meleset cukup jauh dari jadwal biasanya."Hehehehe... Emang begini siklus haid emang kadang maju kadang mundur." Ucap dokter menjelaskan sifat alami hormon wanita yang memang sering kali tidak menentu akibat faktor kelelahan atau pikiran.Devan menghembuskan napas panjang, akhirnya bisa menerima penjelasan logis tersebut

  • Suamiku, Tuan Mudaku    KRAM PERUT

    Melihat wajah Vani yang tiba-tiba memucat dengan air mata yang mulai menetes menahan sakit, Vano yang baru saja kembali dari arah meja ujung langsung berlari tergesa-gesa. "Om... iiiiiiiiiiiihhhhhhh.... kenapa bikin Voni nangis." Ucap Vano yang lari sambil bawa kerupuk di tangannya, langsung menyalahkan Devan atas air mata yang membasahi pipi Vani.Devan yang jantungnya sudah mau copot karena panik luar biasa, tidak memedulikan tuduhan Vano. Dengan sigap, pria bertubuh tegap itu langsung merengkuh tubuh mungil istrinya."Eeeehhhh......bukan...... Voni kenapa." Tanya Devan yang tiba-tiba langsung gendong Voni di pangkuan nya, mendekap erat tubuh gadis itu dengan wajah yang dipenuhi kekhawatiran.Berada di pangkuan suaminya di tengah keramaian warung tenda yang dipenuhi banyak orang tentu saja membuat Vani merasa risi. Gadis itu menggeliat pelan, mencoba mendorong dada bidang Devan dengan sisa tenaganya."Lepas.... Voni gak apa-apa." Ucap Voni sembari merintih pelan, wajahnya bersembun

  • Suamiku, Tuan Mudaku    Gara-gara gelas hampir nyawa melayang

    "Sayang, ada apa?" tanya Devan dengan nada khawatir begitu menghampiri pacarnya."Ini, Sayang... pembantu kamu ceroboh banget! Dia mecahin gelas kesayangan aku, Sayang," adu Lana dengan wajah yang dibuat sesedih mungkin.Plak! Tanpa aba-aba dan tanpa bertanya lebih dulu, tangan Devan melayang kera

  • Suamiku, Tuan Mudaku    Yang pasti bukan pengemis

    "Lo gak lihat gimana pacar kesayangan lo itu ngebuli dia? Dia cuma diam, Dev! Padahal posisinya dia itu istri sah lo," ucap Eko dengan nada kesal yang tertahan. "Vani bisa saja lempar gelas itu ke muka Lana kalau dia mau, tapi dia gak sebodoh itu. Dia cuma gak mau cari masalah karena dia tahu sekar

  • Suamiku, Tuan Mudaku    Mencari kesempatan dalam kesempitan

    "Jam dua malam, Tuan," bisik Vani lirih sambil melirik jam di dinding klinik."Sudah, cepat jangan banyak protes. Kamu itu istri saya, jadi saya sah-sah saja memegang tubuh kamu," potong Devan dengan nada yang tak ingin dibantah."Tapi, Tuan..." Vani masih berusaha menolak."Gak ada tapi-tapian, ce

  • Suamiku, Tuan Mudaku    Tak Berharap Lebih

    "Nggak diminum lagi...." gumam Vani lirih. Matanya menatap nanar pada cangkir berisi kopi jahe yang sudah mendingin di atas meja makan. Padahal, ia sudah bangun sebelum subuh untuk meracik jahe segar agar tubuh suaminya hangat sebelum berangkat kerja. Namun, Devan bahkan tidak menyentuhnya sama sek

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status