Share

Pacar bayaran

Penulis: Mommy_Ar
last update Tanggal publikasi: 2026-06-06 11:19:13

Shila melangkah maju, memangkas jarak yang tersisa di antara dirinya dan Nayra.

Sepatu hak tingginya mengetuk lantai keramik dengan bunyi klik yang tajam, seirama dengan sorot matanya yang menghujam lurus.

Ia mengamati Nayra dari ujung kepala hingga ujung kaki dengan tatapan merendahkan, menilai setiap jengkal blazer hitam kerja dan celana formal yang melekat di tubuh gadis itu.

Di mata seorang model papan atas seperti Shila, penampilan Nayra terlalu sederhana untuk bisa bersanding dengan Ar
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Suara Aneh dari Kamar Mas Duda   Sekali lagi

    Cahaya mentari pagi yang hangat perlahan-lahan menyusup masuk melalui celah-celah gorden jendela kamar pengantin, membawa serta kicauan burung gereja yang saling bersahutan di dahan pohon mangga luar rumah. Sisa-sisa embun pagi di kampung halaman Nayra perlahan menguap, digantikan oleh hawa sejuk yang menyegarkan.Di dalam kamar bernuansa kayu itu, Nayra menjadi orang pertama yang membuka mata. ‘’Euughhh ….’’Kesadarannya belum pulih sepenuhnya, namun rasa hangat yang menjalar di seluruh tubuhnya seketika mengingatkan dirinya pada status barunya sekarang. Begitu menolehkan kepala ke samping kanan, pemandangan pertama yang menyapa indra penglihatannya adalah sosok Arga yang masih tertidur dengan teramat lelap.Nayra terpaku diam, menumpu kepalanya dengan satu tangan sembari memandangi wajah suaminya dari jarak yang sangat dekat. Dalam posisi sedekat ini, ia bisa mengagumi ciptaan Tuhan yang kini telah resmi menjadi milik aslinya. Arga tampak

  • Suara Aneh dari Kamar Mas Duda   Malam pertama

    Tangan Arga bergerak perlahan ke bagian belakang kebaya beludru Nayra, membuka satu per satu kancing pengait dengan gerakan yang teramat telaten namun menuntut, sementara bibirnya masih terus menjelajahi kemanisan bibir sang istri.“Mmmpphhh,”Tautan bibir Arga di bibir Nayra kini terasa jauh lebih berani, dalam, dan penuh dengan tuntutan yang membakar. Rasa cinta yang selama ini terbentung oleh batasan-batasan norma, malam ini tumpah ruah tanpa ada lagi dinding yang menghalangi. Arga melumat belahan bibir istrinya dengan ritme yang lambat namun pasti, menyedot habis seluruh pasokan udara hingga kepala Nayra terasa pening oleh sensasi memabukkan yang belum pernah ia rasakan seumur hidupnya.‘’Euughhh!’’Kedua tangan mungil Nayra mencengkeram erat bahu kokoh Arga, meremas kemeja putih suaminya seiring dengan kedua lututnya yang kian melemas. Merasakan kepasrahan dan ketulusan dari sang istri, tangan kekar Arga yang melingkar di pinggang Nayra bergerak s

  • Suara Aneh dari Kamar Mas Duda   Boleh dibuka?

    Malam akhirnya luruh sepenuhnya di kampung halaman Nayra. Riuh rendah suara para tamu undangan, sanak saudara yang saling bercengkerama, hingga denting piring katering yang beradu sejak pagi kini telah mereda. Di dalam kamar pengantin, suasana terasa begitu sunyi dan kontras. Kamar masa kecil Nayra itu telah disulap menjadi sangat cantik dengan seprai katun putih bersih yang baru, kelambu tipis yang menjuntai di sudut-sudut ranjang, serta hiasan kelopak bunga mawar merah yang ditaburkan membentuk pola hati di atas tempat tidur. Aroma harum dari ronce melati yang sempat dipakai Nayra saat resepsi tadi kini memenuhi seluruh penjuru ruangan, menciptakan atmosfer yang teramat intim sekaligus mendebarkan.Nayra duduk di tepi ranjang, masih mengenakan kebaya modern beludru hitam yang ia pakai untuk acara resepsi malam tadi. Tangannya yang gemetar perlahan mulai melepas satu per satu pin jepit rambut dan hiasan paes yang terasa berat di kepalanya sejak sore. Rambut panjangnya yang hit

  • Suara Aneh dari Kamar Mas Duda   Akhirnya SAH

    Rumah orang tua Nayra sudah dihias cantik dengan dekorasi kain furing bernuansa pastel dan bunga-bunga segar. Acara pertemuan dua keluarga besar itu berlangsung dengan sangat khidmat, dipenuhi oleh canda tawa, haru, serta prosesi tukar cincin tradisional yang semakin mempertegas status hubungan mereka di mata hukum adat dan keluarga. Kebahagiaan malam itu seolah menghapus seluruh sisa-sisa kenangan buruk tentang Shila yang sempat mampir di restoran beberapa waktu lalu. Masa lalu benar-benar telah selesai, dan kini saatnya mereka menyambut lembaran baru.Waktu bergulir dengan sangat cepat laksana kedipan mata. Kesibukan demi kesibukan mengalir begitu saja, mulai dari mengurus berkas di KUA, memesan katering, hingga menyebarkan undangan pernikahan kepada para sahabat dekat termasuk Tari yang sempat menangis histeris bahagia saat menerima undangan fisik tersebut di butik.Dan akhirnya, tepat satu bulan kemudian, hari yang paling dinanti-nantikan itu pun tiba.Di sebuah pagi yang cera

  • Suara Aneh dari Kamar Mas Duda   Membuat rencana

    Nayra menatap lurus ke dalam sepasang netra hitam pria di hadapannya, memancarkan seluruh rasa hormat dan kasih sayang yang ia miliki. "Terima kasih banyak ya, Mas, sudah mau terbuka dan menceritakan semua ini sama aku. Aku tahu ini gak mudah buat kamu," ucap Nayra dengan suara yang tulus dan bergetar halus.Arga menatap balik wajah polos kekasihnya. Beban berat yang selama bertahun-tahun ini bersemayam di pundaknya seolah menguap begitu saja, digantikan oleh rasa lega yang teramat sangat karena telah membagi rahasia terbesarnya kepada orang yang tepat. Arga tersenyum hangat, lalu memajukan tubuhnya untuk mendaratkan sebuah ciuman yang lembut dan lama di kening Nayra, menyalurkan rasa terima kasih mendalam atas penerimaan gadis itu.Ia menatap Nayra dengan binar mata yang berbeda, seolah enggan membiarkan gadis itu pergi dari sisinya malam ini. "Malam ini... kamu tidur di sini ya?" tanya Arga dengan nada baritonnya yang rendah dan memikat."Hah? Tapi... itu, tapi kan, Mas—" Nayra

  • Suara Aneh dari Kamar Mas Duda   Gak masuk logika

    "Dari awal, Mas," sahut Nayra mantap, matanya menatap lurus ke dalam netra hitam Arga. "Dari awal bagaimana kamu bisa kenal sama Mbak Shila, menikah, sampai akhirnya memutuskan untuk bercerai dulu. Aku ingin tahu semuanya agar tidak ada lagi bayang-bayang masa lalu yang mengganjal di antara kita."Arga tersenyum lagi, sebuah senyuman tipis yang sarat akan sisa-sisa kenangan lama, namun tidak lagi memancarkan rasa sakit yang mendalam seperti dulu. Ia menyandarkan kedua telapak tangannya di atas kasur, menengadah sedikit menatap langit-langit kamar sebelum memulai ceritanya."Aku pertama kali kenal dengan Shila saat aku baru saja menginjakkan kaki untuk merantau di Jakarta. Waktu itu, posisi hidupku belum semapan sekarang, Nay. Dulu, kami berdua bekerja di satu perusahaan agensi yang sama. Dia memulai kariernya sebagai model pemula, dan aku berada di bagian manajemen operasional," kenang Arga, suaranya mengalun tenang mengikuti alur memorinya."Dari sana, kami mu

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status