/ Male Adult / Swing Partner / BAB 55 – PARA TETUA KELUARGA PETRALIS

공유

BAB 55 – PARA TETUA KELUARGA PETRALIS

작가: Ough See Usi
last update 게시일: 2026-07-10 15:00:51

Dia bergabung dengan Orion Petralis di ruang rapat miliknya menjelang pukul 14.00. Beberapa layar monitor tambahan dan kamera di pasang untuk membuat suasana presentasi lebih akrab. Tim multi media dan IT The Esthetic mengubah penampakan ruang meeting yang bersifat formal menjadi terlihat informal. Lorenzo ikut membantu menghubungkan The Esthetic dengan para Tetua Petralis yang tersebar di beberapa negara Eropa.

Dia dan Vera mempersiapkan bahan

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Swing Partner   BAB 71 – REKAMAN KAMERA MOBIL

    Om Tara, Tante Larasati, Tante Amara dan Embun sudah berada di rumah sakit saat ambulans tiba di IGD. Kak Ishaak dan Kak Gayatri dalam perjalanan kembali ke Jakarta begitu mendarat di Surabaya. Kak Abdi masih berada di Bandung. Lintang beberapa kali menelepon Papa atau Mamanya untuk mengetahui kondisi Maharani. Orion turun dari ambulans. Dia mengernyit silau saat beberapa lampu blitz terarah pada wajahnya. Wajahnya kusut. Bagian depan kemejanya masih bernoda merah. Brankar ambulans diturunkan. Beberapa tenaga medis dari rumah sakit sudah bersiap menyambut pasien. Mereka bergerak cepat dan efisien. Brankar ambulans dibawa ke dalam ruang IGD. Orion Petralis mengikuti brankar. Ia tidak melepaskan tangannya dari Maharani. Hingga saat tiba di unit tindakan, petugas medis memintanya untuk menunggu di luar. Orion menggeleng, bersikeras untuk tetap di samping Maharani. Om Tara mendekati Orion. Merangkulnya. “Biarkan

  • Swing Partner   BAB 70 – DILUAR SKENARIO

     Pengawal dari Kak Abdi membentuk barikade. Pengawal Orion merapat di antara Keluarga Herlambang dan tuannya. Tangan Orion sedari tadi menggenggam tangannya. Jalur MBZ belum dibuka pasca evakuasi tetapi padat oleh orang-orang yang rela meninggalkan kendaraan mereka di bawah untuk naik ke tempat TKP. Beberapa lokasi yang terdapat jejak ban mencurigakan sudah ditandai oleh polisi dan difoto.  Helikopter sudah pergi sejak tadi. Kembali ke helipadnya di Prisma Glass Building.  Salah satu pengawal menyerahkan barang-barang miliknya kepada Banyu. “Handphone Ibu Rani tidak berhenti berdering sejak tadi,” kata pengawal saat menyerahkan gawai, tablet, laptop juga tas tote bag miliknya. Beberapa kru TV melakukan siaran langsung sejak tadi. Area jalan layang MBZ mendadak lebih terang dari biasanya. Mobil teman Banyu dengan audio yang luar biasa khas anak muda,  dipakai sebagai sound s

  • Swing Partner   BAB 69 – EVAKUASI

    “PARAMEDICS!” suara Lorenzo memanggil petugas medis dengan lantang, “MAKE WAY FOR PARAMEDICS!”“GESER MOBIL. BERI TEMPAT UNTUK MOBIL DEREK!” suara pria lainnya memberi perintah.“Berapa orang yang terluka terkena kabel dari winch yang putus? Minta ambulans tambahan!”“Helikopter seperti tidak kuat menahan beban!”“MOBIL DEREK. CEPAT!”Suara Banyu terdengar lantang berbicara dalam Bahasa Inggris.“MR. ORION, JANGAN BERGERAK DULU HINGGA MOBIL STABIL!”“AKU TAHU! AKU MASIH MENUNGGU.”“AKU DAN TEMANKU AKAN MEMASANG SLING TAMBAHAN KE HOOK HELIKOPTER.”Banyu menatap ke arah jendela depan mobil. Tersenyum pada kakak sepupunya.“MBAK RANI, JANGAN KHAWATIR. INSYAA ALLAH KITA SEMUA BISA. JANGAN TAKUT YA MBAK. BANYU DAN

  • Swing Partner   BAB 68 – YANG TAK TERDUGA`

    “TOLONG SAYA, PAK…” teriakannya terdengar panik.“Mbak..tolong. Jangan bergerak terlalu banyak. Roda depan mobil Anda menahan badan mobil supaya tidak terjun bebas ke bawah. Tetap tenang sampai bantuan datang!” suara pria lain terdengar.“Mobil-mobil besar tadi kemana? Bapak lihat kan, mobil-mobil boks besar dan trailer yang tadi?”Hening. Suara pria bercakap-cakap heran dengan sesama mereka di dekat mobilnya.“Kami tidak melihat adanya mobil boks besar satu pun, Mbak. Lagipula jalan layang ini tidak diperuntukkan untuk mobil-mobil besar.”“Mobil besar gak boleh lewat sini, Mbak…”“Apa??” dia keheranan, “Mobil yang terbakar di tengah jalan, Avanza hitam, itu mobil pengawal saya, Pak! Mobil mereka ditabrak keras oleh mobil boks di belakang mereka.”Hening. Kemudian

  • Swing Partner   BAB 67 – SERANGAN BERTUBI

    Dia menurunkan kaca jendelanya. Sekuat tenaga berteriak meminta tolong ke orang-orang yang berada di jalur berlawanan. Badannya dijulurkan keluar dari badan mobil. Kedua tangannya dilambai-lambaikan ke arah mereka. Suaranya pecah tetapi ia terus berteriak seperti orang gila.Perhatian orang-orang di jalur lawan arah masih terfokus kepada mobil yang terbakar di tengah jalan. Suaranya teredam oleh suara deru mesin mobil-mobil besar. Dia menoleh ke belakang. Sebuah mobil boks besar merayap perlahan menyejajari mobilnya. Menutup pandangan orang-orang dari jalur sebelah ke arah mobilnya.Harapannya pupus.Pria di kabin depan mobil besar itu menatapnya sambil tertawa.“Wuihhhh. Bening banget, Cok! Jancok edan tenan! Ayu ne…”Dia ketakutan. Dengan cepat menarik tubuhnya ke dalam mobil. Dia menaikkan kaca mobilnya dengan panik.&ldquo

  • Swing Partner   BAB 66 – NO WAY OUT

    Sudah dua hari sejak peristiwa itu, dia tidak menerima telepon ataupun pesan dari Orion Petralis. Dia terlihat begitu sibuk ataupun berusaha terlihat sibuk seolah sedang mengalihkan pikirannya kepada pekerjaannya. Siang ini, Vera memberitahu ada email dari keluarga Petralis tetapi bukan dari Orion. Brisia Petralis, adik Orion yang memesan satu set perhiasan dengan tema musim panas. Dan dia meminta untuk berkomunikasi langsung dengannya. Sayangnya, jadwalnya sudah padat hingga lusa nanti. “Buatkan jadwal untuknya setelah lusa. Sesuaikan saja dengan jadwal Nona Petralis,” nada suaranya terdengar formal.Vera menatap bosnya. Lalu menganggukkan kepala. Dia tidak mungkin menceritakan hal ini kepada Tuan Lintang karena Tuan Lintang sedang dalam perjalanan menuju Milan. Ada hal yang harus ditangani sendiri di sana selama tiga hari.Siang itu, dia menuju Paragon Persada. Kak Ishaak sudah menunggunya di teras lobby. Bahkan yang membukakan pintu mobilnya adalah Kak Ishaak sendiri.“Kamu baik-

  • Swing Partner   BAB 35 – DEEP TALK

    Perjalanan menuju makam di mobil Orion sunyi. Orion membiarkan dirinya hanyut dalam pikirannya sendiri. Memberinya waktu untuk merenung dan berpikir. Memberinya kesempatan untuk membenahi pikirannya tanpa membebani dengan aneka obrolan yang dipaksakan harus ada demi sopan sant

  • Swing Partner   BAB 19 – MEREKA TERLIBAT

    Rekaman CCTV dimulai saat Kak Ishaak menyerang Aldi. Audionya terdengar jelas. Mereka menonton bersama. Minus Mbak Anggita yang pulang duluan. .  Semua yang diucapkan dirinya melalui hipnotis yang dilakukan oleh Dokter Sita benar adanya. Hal yang tidak pernah ia tahu

  • Swing Partner   BAB 7 – HARI YANG SEMPURNA

    Meeting berjalan lancar. Klien sangat menyukai desain-desain dari para desainer The Esthetic Jewelry. Mereka bahkan meminta tambahan perhiasan di luar pesanan mereka dengan bahan mutiara laut asli Indonesia.Rasa mual yang dirasakan olehnya saat di lift tadi mendadak

  • Swing Partner   BAB 1 – RETAK

    Di usia pernikahannya yang kedua, suaminya selingkuh. Perempuan masa lalu suaminya yang datang kembali sebagai desainer perhiasan untuk perusahaan yang dibangun olehnya tetapi dikelola oleh suaminya. Penunjukannya sebagai desainer perusahaan miliknya murni atas inisiatif suaminy

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status