Mag-log inPangeran Wang Dong memberikan kode pada timnya untuk melaksanakan sesuai rencana mereka. Kondisi hutan saat itu benar-benar masih gelap. Karena matahari hanya bisa menembuskan sinarnya yang sedikit, akibat daun rimbun di atas sana. "Yang Mulia, di sini sepertinya tidak ada binatang yang bisa diburu?" ucap seorang pengawal Raja Wang Ming. "Ada. Tapi... binatang di sini bukan binatang biasa. Jadi kita harus memiliki kemampuan khusus untuk berburu, dan membuat kita melihat serta menemukan tempat persembunyian dan tempat berkumpulnya para binatang itu," jawab Wang Ming menjelaskan pada para pengawalnya untuk tidak sembarangan juga. Tiba di celah di bawah perbukitan yang kemarin Li Jing katakan, Wang Ming memang bisa melihat gerakan beberapa orang seakan sedang menunggu dia lewat di bawah perbukitan tersebut. "Mereka sudah bergerak," ucap Wang Ming memperingatkan para pengawalnya. Hujan anak panah ke arah Wang Ming membuat dia harus berkelit dan menangkis puluhan anak panah yang meny
Raja Wang Ming kembali ke posisi depan kereta kuda Li Jing. Dia pasang badan untuk ratunya. Li Jing yang melihat serangan itu mengkode ke pengawalnya untuk membantu membuka dan melancarkan jalan. Tiba-tiba serangan balik terjadi. Datang sekelompok pasukan yang mengenakan jubah hitam yang lain membantu Kerajaan Langit. Bala bantuan diam-diam membuat Wang Ming mengerutkan keningnya. "Ada pasukan bayangan yang melindungi Kerajaan Langit. Siapa mereka?" gumam Wang Ming. Li Jing yang mengetahui itu adalah timnya yang dia utus, Li Jing tersenyum tipis. "Mereka berhasil menghilangkan dan membereskan jebakan di pintu gerbang hutan ini. Terima kasih semua. Nanti bila aku pulang kalian pasti akan aku beri bonus untuk kerja keras kalian." "Yang Mulia, ada pesan, nanti bila sudah masuk hutan, Yang Mulia harap berhati-hati karena jebakan mereka sangat banyak. Jika dalam keadaan darurat Yang Mulia kirim sinyal bahaya maka tim paling dekat dengan keberadaan Yang Mulia akan datang membantu te
"Xing, ayo kita menyusup ke bagian gudang senjata malam ini. Ada yang terlupakan tadi!""Apa? Yang Mulia, di sana, bila malam begini penjagaan lapis dua. Kita akan kesulitan untuk menyusup.""Jika demikian kita harus lewat jalan tikus dan atas."Li Jing sudah memakai pakaian serba hitam dan menyamar dengan sempurna. Xiao Xing pun didandani seperti gaya Li Jing menyamar. Keduanya, bergerak pasti ke gudang senjata. Mereka lewat jalur rahasia yang Li Jing juga ketahui saat di kehidupan lamanya dulu saat dia memaksa ingin menemui ayahnya dan kakaknya yang mau dieksekusi mati oleh Wang Ming. Di ujung jalan rahasia itu sudah ada seutas tapi tua yang dulu pernah dia gunakan untuk memanjat dinding juga. Li Jing membawa Xiao Xing dengan ilmu meringankan tubuh yang dia pelajari dari ayahnya dulu, yang masih sempat melatih dan membimbing Li Jing bela diri. Li Jing naik ke genteng dan berjalan ke tengah dia buka genting dan mengulurkan tali di ruangan senjata yang sudah gelap karena jam malam
Li Jing menegang di tempatnya dia duduk saat mendengar 'Hutan Kabut Terlarang' wilayah itu memang dilarang konon dipercayai oleh penduduk sekitar Kerajaan Langit banyak binatang langka dan aneh yang memiliki berbagai kemampuan yang utama kemampuan untuk mengecoh siapapun yang masuk ke Hutan Kabut Terlarang tersebut. Wang Ming makin mengepalkan kedua tanganya rahangnya mengeras menahan hinaan dan amarah. Matanya merah nyalang menatap Perdana Menteri Pong masih kerabat dari Ibu Suri Rong Yue, yang kini menjadi orang kepercayaan Kerajaan Angin musuh besar Kerajaan Langit secara tidak langsung. Xiao Xing juga langsung tercekat, dadanya terasa sesak. Dia tak bisa membayangkan jika Ratunya menempuh bahaya ganda. "Yang Mulia, ini jebakan. Ini tidak benar. Tak ada seorangpun yang mampu keluar dari hutan larangan itu!" cemas Xiao Xing. "Aku tahu. Aku paham. Tapi ini menyangkut harga diri Kerajaan Langit. Mereka mendorong aku sampai batas kesabaran ku. Aku harus bergerak lebih cepat dari
"Juara Kedua adalah Kerajaan Langit. Juara pertama kali ini adalah Kerajaan Angin!" seru pembawa acara yang langsung disambut tepuk tangan yang sangat meriah oleh semua tamu undangan. Li Jing dan Raja Wang Ming terkejut akan hasil yang diluar dugaan. "Yang Mulia Baginda Raja, kini kami telah membuktikan bahwa kami berhak untuk diperhitungkan." "Seperti yang telah disepakati oleh Raja Terdahulu, jika ada peserta lomba dari acara persahabatan ini, maka kami juga berhak masuk dalam daftar para pengelola Jalur perdagangan Selatan. Jadi, kami berikan tantangan baru, di kegiatan lomba berikutnya, jika kami menang maka Ratu Li Jing Ratu Kerajaan Langit beserta para Selir akan kami bawa ke Kerajaan Angin di tambah jalur perdagangan Selatan." "Lancang! Perdana Menteri Pong, apakah taruhan Anda kali ini tidak terlalu berlebihan! Kerajaan Angin kekurangan wanitakah, hingga ingin merebut Ratu Kerajaan Langit dan Para Selir dan yang tidak masuk akal adalah jalur perdagangan Selatan, jal
Selir Mei Ling menatap tajam ke Ratu Li Jing. Kukunya mengerat meja di depannya. "Kau harus aku permalukan hari ini. Kau telah membuat aku mendapatkan hinaan dan tekanan dari mereka lagi!" geram Mei Ling dari tempat Mei Ling duduk. "Kegiatan yang dilombakan hari ini adalah lomba menulis kaligrafi. Puisi indah yang ditulis dengan gaya yang menarik akan diberikan nilai lebih." Pengumuman kegiatan dan aturan kegiatan yang dilombakan pun dibacakan sedetail mungkin. Raja Wang Ming mendengarkan dan mengawasi ke sekeliling taman itu dari singgasananya yang lumayan tinggi. Ibu Suri Rong Yue menatap tajam ke Pangeran Wang Dong dan Selir Utama Mei Ling yang duduk bersebrangan dan berhadapan. Li Jing juga kembali menatap Mei Ling dan Pangeran Wang Dong bergantian. "Aneh, mengapa aku baru menyadari, sejak di kehidupan lamaku hingga sekarang di kehidupan baruku, ternyata kedua orang ini selalu begini. Duduk bersebrangan dan saling berhadapan. Dimana ada Mei Ling di sana ada Pangeran Wang D
Xiao Xing, kembali dengan langkah cepat.“Yang Mulia, ini penawar racun yang Anda minta,” ucap Xiao Xing pada Li Jing. “Bagus. Apakah ada yang tahu kau membeli penawar racun ini?” Tanya Li Jing sambil memutar guci kecil berwarna hijau muda di tangannya. Matanya yang berwarna ungu amethist-nya,
“Aaarrggghhh! Mei Ling, aku ini Permaisuri Kerajaan Langit. Berani-beraninya kau mencambukku seperti ini. Apa kau tidak takut langit menghukummu?” Ctaaarrr! Ctaaarrr! Suara tongkat cambuk besar memekakkan gendang telinga semua orang di halaman depan Paviliun Terbengkalai. Mei Ling mengejek Li Ji
Keramaian di tengah pesta ulang tahun Raja Wang Ming di Kerajaan Langit begitu menyita perhatian banyak tamu undangan. Namun kegaduhan terjadi saat itu. "Lapor, Baginda Raja!" seru seorang pelayan yang lari tergopoh-gopoh dan langsung tersungkur di depan tahta Raja. "Ada apa?" tanya Ibu Suri Ron
“Pelayan, ada apa di luar ribut sekali?” Terdengar suara Li Jing dari dalam ruangan kamarnya. “Yang Mulia…” Xiao Xing langsung membuka pintu kamar Li Jing diikuti oleh Raja Wang Ming. “Yang Mulia, Baginda Raja mencari Yang Mulia,” jawab Xiao Xing pada Li Jing dengan tatapan yang sangat lega. “







