Beranda / Romansa / TERJEBAK CINTA BOS KEJAM / Bab 3 Sarah Mengamuk

Share

Bab 3 Sarah Mengamuk

Penulis: Ivan Witami
last update Tanggal publikasi: 2023-11-22 12:12:36

Sarah mengamuk di kamar hotel, tidak hentinya ia menampar Adipati dan Gunawan hanya duduk menyaksikan saja sambil merokok didekat pintu balkon. Gunawan tersenyum miring melihat anaknya yang memang tidak menyukai pengkhianatan.

“Kamu udah tidur sama dia? Kalian berdua udah berbuat apa aja?” teriak Sarah lalu mengambil kursi dan hendak menghantam Adipati. Namun Gunawan mencegahnya.

"Cukup, Sarah! Papa udah pastikan gadis itu dan Adipati gak pernah lagi berhubungan. Besok kalian pulang ke Surabaya. Papa mau menangani perusahaan di sini.” Gunawan kemudian Keluar dari kamar Sarah dan melihat sinis menantunya yang duduk diam di atas tempat tidur.

Adipati tidak berdaya karena yang mempunyai kuasa adalah istrinya. Tanpa Sarah mungkin ia masih menjadi orang biasa.

“Jujur sama aku, Mas! Kamu udah tidur sama dia!” teriak Sarah yang masih dikuasai emosi.

“Nggak, Sarah! Aku gak pernah tidur sama dia,” tegas Adipati memegang tangan Sarah yang hendak memukulnya lagi.

“Bohong, mana mungkin kamu gak tidur sama perempuan murahan itu, hah!”

“Cukup! Aku bilang sama kamu sekali lagi, aku gak tidur sama dia. Dia bukan wanita murahan! Dia wanita baik-baik!” teriak Adipati menggema di kamar hotelnya.

Sarah tertawa, merasa lucu mendengar ucapan Adipati yang membela Nesya.“ Kamu bilang wanita baik-baik, hah? Gak ada wanita baik-baik yang mau sama suami orang! Bagiku dia tetap murahan!” teriak Sarah tidak mau kalah.

“ Terus maumu apa sekarang, Sarah?” tanya Adipati sudah lelah dengan semua intimidasi dari sang istri.

“Tinggalin wanita murahan itu atau kamu tinggalin semua fasilitas yang udah papa kasih sama kamu, terus kita cerai, anak akan aku bawa, dan kamu bawa lagi kegembelannmu dulu itu.” Sarah menatap tajam kearah suaminya yang diam memikirkan sesuatu.

Bagaimanapun ia tidak bisa berpisah dengan sang istri tetapi ia juga sudah terlanjur jatuh cinta dan nyaman dengan kelembutan Nesya.

Adipati merasa terjebak dengan situasi yang rumit, antara istri dan wanita yang ia cintai. Sungguh pilihan yang sangat membuat Adipati delema.

“Ok, aku mau ninggalin Nesya demi anak kita. Aku gak bisa kalau harus pisah sama anak kita, maafkan aku,” ucap Adipati ragu karena di dalam hatinya hanya Nesya tetapi ia juga tidak ingin Sarah membawa anaknya.

Sarah menatap Adipati dengan ragu, ia tidak percaya begitu saja dengan ucapan suaminya. Tetapi ia berusaha percaya.

“Ok, tapi aku tahu dalam otak kamu itu pasti gak mau kan, kehilangan fasilitas dari papaku? Terus malam ini kita kembali ke Surabaya,” ujar Sarah tidak mau dibantah.

“Iya, tapi izinkan aku ketemu Nesya untuk minta maaf, atas segala kesalahanku karena udah bohong tentang status ku selama ini.”

Ucapan Adipati sukses membuat Sarah naik darah, sontak Sarah pun menampar pipi Adipati.“ Kamu minta izin mau nemuii wanita murahan itu? Kamu itu sudah kepergok selingkuh dan sekarang terang-terangan mau ketemu dia malam ini juga? Kamu udah gila, seharusnya yang minta maaf itu dia, bukan aku ataupun kamu, gila ya!”

Adipati semakin tertekan dan sangat merasa bersalah pada Nesya yang tidak tahu apa-apa tentang statusnya, sudah pasti saat ini Nesya begitu terluka karena amukan Sarah yang secara tiba-tiba.

“Bukan gitu. Sarah … kamu tahu sendiri. Nesya pasti syok sama kamu tadi, apalagi kamu ngamuk menghancurkan seisi apartemennya," jelas Adipati begitu pelan.

Namun, Sarah tidak terima.“Aku gak akan ngizinin kamu ketemu sama dia sebelum kamu jujur udah pernah ngapain aja kamu sama dia.” tegas Sarah menarik kerah kemeja sang suami.

“Aku gak pernah ngapain- ngapain sama dia, Sarah. Kalau pengen kayak gitu, aku pasti pulang cari kamu.” Adipati mulai mencium bibir Sarah.

Awalnya Sarah menolak dan memberontak tetapi ia juga tidak bisa melawan tenaga sang suami. Akhirnya Sarah pasrah dan melayani hasrat sang suami.

Begitulah cara Adipati meluluhkan hati Sarah jika sedang bertengkar. Sarah juga tidak bisa menolak karena baginya Adipati hebat saat di ranjang.

Setelah selesai memuaskan Istrinya, Adipati tersenyum melihat Sarah berjalan ke kamar mandi. Tetapi pria manipulatif dan licik seperti Adipati tidak akan tinggal diam. Ia mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi Nesya. Akan tetapi, sambungan ponselnya tidak aktif. Kemudian ia menghubungi bintang, sahabat Nesya untuk memastikan keadaan pujaan hatinya.

“Halo, Bintang,” sapa Adipati saat Bintang mengangkat sambungan ponselnya.

“Ada apa, Dip? Tumben kamu telpon aku, ada perlu apa?”

“Aku minta tolong sama kamui, Bin. Tolong kamu datang ke apartemen Nesya, dia habis dilabrak istriku,” jawab jujur Adipati karena selama ini Bintang juga tidak tahu jika Adipati mempunyai istri.

“Apa, gila kamu! Jadi selama ini kamu bohong sama Nesya?” tanya Bintang tidak percaya.

Adipati menceritakan semuanya tentang statusnya dan itu sukses membuat Bintang begitu marah, Bintang memaki-maki Adipati habis-habisan bahkan sumpah serapah pun tidak luput terlontar dari bibir Bintang untuk pria seperti Adipati.

“Terserah kamu mau memakiku, tapi tolong lihat kondisi Nesya, aku minta tolong sama kamu,” mohon Adipati lalu secepat kilat menutup ponselnya karena sang istri sudah keluar dari kamar mandi.

“Kamu telepon siapa?” tanya sang istri penuh selidik saat melihat Adipati meletakkan ponselnya di meja nakas.

“Temen," jawab Adipati santai.

Sarah kemudian meriah ponsel Adipati lalu melihat riwayat panggilan telepon milik sang suami.“ Bintang? Siapa Bintang? Laki-laki atau selingkuhan barumu?” tanya Sarah dengan tatapan tajam kearah suaminya.

Adipati meraih tangan sang istri dan mendudukkannya di atas pangkuannya.“ Itu teman, Sayang. Bukan wanita lain.” Adipati mencium pipi Sarah.

Sarah tak lantas percaya begitu saja, Sarah kemudian menghubungi nomor telepon tersebut.

“Ada apa lagi, Dip. Ini aku baru mau kesana,” jawab Bintang.

Sarah melihat kearah sang suami yang tersenyum padanya.“ Aku Sarah, istri adipati.”

Bintang terkejut dan beruntung ia tidak menyebut nama Nesya.“Oh iya, maaf. Ada apa ya?”

“Tidak ada, cuma mastiin suamiku gak lagi telpon sama perempuan yang namanya Nesya.” Sarah kemudian memutuskan sambungan ponselnya.

“Sekarang kamu percaya?” tanya Adipati melihat Sarah yang masih memasang wajah dingin.

“Hem, ya udah. Kita siap-siap pulang ke Surabaya,” ujar Sarah yang tidak mau berlama-lama di Jakarta karena takut suaminya bertemu dengan Nesya lagi.

Sementara itu Gunawan saat ini sedang duduk santai sambil minum wine di kamarnya. Ia menyewa kamar hotel yang sama dengan Sarah. Gunawan saat ini merasa puas dengan apa yang sudah ia lakukan pada Nesya. Andai ia tahu siapa Nesya yang sebenarnya, sungguh ia akan sangat menyesal dengan perbuatannya.

“Dengan aku merenggut mahkotamu. udah aku pastiin, kamu gak bakalbbisa berkutik dan gak akan pernah bisa dekat lagi sama Adipati. Aku pasti lakuin apapun demi kebahagiaan putri semata wayangku.” Gunawan meminum wine-nya kembali.

Gunawan tidak tahu siapa sejatinya Nesya Cantika. Ia adalah putri dari istri kedua almarhum Abi Sanjaya, pengusaha sukses dan orang berpengaruh di dunia bisnis.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Safiiaa
semangat ngetiknya Kak ...
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • TERJEBAK CINTA BOS KEJAM    Bab 33 Balas Dendam

    Gunawan dengan begitu menahan emosi memasuki kantornya, ia berjalan begitu tergesa-gesa. Pandangannya lurus kedepan dan ingin sekali secepatnya sampai di ruangannya. “Shinta!“ teriak Gunawan memanggil Shinta, rekan kerja Nesya dulu, yang sudah diangkat menjadi sekretaris Gunawan.Sinta terperanjat, ia berdiri dengan rasa takut mendengar suara bariton sang bos. Mata Sinta melihat ke arah pintu masuk ruangan Gunawan dan sesekali melihat seseorang yang duduk di kursi kekuasaan Gunawan. ‘Braakk!’ pintu ruangan dibuka dengan kasar. “Sinta!” Gunawan seketika terdiam saat melihat pria yang duduk di kurasi kerjanya. “Kau siapa? Beraninya duduk di kursiku!” ucap Gunawan dengan lantang. “Aku bukan siapa-siapa, tapi sekarang aku pemilik perusahaan ini,” jawab pria tersebut santai. “Pak, beliau ini tuan Arjuna. Pamannya tuan Arya. “Apa? Maksud kamu tuan Arjuna?” tanya Gunawan memastikan.“Iya, Tuan.” Arjuna tertawa melihat ekspresi wajah Gunawan.“Tepat sekali. Oh iya, saat pernikahan ka

  • TERJEBAK CINTA BOS KEJAM    Bab 32 Kejutan

    Nesya membuka mata, lalu melihat suaminya yang masih tidur disampingnya sambil memegang perutnya. Nesya menghela nafas panjang, pelan-pelan ia menyingkirkan tangan suaminya dari perutnya. Tangan satunya meraih ponsel di meja nakas. “Ck, kenapa aku lupa mencharge hp ku,” keluhnya setelah melihat ponselnya mati.Ia melihat ponsel Gunawan dan mengambilnya, beberapa kali ia memasukkan password nya, namun tetap gagal. Nesya tersenyum miring, ia berniat membangunkan Gunawan yang masih tertidur. Ia baru ingat jika orang bangun tidur pasti sedikit linglung dan sudah pasti akan memberikan password tersebut.“Bangun, Mas. Mas.” Nesya menggoyang pelan bahu Gunawan.“Hem,” balas Gunawan masih memejamkan mata.“Aku pinjam hp kamu ya? Mau telpon kak Arya,” ucap Nesya pelan lalu mencium pipinya. “Hem.” masih dengan posisi yang sama. “Passwordnya apa?”“Tanggal lahir Sarah,” jawab Gunawan parau dan masih posisi yang sama. Nesya menghembuskan nafas kesal, bisa-bisanya ia tidak terpikir selama ini

  • TERJEBAK CINTA BOS KEJAM    Bab 31 Ambisi

    Nesya berjalan santai di samping Gunawan saat memasuki kantor cabang yang dulunya tempatnya bekerja. Tidak peduli tatapan semua karyawan lain padanya, ditambah perutnya yang sudah mulai terlihat membesar dan Gunawan menggenggam tangannya dengan erat seolah tidak ingin melepasnya. Gunawan tersenyum bangga karena bisa mendapatkan Nesya yang begitu cantik, cerdas dan bisa dibilang primadona kantornya. Namun tidak dengan Shinta yang sudah tahu misi Nesya. Shinta hanya diam dan diam-diam mendukung apa yang dilakukan Nesya.Sesampainya di ruangan, Gunawan meminta Nesya duduk di sofa dan bersantai. Sedangkan dirinya meeting bersama karyawannya. “Nes,” panggil seseorang.“Shinta,” balas Nesya. Keduanya saling berpelukan melepas rindu karena sudah beberapa bulan tidak bertemu.“Apa kabar? Bagaimana jadi istri bos. Pasti pak bos manjain kamu ya?” goda Shinta membuat seulas senyum kecut dibibir Nesya."Iya sih, tapi aku masih benci sama dia. Misiku tetap masih sama, aku mau di masuk penjara.

  • TERJEBAK CINTA BOS KEJAM    Bab 30 Mencari Celah

    Nesya diam-diam ke ruangan kerja Gunawan, ia mencari beberapa berkas perusahaan penting. Ia tahu perusahaan suaminya itu sedang tidak baik-baik saja dan ia ingin mengambil alih perusahaan tersebut dengan bantuan sang kakak, Arya. “Dimana berkas perusahaan itu, hari ini aku harus menemukannya,” gumam Nesya mencari di lemari rak buku dan berkas penting lainnya. “Nes, kamu ngapain!” seru seseorang membuat Nesya terkejut.Nesya menoleh rupanya sang suami sudah pulang dari kantor.“Ah, ini aku cari buku yang kemarin kamu baca,” Nesya kemudian menarik nafas dalam-dalam lalu membuangnya perlahan.“Oh, Buku itu ada di laci meja nakas.” Gunawan menghampiri Nesya lalu memeluknya.“Kamu sudah makan,” tanya Gunawan masih memeluk Nesya.Nesya mengatur nafasnya. Ia takut ketahuan mencari dokumen penting perusahaan suaminya.“Belum, aku pengen makan ramen.”Gunawan melepaskan pelukannya. Ia tersenyum melihat Nesya lalu mengusap perutnya.“Baiklah, kita ke restoran langganan kita.” Nesya tersenyum ti

  • TERJEBAK CINTA BOS KEJAM    Bab 29 Kesabaran Gunawan

    Nesya duduk termenung di depan jendela besar rumah orang tuanya. Ingatannya kembali saat kedua orang tuanya masih hidup. Ingin sekali ia kembali ke masa lalu, kehidupan yang begitu harmonis bersama keluarganya. Namun, ia juga sadar, itu semua tidak mungkin terjadi. “Papa, mama. Mungkin ini jalan Tuhan yang terbaik. Aku akan melanjutkan hidupku. Kalian berdua sudah bersama, Nesya akan berusaha untuk menghadapi hidup ini tanpa kalian, Nesya pasti bisa,” batin Nesya lalu mengusap air matanya. Sudah satu minggu lebih, Gunawan juga masih begitu sedih melihat istrinya yang seolah belum menerima kepergian sang mama. Ia tahu rasanya ditinggal orang yang sangat dicintai. “Nes, makan dulu ya sebelum pulang,” ucap Gunawan sambil mengusap pundak Nesya.Nesya melihat Gunawan, pria dihadapannya itu sudah beberapa hari terakhir begitu perhatian padanya dan lebih protektif. Sebenarnya ia risih diperlukan seperti itu. “Mas, bisa tidak satu hari lagi kita menginap di rumah ini. Aku masih ingin dir

  • TERJEBAK CINTA BOS KEJAM    Bab 28 Gunawan Panik

    “Ma, secepat ini mama pergi menyusul papa. Nesya sama siapa ma. Apa mama tidak mau melihat Nesya mencari keadilan untuk diri Nesya. Sedikit lagi Nesya mendapatkan keadilan itu ma. Gunawan sudah jatuh hati dengan Nesya. Sedikit lagi bukti itu akan Nesya dapatkan,” batin Nesya diatas pusara sang mama. Nesya hanya bisa diam dan air matanya terus mengalir tanpa permisi. Untuk saat ini ia bingung harus melakukan apa. Dunianya serasa runtuh kehilangan orang yang sangat ia cintai setelah sang papa.Gunawan begitu setia menemani Nesya, merangkul dan mencoba memberikan semangat.“Sabar, Sayang,” ucap pelan Gunawan mencium pucuk rambut Nesya.“Nesya, pulang ya. Semua orang sudah pulang. Biarkan mamamu istirahat dengan tenang,” ucap Arya mengusap pundak sang adik.Nesya mengusap air matanya lalu bangkit dibantu Gunawan. Namun, tiba-tiba ia tidak sadarkan diri. Semua kerabat yang masih ada di pemakaman panik terlebih Gunawan dan Arya. “Nesya,” ucap Gunawan menepuk lembut pipinya, kemudian membop

  • TERJEBAK CINTA BOS KEJAM    Bab 9 Pria tidak punya hati

    “Lepaskan aku.” Nesya terus memberontak saat Gunawan menariknya masuk ke dalam apartemen milik Nesya sendiri.Gunawan menghempaskan Nesya ke lantai sampai Nesya tersungkur. “Apa Adipati menemui tadi?” tanya Gunawan.“Tidak!” “Bohong!” Gunawan kemudian menarik rambut Nesya. “Jujur padaku!” teriak Gunaw

  • TERJEBAK CINTA BOS KEJAM    Bab 8 Tidak Akan Melepaskanmu

    Nesya dengan malas membuka pintu apartemennya, karena ia juga baru bangun tidur. Ia tidur setelah pulang dari kantor karena merasa tubuhnya begitu lelah. Jam juga menunjukan jam sembilan malam. “Mas Adipati? Kamu mau ngapain datang kemari lagi? Kamu mau buat aku susah lagi?” tanya Nesya tanpa jeda

  • TERJEBAK CINTA BOS KEJAM    Bab 5 Denda Lima Miliar

    Nesya sudah sedikit membaik dimata Bintang dan Bulan, walau sebenarnya Nesya begitu trauma dengan apa yang sudah ia alami. Nesya juga tidak menceritakan jika dirinya dinodai Gunawan. Ia pura-pura sudah tidak apa-apa. Karena Nesya juga tidak ingin merepotkan mereka berdua terlalu lama.“Ya sudah, ka

  • TERJEBAK CINTA BOS KEJAM    Bab 4 Gadis Malang

    Nesya masih meringkuk di tempat tidurnya, sudah satu minggu ia tidak ke kantor. Air matanya seolah tidak pernah kering, ia terus meratapi nasibnya. Bintang yang dari awal terus menemani bersama Bulan pun tidak bisa berbuat banyak, ia hanya bisa menghibur sebisanya. Karena mereka juga tidak tahu p

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status