Share

Bab 37. Melenakan

Penulis: weni3
last update Tanggal publikasi: 2026-07-04 21:47:52

"Bagaimana? Belum kamu temukan juga keberadaan istri saya?"

"Belum Tuan, tapi tadi bukankan Bejo sudah ikut mencari?"

"Sudah, tapi dia juga belum mendapatkan hasil."

Saka tidak bisa tidur saat tak kunjung pulang. Ditambah lagi orang-orang yang diminta untuk mencari keberadaan Mila, semua tidak mendapatkan hasil.

Jejak Mila menghilang. Titik terakhir memang ada di Bogor sesuai dengan apa yang Bejo katakan tadi tetapi setelah orang-orang dari Saka menuju ke tempat yang Bejo sampaikan p
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 120. Menunggumu Menjamahku

    Bejo turun dan mengecek situasi di sana. Dia melangkah pelan menuju dapur seraya memperhatikan pergerakan Bibi yang siapa tau masih aktif. Langkahnya pun terhenti kala dia mengingat akan sesuatu. Bejo bergegas meletakkan dulu piring kotor di dalam wastafel kemudian menuju ruang kerja Saka.Bukan tanpa alasan dia masuk ke sana bahkan itu pun dengan berbagai perhitungan matang dan kehati-hatian. Lebih dulu dia memastikan sesuatu di sana. Berjalan santai tak meninggalkan kecurigaan, tidak juga seperti maling yang mengendap ingin mencuri. Bejo tetap bersikap tenang, masuk ke dalam pun dia bergerak seperti tanpa ada yang dicari tetapi tujuannya satu, ada hal yang harus dia amankan sebelum kembali ke kamar Mila. Di saat yang bersamaan, Bibi masuk kamar Mila berkunjung memastikan kondisi Mila baik-baik saja. Beruntung Bejo sudah keluar dari sana. Hal itu membuat Bibi lega dan tenang."Maaf Nyonya, apa ada yang ingin diminta atau dibutuhkan? Akan Bibi bantu dulu sebelum Bibi tidur. ""Oh t

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 119. Banjiri Rahimku, Jo!

    "Jo sebenarnya apa yang terjadi sama Nyonya dan Tuan? Jangan bilang nggak tau! kamu 'kan dekat sama Nyonya. Pasti tau.""Bibi yang sok tau. Hehehe.... " "Ikh kamu tuh kalau ditanyain sama orang tua begitu!""Hahaha.... Saya nggak tau, Bi. Coba Bibi tanya sendir! Mau ke atas 'kan ngasih makan Nyonya? Saya mau makan, istirahat dan bersih-bersih dulu Bi." "Iya, Nyonya sudah ganti pakaian tadi?""Emang boleh saya yang menggantikannya?""Eh iya, tapi kata Tuan yang mengurus Nyonya di rumah sakit itu semua kamu, Jo. Tuan gimana sih ya, Jo? Nggak takut kalau Nyonya sama kamu ada main di belakang. Bibi aja bayanginnya ngeri. Ini kok suami nggak ada cemburu-cemburunya sama istri. Bahaya, Jo!"Bejo hanya tersenyum saja mendengar ocehan Bibi. Dia sendiri sibuk mencari buah di dalam kulkas dan juga sayur serta protein untuk persiapan malam nanti. Untungnya selama ini tidak sering-sering merokok dan selalu menyempatkan diri untuk berolahraga. Bukan apa, nanti malam acaranya tidak hanya berburu

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 118. Jadi ya!

    "Bu kenapa Mila tidak datang ke sini lagi? Apa Mila sudah tidak sayang dengan Ayah? Ayah kok kangen sama Mila." "Bisa nggak Yah nggak usah lagi tanya tentang Mila? Ibu saja tidak tau Mila gimana maunya, Kayaknya emang nggak sayang kamu lagi. Mila mementingkan pekerjaannya. Kata dia yang penting itu uang. Mentang-mentang kaya jadi semua diukur dengan uang." "Kok Mila sampai begitu sama Ayah? Saka juga tidak datang." "Kalau Saka memang sibuk, Yah. Kalau Mila lah ya hanya mengurus toko kue saja tapi sok banget gaya-nya. Udah dia mah ngilang setelah ngasih uang." Ayah Mila terdiam, kondisi beliau sudah jauh lebih baik. Sayangnya beliau tidak tau kalau Mila sakit. Beliau sangat mengharapkan kedatangan Mila tetapi omongan Ibu justru membuat Ayah timbul rasa kecewa pada Mila. "Apa mungkin karena Mila tidak ada yang mengantar? Saka kan sibuk dan Mila tidak bisa bawa mobil sendiri." "Mila itu sudah punya sopir pribadi, harusnya mau kemana aja nggak bingung tapi memang anak kamu saja yan

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 117. Keputusan

    "Tidak akan, Sayang. Semua sudah aku perhitungkan dan bagiku ini caraku juga untuk tetap bisa menyayangi kamu walaupun aku sedang sibuk. Oh ya, kemana Bejo? Apa dia meninggalkanmu? Akan aku tegur dia kalau sampai dia lalai." "Tidak perlu! Bejo sedang mencari makan dan sejak semalam dia selalu ada di sampingku." "Bagus kalau begitu. Kapan kamu pulang, Sayang? Aku ingin pamit karena aku harus keluar kota. Nggak apa 'kan kamu aku tinggal? Malam ini juga aku akan pulang dan bersiap. Kamu di sini sama Bejo ya. Besok pulangnya juga sama Bejo. Nanti aku akan sampaikan pada Bibi agar kamar kembali dibersihkan sebelum kamu pulang." "Hhmm... " Mila sudah tidak lagi mempersoalkan akan itu. Memang Saka sudah tidak lagi bisa diandalkan bahkan semua dilimpahkan pada Bejo. Ya sudah, memang tidak lagi perlu mengemis akan apapun. "Terus, aku minta kamu untuk sekali lagi mengerti posisiku sebagai anak tunggal. Mamah kembali menuntutku dan memintaku untuk menikah lagi tapi tetap aku menolak k

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 116. Hallo Sayang

    "Hah gimana, Nyonya? Siapa yang hamilin Caca?" "Kamu." "Saya?" tanyanya dengan jemari telunjuk menunjuk ke arahnya. Kedua alisnya pun menukik menatap wajah Mila yang terlihat kecewa. "Mana bisa, Nyonya?" "Ya bisalah, kamu kekasihnya. Kamu tau caranya menghamili wanita." Bejo menggelengkan kepala mendengar apa yang Mila sampaikan. Dia pun semakin mendekati tetapi Mila malah membuang muka. Bejo segera duduk di kursi samping Mila. Dia sengaja menjaga jarak karena sudah sangat tidak pede sekali akan dirinya sendiri yang belum mandi sampai siang begini padahal dari semalam sudah gerah. Sekarang kotornya minta ampun. "Kalau soal menghamili, kucing sama anjing juga tau caranya, Nyonya. Hanya saja saya belum pernah menyentuh Caca. Lagian Nyonya tuh salah paham. Mendengar berita setengah-setengah. Saya aja nggak tau kalau kabar itu benar atau nggak. Tadi baru dugaan aja karena Caca keluar dari ruang obgyn. Nggak tau dia benar hamil atau ada penyakit lain." Mila menatapnya lekat dan pe

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 115. Caca Hamil?

    "Jo loe mau kemana?"Baru juga beberapa langkah lepas dari tempatnya hendak mengikuti Caca yang membuatnya curiga. Seseorang berbicara padanya hingga membuatnya terpaksa harus berhenti dan menanggapi orang tersebut. Terlihat dokter yang membantunya semalam, kakak dari Edo kini berdiri di belakangnya. Kemungkinan beliau baru selesai memeriksa pasien atau mungkin baru hendak memeriksa sehingga melihatnya di koridor rumah sakit. "Eh Dok, itu, nganu." Bejo melihat kembali ke arah dimana Caca pergi hingga tak lagi terlihat dari pandangannya. "Yaaaahh....""Kamu sedang mencari siapa, Jo? Ada yang dikejar?" "Hah? Nggak, Dok. Bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa. Dokter mau kemana? Eh iya Edo tadi ke sini. Saya minta tolong buat bawain baju sekalian beliin yang lainnya. Nanti juga balik ke sini.""Memangnya kamu dapat jatah nunggu?" tanya beliau lagi dan Bejo menganggukkan kepala. "Iya, Dok. Tuan kerja jadi nggak bisa jagain Nyonya."Jawabannya jujur tetapi malah mengundang keingintahuan

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 06. Seksi

    Bejo mandi dengan bersih, sedikit rencana untuk membersihkan bulu-bulu halus yang menyelimuti bagian intinya yang akan dia realisasikan dengan baik. Bejo menunduk melihat bagian yang akan digunakan untuk bertempur. Masih belum percaya kalau sebentar lagi akan hilang perjaka. Tentunya hal itu aka

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 05. Warna Lingerie

    Bejo menarik nafas dalam setelah memasang sabuk pengamannya. Dia melirik lagi wanita yang ada di sampingnya. Nyonya Mila terlihat tenang setelah membuat jantungnya berdebar kencang. "Sialand emang ini jantung! Ngapa jadi merinding sebadan-badan? Perasaan di kampus banyak cewek yang deketin gue t

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 04. Mandul

    "Sudah setahun lebih saya menunggu, tapi mana? Sabar! Sabar! Sabar terus! Kamu tuh bisanya cuma nyuruh orang sabar tapi kamu nggak mau berusaha! Kamu mandul 'kan?"sentak wanita tua itu hingga membuat Bejo menghentikan langkahnya. "Apaan sich? Heboh banget!" "Kalau begitu, seenggaknya kasihlah

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 03. Sampai Klimaks

    "Gila! Yakin malam ini mulai deketin Nyonya? Berat! Berat!" gumam Bejo sesampainya kembali di rumah besar milik majikannya setelah mengantar Tuan Saka ke bandara. Bejo menatap rumah besar itu dan memutuskan untuk masuk lewat belakang. Sebelum menemui Nyonya Mila, lebih dulu Bejo mengambil makan.

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status