Masuk"Katakan, berapa harga yang harus aku bayar untuk mencium bibirmu?" Pertanyaan songong Zach dibalas oleh Evelyn dengan kekehan angkuh. "Cukup dengan menyerahkan kedua bola matamu," balasnya. Dada Zach bergemuruh. Evelyn baru saja mempermainkannya. Seketika timbul rasa kesal yang begitu besar di balik rongga dada pria itu. "Kau benar-benar tidak takut mati." Ia mendesis. "Jika mati menjadi satu-satunya cara untuk terbebas darimu, maka bunuhlah aku!" tantang Evelyn. *** Kehidupan Evelyn berubah mengerikan setelah diculik oleh dua orang tak dikenal. Ia dibawa ke mansion gelap dan penuh rahasia, dikurung di ruang tahanan, lalu dilempar ke ruang harem yang dihuni oleh wanita-wanita cantik dan seksi yang merupakan selir penghangat ranjang bagi para bangsawan. Semua berawal dari penolakan Victor—ayahnya Evelyn—karena tidak mau menyuarakan dukungan terhadap Zachary Muller, seorang calon pemimpin negara sekaligus bos mafia yang bersembunyi di balik topeng politik, sehingga Zach memperalat Evelyn untuk melemahkan Victor. Dalam upaya melarikan diri, Evelyn harus mendapati kenyataan bahwa dirinya sedang mengandung janin dari sang mafia kejam dan licik tersebut. Segalanya menjadi rumit ketika Evelyn berhasil kabur dan mendengar kabar mengenai kematian ayahnya di tangan anak buah Zach. Saat tahu Evelyn hamil, Zach terus mencarinya karena merasa telah menghancurkan masa depan wanita yang tak bersalah. Akankah Zach berhasil menemukan Evelyn dan bertanggung jawab atas perbuatannya? Lalu bagaimana cara Zach memadamkan dendam dan kebencian Evelyn yang membara?
Lihat lebih banyakHalo, Semuanya!Aku mau nanya, kira-kira ada gak yang masih mau baca novel ini kalau aku bikin S2?Tapi di S2 ini pemeran utamanya bukan Evelyn & Zach, melainkan karakter lain di dalam cerita ini. Nah, kalian mau aku bikin cerita lanjutan tentang perjalanan kisah siapa nih?Ada beberapa pilihan yang bisa kalian pertimbangkan—tentunya dengan konflik berbeda yang nggak kalah seru dan bikin senyum-senyum sendiri.1. Oliver2. Aldrick3. Bryan4. Fathe5. Florez6. Freya7. Atau ada request?Btw, terima kasih banyak buat yang udah baca S1—baik yang baru baca beberapa BAB atau udah sampe selesai. Semoga rezekinya selalu lancar dan berkah, biar bisa top up banyak-banyak dan ikutin terus karya-karya aku yang lain, hehehe. Luv♥️
“Apa yang kau lakukan pada adikku?!”Suara bocah laki-laki dari arah lain berhasil mengalihkan perhatian Bastian dan Freya, membuat keduanya menoleh ke sumber suara, lalu terkejut mendapati Fathe yang sedang menghampiri dengan raut marah tercetak jelas di wajahnya.“Fathe!” Freya bergumam, merasa bala bantuan sudah datang kepadanya.Di belakang Fathe, tampak Florez membuntuti dengan ekspresi khawatir.Ketika Bastian menurunkan kedua tangannya dari sisi tembok, Freya langsung memaanfaatkannya untuk berlari kecil dan bersembunyi di balik punggung Fathe.Fathe menatap tajam Bastian. Satu jarinya terangkat, menunjuk-nunjuk wajah Bastian. “Kau ... jangan sekali-sekali mengganggu adikku lagi, atau aku akan mematahkan kakimu!” ancamnya dengan suara kesal.Bastian terlihat ketakutan. “Ti–tidak, Fathe. Aku tidak berniat mengganggu Freya.” Lutut kakinya terasa lemas sekarang.“Pergi sana, sebelum aku benar-benar akan menghajar wajahmu!” gertak Fathe sambil mengangkat kepalan tangannya.Bastian y
“Kenapa harus menunggu pulang sekolah? Kau bisa mengatakannya sekarang juga. Kebetulan sedang tidak ada Fathe,” ucap Revano.“Benar juga. Ayo! Kau bisa melakukannya, Bastian." Kenzo menyemangati.Bastian diam saja. Namun, isi kepalanya tidak benar-benar diam. Dia sedang berpikir mengenai apa yang harus dilakukan saat ini.“Apa kau takut ketahuan Fathe?” tanya Revano. “Kau dan Freya bisa berteman dulu. Tidak harus langsung menjalin hubungan.”“Bukan,” bantah Bastian yang tidak terima dibilang takut. “Aku hanya khawatir Freya tidak mau berteman denganku.”Revano mengibaskan telapak tangan di depan wajah Bastian. “Tidak mungkin. Aku perhatikan, Freya itu anak yang sangat baik dan berhati lembut. Dia pasti mau berteman dengan siapa saja,” ucapnya mengompori.“Revano benar. Aku bahkan tidak sengaja pernah menabrak Freya, tetapi malah dia yang menyesal dan minta maaf,” beritahu Kenzo.Karena terus didesak oleh kedua temannya, Bastian pun merasa tertantang untuk maju mendekati gadis berpipi c
“Mami, Mami, tadi Fathe mengatakan kalau dia mau memukul orang jahat,” adu Florez yang sedang dipakaikan dasi oleh Evelyn.“Iya, Mami. Papi juga malah mendukung, bukannya menegur,” tambah Freya. Seperti biasa, dia selalu menjadi orang pertama yang selesai mengenakan seragam dibandingkan kedua kakaknya.“Bukan begitu, Mami.” Fathe yang sedang memegang rompi merah itu langsung buka suara, tidak terima atas tuduhan yang telah dilayangkan Florez dan Freya kepadanya. “Aku hanya ingin memukul orang-orang yang bersikap jahat pada mereka.”“Ih, tapi, Mami ... bukankah kita tidak boleh membalas perbuatan jahat orang lain? Nanti Tuhan yang akan membalasnya,” ujar Florez. “Iya, ‘kan, Mi?” tanyanya memastikan.Evelyn menghela napas sejenak. Sudah biasa baginya mendengar perdebatan atau keluh kesah putra-putrinya di pagi hari, dan itu tidak pernah membuatnya merasa kesal.“Iya, betul. Kita memang tidak boleh membalas perbuatan jahat orang lain, tetapi bukan berarti kita harus diam saja pada saat di
Evelyn, Zach dan anak buahnya langsung meluncur ke mansion. Di sepanjang jalan, suasana hati mereka diselimuti oleh rasa panik dan khawatir.Mereka bergerak turun dari mobil, lalu berjalan menuju pintu masuk mansion dengan langkah cepat.“Di mana Ayah?” Zach membuka percakapan, memandang Oliver yang s
Ucapan Robby membuat Zach segera memeriksa pesan yang masuk ke akun sosial medianya. Dia juga bertanya apa nama akun wanita yang mengaku-ngaku sebagai ibu kandung Kimberly.“Bagaimana bisa mereka sangat mirip?” Zach bergumam setelah melihat lampiran foto seorang bayi yang benar-benar mirip dengan Kim
Setelah mengundurkan diri sebagai ketua mafia The Killer Panther, Zach sekarang lebih fokus mengurus perusahaan yang berhasil didirikan dengan hasil kerja kerasnya sendiri.Meskipun Jeremy memiliki beberapa anak perusahaan atas nama Muller Group, tetapi Zach sepertinya ingin membuktikan bahwa dia bis
“Kau keterlaluan, Bu! Tega-teganya kau menjual darah dagingku, cucu kandungmu sendiri dan menukarnya hanya demi uang senilai satu juta dollar!” Seorang wanita bernama Becca memandang Lauren, ibu kandungnya yang sedang duduk di sofa dengan tatapan seakan tidak berdosa.Becca tak bisa menahan setiap bu






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Peringkat
Ulasan-ulasanLebih banyak