Share

95

Author: Naomiliana
last update publish date: 2026-05-17 14:44:09

‘Jika begini terus, aku akan kaya hahaha,’ batin Lian Wei puas.

Wang Xuemin yang tahu identitas lain dari Lian Wei hanya tersenyum senang. Ia suka dimanfaatkan oleh Lian Wei, terlebih lagi ia suka membelanjakan Lian Wei.

Beberapa waktu lalu, ia mendapatkan laporan dari Tianzhi yang menunjukkan bahwa pemilik toko Xinxin dan Lian Wei adalah orang yang sama. Jadi waktu dia menyarankan untuk membuka kedai teh, itu bukan asal bicara saja.

‘Rahasia apa lagi yang kau sembunyikan dariku, istriku?’

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   252

    Matahari mulai condong ke barat ketika Lian Wei duduk di bawah rindangnya pohon pinus. Di tangannya terbuka sebuah buku, seolah ia sedang membacanya dengan saksama. Namun, yang sebenarnya ia perhatikan bukanlah isi buku tersebut, melainkan selembar peta Akademi Adipati Xinxi yang diselipkan di antara halaman-halamannya sebagai penyamaran agar tidak menarik perhatian orang lain.Ujung jarinya, ia menelusuri setiap jalur yang tergambar.‘Asrama murid baru berada di sisi timur... Aula Pengajaran di tengah... Paviliun Kitab Suci di utara…’ gumamnya dalam hati.Tatapannya berhenti pada sebuah tanda berbentuk kolam.‘Kolam Mata Air Giok. Hanya murid dalam dan para tetua yang diizinkan memasukinya?’Di samping nama kolam itu terdapat catatan kecil.‘Airnya mengandung energi spiritual alami yang dipercaya sebagai kolam mandi para dewa, yang membantu memulihkan kelelahan dan mempercepat penyerapan qi dalam tubuh.’Lian Wei mengangguk pelan.“Tidak heran akademi dibangun di atas urat nadi spiri

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   251

    Adipati Xinxi menatap lama kedua mata bening Lian Wei.“Li Xinhua... matamu mengingatkanku pada seorang teman lama.”Lian Wei sedikit terkejut. Ia tidak mengenal pria itu, apalagi teman yang dimaksudnya. Namun, dari sorot mata Adipati Xinxi, ia dapat merasakan kerinduan yang begitu dalam, seolah kenangan puluhan tahun lalu kembali hidup hanya karena sepasang mata yang serupa.Sesaat kemudian, Adipati Xinxi menghela nafas pelan. Ekspresinya kembali datar seperti semula.“Mungkin hanya kebetulan.”Ia mengalihkan pandangannya dari Lian Wei, lalu berbalik menghadap seluruh murid baru.Pada saat yang sama, Kepala Akademi melangkah maju dan menangkupkan kedua tangan.“Guru Besar, izinkan saya menyampaikan pengumuman kepada para murid baru.”Adipati Xinxi mengangguk tipis sebelum mundur beberapa langkah.Kepala Akademi memandang seluruh peserta dengan wajah serius.“Tradisi akademi kami dalam proses penerimaan murid baru adalah dengan diadakannya lomba keahlian untuk menentukan kalian layak

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   250

    Bab 250“Paman.”Pria itu berbalik lalu tersenyum ramah.“Duduklah Xu Kai,” ucap pria itu mempersilakan.“Bagaimana performa murid baru tahun ini paman?” tanya Xu Kai.Pria itu tersenyum sebelum menjawab, “menarik, sangat menarik dari tahun sebelumnya.”“Oh ya? Jadi siapa yang membuat Paman Xinxin sampai terkagum seperti ini.”“Dia seorang gadis yang menyamar sebagai pria.”Deg…Jantung Xu Kai terasa seperti berhenti mendadak. Ia terdiam cukup lama sampai Xinxin menepuk pundaknya.“Ada apa Xu Kai.”“Ah… tidak. Aku hanya merasa aneh saja, aku jadi ingin bertemu dengannya,” ucap Xu Kai berbohong.Adipati Xinxi hanya menganggukkan kepalanya.“Apakah paman ingin menjadikannya murid inti?”“Paman tidak tahu, itu tergantung dengan performanya.”“Aku mengerti, seperti biasa paman selalu selektif dalam hal ini.”“Paman memanggilmu karena ada hal yang dibahas denganmu.”“Apa itu paman?”“Apakah benar Kekaisaran Song ingin berperang?”“Benar paman.”“Lalu siapa pemimpinnya?”“Untuk itu aku juga

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   249

    “Dimana para pangeran?”Selir Cui dan Kasim Chen saling tatap.“Pangeran—” ucapan Kasim Chen terpotong.“Mereka sedang pergi ke Kekaisaran Wu, ada keadaan mendesak yang harus dibicarakan dengan Putra Mahkota Wu.”“Keadaan mendesak apa?” panik Kaisar Li, berusaha untuk bangun dari posisinya.“Yang Mulia sangat mencemaskan anak-anak. Yakinlah mereka akan baik-baik saja.”“Terimakasih Selir Cui.”Setelahnya Selir Cui pergi dari sana. Ia tidak kembali ke paviliunnya, melainkan pergi ke Istana Timur. Terlihat ia jalan dengan mengendap-endap, lalu meletakkan surat yang dibawanya di dalam sebuah pot bunga.Setelah selesai dengan aksinya ia kembali ke kediamannya. Tanpa ia sadari ada dua orang yang mengawasi mereka. Salah satunya adalah pelayan kaisar dan satunya lagi prajurit yang sedang bertugas. Pelayan kaisar itu adalah Lu Lixin dan tentu saja prajurit itu Tao Mo. Tao Mo segera memberitahu pengawal bayangan untuk menyampaikan berita tersebut. Di sisi lain Lian Wei masih makan bersama de

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   248

    Mereka meninggalkan area pemakaman tanpa menoleh lagi. Langkah keduanya terasa mantap, seolah kesedihan yang baru saja mereka rasakan telah berubah menjadi tekad. Begitu tiba di kediaman Wang Xuemin, semua orang sudah menunggu di ruang pertemuan.“Panggil semua orang kepercayaanku,” perintah Wang Xuemin. “Tidak boleh ada satupun yang terlambat.”“Baik pangeran,” ucap Tianzhi.Tak lama kemudian, beberapa pria berpakaian sederhana memasuki ruangan. Wajah mereka biasa saja, tetapi sorot mata mereka menunjukkan bahwa mereka bukan orang sembarangan. Mereka adalah jaringan pengintai yang selama ini bergerak di balik bayang-bayang.Wang Xuemin membentangkan sebuah peta besar di atas meja.“Kekaisaran Song sedang mempersiapkan perang. Mulai malam ini, kalian akan bergerak untuk mengawasi pergerakan mereka.”Wang Xuemin menunjuk beberapa titik di sepanjang perbatasan.“Tim pertama menyusup ke jalur perdagangan. Aku ingin mengetahui setiap kereta yang keluar dan masuk wilayah Song. Catat jumla

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   247

    “Itu... aku hanya memang tidak suka makan, Kak.”“Ayo pergi.”Sementara itu, di Kekaisaran Wu, Wang Xuemin sedang membaca dokumen. Li Xiuhuan, Li Jianying dan Liu Changhai datang menemui Wang Xuemin karena sebuah surat mendesak yang dikirimkan oleh Wang Xuemin.Belum sempat mereka mengobati luka di hati, sebuah kabar mendesak datang dari garis perbatasan. Kekaisaran Song dikabarkan tengah mengerahkan pasukan dan bersiap melancarkan serangan terhadap tiga kekaisaran besar.Duka belum usai, tetapi perang sudah mengetuk pintu.Ketiganya berdiri lama di depan makam Lian Wei yang berada di pemakaman keluarga kerajaan Kekaisaran Wu. Angin dingin berhembus pelan, seolah ikut meratapi kepergian sang putri.Tianzhi menyuruh mereka untuk segera pergi menemui Wang Xuemin di ruang kerjanya, tetapi mereka masih tidak bergerak.Di sisi lain, Xu Kai memutuskan kembali ke Kekaisaran Xu karena menerima surat dari ayahnya. Dalam perjalanan, ia teringat bahwa hari penerimaan murid baru Akademi Adipati X

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   42

    “Putra Mahkota Quon dan Putri Kedua Li memasuki ruangan!”Trak…Pintu terbuka menampilkan dua orang yang berjalan dengan anggun. Lien Hua terkenal dengan kecantikannya, berpadu dengan hanfu berwarna merah muda menampilkan kesan feminim. Ia berjalan dan memberi salam pada Kaisar Jiazhen dan Kaisar

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   41

    Malam ini istana menggelar acara pertunangan Lien Hua dan Lian Wei. Kaisar Jiazhen sudah berjanji akan mengumumkan peresmian pertunangan kedua putrinya saat ulang tahun Xiuhuan.“Kaisar itu pelit sekali, kenapa menggabungkan pertunanganku dengan rubah licik itu?”“Lalu apa kau tidak akan pergi putr

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   39

    Pemilik itu terkejut karena biasanya orang membeli bahan yang lebih baik dari ini. "Tapi tu-nona,” ucap paman itu karena menyadari suara perempuan dan bukan laki-laki.“Bahan ini tidaklah sebagus bahan dari toko disana," lanjutnya."Tidak ini bagus paman, bagaimana jika kita bekerja sama?""Kerja

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   35

    “Bagaimana dengan orang yang ku minta?”“Anda tenang saja nona, semua sudah diatur. Lalu untuk renovasi toko sudah dilakukan.”Lian Wei mengangguk mengerti, ia berjalan ke ruang rahasia dan mengambil kotak besar sepanjang satu meter, lalu menyerahkannya pada Yelu.“Yelu bawa barang ini, sudah ada r

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status