Se connecter再婚して一年が経った記念日。朝倉彩葉(あさくら いろは)は花束とプレゼントを持って、夫の五十嵐望(いがらし のぞむ)にサプライズを仕掛けようと、彼が出張中に滞在しているホテルまで行く途中に、交通事故に遭ってしまった。 そして病院で医者から流産の兆候があると告げられてしまった。「朝倉さん、あなたは以前一度人工流産されていますよね。それに腎臓の摘出手術を受けられていて、片方しかありません。今お腹の中にいらっしゃるお子さんは、危険かもしれません」 それを聞いた瞬間、彩葉は驚いた。「先生、カルテを他の方と間違えていらっしゃるんじゃないですか?私、今回初めての妊娠ですし、腎臓摘出手術なんて受けたことはありません」 「間違いないです。これは朝倉さんの過去のカルテです。それから旦那さんがサインしたご家族の手術同意書です」 彩葉がそれを見てみると、半年前に起きた事故の日付であることが一目で分かった。 「あの時、朝倉さんは昏睡状態で、旦那さんが腎臓の臓器提供書類にサインなさっていました。それに、手術が無事に成功するように、お腹の中のお子さんの中絶手術にも同意されましたよ。朝倉さんはご存じなかったのですか……」 彩葉には医者のその後の言葉は一言も聞こえていなかった。 彼女はじっとその書類に力強く書かれているサインを見つめていた。その一画一画しっかりと書かれた筆跡には嫌になるほど見慣れている。
Voir plusJamila : Bagaimana kalau kedua orang tuamu tidak setuju dengan hubungan kita? (Sambil mengeratkan genggaman tangannya sendiri dibawah meja makan)
Jamal : (mengerutkan keningnya sambil menatap langit-langit restoran) Jangan kau pedulikan orang tuaku, mereka pasti akan menyukaimu.
Jamila : Tapi Jamal, aku tidak mau jika setelah kita menikah harus tinggal bersama kedua orang tuamu!
Jamal : Ibuku akan menyukaimu.
Jamila : TIDAK JAMAL! (Berdiri dari duduknya sambil memelototi Jamal.
Jamal : Kenapa kamu begitu takut dengan orang tuaku?
Jamila : Cukup, sekarang jawab pertanyaanku, kamu pilih IBUMU atau AKU!? (teriak sambil menatap Jamal dengan nanar).
BRAK!!!
Kara menggebrak mejanya dengan keras hingga gelas kopinya bergeser satu centi. Setelah itu ia bangun dari duduknya dan berjalan mondar-mandir di depan komputernya sambil bertepuk tangan heboh.
Namun tak hanya gelas kopinya yang bergeser karena bunyi hentakan keras tadi. Ada orang lain yang juga berada di ruangan yang sama dengannya.
“KAGET GUE!” protes seorang remaja SMA yang sedang asik rebahan di atas sofa kecil yang dialasi karpet bulu lembut.
“Akhirnya Lang, gue dapet inspirasi! Gue udah putusin kalo Jamila sama Jamal bakal nikah!” seru Kara pada Gilang, adik satu-satunya yang kini duduk di bangku SMA kelas 11.
Gilang hanya geleng-geleng kepala sambil mengernyitkan matanya.
“Terserah!” komentarnya datar lalu melanjutkan gamenya.
“Pasti Sutradara bakal setuju, respon penonton juga akhir-akhir ini ngedukung hubungan Jamal sama Jamila. Gue yakin rating sinetron ini bakalan naik setelah episode ini tayang.” Kara kini ikut bergabung duduk di sofa yang sempit itu.
“Yayaya terserah.” komentar Gilang masih dengan suara dan ekspresi yang sama.
“Gak ada komentar lain apa?” sinis Kara sambil menatap Adiknya.
Gilang pun berpaling sebentar dari layar ponselnya lalu melirik balik Kakaknya yang bahkan belum mandi sejak kemarin.
“Apa? Lo pasti mikir ‘ni bocah pasti hidupnya sengsara, gak punya masa depan’ gitu kan?” tebak Gilang yang sudah hapal dengan bahasa mata Kakak Perempuannya.
Kara pun mendengus malas, “Keluar lo dari kamar gue! heran gue seneng banget nongkrong di sini, kaya gak punya kamar aja lo!” usir Kara sambil mendorong Gilang hingga jatuh dari sofa.
“Makanya pasang Wifi jangan di kamar lo doang!”
“Pala lo! Kamar lo juga kebagian kali, Si Alvin yang rumahnya ngelangkahin tiga rumah aja kadang bisa nyomot Wifi sini!” bentak Kara sambil menempeleng kepala Adiknya.
“Ish… galak banget sih lo, kekerasan dalam rumah tangga nih namanya!” ringis Gilang sambil mengelus kepalanya.
“Bodo! Sana pergi! pagi-pagi ngerusak mood gue aja lo!” kali ini Kara benar-benar menyeret Adiknya keluar dari kamarnya. Setelah itu ia mengunci pintu kamarnya lalu kembali ke depan komputernya.
Ia menatap layarnya lagi sambil men-scroll ke arah atas untuk melihat naskah yang ia sudah ia kerjakan satu tahun.
Kara Lavanya Ahmad adalah seorang penulis kisah roman yang sudah memiliki beberapa buku yang diterbitkan. Walau tak semuanya masuk jajaran best seller, namun ia termasuk penulis yang konsisten karena ia pasti mengeluarkan buku baru di setiap tahunnya.
Karir Kara di dunia penulisan mulai berkembang sejak satu tahun lalu. Salah satu Dosennya tiba-tiba menghubunginya dan mengajaknya bertemu. Ternyata dari pertemuan itu ia diperkenalkan oleh seorang Sutradara terkenal yang biasa menggarap Sinetron-sinetron dengan rating selangit di stasiun TV nasional. Dan singkat kata, proyek sinetron kejar tayang pun berhasil Kara dapatkan setelah plot naskahnya diterima oleh Sutradara tersebut. Selama 6 bulan sinetron yang berjudul ‘Cintaku Melipir Ke Crazy Rich Depok’ berhasil meraih rating tertinggi dari semua slot TV yang tayang di jam yang sama.
Karena Tingginya popularitas sinetron tersebut, akhirnya rumah produksi membuat sinetron ini berlanjut ke musim 2, Naskah inilah yang saat ini sedang Kara kerjakan sekarang. Dan untuk judul musim kedua kali ini adalah ‘Menantu Beban Keluarga Mertua’. Agak norak memang, namun itulah yang disukai penonton sinetron zaman sekarang.
Kara sebenarnya ingin melanjutkan pekerjaannya lagi. Namun ia teringat dengan janjinya pada teman SMA-nya yang memintanya datang ke acara pembukaan Café miliknya.
Kara pun mematikan komputernya lalu bergegas mandi dan berganti pakaian. Setelah itu ia memesan taksi online dan melesat ke sebuah café yang tak jauh dari stasiun Gambir.
Tak butuh waktu lama, hanya 30 menit, Kara sudah sampai di sebuah ruko dua lantai yang tepat menghadap ke arah stasiun. Dan setelah membayar ongkos taksi, ia pun langsung masuk ke dalam ruko yang memiliki nuansa kayu.
“Itu karangan bunga dari siapa aja?” Kara langsung bertanya begitu melihat Rumi, temannya, yang sedang mengelap mesin kopinya seharga jutaan rupiah.
“Dari Om gue yang di Garut satu, yang di Surabaya satu, sama yang paling gede itu dari Om gue yang di Tangerang.”
“Banyak banget cabang lo.” ejek Kara yang langsung mengabil nomor meja yang masih bertumpuk di dalam kardus lalu menyusunnya ke semua meja yang sebelumnya sudah ditata oleh Rumi.
Bisa dibilang Rumi adalah satu-satunya sahabat Kara saat ini. Sikap mereka yang berlawanan justru membuatnya hubungan persahabatan mereka langgeng. Rumi adalah gadis poluler yang dikenal hampir seluruh siswa karena ia aktif di organisasi dan mudah akrab dengan siapa saja, sedangkan Kara yang pendiam dan cuek lebih suka berdiam diri di pertustakaan karena ia senang membaca dan berlatih menulis. Namun Siapa sangka justru di tempat itulah persahabatan mereka dimulai.
“Terus yang dateng ke sini nanti yang mana?” tanya Kara lagi.
“Ya lo tebak aja, yang dompetnya paling tebel lah yang gue undang.” sahut Rumi.
Kara langsung geleng-geleng kepala, tentu saja Si Om cabang Tangerang yang mengirim karangan bunga paling besar.
“Bagi satu kek, yang dompetnya paling tipis gak apa-apa deh, mayan buat nganter jemput gue biar gak tekor naik taksi mulu.”
“Yang umurnya hampir dua kali umur lo mau?”
“Yeh… kalo gitu mah gue berasa masih dianterin supir taksi juga!”
“Lagian mana ada Om muda, ganteng, banyak duit yang mau melihara cewek galak kaya lo!” ledek Rumi.
“Heh! Gue bedakan dikit bisa ngalahin selfie lo yang filternya tiban empat kali.”
“Enak aja lo!” ringis Rumi sambil melempar lap basah ke arah Kara, “Lagian kaya doyan Laki aja lo.”
“Siapa bilang gue gak doyan Laki?”
“Lo sendiri yang bilang lo udah muak sama hal-hal berbau cinta, heran gue, tiap hari nulis tentang cinta-cintaan, tapi di hatinya gak ada cinta sama sekali.”
“Itu lah hebatnya gue, bisa mengontrol otak dan hati dengan baik.”
“Baik jidat lo! Yang ada lo gak normal!”
“Udah ah diem, diomelin gak ada di jobdesc gue hari ini ya!”
Kali ini giliran Rumi yang geleng-geleng kepala karena sikap sahabatnya yang ajaib jika sudah membahas tentang topik sensitif ini.
***
Pembukaan Café kecil Rumi yang bertema Book Café berjalan dengan lancar. Berkat gencarnya promosi yang Rumi lakukan di media sosial membuat banyak pengunjung yang datang untuk mencicip café yang diberi nama Aprodite, nama yang ia dapatkan dari hasil Googling tentang Dewi Cinta dalam mitologi Yunani yang menurutnya sama seperti dirinya.
Meski Kara sudah ratusan kali mengejeknya karena nama tersebut terlalu norak dan tak ada kaitannya dengan konsepnya yang mengusung perpustakaan, namun Rumi tetap kekeuh ingin menggunakan nama itu. Ia beranggapan jika buku dan kopi adalah dua hal yang bisa menciptakan suasana romantis yang tak terbantahkan.
Kara yang baru selesai mencuci cangkir kopi melongok sejenak ke arah depan lewat celah kecil di dinding yang membatasi area dapur dan barista. Rumi terlihat masih mengobrol ria dengan ‘Om-nya’ yang ternyata bernama Fatur, Pria berumur 40 tahun yang mengaku Duda dengan satu anak.
Ia sebenarnya ingin pamit pulang, namun sebelum itu ia memutuskan untuk membuang sampah terlebih dahulu. Ia pun mengambil plastik sampah besar yang sudah terisi setengah itu lalu membawanya lewat pintu belakang untuk ia buang ke bak sampah.
Dengan setengah menyeret akhirnya kantong berat itu masuk ke tempatnya. Namun begitu ia memutar tubuhnya untuk berbalik, ia langsung disambut guyuran air berwarna hitam pekat yang sukses membasahi seluruh tubuhnya. Lalu seakan semua itu belum cukup membuatnya kaget, ia kembali mendapat kejutan lain yang hanya berselang beberapa detik.
PLAK!
Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Kara hingga bibirnya terbuka sampai ia bisa merasakan rasa air hitam itu yang ternyata terasa pahit.
“DASAR PELAKOR!!” bentak seseorang dengan napas yang memburu.
知らせを聞き、望は緊張した。そしてすぐに数日前彼が晴斗とクリニックの前で殴り合いの喧嘩になった記事のことを思い出した。花梨がその記事を見て、彩葉への復讐心を燃やしたのかもしれない!そしてこの時、花梨はすでに港一空港に到着していた。彼女はマスクをつけ、髪は艶がなく茶色になっていた。普通の長袖長ズボンを履き、全身をしっかりと隠すようにしていた。しかし、やつれてやせ細り、ゴツゴツした骨が浮き出ていた。彼女が落としたカバンを拾う時、手首には傷があった。彼女の眼差しは陰鬱で、憎しみに満ちていた。タクシーで直接彩葉のいるクリニックへと向かった。その途中、彼女はこの三年間に起きた様々なことを思い返していた。榎本家は破産し、父親は飛び降り自殺、母親は貧困で倒れてしまった。彼女自身は精神病院に閉じ込められて、一日中苦しみもがいていた。この時、彼女はすでに精神異常を起こしていた。唯一彼女に生きる活力を与えていたのは、それは望への憎しみだった。先に五十嵐望を殺してから、自分も死んでやろうと彼女は考えているのだ。精神病院からの逃亡は前から計画していたのだ。彼女は長い時間をかけて逃げる方法を考え、また、監視している人間の警戒心を緩めさせたのだった。彼女は本来、望への復讐だけを計画していたのだが、まさかこのタイミングで朝倉彩葉がまた現れるとは思ってもいなかった。精神病院であの記事を見た時のことを思い出した。望は港一市にいて彩葉を巡り喧嘩をしたというのだ。あの二人が自分をここまでひどい状態にまで突き落としたというのに、まだ関係を完全に断ち切っていなかったというのか。どうして!?どちらもこのままでいられると思うなよ!花梨は彩葉がいるクリニックの前まで来たが、すぐには姿を現わさなかった。彼女は自分が脱走したという知らせがすぐに望の耳に伝えられていることを分かっていたのだ。彩葉と望が同時に現れた瞬間、二人を一気に片付けてやるつもりだ。彼女はスーパーで包丁を購入し、クリニックの入り口にある花壇の後ろに身を隠した。そして彩葉が仕事を終える時間になると、望の車が急いでクリニックの前まで来て止まった。すると、ちょうど仕事を終えたばかりの彩葉が出てきた。彼は焦って彼女を引き留めた。「彩葉、榎本花梨がここまでやって来た。あいつ、君に復讐を企ててい
二人の男が車のドアの前に立っている。晴斗は望にコーヒー一杯を渡した。「五十嵐さん、もう二度と彩葉の前に姿を現わさないでもらいたい」望は表情を暗くし、勢いよく晴斗の手を叩きコーヒーが地面にこぼれてしまった。「なんでだよ!」彼は目を赤くさせ、両手をきつく握りしめた。「彩葉は俺のものだ!彼女はただ俺のことをまだ許せていないだけだ!俺たちは八年も一緒にいたんだぞ、いつかは必ず俺のもとに戻ってくるんだよ!」彼はまるで自分に言い聞かせているようにそう吐き捨てた。「彩葉は俺のことを愛してるんだ!彼女はいつか必ず俺を許してくれる!」晴斗はただ彼を静かに見つめていて、望が話し終わってからようやく口を開いた。「彩葉が君のもとを去る時、すでにひどいうつ病を患っていたよ。彼女はその後、自殺をしようとして、それを俺が止めたんだ」それを聞いた望の顔色は真っ青になった。この時ふいに彼女が庭で薔薇を抜き取っている時のことを思い出した。彼が彼女を抱き上げた時、体重がかなり軽くなっていると気づいたのだ。彼はただ一瞬だけそれをおかしいと思ったが、また花梨にばかり注意が向いてしまった……晴斗はそんな望の表情の変化には気づいていないようだった。「彼女はかなりの時間をかけて、人にはめられ、欺瞞に満ちた裏切りの結婚生活から抜け出すことができた。そして、子供を失った苦しみから心を癒すことができたんだ。しかし、君はただ彼女にあの過去の傷を思い出させる存在でしかない。それは彼女の心にも体調にも悪影響しかないんだよ。彼女はもう長いこと悪夢を見ていなかった。でも、昨日の夜また悪夢を見て、それに驚き目を覚ましていたぞ」望の心は再び苦しくなり、黙ったまま口を開かなかった。晴斗は続けて言った。「五十嵐さん、君が彼女のことを愛しているというのは信じるよ。だけど、彼女の傷も君がつけたものなんだ。間違いは間違いだろ、彼女は君に一度チャンスをあげた。でも、君はそれをないがしろにしてしまったんだ。時には、手放すこともある種の愛だと思うけど」彼はそう言い終わると、望に背を向けて去っていった。望はその場にかなり長い間立ち尽くしていた。二階で、彩葉が目を覚ました時、すでに午前十時をまわっていた。ベッドサイドテーブルにはあるメモが残されていた。【今日は君に代わって休みを申請しておい
「私があんたに探してって言った?」彩葉は冷ややかな声で詰問し、すぐに冷たい笑みを浮かべた。「五十嵐望、あんた今のそんな様子で何がしたいわけ?私たちはもうかなり前に離婚したでしょうが。私ももうはっきりと伝えたはずよ、私の世界から消えろってね!それなのに、あんたはどうしてまた私の目の前に現れるのよ、私を不愉快にさせるため?まさか、こうすることで深い愛情とやら表現してるとでも思ってんの?ただの嫌がらせでしょ!」望は彩葉の言葉を聞き、ただ頭の中で騒音が鳴り響いているように感じた。彼はまさか彩葉が彼のことをそのように思っているとは考えてもいなかった。この三年間彼女のことを必死に探し続けてきたことは、まるで滑稽な笑い話のようだった。彼の声は少しぎこちなくなった。「彩葉、俺、君のために一夜で髪が真っ白に……」彩葉は彼の真っ白に変わってしまった髪とやつれて骨ばった体に数秒目をとめ、また冷笑した。「自業自得でしょ」望は彼女の皮肉が混じった表情を見つめ、心がパリンと割れて粉々になってしまったようだった。彼の声は苦痛で震えていた。「彩葉、俺に対してそんなあんまりだよ。俺は君を愛してるんだぞ。俺が間違ってたって分かってる。君をあんなふうに利用すべきじゃなかった。裏でこそこそとあの女と一緒にいるべきじゃなかったんだ。本当にあいつがこんなことをしてたなんて、俺知らなくて……彩葉、俺さ、あの女にはしっかり罰を与えてやったんだ。あいつが君にやったことと同じことをやって復讐してやった。ここ数年は、あいつ精神病院でもがき苦しんでいるんだよ、彩葉……」「ねぇ、あんたさ」彩葉は彼の言葉を遮った。「また私を騙して連れて帰ろうとして、何を企んでんの?」望は雷に打たれたような衝撃を受けた。望は彩葉をじっと見つめ、唇を震わせていたが、何を言えばいいのか分からなかった。すると、彼は突然力を込めて彼女の顎を上にあげ、まるで狂ったように彼女にキスをしようとした。彩葉はまた彼の頬にビンタを食らわせたが、彼は少しだけ動きを止め、また引き続き顔を彼女に近づけた。その次の瞬間、後ろから何か巨大な力が彼を彼女から引き剥がし、拳で激しく彼の顔を殴った。晴斗は常に体を鍛えており、拳一つで、望は鼻血を大量に噴き出した。しかし晴斗はそれでも手を止めることはなく、一発、ま
あの時、彩葉は国を離れたばかりで、まずは船で隣の国へ行き、それからまた遠く北のほうの大陸へと向かっていった。彼女には十分な資金があったし、人生における目標も失っていた。それで北にある大陸のいくつかの国々を巡り歩いて、それから時間をかけて最終的にフェルランドという国へ辿り着いた。そこは美しくロマンチックだが、悲しみや鬱々とした雰囲気を感じさせる国だった。彼女はある民宿の部屋を借りて、毎日窓辺に座り、外の雪景色とオーロラを見つめていた。頭の中では失った子供や、騙され、失敗に終わった結婚生活、それに亡くなった父親のことを幾度となく思い返していた。彼女の人生には支えとなるようなものがなくなり、生きる気力を完全に失っていた。ある時、オーロラを見終わると、彼女は突然立ち上がり、冷たい湖の水の中へと歩いていった。その氷のように冷たい水がもうすぐ彼女を完全に覆ってしまうという時、突然、ある人が水中に飛び込み、力強く彼女を岸へと引き上げようとした。彼女は必死に抵抗したが、その人物は頑として彼女を放そうとしなかった。彼女に一緒に湖の底へ引きずりこまれそうになろうとも、その手を緩めることはなかった。彼女は死にたいと思っていたが、罪のない人の命も巻き込んでしまってはいけないと思い、結局自分を助けてくれている人の手を握り返して、水面に上がった。そして相手に人工呼吸をしたのだ。その湖に飛び込んで救ってくれた人こそ、一ノ瀬晴斗だったのだ。後から知ったことだが、彼女が借りている民宿は晴斗のこの国での家だったのだ。彼は精神科医で、ここフェルランドで心理カウンセリングの施設を作っていた。彼は前から彼女の様子がどうもおかしいことに気づいていたのだった。湖で溺れそうになったことがきっかけとなり、晴斗のほうから彼女に近づくようになっていった。とても長い時間外との関わりを断っていた彼女は、それから外の情報を彼から受け取るようになり、晴斗からの関心や好意を受け入れるようになっていったのだ。彼のその好意は全く彼女に刺激を与えるようなものではなく、透明で淡々と波を立てない水面のようであったが、いつの間にか彼のその存在に慣れていった。そしてゆっくり彼に対して心の扉を開いていったのだ。晴斗は彼女を極端な考えから抜け出させてくれただけでなく、彼女に心理カウンセラーと
commentaires