Short
悲しみの白髪

悲しみの白髪

Par:  しょうの笛Complété
Langue: Japanese
goodnovel4goodnovel
22Chapitres
10.5KVues
Lire
Bibliothèque

Partager:  

Report
Overview
Catalog
Scanner le code pour lire sur l'application

再婚して一年が経った記念日。朝倉彩葉(あさくら いろは)は花束とプレゼントを持って、夫の五十嵐望(いがらし のぞむ)にサプライズを仕掛けようと、彼が出張中に滞在しているホテルまで行く途中に、交通事故に遭ってしまった。 そして病院で医者から流産の兆候があると告げられてしまった。「朝倉さん、あなたは以前一度人工流産されていますよね。それに腎臓の摘出手術を受けられていて、片方しかありません。今お腹の中にいらっしゃるお子さんは、危険かもしれません」 それを聞いた瞬間、彩葉は驚いた。「先生、カルテを他の方と間違えていらっしゃるんじゃないですか?私、今回初めての妊娠ですし、腎臓摘出手術なんて受けたことはありません」 「間違いないです。これは朝倉さんの過去のカルテです。それから旦那さんがサインしたご家族の手術同意書です」 彩葉がそれを見てみると、半年前に起きた事故の日付であることが一目で分かった。 「あの時、朝倉さんは昏睡状態で、旦那さんが腎臓の臓器提供書類にサインなさっていました。それに、手術が無事に成功するように、お腹の中のお子さんの中絶手術にも同意されましたよ。朝倉さんはご存じなかったのですか……」 彩葉には医者のその後の言葉は一言も聞こえていなかった。 彼女はじっとその書類に力強く書かれているサインを見つめていた。その一画一画しっかりと書かれた筆跡には嫌になるほど見慣れている。

Voir plus

Chapitre 1

第1話

Jamila : Bagaimana kalau kedua orang tuamu tidak setuju dengan hubungan kita? (Sambil mengeratkan genggaman tangannya sendiri dibawah meja makan)

Jamal : (mengerutkan keningnya sambil menatap langit-langit restoran) Jangan kau pedulikan orang tuaku, mereka pasti akan menyukaimu.

Jamila : Tapi Jamal, aku tidak mau jika setelah kita menikah harus tinggal bersama kedua orang tuamu!

Jamal : Ibuku akan menyukaimu.

Jamila : TIDAK JAMAL! (Berdiri dari duduknya sambil memelototi Jamal.

Jamal : Kenapa kamu begitu takut dengan orang tuaku?

Jamila : Cukup, sekarang jawab pertanyaanku, kamu pilih IBUMU atau AKU!? (teriak sambil menatap Jamal dengan nanar).

BRAK!!!

Kara menggebrak mejanya dengan keras hingga gelas kopinya bergeser satu centi. Setelah itu ia bangun dari duduknya dan berjalan mondar-mandir di depan komputernya sambil bertepuk tangan heboh.

Namun tak hanya gelas kopinya yang bergeser karena bunyi hentakan keras tadi. Ada orang lain yang juga berada di ruangan yang sama dengannya.

“KAGET GUE!” protes seorang remaja SMA yang sedang asik rebahan di atas sofa kecil yang dialasi karpet bulu lembut.

“Akhirnya Lang, gue dapet inspirasi! Gue udah putusin kalo Jamila sama Jamal bakal nikah!” seru Kara pada Gilang, adik satu-satunya yang kini duduk di bangku SMA kelas 11.

Gilang hanya geleng-geleng kepala sambil mengernyitkan matanya.

“Terserah!” komentarnya datar lalu melanjutkan gamenya.

“Pasti Sutradara bakal setuju, respon penonton juga akhir-akhir ini ngedukung hubungan Jamal sama Jamila. Gue yakin rating sinetron ini bakalan naik setelah episode ini tayang.” Kara kini ikut bergabung duduk di sofa yang sempit itu.

“Yayaya terserah.” komentar Gilang masih dengan suara dan ekspresi yang sama.

“Gak ada komentar lain apa?” sinis Kara sambil menatap Adiknya.

Gilang pun berpaling sebentar dari layar ponselnya lalu melirik balik Kakaknya yang bahkan belum mandi sejak kemarin.

“Apa? Lo pasti mikir ‘ni bocah pasti hidupnya sengsara, gak punya masa depan’ gitu kan?” tebak Gilang yang sudah hapal dengan bahasa mata Kakak Perempuannya.

Kara pun mendengus malas, “Keluar lo dari kamar gue! heran gue  seneng banget nongkrong di sini, kaya gak punya kamar aja lo!” usir Kara sambil mendorong Gilang hingga jatuh dari sofa.

“Makanya pasang Wifi jangan di kamar lo doang!”

“Pala lo! Kamar lo juga kebagian kali, Si Alvin yang rumahnya ngelangkahin tiga rumah aja kadang bisa nyomot Wifi sini!” bentak Kara sambil menempeleng kepala Adiknya.

“Ish… galak banget sih lo, kekerasan dalam rumah tangga nih namanya!” ringis Gilang sambil mengelus kepalanya.

“Bodo! Sana pergi! pagi-pagi ngerusak mood gue aja lo!” kali ini Kara benar-benar menyeret Adiknya keluar dari kamarnya. Setelah itu ia mengunci pintu kamarnya lalu kembali ke depan komputernya.

Ia menatap layarnya lagi sambil men-scroll ke arah atas untuk melihat naskah yang ia sudah ia kerjakan satu tahun.

Kara Lavanya Ahmad adalah seorang penulis kisah roman yang sudah memiliki beberapa buku yang diterbitkan. Walau tak semuanya masuk jajaran best seller, namun ia termasuk penulis yang konsisten karena ia pasti mengeluarkan buku baru di setiap tahunnya.

Karir Kara di dunia penulisan mulai berkembang sejak satu tahun lalu. Salah satu Dosennya tiba-tiba menghubunginya dan mengajaknya bertemu. Ternyata dari pertemuan itu ia diperkenalkan oleh seorang Sutradara terkenal yang biasa menggarap Sinetron-sinetron dengan rating selangit di stasiun TV nasional. Dan singkat kata, proyek sinetron kejar tayang pun berhasil Kara dapatkan setelah plot naskahnya diterima oleh Sutradara tersebut. Selama 6 bulan sinetron yang berjudul ‘Cintaku Melipir Ke Crazy Rich Depok’ berhasil meraih rating tertinggi dari semua slot TV yang tayang di jam yang sama.

Karena Tingginya popularitas sinetron tersebut, akhirnya rumah produksi membuat sinetron ini berlanjut ke musim 2, Naskah inilah yang saat ini sedang Kara kerjakan sekarang. Dan untuk judul musim kedua kali ini adalah ‘Menantu Beban Keluarga Mertua’. Agak norak memang, namun itulah yang disukai penonton sinetron zaman sekarang.

Kara sebenarnya ingin melanjutkan pekerjaannya lagi. Namun ia teringat dengan janjinya pada teman SMA-nya yang memintanya datang ke acara pembukaan Café miliknya.

Kara pun mematikan komputernya lalu bergegas mandi dan berganti pakaian. Setelah itu ia memesan taksi online dan melesat ke sebuah café yang tak jauh dari stasiun Gambir.

Tak butuh waktu lama, hanya 30 menit, Kara sudah sampai di sebuah ruko dua lantai yang tepat menghadap ke arah stasiun. Dan setelah membayar ongkos taksi, ia pun langsung masuk ke dalam ruko yang memiliki nuansa kayu.

“Itu karangan bunga dari siapa aja?” Kara langsung bertanya begitu melihat Rumi, temannya, yang sedang mengelap mesin kopinya seharga jutaan rupiah.

“Dari Om gue yang di Garut satu, yang di Surabaya satu, sama yang paling gede itu dari Om gue yang di Tangerang.”

“Banyak banget cabang lo.” ejek Kara yang langsung mengabil nomor meja yang masih bertumpuk di dalam kardus lalu menyusunnya ke semua meja yang sebelumnya sudah ditata oleh Rumi.

Bisa dibilang Rumi adalah satu-satunya sahabat Kara saat ini. Sikap mereka yang berlawanan justru membuatnya hubungan persahabatan mereka langgeng. Rumi adalah gadis poluler yang dikenal hampir seluruh siswa karena ia aktif di organisasi dan mudah akrab dengan siapa saja, sedangkan Kara yang pendiam dan cuek lebih suka berdiam diri di pertustakaan karena ia senang membaca dan berlatih menulis. Namun Siapa sangka justru di tempat itulah persahabatan mereka dimulai.

“Terus yang dateng ke sini nanti yang mana?” tanya Kara lagi.

“Ya lo tebak aja, yang dompetnya paling tebel lah yang gue undang.” sahut Rumi.

Kara langsung geleng-geleng kepala, tentu saja Si Om cabang Tangerang yang mengirim karangan bunga paling besar.

“Bagi satu kek, yang dompetnya paling tipis gak apa-apa deh, mayan buat nganter jemput gue biar gak tekor naik taksi mulu.”

“Yang umurnya hampir dua kali umur lo mau?”

“Yeh… kalo gitu mah gue berasa masih dianterin supir taksi juga!”

“Lagian mana ada Om muda, ganteng, banyak duit yang mau melihara cewek galak kaya lo!” ledek Rumi.

“Heh! Gue bedakan dikit bisa ngalahin selfie lo yang filternya tiban empat kali.”

“Enak aja lo!” ringis Rumi sambil melempar lap basah ke arah Kara, “Lagian kaya doyan Laki aja lo.”

“Siapa bilang gue gak doyan Laki?”

“Lo sendiri yang bilang lo udah muak sama hal-hal berbau cinta, heran gue, tiap hari nulis tentang cinta-cintaan, tapi di hatinya gak ada cinta sama sekali.”

“Itu lah hebatnya gue, bisa mengontrol otak dan hati dengan baik.”

“Baik jidat lo! Yang ada lo gak normal!”

“Udah ah diem, diomelin gak ada di jobdesc gue hari ini ya!”

Kali ini giliran Rumi yang geleng-geleng kepala karena sikap sahabatnya yang ajaib jika sudah membahas tentang topik sensitif ini.

***

Pembukaan Café kecil Rumi yang bertema Book Café berjalan dengan lancar. Berkat gencarnya promosi yang Rumi lakukan di media sosial membuat banyak pengunjung yang datang untuk mencicip café yang diberi nama Aprodite, nama yang ia dapatkan dari hasil Googling tentang Dewi Cinta dalam mitologi Yunani yang menurutnya sama seperti dirinya.

Meski Kara sudah ratusan kali mengejeknya karena nama tersebut terlalu norak dan tak ada kaitannya dengan konsepnya yang mengusung perpustakaan, namun Rumi tetap kekeuh ingin menggunakan nama itu. Ia beranggapan jika buku dan kopi adalah dua hal yang bisa menciptakan suasana romantis yang tak terbantahkan.

Kara yang baru selesai mencuci cangkir kopi melongok sejenak ke arah depan lewat celah kecil di dinding yang membatasi area dapur dan barista. Rumi terlihat masih mengobrol ria dengan ‘Om-nya’ yang ternyata bernama Fatur, Pria berumur 40 tahun yang mengaku Duda dengan satu anak.

Ia sebenarnya ingin pamit pulang, namun sebelum itu ia memutuskan untuk membuang sampah terlebih dahulu. Ia pun mengambil plastik sampah besar yang sudah terisi setengah itu lalu membawanya lewat pintu belakang untuk ia buang ke bak sampah.

Dengan setengah menyeret akhirnya kantong berat itu masuk ke tempatnya. Namun begitu ia memutar tubuhnya untuk berbalik, ia langsung disambut guyuran air berwarna hitam pekat yang sukses membasahi seluruh tubuhnya. Lalu seakan semua itu belum cukup membuatnya kaget, ia kembali mendapat kejutan lain yang hanya berselang beberapa detik.

PLAK!

Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Kara hingga bibirnya terbuka sampai ia bisa merasakan rasa air hitam itu yang ternyata terasa pahit.

“DASAR PELAKOR!!” bentak seseorang dengan napas yang memburu.

Déplier
Chapitre suivant
Télécharger

Dernier chapitre

Plus de chapitres

commentaires

松坂 美枝
松坂 美枝
本人の同意無しに腎臓やら中絶やらさせて平然と離婚再婚するような男とはやっていけないよな怖いもん クズ男の両親は仲睦まじかったのに何故息子がこんなんだったのか 主人公の新旦那さんが丁寧にクズ男を諭す所良かったわ
2025-11-20 10:48:32
2
0
ノンスケ
ノンスケ
自分が意識のない間に、勝手に中絶させられ、腎臓移植までされていた妻が、その後の愛人からの仕打ち、夫の態度で心身の限界を迎えて離婚してでていく。それが精一杯の自分を守る術だったと思う。だからたとえ自分を庇って昏睡状態になったとしても、感謝はできないよね。元夫の親も理屈を考えればわかるでしょ。
2025-11-22 13:37:02
2
0
22
第1話
再婚して一年が経った記念日。朝倉彩葉(あさくら いろは)は花束とプレゼントを持って、夫の五十嵐望(いがらし のぞむ)にサプライズを仕掛けようと、彼が出張中に滞在しているホテルまで行く途中に、交通事故に遭ってしまった。そして病院で医者から流産の兆候があると告げられてしまった。「朝倉さん、あなたは以前一度人工流産されていますよね。それに腎臓の摘出手術を受けられていて、片方しかありません。今お腹の中にいらっしゃるお子さんは、危険かもしれません」それを聞いた瞬間、彩葉は驚いた。「先生、カルテを他の方と間違えていらっしゃるんじゃないですか?私、今回初めての妊娠ですし、腎臓摘出手術なんて受けたことはありません」「間違いないです。これは朝倉さんの過去のカルテです。それから旦那さんがサインしたご家族の手術同意書です」彩葉がそれを見てみると、半年前に起きた事故の日付であることが一目で分かった。「あの時、朝倉さんは昏睡状態で、旦那さんが腎臓の臓器提供書類にサインなさっていました。それに、手術が無事に成功するように、お腹の中のお子さんの中絶手術にも同意されましたよ。朝倉さんはご存じなかったのですか……」彩葉には医者のその後の言葉は一言も聞こえていなかった。彼女はじっとその書類に力強く書かれているサインを見つめていた。その一画一画しっかりと書かれた筆跡には嫌になるほど見慣れている。彼女は右後ろの腰あたりに、痛々しく残っている傷口が再びズキズキと痛むような、そんな感覚に襲われてしまった。しかし、その傷は彩葉が交通事故に遭った時に残ってしまった傷跡なのだと、望がはっきりと彼女に伝えていたのだった。彼女はかすれた声で言った。「その臓器提供を受けた人は誰なんですか?」医者は書類をめくった。「榎本花梨(えのもと かりん)さんですね」それを聞いた瞬間、彩葉は頭を鈍器で殴られたような衝撃を受け、目の前が一瞬真っ白になってしまった。昔、望はなりふり構わず一度断られても諦めずに彼女を追いかけて、やっと結婚にこじつけたのだと周りは知っていた。そして、花梨という女性は望が少年だった頃の憧れの人だった。しかも彩葉と望が一度離婚することになった原因でもある。この時、突然携帯のバイブレーションの音が数回した。届いたのは望が彼女を騙すために、事前に撮っておいた
Read More
第2話
まず一つ目。望と再婚するにあたって、念のために望にサインさせていた離婚届を持って、市役所に離婚手続きに行くこと。二つ目。自分に関する全ての情報を国内から消し去る事。望が私がこの一切を知り、離れていくことを心配しているのであれば、完全に姿を消してしまおう。永遠に自分の居場所を知られてはならない!そして最後、三つ目。中絶する事。お腹の中の子供は、まるでそれを予感したかのように、以前よりも動きが活発になった。彩葉は病院の入り口に立つと、心がかき乱された。しかし、それはある知らない番号から届いたショートメッセージを見るまでだった。【私は榎本花梨です。お話しませんか】彩葉は彼女から送られてきた住所を見つめ、その指定された場所に行ってみることにした。カフェには、綺麗にメイクした花梨が頬を紅潮させて、何気なく手につけたブレスレットを触っていた。「望はあなたと結婚するために、家に逆らって99回も叩かれたけど、家宝のこのブレスレットは手に入れられなかったわ。そして今は、私がつけているのよ」花梨は視線を上げ、皮肉交じりの笑みを浮かべて言った。「ねえ、朝倉さん、彼はただあなたにこれをあげたくなかっただけよ。私ね、昨日の誕生日パーティーにあなたもいたのを知ってるのよ。あなたがいるのを見ちゃったの。彼が今あなたに少しくらいは愛情を持っていることは知ってるわ。だけど、知っておいてちょうだい、彼の愛をあなたに半分わけてあげたとしても、あなたの分の重さは私よりもずっと軽いってことをね。彼は長い間私に片思いをし続けていた。昔はいつも彼のことは弟のように思っていたから、恋人とかそういうのは考えられなかったの。でも、今ははっきり分かる。あなたなんかに彼を渡すことはできないってね」この時、彩葉はただ黙って静かに花梨を見つめていた。花梨も腹を立てることなく、髪の毛をくるくると指に巻きつけて遊んでいた。魅力的な雰囲気を醸し出すその姿は横を通り過ぎる男を釘付けにさせていた。「望の家は私の隣よ。小さい頃から私の後ろをついて回るのが好きだったの。彼は十四歳から私に片思いし始めたんだ。彼が少年期に初めて夢精しちゃったのは私を夢に見たからなの。初めての自慰行為の時には私の名前を呼んでたんだから。それに私のために人生で初めて喧嘩したし、生理で辛い私に初めて生姜湯を作って
Read More
第3話
二人は携帯をテーブルの上に置いた。そして三秒後、花梨の携帯が鳴り出した。彼女は笑って、スピーカーをオンにして電話に出た。すると電話越しに望の切迫した声が聞こえてきた。「どこにいるんだ?大丈夫か?今からそっちに行くよ」花梨は彼を落ち着かせるように言った。「そんなに焦らないで、ただ足首を捻っただけよ。私一人でも病院に行けるし……」「勝手に動くんじゃない。その場で俺が来るのを待ってるんだ」電話の向こうからは雑音がしていた。「さっき着陸したばかりなんだ。二十分で着く!」すると花梨は携帯を置き、笑って彩葉のほうへ視線を向けた。「あんたの負けね」彩葉はきつく唇を閉じ、手のひらに爪が食い込むほど拳を握りしめていた。そして花梨はある小切手を彼女の目の前に出してきた。「十億よ。あんたの腎臓代だと思って。貸し借りはなしよ」そう言い終わると、彼女は立ち上がり去っていった。そして階段を降りる時にわざと足を踏み外して、ドタンッと地面に倒れてしまった。くるぶしの辺りがすぐに赤く腫れあがった。そしてたった十分で、望の乗る車が急ブレーキを店の前でかける音が聞こえてきた。花梨が道端に座り込んでいるのを見て、彼は焦って目を赤くさせ、彼女を抱き上げた。まるで落としただけですぐ割れてしまう宝玉のように優しく扱っていた。彩葉は泣きたくなどなかった。しかし、まるで涙自身が意思を持っているかのように、ポタリ、ポタリとテーブルの上にこぼれていった。こうなることなど目に見えて分かっていたというのに、彼女の心はやはり誰かにナイフで刺されたかのように、ズキズキと痛み悲鳴をあげた。車に乗り込む直前、花梨は後ろを振り返り、挑発的な視線を彩葉に投げつけてきた。彩葉はカフェを出ると、望が買ってくれた靴を脱いでゴミ箱の中に捨て、裸足のまま一歩一歩病院へと向かった。アスファルトの道を裸足で歩くと、足の裏が破けて血が滲み、道の上に血でできた足跡を残していった。今回、お腹の中の子供はとてもおとなしかった。手術の時、医者が何度も彼女にその意向を尋ねた。彼女は下唇をきつく噛みしめ、瞳を涙で滲ませていた。張り裂けそうな胸の痛みが止むことはなかった。手術台から降りると、彼女の子供は事前に用意されていた冷たい透明な棺の中に収められ、葬儀屋に一時的に保管された。彩葉が去る日、
Read More
第4話
それから数日後、彩葉は荷物をまとめ、過去に望からもらった全てのものを片付けてしまった。山積みになった、あの高価なジュエリーやバッグたちを見つめ、彩葉はオークションに出品して売ることに決めた。そして得られたお金は全て児童福祉センターに寄付することにしたのだ。物を運び出し終わったその日の夜、望は急いで家に戻ってきた。そして彼女を抱き上げてソファに座らせると、彼女の前に跪いた。すると、ボディガードたちが彼女がオークションで売ろうと考えていたジュエリーを再びローテーブルの上に乗せた。望は彼女の手にキスをして、心配した様子で言った。「一体何が起こったんだよ、彩葉。ここにあるものは俺が君に贈ったものだろう。どうしてオークションで売られていたんだ?」この時の彼は本気で心配しているようで、彩葉は数秒彼を見つめてから視線を下に落とした。「別に、なんか急に好きじゃなくなっちゃって、オークションに出してそのお金を子供たちに寄付しようかなって」望はそれを聞いてすぐホッと胸をなでおろし、立ち上がりソファに腰かけて、彼の膝の上に彩葉を乗せた。「驚かせないでくれよ、寄付をしたいなら直接俺に言えばいいのに。ここにあるものが嫌いなら、また新しいのを買ってあげるからさ。だけど、さすがにオークションに出すのはどうかと思うぞ」彼は彼女の鼻を突っついた。「今日、ここにあるもの全部オークションでかなりの金額で競り落としてきたんだからな」彩葉は彼の瞳を見つめた。「出張に行ったんじゃなかったの?」望はニコリと微笑んだ。「飛行機を降りてすぐにオークション会場に向かったんだよ。君に何か買おうと思っててさ」彩葉の携帯が振動し、花梨からあるネックレスの写真が送られてきた。【これってあなた達が付き合い始めた記念に買ったネックレスでしょ?私、とっても気に入ったわ。望がくれたのよ】彩葉は拳を固く握りしめ、目の前にある山積みのジュエリーに目を通した。「私たちが付き合い始めた記念に買ったネックレスは?」それを聞いた瞬間、望の瞳が動揺した。「遅かったんだ。あのネックレスは他のやつに取られちゃってさ」彼はぎゅっと彼女を抱きしめた。「彩葉、もし君があれを気に入ってるなら、また他に何か買うよ」「いらないわ」彩葉はしっかりと目を閉じた。彼の中の愛はこんなにはっきりとしているのだ。し
Read More
第5話
そして夜、彩葉はまた花梨からのショートメッセージを受け取った。【あなたの旦那さんってね、毎回私の上に跨ると、今までに経験したことのない快感を覚えるんですってよ】そして望はというと、夜中にようやく家に帰ってきた。そして翌日の朝、彼は彩葉が沈んだ様子なのを見て、どうしても彼女を気晴らしに連れ出すと言ってきかなかった。「郊外に買った新しい別荘を見に行こうよ。あそこは自然に囲まれていて空気が新鮮だから、今後、君が子供を産んで一カ月くらいはゆっくりそこで産後の体を休めたらいい。君にも子供にも良いだろう」車を豪華な別荘の前に止め、望は彩葉の体を支えて車から降ろした。数歩しか歩いていない時に、隣の家の門が開かれた。すると花梨が大型のアラスカ犬を連れて中から出てきた。「あら、望じゃないの、偶然ね?」彼女は彩葉を見て笑った。「今後は私たちお隣さん同士ね」望が彩葉を支えるその手に急に緊張が走り、笑って言った。「この人は榎本花梨さん。小さい頃に知り合ったお姉さんなんだよ」花梨は意味深な笑みを浮かべた。「私と望はね、小さい頃から関係がとても良かったのよ。この別荘は私たちが一緒に購入しようって約束してたの。あなた達の家の内装も私が考えてあげたのよ」すると望が急いで弁明してきた。「花梨姉さんは、インテリアデザインを学んでいたんだよ」彩葉は口角を上げたが、心が底の見えない暗闇に落とされたように感じた。もし、この二人の関係を知らなければ、子供を産んだ後ここで静養している間、望はこの榎本花梨とまさにここで浮気を楽しむつもりだったのか?彼女は怒りで指先を小刻みに震わせ、望を押し退けて彼に背を向け去ろうとした。数歩進んだところで、後ろから花梨が突然叫ぶ声が聞こえてきた。彼女が犬を繋ぐリードを離し、犬が彩葉をターゲットに素早く飛びかかってきたのだ。花梨は驚いて呆然としたふりをして、犬を止める素振りも見せなかった。彩葉は犬が怖いので、思わず後ろに数歩後退した。「彩葉!」望は驚いた声をあげて、彼女を引っ張ろうと手を伸ばしたが、犬のほうが早かった。その犬はまっすぐに彩葉の腹部に突進してきて、数十キロがある巨体が彼女を地面に押し倒し、喉元から威嚇する鳴き声を発してた。極限の恐怖を感じ、彩葉は一言も声を発することができなかった。そして次
Read More
第6話
望と花梨の二人が出た後、医者はいくつか注意だけして、離れていった。病室のドアは開いていて、廊下にいる二人は声の大きさを抑えてはいたものの、彩葉には彼らの会話がはっきりと聞こえてきた。望は花梨を慰めていた。「花梨、泣かないで。君がわざとやったんじゃないってことくらい分かってるからさ。君が泣くと、俺は心が張り裂けそうだよ」花梨は落ち込んだ声で言った。「望、私危うく彼女とお腹にいるお子さんまで命の危険に晒すところだったわ。私耐えられない。あなたに会わせる顔もないわ。暫くは私のところに来ないで、これを私への罰だと思って」「それは俺を罰しているようなものだろう!」彩葉は花梨の驚くような声と、望の切羽詰まった様子の声を聞いた。「俺はもう一日だって君と離れていたくないんだよ、花梨。もし君が申し訳なく思ってて、自分に罰を与えたいっていうなら……そっちから俺に十分間キスしてくれよ」彩葉は両手で布団の端を手の関節が真っ白になってしまうほどきつく握りしめていた。もうすでに麻痺してしまった心が、この時、やはりまた辛いと悲鳴をあげていた。そして十分経ってから、望が病室に入ってきて、彩葉の手をぎゅっと握って辛そうな目で言った。「彩葉、気分はどう?どこか調子が悪いところはない?俺があの時とっさに反応できなくてすまなかった。でも、君と子供が無事でよかったよ。もし君たちに何かあれば、俺は一生自分を許せないから。花梨さんもわざとじゃなかったんだ。彼女がさっき、今後はあの犬が出てこないようにするって約束してくれたよ。彼女を許してやってくれないか?頼むよ」彩葉は後から来る恐怖と不安に満ちた彼の瞳を見つめ、彼が花梨を庇う言い訳を聞き、最後に彼の少し赤く腫れあがった唇に視線を落とした。この瞬間、彼女はただただ、皮肉を感じていた。「もう休むわ」彩葉は手を引っ込めて、彼に背中を向けた。望は彼女の背中に手を伸ばし、軽くポンと叩いて、彼女の父親から教えてもらった子守歌を口ずさんでいた。彩葉の目には突然ドバっと涙が溢れ出してきた。悲しみと血の気が引く思いで彼女は泣いていた。それからの一週間、望は病院へ足繁く通い、彩葉の傍にいた。一日三食、彼は辛抱強く彼女に一口でも多く食べるように元気づける言葉をかけていた。点滴をする時には、点滴剤を温めるように手で包みこみ、夜
Read More
第7話
彩葉は信じられないといった表情で花梨のほうへ顔を向け、怒声を浴びせた。「あんたねぇ、望はあんたを助けるために、今こんな状態になってるのよ!」「だから何だって言うのよ!?それは彼が望んでやったことでしょ?望が起きてたって、私から献血してもらうなんて、私が可哀想で拒否するに決まってるでしょ!」彩葉は花梨の瞳の底に隠れた冷たさをはっきりと感じ取り、突然何も言えなくなった。これが望が自分の命を投げうってまで愛した女だというのか。この瞬間、彼女は彼がそこまでする価値などないと感じた。彼女は看護師のほうを向いた。「私の血を使ってください!」彩葉は看護師と一緒に献血室に向かった。少しして、冷たい注射針が静脈に刺さった。200cc……400cc……600cc……看護師が止めに入った。「すみません、お顔が驚くほど真っ青になっていらっしゃいますよ。もうやめたほうがいいです!」彩葉は全身が冷たくなるのを感じ、目の前が暗くなってきたが、それでも意地になって首を横に振った。「まだ大丈夫ですから」彼女は望のことをいくら恨んでいたとしても、目の前で黙って彼が死ぬのを見ているわけにはいかなかった。父親の世話をしてくれた恩もあるし、彼女が八年間彼との間に培ってきた愛情に区切りをつけるためでもあった。望、これがあなたにできる……最後のことだよ。彩葉は意識を失った。そして再び目覚めた時に、望は助かり、ICUに入ったという知らせが聞こえてきたのだった。花梨はそのICUの入り口を死守して一歩も離れようとしなかった。彩葉は病院に二日間入院して、退院する日には望はもう一般病棟に移っていた。彩葉は彼から電話を受け取った。電話越しに彼の強がっているがやはりまだ弱っている声が聞こえてきた。【ごめんよ、彩葉。アハリアのプロジェクトで問題が発生して、急遽飛び出してきたものだから、君に一言告げる暇がなくて。俺は今到着したばかりなんだ、この件が終わったら君のところに戻るからね】そして彼はアハリアの空港にいる動画を送ってきた。彩葉はそれに返事はしなかった。一週間後、彩葉が庭で彼と二人で植えた薔薇を綺麗に片付けている時、望がちょうど帰ってきた。そして地面に散らかった花の残骸と、すでに解体されたブランコを目にして、望は驚き、焦って彼女の元へ駆けつけて手を引いた
Read More
第8話
そして望は再び急いで去っていった。彩葉は彼が去ろうが残ろうがどうでもよかった。ただ黙々と自分の荷物を整理して、屋敷にある自分に関係するものを跡形となく、消し去っていった。二人で共有している記憶に関するもの。大学時代に彼が学校で広まる噂を消し去るために、送ってきた99通のラブレター。初めてのデートで街を歩き回った時に贈ってくれた彼女のお気に入りの髪飾り。街中で一緒に撮ったプリクラ……以前は彼女がとても大事にしていた宝物のようなコレクションたちが、今やすべて段ボールの中に押し込まれている。そして、それは一つずつ外のゴミ捨て場に彼女自ら運び出していった。最後のゴミを捨てた後、彼女が薄暗い街灯の下に立っている時、突然空からハラハラと雪が舞い降りてきた。彼女は空に顔を向けて、雪が顔に落ちる冷たさを感じていた。そしてふいに、望が初めて彼女の家の下に来て、復縁してほしいと懇願してきた情景が目に浮かんできた。その日は激しく雪が降っていて、望はただコートを着て、彼女の家の下で昼から空が暗くなり、また深夜になるまでずっと立っていた。その日、彼女は上から彼を見下ろして、一体どのくらい持ちこたえられるのか見てみたいと思っていたのだ。彼は三日三晩立ち尽くし、最後には高熱を出して肺炎にかかり、入院することになった。彼は以前、そのように愛情深く装い、彼女に戻ってきてほしいと懇願した。深い愛情というものは、結局はただのドロドロした偽りの愛情劇だったのだろう。雪の結晶が彼女の瞳に落ち、解けて涙へと変わった。彩葉はその場に長い間立っていて、ようやく帰ろうと振り向いた瞬間、頭に麻袋をいきなり被せられてしまった!そしてすぐに頭に激痛が走り、彩葉は完全に意識を失ってしまった。次に目を覚ました時、彼女はまだ麻袋の中に入れられていた。手足をきつく縛られ、口もしっかりと塞がれている。そして彼女は少し聞き慣れた声を聞いた。「五十嵐社長、捕まえました。こいつが榎本さんの元夫から指示されて、彼女を拉致した犯人です」五十嵐望!「うーうー--」彩葉は目を見開き、狂ったように大きくもがき始めた。望は冷たく言い放った。「縄を解け、よくもそんな度胸があったもんだな。俺の大事な人にまで手を出すとは!」ボディガードは「はい」と応え、彼女のほうへと近づいていった。
Read More
第9話
そして一方、望はというと、この時彼は自らキッチンに立ち、花梨のために昼食の支度をしているところだった。花梨はキャミソールワンピースを着て、後ろから彼の腰回りに腕を絡ませ、顔を彼の背中にピタリとつけた。望はコンロの火を消し、振り返って彼女を流し台の上に抱き上げた。両腕で彼女の自由を奪い、キスをした。長年片思いしてようやく得た女性だ。彼はまるで十代のあの頃に戻ったかのように、欲望を抑えきれないようだった。だから、彼の怪我はまだ完全に癒えていないものの、ここ三日間、二人はかなり親密な行為にまで及んでいた。彼はまるで貴重な宝石にでも触れるかのように、花梨をとても大切にしていた。キッチンに恍惚な雰囲気が漂う中、独特な携帯のお知らせ音がくっきりとその場に鳴り響いた。望は瞬時に我に返り、その瞳には喜びさえも浮かんできた。彼は花梨を自分から引き剥がし、携帯を取り出してメッセージを確認した。【今夜八時に、あなたが永遠に忘れられないサプライズを用意したの。絶対に帰ってきてね】彼はこのメッセージを見た瞬間、あの日、屋敷で見たカレンダーに彩葉が赤ペンで丸を書いていたのを思い出した。まさに今日だ。今日は何の日だ?彼は少し考えてみたが、どうも今日が何の日なのか分からなかった。ただ、無意識にすでに秘書に電話をかけていた。「ブランドの店に行って、妻に何か高価なネックレスを選んで来てくれ。それから、すぐにジュリエットの薔薇を車一台に積んで空輸してくれ。夜八時に屋敷に届くようにだぞ」花梨の瞳には嫉妬が浮かび、彼のほうへ近寄り抱きしめた。「今日、帰っちゃうの?」「うん」望は彼女を抱きしめ、彼女の腰をさすった。「最近、あまり帰っていなかったからね。彩葉のお腹には子供がいるし、安心できないんだよ」子供だって?あの日、99回も殴ったんだから、彼女のお腹にいる子供などすでに息絶えているだろう。花梨は心の中で冷笑していたが、表情にはそれを一切出さず、物分かりの良い女を演じた。「それもそうね。じゃ、今日はお家に帰って」夜七時四十分、望の車が屋敷の門の前に到着した。彼の後ろの車から、数人のボディガードが降りてきて、車一台に積まれた花を庭に運び出し並べていった。夜七時五十五分、望はプレゼントを手に持ち、車を降りて服を綺麗に整えた。彼は喜びに満ちた表
Read More
第10話
「彩葉!彩葉!」この時、望は人生で初めて狼狽した様子を見せ、怒鳴り声をあげながら中へと駆け込んだ。しかし、リビングはもぬけの殻で、彼にサプライズを用意したと言っていた彩葉の姿などそこにはなかった。そこへ執事が走り出てきて、望は彼をガシッと掴むと怒りの声で叫んだ。「俺の妻はどこだ!」執事はそれに驚いて、声を震わせた。「お、奥様は今日スーツケースを持ってどこかへ行かれました」「なんだと?」望はその言葉に反応できず、勢いよく執事の襟元を掴んだ。「出て行ったって?どうして出て行った?」「旦那様、落ち着かれてください」執事はこのような望の姿を今まで一度も見たことがなく、急いで落ち着かせようとこう言った。「奥様は確かに、ご自身のスーツケースを持ってどこかへ行かれました。ここを離れる前に、私はお尋ねしましたが、奥様は旦那様はこのことをご存じだとおっしゃっていましたよ」望は彼女が無事なことを知り、ようやくだんだん冷静になっていった。「妻が出ていく時、何かおかしな様子はなかったか?」「いいえ、ございませんでした」執事ははっきりと言った。「奥様は一昨日の夜出かけてから、今朝早く戻って来られ、再びスーツケースを持って出かけて行かれました」一昨日の夜?それを聞き、望は心臓がドクンと波打つのを感じた。ふいにあの夜彼がしたことを思い出したのだ。どうしてこんなに偶然が重なるんだ?しかも、彩葉はここ暫くの間、様子が少しおかしかった。子供も一体いつ堕ろしたのだ?彼女はどうしてわざわざ部外者に頼んで運ばせたのだろうか?どうしてここを去る必要があった?一連の疑問が心の中に湧き、望は息苦しさを覚えた。彼は自分のネクタイを力任せに引きちぎり、息を荒くして携帯を取り出すと、彩葉に電話をかけ始めた。しかし、電話から聞こえてくるのは、冷たい機械音だけだった。彼は彼女にメッセージを送ってみたが、すぐに赤い送信エラーの通知が現れた。彼は彼女からブロックされてしまったのだ。彼らが一回目の離婚をした時と全く同じだ。望は明らかに動揺を隠せない様子だった。彼は執事の携帯から彼女に電話をかけた。焦りながらソワソワと歩き回っていた。しかし、執事の携帯もブロックされていたのだ。望は傍にあったローテーブルを蹴り倒し、急ぎ足で二人の寝室へと
Read More
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status