Elang masih berdiri kaku di koridor rumah sakit saat pintu besar ruang operasi akhirnya terbuka. Seorang perawat keluar dengan tergesa, mendorong sebuah inkubator yang bergerak menuju ruang khusus bayi.“Pak Elang Adikara?” panggil perawat itu cepat saat melihat pria tegap itu langsung tersentak.Elang langsung melangkah memburu.“Iya, saya, Suster! Bagaimana istri dan anak saya?”Perawat itu tersenyum hangat, mencoba menenangkan pria yang tampak sangat kacau itu.“Operasinya lancar, Pak. Ini putri Anda. Selamat ya, Pak, putri Anda lahir dengan sempurna.”Jantung Elang berdebar dua kali lebih cepat. Ia melangkah mendekat, matanya langsung menangkap sesosok makhluk mungil berkulit kemerahan yang sedang terpejam erat di dalam sana. Ada rasa haru yang luar biasa besar berkejaran di dadanya, membuat pelupuk matanya seketika basah. Dengan jemari yang gemetar hebat, Elang menyentuh permukaan kaca inkubator itu.“Oh, syukurlah... ini Papa, Sayang... kamu kuat...” bisik Elang parau. Namun, sed
Magbasa pa