Suhu pendingin di dalam walk-in closet kami dibiarkan menetap di angka delapan belas derajat. Udara dinginnya menyapu kulit lenganku secara konstan.Bau aftershave beraroma vetiver dan kayu cedar mendominasi ruangan sempit ini. Tajam, maskulin, dan bersih.Arjuna berdiri membelakangiku di depan cermin panjang. Dia sedang memasang kancing manset perak di pergelangan kemeja putihnya. Gerakannya mekanis, presisi, dan sangat efisien.Aku berdiri dua langkah di belakangnya. Tanganku bertumpu pada meja island berlapis marmer hitam di tengah ruangan.Di bawah telapak tanganku, tergeletak tiga lembar kertas HVS yang masih mengeluarkan bau tinta cetak. Permukaan kertasnya terasa kasar bergesekan dengan ujung jariku.Itu adalah draf materi presentasinya hari ini.Tiga jam dari sekarang, Arjuna akan berdiri di depan ratusan praktisi bisnis dan akademisi di sebuah simposium nasional. Ini adalah penampilan publik pertamanya dalam format solo, di luar kapasitasnya sebagai robot Public Relations mil
Terakhir Diperbarui : 2026-07-20 Baca selengkapnya