Layar laptop menyala di atas meja makan. Cahaya putihnya memantul langsung ke wajahku. Edisi lengkap dengan empat bab resmi rilis pagi ini.Arjuna menuangkan air mendidih ke dalam dua cangkir teh. Uap panas mengepul ke udara, menabrak suhu pendingin ruangan yang disetel pada angka sembilan belas derajat."Ada ulasan baru yang masuk," ucapku tanpa basa-basi pembuka.Mataku menelusuri rentetan teks hitam di platform ulasan daring.Arjuna meletakkan teko kaca ke atas meja. Dia menarik kursi kayu dan duduk tepat di seberangku."Ulasan tentang keseluruhan buku edisi baru?" tanya Arjuna."Dari pembaca yang sudah baca tiga bab awal sebelumnya," jawabku cepat. Jariku menggeser trackpad ke bawah. "Dia bilang bab empat menunjukkan hal yang jauh lebih dalam.""Tentang bagian Elang?" Arjuna langsung memotong ke sasaran. Otaknya bekerja dengan presisi tinggi memetakan inti draf finalku."Iya," balasku lugas. Aku menyorot satu kalimat spesifik di layar. "Dia menulis: 'Cara Ibu menulis tentang anak
Last Updated : 2026-07-31 Read more