Suara denting kunci pintu yang diputar kasar memecah keheningan ruangan. Raka menerobos masuk tanpa menunggu izin.Langkah kakinya berat, menghentak lantai kayu dengan ritme yang tidak sabar. Dia bahkan tidak melepas jas hitamnya.Raina berdiri di dekat meja tinggi, memegang gelas kaca berisi air mineral yang sudah kehilangan suhu dinginnya. Dia tidak terkejut melihat kembarannya muncul di jam satu dini hari."Besok harinya," ucap Raka tanpa basa-basi.Suaranya rendah, serak, dan penuh dengan tekanan yang tidak bisa dia sembunyikan. Dia berhenti tepat dua meter di depan Raina."Aku tahu. Arjuna sudah meneleponku tiga jam lalu," balas Raina datar.Dia menyesap airnya, merasakan cairan itu melewati kerongkongannya yang terasa kering. Matanya memindai wajah Raka. Ada garis kelelahan yang sangat dalam di sana.Raka melempar kunci mobilnya ke atas meja kayu. Bunyi hantaman logam itu terdengar nyaring, memicu denyut nyeri di pelipis Raina."Aku tidak bisa diam di apartemenku," aku Raka. Dia
Terakhir Diperbarui : 2026-07-27 Baca selengkapnya