Kalimat balasan Ratih meluncur dengan sangat mulus, terdengar begitu anggun namun memiliki ketajaman layaknya belati yang menohok telak harga diri Ratna tepat di titik terlemahnya. Angin malam yang berembus di balkon itu seolah ikut membeku mendengar sindiran mematikan sang pewaris utama Keluarga Cokro."Ayo, Kuh, kita masuk ke dalam ballroom saja," ucap Ratih dengan nada suara yang tenang, mengalun lembut namun menyayat.Matanya yang indah melirik sekilas ke arah Ratna dari atas ke bawah dengan tatapan meremehkan, sebuah gestur aristokrat yang sudah mendarah daging dalam dirinya. "Aku khawatir, kalau kita berlama-lama di sini... nanti akan ada yang menangis sedih lagi kalau miliknya terambil olehku secara tidak sengaja."Namun, sebelum Ratna sempat meledak dalam amarah dan membuang martabatnya dengan berteriak, Kukuh sudah lebih dulu mengambil alih situasi. Pemuda itu melangkah pelan, menempatkan dirinya sedikit di depan Ratih sebagai perisai pelindung, lalu menundukkan kepalanya sed
Read More