Kael menghela napas pendek, lalu dengan gerakan perlahan memindahkan tubuh Aliz ke lengan salah seorang pelayan wanita yang sejak tadi menunggu di dekat tangga."Bawa Aliz ke kamar tamu. Pastikan selimutnya terpasang dengan benar," perintah Kael dengan suara baritonnya yang rendah."Baik, Tuan," bisik pelayan itu sopan, sebelum akhirnya melangkah menjauh, membawa sang balita naik ke lantai atas. Kini, hanya ada empat orang dewasa yang tersisa di ruang tengah tersebut. Keheningan mendadak merayap, menghimpit atmosfer ruangan saat tiga pasang mata para orang dewasa yang tersisanya. Semuanya menatap lurus ke arah Kael dengan binar harap-harap cemas yang begitu kentara."Grandma, jangan salah paham dulu. Sabrina tidak sedang hamil."Binar di mata tua Nyonya Maureen seketika meredup. "Maksudmu? Tapi reaksi mualnya tadi..""Kami sepakat untuk menunda punya anak," potong Kael cepat, mematahkan spekulasi yang sejak tadi menggunung di kepala keluarga besar O'Shea. "Setidaknya sampai
Read more