"Sabrina!" Kael menggendong Sabrina ala bridal style, membawanya keluar dari kamar mandi dengan langkah tergeser-geser panik. Perlahan, ia membaringkan tubuh pucat istrinya di atas ranjang king size mereka. Kedua tangan Kael bergerak cepat, menepuk-nepuk halus pipi gembil Sabrina sembari mendekatkan sebotol minyak aromaterapi ke hidung istrinya."Sayang, bangun... hei, lihat aku," bisik Kael, suaranya bergetar hebat. Melihat tidak ada respons dari kelopak mata yang terpejam rapat itu, Kael langsung merogoh saku celananya dengan tangan gemetar. Ia mendial sebuah nomor darurat."Dokter, ke kamar utama sekarang juga! Istriku pingsan!" perintah Kael tanpa basa-basi, suaranya naik satu oktav sebelum langsung memutuskan panggilan sepihak. Ketegangan di lantai atas ternyata menimbulkan kegaduhan yang cukup berarti. Adrian, Ganda, dan Nyonya Maureen yang sejak tadi diliputi rasa bersalah di ruang tengah langsung bergegas naik begitu melihat dokt
Read more