"Aduh, sakit..." Tuan Budi memekik kesakitan, wajahnya meringis sambil berusaha menarik tangannya. "Lepaskan, cengkeramanmu kuat sekali. Jangan salah paham, aku cuma ingin mengajak kalian mengambil uang." "Ambil saja, gratis." Guntur Lima mendengus dalam hati, lalu menyerahkan keranjang sayur kepada Darren dengan malas. Ia hanya ingin secepatnya menyingkirkan dua orang yang tak tahu situasi ini. "Mana bisa begitu?" Darren buru-buru mengibaskan tangan, berkata dengan nada setulus mungkin, sebelah tangannya bahkan menepuk dada. "Aku ini orang jujur, tidak pernah mau mengambil keuntungan dari orang lain. Kalian berdua tetap harus ikut mengambil uangnya, cepat kok, cuma beberapa langkah saja." "Betul, betul. Daerah sini sering ada razia petugas ketertiban. Kalau ketahuan berjualan sayur di tempat begini, bisa langsung kena denda besar." Tuan Budi menyambung, "Baru kemarin, ada seorang nenek dari kampung datang membawa sekeranjang telur untuk dijual, dan langsung dibekuk petugas di
続きを読む