Setelah kejadian itu, suasana di antara kami justru menjadi lebih santai.Jelita masih beberapa kali meminta maaf karena pengawalnya sudah mendorongku."Sudahlah," kataku sambil memasukkan beberapa barang ke dalam keranjang. "Toh, aku juga tidak terluka parah.""Benarkah?"Aku mengangguk.Jelita menatap perban di tanganku dengan curiga. "Kalau begitu, coba ceritakan, kenapa tanganmu dibalut?"Aku terdiam sebentar. "Ini?"Aku menatapnya dalam-dalam, dalam hati, ingin sekali mengatakan bahwa ini adalah semua perbuatan ayahnya.Jelita mengangguk, "iya, kenapa itu?""Oh... kecelakaan kecil, tidak sengaja malah patah sedikit," ucapku sambil tersenyum.Jelita mengangguk pelan, lalu kembali melihat rak di hadapan kami."Aku mau membeli bahan makanan untuk menambah kelembaban kulitku. Menurutmu, yang mana yang lebih bagus?"Aku menoleh. Jelita sedang memegang dua buah tomat di kedua tangannya.Aku memperhatikannya sebentar, namun karena Jelita meletakkan tomat itu di depan dadanya, malah tata
Terakhir Diperbarui : 2026-07-29 Baca selengkapnya