Satria meringis pelan sambil menangkap tangan Vera yang baru saja mencubit pinggangnya. Dia sama sekali tidak melepaskan tangan kecil itu dari genggamannya, justru malah menggenggamnya semakin erat."Aduh, Nona Vera. Baru juga beberapa menit resmi jadian, masa sudah main fisik begini," canda Satria dengan sisa tawa yang masih terdengar renyah.Vera memajukan bibirnya sedikit, mencoba menarik tangannya namun tenaga Satria jelas jauh lebih besar."Habisnya kamu senangnya menggoda terus," omel Vera, tapi senyum kecil yang bahagia sama sekali tidak bisa disembunyikan dari bibirnya.Satria hanya tersenyum. Dia menuntun Vera untuk berjalan meninggalkan ruang makan dan pindah ke ruang tengah. Vera duduk di atas karpet berbulu yang tebal sambil bersandar pada pinggiran sofa, lalu menyalakan televisi sekadar untuk membuat latar suara agar apartemen itu tidak terlalu sepi.Satria menyusul duduk tepat di sebelahnya, memangkas jarak di antara mereka berdua. Tanpa ragu, pemuda itu melingkarkan len
Terakhir Diperbarui : 2026-07-14 Baca selengkapnya