Pagi itu, atmosfer di dalam kediaman keluarga Utama mendadak dilingkupi hawa dingin yang mencekam.Seorang asisten rumah tangga melangkah menyusuri koridor sunyi sembari membawa nampan berisi hidangan sarapan untuk sang penguasa tertinggi, Arkana Jaya Utama.Tok! Tok! Tok!Asisten rumah tangga itu mengetuk pintu jati ruang kerja Arkana secara teratur."Tuan Besar, saya mau membawakan sarapan Anda," ucapnya singkat, menanti sahutan dari dalam.Namun, tidak ada satu pun gelombang suara yang membalas. Wanita itu didera rasa heran yang teramat sangat; Arkana dikenal sebagai sosok disiplin yang selalu terbangun jauh lebih pagi.Namun, hingga detik ini, kakek tua itu belum juga keluar dari ruang kerjanya sejak semalam suntuk.Dengan tangan yang sedikit bergetar, ia kembali mengetuk pintu tersebut."Tuan... saya buka pintunya, ya?"Begitu daun pintu terayun terbuka, pemandangan di dalam ruangan seketika meremukkan seluruh kesadaran sang asisten.Di atas lantai semen yang dingin, tubuh renta
Read more