Minggu siang itu, di salah satu mal megah di J-City, Marcus dan Mabelle berjalan-jalan menyusuri koridor yang ramai.Sepasang mata mereka dimanjakan oleh deretan toko mewah yang menampilkan berbagai produk tren terbaru.Mabelle mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru gedung dengan binar kekaguman yang cerah."Wow, Papa. Mal di J-City ternyata jauh lebih besar dan megah, ya," ucap Mabelle takjub.Satu tangan Marcus terulur meraih bahu mungil putrinya, menuntunnya dengan hati-hati."Jalannya jangan cepat-cepat, Sayang. Nanti kamu bisa hilang," ucap Marcus lembut.Sementara tangan Marcus yang satunya sibuk menggenggam ponsel, berulang kali memeriksa layar digitalnya.Pria itu mengembuskan napas panjang didera kecewa; tidak ada sebaris pun notifikasi pesan masuk dari Saifanny sejak pertemuan mereka kemarin sore.Marcus melepaskan rangkulannya dari bahu Mabelle, jemarinya bergerak taktis mengetik pesan perintah untuk seseorang di seberang sana.“Cari tahu di mana Sai—”Ketikan pesan it
Baca selengkapnya