Malam itu, setelah makan malam keluarga yang hangat selesai, mereka memutuskan untuk menginap di kamar hotel mewah karena Syahdan sudah didera kantuk yang berat."Ma, aku tidur duluan ya," ucap Syahdan dengan suara parau, menutup pintu kamar dan langsung menjatuhkan tubuhnya ke atas kasur empuk.Saifanny mengangguk pelan. Langkah kakinya yang semula bergeming di depan pintu, mendadak ditarik dengan sentakan lembut oleh jemari Adrian, menuntunnya melangkah masuk ke dalam kamar tidur yang bersebelahan.Adrian akhirnya menghentikan langkah tepat di tengah kamar tidur yang luas dan remang-remang.Kamar itu begitu sunyi, privat, dan dilingkupi atmosfer intim yang pekat, berbanding terbalik dengan keceriaan yang baru saja mereka lalui bersama Syahdan di restoran bawah.Adrian memutar tubuhnya, menatap lekat sepasang manik mata wanita yang malam ini telah menguras seluruh fokus isi kepalanya.Tanpa mengeluarkan suara, ia menuntun telapak tangan Saifanny mendekati sebuah meja kayu ek di sampi
Baca selengkapnya