"Cantik, jangan dengarkan kata-kata anak Tante tadi, ya! Sejak ditinggal pergi oleh istrinya, dia jadi dingin dan ketus pada semua perempuan," ucap Amara seraya menepuk lembut punggung tangan Tia.Tia tersenyum dan mengangguk, saat dia hendak bicara, Lala mendahului nya. "Bener kata nenek, jangan dengerin kata papa. Tante cantik jangan pergi, tinggal disini aja jadi mama untuk Lala.""Kasihan anak secantik dan sepintar ini ditinggal ibunya sejak lahir, tapi aku juga gak bisa terus tinggal di rumah ini. Hesti pasti khawatir," gumam Tia dalam hati."Nama kamu Tia kan?" tanya Amara membuyarkan lamunan Tia."Iya, Tante," jawab Tia singkat."Lala ditinggal ibunya sejak lahir, dia tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu. Tante harap kamu bisa tetap tinggal disini, menuruti keinginan Lala," ucap Amara dengan nada rendah, membuat Tia merasa serba salah."Tapi, Tante. Papa nya Lala sepertinya tidak akan senang kalau saya tinggal disini," ucap Tia teringat dengan sikap dingin duda tampa
Baca selengkapnya